Krisis Bek, MU Makin Ngebet Kejar Koulibaly?

Krisis bek Manchester United makin memanaskan rumor Kalidou Koulibaly ke Old Trafford. Tapi, apakah Koulibaly memang dibutuhkan Setan Merah?

Performa lini belakang MU jauh dari kata memuaskan musim ini. Setelah musim lalu hanya kebobolan 28 gol, terbaik kedua setelah Manchester City, kini kekokohan itu menguap begitu saja.

Gawang David de Gea yang biasa kokoh kini dengan mudahnya dibobol para pemain lawan. Sudah 23 gol bersarang dari 14 pekan berlalu, hanya lebih baik dari enam tim terbawah penghuni klasemen. Baru dua kali clean sheet dicatatkan musim ini.

Pada laga terakhirnya kontra Southampton, gawang MU bahkan dengan mudahnya dibobol dua kali dalam tempo 20 menit oleh lawan yang sebelumnya kesulitan bikin gol di kandang sendiri. MU akhirnya berimbang 2-2 kontra Soton.

Di laga itu, Jose Mourinho memakai formasi 3-4-3 dengan memainkan Phil Jones, Scott McTominay, dan Nemanja Matic di lini belakang. Dua nama terakhir sejatinya berposisi gelandang dan Jose Mourinho terpaksa menempatkannya di pos tersebut karena MU sedang krisis bek.

Sebelum laga ini, MU sudah kehilangan Chris Smalling yang cedera sementara Eric Bailly, Victor Lindelof, dan Marcos Rojo dalam kondisi tidak fit. Dengan para pemain belakangnya rentan cedera serta pertahanan yang rapuh, wajar jika MU disebut-sebut membutuhkan bek tengah baru Januari nanti.

Satu nama yang kencang dikait-kaitkan dengan MU adalah bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Pemain internasional Senegal itu sudah ditawar 91 juta pound sterling oleh manajemen MU tapi Napoli menolaknya mentah-mentah.

Namun, mengingat MU butuh sekali sosok bek tengah berkualitas dan bursa transfer baru dibuka Januari, peluang mendapat Koulibaly masih terbuka lebar.

“Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Koulibaly adalah pemain Napoli dan saya tidak mengomentari pemain klub lain,” ujar Mourinho ketika ditanya soal minat MU pada Koulibaly seperti dikutip FourFourTwo.

Tangan Dingin Pochettino Setara Guardiola dan Simeone

Menjelang duel dengan Tottenham Hotspur, manajer Arsenal, Unai Emery, memuji Mauricio Pochettino. Dia bilang Pochettino di jajaran manajer top saat ini.

Teman lama, Emery dan Pochettino, berada pada kubu yang berseberangan dalam derby London Utara nanti malam. Arsenal menjamu Spurs di Emirates, Minggu (2/12) mulai pukul 21.05 WIB.

Emery akan mendampingi Arsenal (30 poin), yang berada dua trap di bawah Spurs (27 poin). Lag aitu pun diprediksi bakal bergulir sengit.

Menjelang duel, Emery melemparkan pujian kepada Pochettino. Emery bilang Pochettino sosok yang amat terstruktur dan bisa memoles potensi pemain muda.

“Kariernya sangat konsisten. Struktur yang dibentuk bersama tiap tim sangat jelas dan performa bagus,” kata Emery seperti dikutip Telegraph.

“Dia sempat bekerja di Spanyol, kemudian Southampton dan Tottenham bersama pemain-pemain muda. Para pemain muda ini biasanya berkembang di bawah arahannya dan staff yang ada,” ujar dia.

“Karena kariernya dia pantas disandingkan masuk ke deretan pelatih-pelatih terbaik bersama Pep Guardiola dan Diego Simeone,” tutur manajer asal Spanyol itu.

Hasil Liga 1: Arema Benamkan PS Tira di Dasar Klasemen

Misi PS Tira lolos dari degradasi bisa jadi gagal. Pasalnya, kekalahan 0-1 dari Arema FC membenamkan mereka di dasar klasemen Liga 1.

Pada laga pekan ke-33 yang dihelat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (2/12/2018) Arema dan PS Tira sama-sama bermain agresif demi mengincar kemenangan. Pasalnya posisi kedua tim belum aman betul dari degradasi, terutama tuan rumah.

