Cedera Hamstring, Benzema Diragukan Tampil di El Clasico

Kabar kurang sedap didapat Real Madrid usai kekalahan dari Alaves lalu. Karim Benzema cedera dan diragukan tampil di El Clasico.

Benzema cuma main 45 menit saat Madrid bertandang ke markas Alaves akhir pekan kemarin. Benzema mengalami masalah pada paha kanannya dan dia harus ditarik keluar.

Setelah laga itu, Benzema menjalani pemeriksaan sehari setelahnya. Dari hasil tes medis, hamstring Benzema mengalami cedera dan belum diketahui berapa lama akan pulih.

Biasanya cedera seperti ini minimal memakan waktu dua pekan yang mana tentunya bikin kepala pelatih Julen Lopetegui makin pusing. Sebab, saat ini dirinya tengah disorot usai serangkaian hasil buruk belakangan ini.

Madrid tak pernah menang di empat laga terakhirnya dan tidak bisa mencetak gol sama sekali! Benzema yang diandalkan di lini depan pun baru bikin empat gol sejauh ini.

Jika cederanya tidak pulih tepat waktu, Benzema bisa saja absen saat Madrid menghadapi Barcelona di Camp Nou 28 Oktober mendatang.

Analisis Tunjukkan Potensi City Lampaui Catatan Musim 2017/2018

Manchester City menjuarai Premier League 2017/2018 lalu dengan catatan mengesankan dan penuh rekor. Musim ini, analisis menunjukkan City bisa melampaui itu.

City musim lalu juara Premier League dengan catatan 100 poin yang jadi rekor. The Citizens membukukan 32 kemenangan dalam 38 pekan dan hanya kalah dua kali.

Sergio Aguero dkk mencetak 106 gol dan cuma kebobolan 27 kali. Masing-masing adalah jumlah gol terbanyak dan jumlah kebobolan paling sedikit dalam semusim. Tapi yang menarik, musim ini ada potensi City melampaui itu, seperti dianalisis oleh ahli statistik Gracenote dan diungkapkan BBC.

City sudah tampil lebih baik dalam delapan laga pertama musim ini ketimbang di periode yang sama musim lalu. Sang juara bertahan kali ini punya satu poin lebih baik –20 berbanding 19– dan menciptakan 20 persen peluang lebih banyak.

Seperti dilansir BBC, City juga berhasil mencatatkan rata-rata 20 percobaan per laga musim ini, sementara musim lalu hanya 17 per laga. Padahal musim ini City sudah harus kehilangan Kevin de Bruyne, sang motor permainan, sejak pekan kedua karena cedera.

BBC melansir data bahwa City punya potensi menciptakan gol lebih besar di musim ini. Dalam delapan pekan pertama, total gol yang bisa diperkirakan dari City adalah 21,5, naik dari angka 17,5 pada periode yang sama musim lalu.

Di lini pertahanan, City musim ini memberikan peluang ke lawan sebesar 19% lebih banyak. Meski demikian kans untuk peluang-peluang itu jadi gol-gol menurun 32% dibandingkan musim kemarin.

City sejauh ini sudah bikin 21 gol, terbanyak di antara tim-tim lain. Mereka juga baru kemasukan tiga gol, yang mana bersama Liverpool jadi tim dengan pertahanan terbaik sementara ini. Akankah City bisa konsisten dan melampaui catatannya musim lalu?

Fabinho Mau Pelan-Pelan Saja

Fabinho mengaku sudah nyetel dengan gaya main sepakbola Inggris. Meski demikian, dia tak mau buru-buru menuntut jatah main di Liverpool.

Fabinho didatangkan Liverpool dari AS Monaco musim panas ini untuk menambal kepergian Emre Can di lini tengah. Tapi, dengan kemampuannya sebagai gelandang bertahan, Fabinho adalah jawaban untuk The Reds yang memang mencari pemain di posisi itu.

Tapi, ketika kompetisi sudah berjalan tiga bulan, Fabinho rupanya belum mendapat jam main yang cukup dari Liverpool. Dia lebih sering jadi cadangan dan bahkan sempat beberapa kali tidak masuk tim.

Fabinho baru sekali jadi starter saat menghadapi Chelsea di babak ketiga Piala Liga Inggris dan itu pun diganti di tiga menit terakhir pertandingan. Sementara di Premier League, Fabinho baru main 14 menit.

Wajar muncul pertanyaan apakah kedatangan Fabinho sebenarnya diinginkan oleh Juergen Klopp sebagai manajer. Padahal The Reds dianggap butuh sosok pemain seperti Fabinho untuk mengimbangi lini serang.