PS Tira bikin total enam attempts tapi hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara Arema bikin tujuh attempts dengan empat on goal.

PS Tira punya peluang di menit ke-12 lewat Dimas Drajad tapi sepakannya bisa ditepis kiper Arema Utam Rusdi. Lima menit berselang sepakan keras Hamka Hamzah cuma menerpa mistar gawang PS Tira.

Arema terus menekan pertahanan PS Tira tapi hingga babak pertama berakhir tak ada gol tercipta. Satu peluang emas didapat Arema di menit ke-44 tapi sepak pojok Nasir mengenai tiang gawang.

Masuk di babak kedua, Arema makin meningkatkan intensitas serangan dan berusaha mencari gol. PS Tira dipaksa bermain bertahan.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang di menit ke-72 dan Arema yang merayakannya usai Makan Konate menjebol jala PS Tira. Kegagalan barisan belakang PS Tira mengantisipasi umpan silang Alfin Tuasalamony membuat Konate dengan mudah menyepak bola di depan gawang.

Skor 1-0 untuk keunggulan Arema bertahan hingga laga usai. Dengan kemenangan ini, Arema kokoh di posisi kedelapan klasemen dengan 47 poin dari 33 laga dan dipastikan aman dari jeratan degradasi. Sementara PS Tira terbenam di dasar klasemen dengan 36 poin dan peluangnya bertahan terancam meski masih menyisakan dua laga lagi.

Sebab PSMS yang berada setingkat di atasnya punya punya keunggulan satu poin dan akan memainkan duel hidup mati kontra PS Tira dalam laga tunda. Sementara Perseru di posisi ke-16 memiliki 39 poin.

Susunan pemain

PS Tira: Angga S; Manahati L, Abu Bakr R, Didik W, Abduh L; A. Nufiandani (Sansan F 78′), Izmy Y (Ryan W 74′), Jeon W, Wawan F (R. Sugeng 35′); A. Rakic, Dimas Drajad.

Arema FC: Utam R; Alfin T, Hamka H, Arthur Cunha, Alfarizi; Hendro S, Jayus H, Makan Konate; Dendi S, Dedik S (Sunarto 63′), Nasir (Rivaldy Bawuo 82).

Jarak 2 Persen Derby Merseyside dan Laga Lainnya

Mohamed Salah akan tampil habis-habisan dalam derby Merseyside, duel antara Liverpool dengan Everton. Dia memprediksi setiap pemain, lawan dan kawan, akan tampil ekstra.

Liverpool akan menghadapi Everton di Anfield, Minggu (2/12/2018) malam WIB. Ini derby ketiga Salah sejak bergabung dengan Liverpool.

Derby Mersyside kali ini berpotensi menjadi laga penting bagi Salah. Pertandingan di kandang Liverpool itu menjadi laga ke-50 Salah. Laga itu juga menjadi kesempatan Salah untuk mencetak gol perdana dalam derby Merseyside itu.

Ya, kendati pernah merasakan kemenangan saat Liverpool menghadapi Everton, namun Salah bellum bikin gol. Dalam kemenangan Si Merah 2-1 di Anfield, dua gol Liverpool dicetak oleh James Milner dan Virgil van Dijk.

Salah pun antusias menyambut laga dengan Everton. Apalagi, dia kian memahami betapa pentingnya derby Merseyside bagi orang Liverpool.

“Saya tak tahu banyak soal derby ini sebelum datang. Saya hanya mendengar soal itu, tapi pada derby terakhir saat bermain di Anfield, atmosfernya benar-benar gila. Saya benar-benar tak menyangkanya,” ujarnya dikutip Sky Sports.

“Sebelumnya, saya bermain di Roma, di sana juga ada derby, tapi di sini benar-benar berbeda. Stadion penuh dan fans luar biasa, atmosfernya gila. Saya suka itu. Gairah kotanya, antusiasme fans-nya, Ini menjadi pertandingan terpenting dalam satu musim,” dia menambahkan.

Salah berharap Liverpool menuai hasil positif di laga itu. Kemenangan akan berimbas signifikan bagi pemain.

“Dengan kewajiban memenangkan laga derby membuat kami harus tampil lebih. Walau hanya dua persen, itu akan membantu tim dan menjadikan setiap derby berbeda,” kata pemain internasional Mesir itu.

Bungkam Fiorentina, Juventus Belum Terbendung di Serie A

Juventus menang 3-0 atas Fiorentina pada laga pekan ke-14 Serie A, Stadio Artemio Franchi, Sabtu (1/12/2018). Hasil ini membuat laju I Bianconeri di Serie A masih belum terbendung.

Juve masih nyaman berada di puncak klasemen sementara liga dengan nilai 40 hasil dari 13 kemenangan dan sekali imbang. Di sisi lain, Fiorentina menempati urutan kesembilan dengan 18 poin.

Melakoni pertandingan di markas Fiorentina, Juventus langsung tancap gas sejak bola digulirkan. Mereka mencatatkan 54 persen penguasaan bola, berbanding 46 persen milik I Viola.

Akan tetapi, La Vecchia Signora baru mampu membuka keunggulan pada menit ke-31. Umpan Paulo Dybala dapat dikonversikan Rodrigo Bentancur menjadi gol dengan sepakan kaki kiri.

Berhasil memimpin, Juve semakin percaya diri. Sementara itu, Fiorentina juga beberapa kali merepotkan lewat skema serangan balik. Namun, sampai turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Juventus tetap bertahan.

Selepas jeda, I Bianconeri tak menurunkan intensitas serangan. Hasilnya, Giorgio Chiellini sukses menggandakan keunggulan Juve pada menit ke-69, setelah bola hasil sundulannya gagal dihentikan kiper Fiorentina.

Masuk menit ke-78, Juventus mendapatkan hadiah penalti menyusul pelanggaran handball yang dilakukan Edimilson Fernandes di kotak terlarang. Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik.

Sepakan 12 pas Ronaldo ke sisi kiri tak mampu dihalau penjaga gawang. Sampai laga berakhir, skor 3-0 untuk kemenangan Juventus tetap bertahan.

Susunan pemain:

Fiorentina (4-3-3): 1-Alban Lafont; 4-Nikola Milenkovic, 31-Vitor Hugo, 20-German Pezzella, 3-Cristiano Biraghi; 24-Marco Benassi (10-Marko Pjaca 65′), 17-Jordan Veretout, 26-Edimilson Fernandes; 8-Gerson (77-Cyril Thereau 80′), 9-Giovanni Simeone, 25-Federico Chiesa.

Pelatih: Stefano Pioli (Italia)

Juventus (4-2-3-1): 1-Wojciech Szczesny; 2-Mattia De Sciglio, 3-Giorgio Chiellini, 19-Leonardo Bonucci, 20-Joao Cancelo; 30-Rodrigo Bentancur, 14-Blaise Matuidi; 16-Juan Cuadrado (11-Douglas Costa 84′), 10-Paulo Dybala, 7-Cristiano Ronaldo (33-Federico Bernardeschi 80′); 17-Mario Mandzukic (18-Moise Kean 88′).

Pelatih: Massimiliano Allegri (Italia)

Wasit: Daniele Orsato

Alasan Edy Rahmayadi Diganti Tidak Menyelesaikan Masalah Sepak Bola Indonesia

Dua tahun sudah Letnan Jenderal Edy Rahmayadi memimpin induk sepak bola Indonesia yaitu PSSI dengan berbagai kebijakannya.

Akan tetapi sejumlah kontroversi yang terjadi membuat kredibilitas Edy Rahmayadi menjadi sangat menurun hingga adanya permintaan agar dia mundur. Namun Justinus Lhaksana berpendapat itu bukan solusi.

Gonjang-ganjing permintaan Edy Rahmayadi untuk diturunkan dari ketua PSSI semakin memanas menyusul kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Banyak pengamat menilai kegagalan dari Timnas diakibatkan penunjukan Bima Sakti yang terjadi secara dadakan.

Bima Sakti naik menjadi pelatih Timnas Indonesia setelah drama tarik ulur kontrak Luis Milla berakhir dengan cerita sedih. Bima Sakti yang minim pengalaman pun ditunjuk karena dianggap dapat melanjutkan kerja Luis Milla di Timnas Indonesia.

Dengan segala kekacauan yang terjadi di sepak bola Indonesia membuat para suporter sudah sangat gerah dan ingin mengganti Edy Rahmayadi. Akan tetapi pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana menilai mengganti Edy Rahmayadi bukanlah solusi.

Mantan direktur teknik Timnas futsal Indonesia itu menegaskan permasalahan sepak bola Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan hanya mengganti pengurusnya saja. Masalah utamanya bukan pada pengurusnya yang tidak becus.