Terkait minimnya jam terbang di Liverpool saat ini, Fabinho tak begitu mempersoalkan karena dia masih beradaptasi dengan sepakbola Inggris. Perlahan namun pasti, pemain asal Brasil itu mengaku sudah nyetel dengan gaya main di sana.

“Proses adaptasi saya dengan sepakbola Inggris sangat baik. Sejak pramusim kemarin, saya yakin makin paham dengan cara main Juergen Klopp dan cara tim bermain,” ujar Fabinho kepada Sky Sports.

“Hubungan saya dengan rekan-rekan setim juga sangat bagus, khususnya dengan para pemain Brasil. Roberto Firmino membantu saya dan demikian juga Alisson,” sambungnya.

“Saya memang sudah bermain agak lebih lama dan itu penting, karena sangat penting untuk beradaptasi dengan turun di lapangan.”

“Ini pengalaman baru untuk saya, karena Klopp punya cara berbeda ketimbang yang biasa saya mainkan sebelumnya. Tapi saya ingin belajar ini.” “Saya sudah belajar beberapa hal darinya, tapi ini baru awal. Dia adalah pelatih yang menuntut banyak dari para pemainnya, tidak hanya di pertandingan, tapi juga latihan sehari-hari,” tutup Fabinho.

Empat Raksasa Eropa Kepayahan

Musim 2018/2019 sejauh ini tak berjalan baik untuk empat raksasa di Eropa. Barcelona, Real Madrid, Bayern Munich, dan Manchester United kepayahan.

Keempat tim tersebut sedang melewati periode buruk di liganya masing-masing. Barca, Madrid, dan Bayern bahkan tak menang dalam beberapa laga terakhir secara beruntun.

Meski tak sampai terperosok ke papan tengah klasemen, apa yang sedang dialami menghadirkan hawa negatif ke Barca, Madrid, Bayern, dan MU. Situasi itu mulai memunculkan spekulasi soal masa depan sang pelatih.

Akhir pekan kemarin, Barcelona hanya dapat hasil imbang 1-1 saat tandang ke markas Valencia. Itu berarti Barca sudah tidak menang dalam empat pertandingan terakhirnya di Liga Spanyol.

Barca kehilangan sembilan poin dari laju negatif tersebut. Hanya dapat tiga poin dari empat pertandingan, Barca pun harus kehilangan takhtanya. Dengan 15 poin, Barca tergusur oleh Sevilla yang unggul satu angka.

Lini belakang secara khusus mendapat sorotan. Barisan pertahanan Barca terlalu rapuh. Itu terlihat dari fakta bahwa mereka sudah kebobolan sembilan gol dalam delapan laga di Liga Spanyol.

Angka itu jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan musim lalu. Di Liga Spanyol 2017/2018, Barca cuma kebobolan tiga gol di delapan pertandingan pertamanya.

Kesulitan yang dialami Barca musim ini juga terlihat dari kerapnya mereka menghadapi situasi ‘harus membalikkan keadaan’. Dari total delapan laga di Liga Spanyol yang sudah dimainkan, ada empat pertandingan di mana Barca kebobolan lebih dulu.

Lini belakang jelas jadi PR yang harus segera dibereskan Ernesto Valverde jika ingin mengembalikan Barca ke treknya. Jika Barcelona tengah dalam periode buruk, Real Madrid biasanya sebaliknya. Namun musim ini, kedua tim sedang ‘kompak’.

Kekalahan di markas Deportivo Alaves akhir pekan lalu memperpanjang puasa kemenangan Madrid menjadi empat laga secara beruntun di semua kompetisi. Tim arahan Julen Lopetegui itu kalah tiga kali dan cuma imbang satu kali.

Laju buruk tersebut tak lepas dari terhentinya produksi gol Madrid. Dalam empat pertandingan itu, tak ada satu gol pun yang dihasilkan oleh para pemain Madrid. Jika ditotal, sudah hampir tujuh jam Madrid tak menghasilkan gol. Kepergian Cristiano Ronaldo berdampak besar terhadap ompongnya lini serang Madrid. Gareth Bale dan Karim Benzema yang diharapkan jadi andalan di lini depan tak juga unjuk gigi.

Di bawah Zinedine Zidane, dan dengan keberadaan Ronaldo, Madrid rata-rata melepaskan 7,5 tembakan per laga pada musim lalu. Musim ini, angka itu turun menjadi 5,6. Rataan gol Madrid juga turun dari 2,5 gol per pertandingan menjadi 1,5 gol per pertandingan.

Oktoberfest kali ini bisa jadi bukan Oktoberfest yang menyenangkan untuk Bayern Munich. Bagaimana tidak, mereka melorot sampai ke peringkat enam di klasemen Bundesliga.