“Kalau misalnya mengganti Edy Rahmayadi, Joko Driyono, Ratu Tisha, apakah sepak bola akan berkembang? Saya jamin tidak. Gue sudah alami 3 pergantian ketua PSSI dan tidak berubah sama sekali,” ucap Justinus Lhaksana dalam sebuah podcast yang bernama Retropus.

Bagi Justin, masalah utamanya ada pada infrastruktur atau sistem yang memungkinkan adanya praktik pungli (pungutan liar) dan korupsi tetap berjalan. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak netizen yang meminta Basuki Tjahaja Purnama yang terbukti telah cukup sukses dalam memerangi pungli dan korupsi di Jakarta.

“Inilah hebatnya Ahok, dia tahu di bawahnya banyak yang pungli atau korupsi makanya yang disikat bukan orangnya tapi sistemnya yang dirubah menjadi online. Sehingga ruang gerak korupsi dapat diperkecil,” lanjutnya.

Bahkan pria yang mendapatkan ilmu kepelatihan di Belanda itu meyakini jika yang diselesaikan masalah infrastruktur itu, siapapun ketua PSSI-nya, sepak bola tetap maju. Oleh karena itu mengganti Edy Rahmayadi dan para konconya tidak akan menjadi solusi atas kekacauan sepak bola Indonesia.

Persib Bandung Juara, Tagar #MaungNgora Banjiri Dunia Maya

Capian impresif berhasil diraih skuat Persib Bandung U-19, dalam babak final kompetisi sepak bola Liga 1 U-19 2018 kontra Persija Jakarta U-19 pada Senin (26/11/18) sore WIB.

Di mana dalam laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali tersebut, Persib Bandung berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 melalui gol yang dicetak Ilham Qoba pada menit ke-26 babak pertama.

Skor tersebut bertahan hingga laga usai, dan membuat Maung Ngora (julukan Persib U-19) keluar sebagai juara dan berhasil menyabet predikat klub terbaik usia 19 tahun di Indonesia.

Keberhasilan Persib Bandung U-19 meraih juara Liga 1 U-19, mendapat apresiasi cukup tinggi dari pecinta sepak bola Tanah Air bahkan tagar #MaungNgora pun langsung menjadi trending topic di media sosial.

Keberhasilan Persib Bandung U-19 sedikit mengobati hati para bobotoh, setelah tim Persib Bandung senior hampir dipastikan gagal meraih juara Liga 1 musim 2018/2019.

Hal tersebut dipastikan setelah dalam laga terakhir pekan ke-32 kompetisi sepak bola kasta tertinggi Liga Indonesia-Liga 1 kontra Perseru Serui, tim maung Bandung hanya mampu bermain imbang 2-2.

Hasil tersebut pun membuat perolehan poin PSM Makassar yang berada di puncak klasemen, tak lagi mampu di kejar oleh Persib Bandung.

Saat ini Persib masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan jumlah poin 50, tertinggal tujuh angka dari PSM Makassar dan enam poin dari Persija Jakarta.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20181126/persib-bandung-juara-tagar-maungngora-banjiri-dunia-maya

Lolos ke Semifinal, Pemain Filipina Justru Mundur dari Piala AFF 2018

Gelaran kompetisi sepak bola Piala AFF 2018 telah mencapai babak semifinal, dan sejumlah tim telah memastikan diri lolos ke empat besar tersebut.

Salah satunya adalah Filipina yang sukses melangkah ke semifinal, setelah dalam pertandingan terakhir mampu menahan imbang Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (25/11/18) lalu.

Meski bermain imbang, namun Filipina berhak lolos ke semifinal lantaran perolehan poin mereka tak lagi mampu di kejar oleh Singapura maupun Indonesia.

Selepas dipastikan melangkah ke babak empat besar, kabar mengejutkan datang dari salah satu punggawa Timnas Filipina yang menyatakan mundur dari skuat The Azkals dan berhenti tampil di Piala AFF 2018.

Adalah pemain bertahan Daisuke Sato, yang harus meninggalkan Filipina dan harus kembali ke Rumania demi memperkuat klub Sepsi OSK, di kompetisi Liga 1 Rumania.