Itu tak lepas dari hasil negatif yang didapat di tiga pertandingan terakhir. Die Roten diimbangi Augsburg dan berturut-turut dikalahkan Hertha Berlin dan Borussia Moenchengladbach. Mengumpulkan 13 poin dari tujuh laga, Bayern tertinggal empat angka dari Borussia Dortmund sang pemuncak klasemen.

Lini belakang jadi salah satu masalah Bayern. Mereka sudah kebobolan delapan gol dalam tujuh pertandingan yang telah dimainkan di Bundesliga.

Selain itu, Robert Lewandowski yang sempat ingin hengkang pada musim panas lalu juga tampil jauh dari kata memuaskan. Striker Polandia itu baru bikin tiga gol.

Masalah lainnya adalah tim yang semakin menua. Pemain seperti Arjen Robben dan Franck Ribery sudah berusia 34 dan 35 tahun.

Posisi Niko Kovac pun dikabarkan mulai terancam. Ia dinilai belum mendapatkan formula tim yang tepat dengan terlalu sering merotasi skuat.

Sejak awal 2018/2019, Manchester United sudah melewati start yang buruk. Dalam tiga laga pertama di Liga Inggris, mereka sudah kalah dua kali.

Laju MU memburuk jelang akhir September. Mereka melewati empat pertandingan secara beruntun di semua kompetisi tanpa kemenangan. Salah satunya adalah kekalahan dari Derby County di Piala Liga Inggris.

Laju negatif MU diperburuk kabar keretakan hubungan Jose Mourinho dan Paul Pogba. Masa depan keduanya di Old Trafford pun jadi tanda tanya.

Meski mampu bangkit dengan mengalahkan Newcastle United akhir pekan lalu, MU masih cukup jauh dari papan atas. Mereka tertahan di peringkat delapan dengan 13 poin, tertinggal tujuh angka dari Manchester City.

Pertahanan jadi masalah yang harus segera diselesaikan Mourinho. Sejauh ini, MU rata-rata kebobolan 1,8 gol per pertandingan dibandingkan 0,7 gol per laga pada musim lalu.

Dituntut Tuduhan Pemerkosaan, Ronaldo Disarankan Pulang Kampung

Cristiano Ronaldo tengah dililit kasus tuduhan pemerkosaan. Penyerang Juventus itu disarankan kembali ke Portugal agar bisa menghindari hukuman.

Kathryn Mayorga, seorang wanita asal Amerika Serikat, mengaku diperkosa Ronaldo pada 2009. Wanita berusia 34 tahun itu sudah mengajukan laporan ke kepolisian Las Vegas dan kini kasus itu tengah diselidiki.

Kini, Ronaldo sedang berada di Italia untuk bermain di Juventus. Meski berbeda negara, Amerika Serikat bisa meminta ekstradisi atau penangkapan pada Ronaldo yang berada di Eropa.

Seperti dilansir Mirror, pakar hukum Emilio Cortes menyebut Ronaldo bisa saja terekstradisi akibat masalah hukumnya. Satu-satunya cara agar ia terhindar dari penangkapan itu adalah pulang ke kampung halamannya.

“Aturan di Eropa dan Amerika Serikat berbeda dan otoritas di Amerika Serikat punya kesempatan untuk meminta ekstradisi Ronaldo kecuali dia pulang ke negaranya,” kata Cortes.

Ronaldo sudah membantah tuduhan pemerkosaan tersebut. Pemain Juventus itu kini masih bersikap kooperatif dengan masih menunggu hasil investigasi kepolisian.

‘Madrid dalam Proses Melupakan Ronaldo’

Kehilangan pemain seperti Cristiano Ronaldo tentu sangat memukul Real Madrid. Tapi, perlahan, ketergantungan itu tentu akan bisa dihilangkan.

Ronaldo adalah andalan Madrid selama sembilan musim terakhir dengan torehan lebih dari 400 gol dan sumbangan trofi demi trofi. Tapi, kebersamaan itu berakhir musim panas lalu ketika Ronaldo memutuskan pindah ke Juventus.

Tanpa pembelian sepadan untuk menggantikan Ronaldo serta didahului kepergian Zinedine Zidane, Madrid menjalani start terburuknya musim ini. Mereka sudah tak menang di empat laga terakhir di seluruh kompetisi.

Bahkan lebih gawatnya, lini depan Madrid tak mampu mencetak gol selama periode itu. Wajar jika Julen Lopetegui sebagai pelatih kini dalam tekanan hebat dan kabarnya akan mendapat surat PHK jika tak mampu menang di El Clasico akhir bulan ini.

Terkait nasib koleganya tersebut, Unai Emery yang sudah makan asam garam di La Liga, mengakui bahwa Lopetegui memang menghadapi ujian berat. Mengingat dia menangani Madrid yang tak lagi diperkuat mesin golnya selama ini, yakni Ronaldo.