Kepastian tersebut diumumkan langsung oleh sang pemain lewat media sosialnya, di mana dalam laman tersebut Sato mengungkapkan rasa bahagianya telah mendapatkan kesempatan untuk membela Filiipina.

Namun ia juga merasa sedih lantaran tak dapat kembali melanjutkan perjuangannya bersama Phil Younghusband dan kolega di babak semifinal mendatang.

Pada babak semifinal nanti, Filipina sendiri akan menjamu Vietnam pada 2 Desember di leg pertama dan bertandang ke markas Vietnam pada 6 Desember untuk melakoni leg kedua.

Hasil Pertandingan dan Klasemen Sementara Liga 1 Pekan ke-32: Persebaya Melesat

Pekan ke-32 Liga 1 2018 telah berakhir. Berikut klasemen sementara Liga 1 2018 hingga pekan ke-32.

Kompetisi sepak bola Liga 1 2018 telah menyelesaikan seluruh pertandingan di pekan ke-32. Sejumlah pertandingan yang menentukan perebutan gelar juara pun telah digelar.

Sempat terjadi perubahan pimpinan klasemen sementara di pekan ke-32 ini. Persija Jakarta sempat mengkudeta posisi PSM Makassar usai menang 3-2 atas Sriwijaya FC.

Namun berselang sehari kemudian, PSM Makassar kembali merebut puncak klasemen dari tangan Persija Jakarta usai meraih kemenangan telak 4-0 atas Bali United.

Bhayangkara FC yang berpeluang menggeser Persib Bandung di peringkat ketiga, gagal memenuhi target usai dikalahkan Persebaya Surabaya. Persebaya Surabaya sendiri mampu melesat ke peringkat ke-6 dari sebelumnya peringkat ke-10.

Hasil dan Klasemen

Berikut hasil pertandingan dan klasemen sementara Liga 1 2018 hingga Senin (26/11/18):

Hasil Pertandingan

Borneo FC 3-2 Persela Lamongan

Madura United 2-2 PSIS Semarang

Tahan Imbang PSIS Semarang, Madura United Diuntungkan Wasit?

Pertandingan Liga 1 2018 antara Madura United vs PSIS Semarang sore tadi menimbulkan kontroversi. Khususnya bila melihat kualitas kepemimpinan wasit.

Ya, pada hari Senin (26/11/18) ini, jadwal laga Liga 1 2018 pekan ke-32 memainkan laga antara Madura United vs PSIS Semarang. Laga tersebut dilangsungkan di Stadion Bangkalan pada pukul 15.30 WIB sore tadi.

Bermain di depan publik sendiri, Madura United gagal meraup kemenangan. Pasalnya, laga sendiri diakhiri dengan skor imbang sama kuat 2-2.

Dua gol kemenangan Madura United dibukukan oleh sang kapten Fabiano Beltrame masing-masing pada menit ke-56 dan 90+2′. Sementara dua gol PSIS dicetak oleh Bruno Silva di menit ke-38, dan Bayu Nugroho menit ke-66.

Laga ini ternyata menimbulkan sebuah kontroversi tersendiri, terutama bila kita menilik soal kualitas wasit yang memimpin laga.

Ya, ada dua kejadian penting yang menunjukkan wasit tak bisa tegas menjalankan tugasnya dalam laga tadi. Dua kejadian penting itu pun melibatkan satu orang pemain saja sebagai pelaku utamanya, yakni gelandang Madura United, Asep Berlian.

Kejadian yang pertama terjadi pada menit ke-71. Berlian tertangkap telah melakukan sebuah pelanggaran keras terhadap pemain PSIS.

Anehnya, wasit menilai pelanggaran seperti itu hanya pantas dikenai kartu kuning, bukan kartu merah. Padahal bila dilihat dalam tayangan ulang, kaki Berlian nampak sengaja menendang paha dari pemain PSIS.

Kejadian yang kedua lagi-lagi melibatkan Berlian pada menit ke-87. Kala itu, Berlian terlibat kericuhan karena tertangkap menjambak rambut dari pemain PSIS.

Tindakan yang jelas-jelas melanggar sportifitas itu ternyata tak mendapat hukuman apa-apa dari wasit. Berlian terbebas dari hukuman kartu apapun karena tindakan tak terpujinya itu.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20181126/tahan-imbang-psis-semarang-madura-united-diuntungkan-wasit/ketegasan-wasit

Indolucky7 Group