Maka dari itu wajar jika Madrid butuh waktu untuk bisa menghilangkan ketergantungan akan pemain asal Portugal tersebut.

Debut Tangani Timnas Senior, Bima Sakti: Sedikit Tegang

Untuk pertama kalinya Bima Sakti bakal jadi pelatih kepala Timnas Indonesia. Bima sangat tegang dan khawatir rencan abermain tak berjalan.

Indonesia menjamu Myanmar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, dalam laga uji coba, Rabu (10/10/2018) malam WIB. Pertandingan ini akan menjadi debut Bima sebagai pelatih kepala Indonesia meski berstatus sementara.

Sebelumnya, Bima pernah menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia U-19. Tapi, cuma memimpin selama satu pertandingan setelah timnya kalah 1-4 dari Jepang di laga uji coba.

Bima tak khawatir kejadian mengecewakan saat di Timnas U-19 terulang. Bima tegang dengan rencana bermainnya.

“Tegang pasti, mikirin proses main kami bakal jalan atau tidak. Paling tegangnya di situ,” kata Bima dalam konferensi pers di Hotel Grand Zuri, Selasa (9/10/2018) siang WIB.

“Kalau soal hasil akhir, kami serahkan sama yang di atas. Kalau jadi pelatih lanjut atau tidak, ikut arusnya saja. Yang penting saya selalu bekerja baik, jujur, dan harus etos kerja bagus,” tegas Bima.

Selepas menghadapi Myanmar, Indonesia besutan Bima akan menjajal kekuatan Hong Kong pada Selasa (16/10/2018).

Milner Menepi Sebulan, Saatnya Fabinho Unjuk Gigi

James Milner harus menepi sebulan. Pemain tengah Liverpool itu terpaksa ditarik keluar karena cedera hamstring saat imbang menjamu Manchester City di Anfield.

Jurgen Klopp, sang pelatih The Reds, mengaku belum tahu seberapa parah cedera yang diderita oleh pemain andalannya itu saat ia menariknya keluar pada paruh babak pertandingan. Klopp hanya bisa berharap cedera Milner tak terlalu serius.

“Seberapa serius? Masih terlalu dini, saya tidak tahu,” kata sang manajer di situs resmi Liverpool. “Saya bertanya padanya, ‘Seberapa besar?’, dan dia berkata, ‘Saya tak tahu, tetapi lumayan sehingga saya harus keluar,” ungkap Klopp.

Atas cederanya itu Milner diprediksi akan menepi selama sebulab. Milner menambah panjang daftar pemain The Reds yang tengah berada di ruang perawatan, setelah sebelumnya Si Merah juga telah kehilangan Adam Lallana dan Alex Oxlade-Chamberlain.

Untuk pelapis di lapangan tengah, Klopp akan bisa mengandalkan Naby Keita dan Fabinho. Manajer asal Jerman itu juga masih punya Jordan Henderson dan Georginio Wijnaldum di posisi gelandang.

Dengan absennya Milner sampai November, Klopp bisa saja menjajal Fabinho yang didatangkan Liverpool dari AS Monaco musim panas ini. Apalagi sang pemain, mengaku sudah nyetel dengan gaya main sepakbola Inggris. Meski demikian, dia tak mau buru-buru menuntut jatah main di Liverpool.

“Proses adaptasi saya dengan sepakbola Inggris sangat baik. Sejak pramusim kemarin, saya yakin makin paham dengan cara main Juergen Klopp dan cara tim bermain,” ujar Fabinho kepada Sky Sports.

Keluarga Ronaldo Gelar Kampanye ‘Keadilan untuk CR7’

Keluarga Cristiano Ronaldo membuat sebuah kampanye di media sosial. Isinya adalah meminta bantuan dukungan pada masyarakat terkait kasus tuduhan pemerkosaan.

Ronaldo dituduh memperkosa seorang wanita bernama Kathry Mayorga pada 2009. Kasus itu kini tengah diselidiki Kepolisian Las Vegas.

Di tengah proses penyelidikan itu, keluarga Ronaldo meminta dukungan kepada masyarakat. Mereka menggelar sebuah kampanye di media sosial.

Seperti dilansir The Guardian, kakak Ronaldo, Katia Aveiro dan sang ibu, Dolores, mengunggah foto di media sosial. Mereka mengunggah gambar Ronaldo mengenakan pakaian superhero superman.

Dalam keterangannya, mereka mengajak masyarakat, baik pendukung Ronaldo atau bukan, agar mejadikan foto itu sebagai foto profil selama sepekan sebagai bentuk dukungannya.

“Saya ingin melihat siapa yang memiliki keberanian untuk menaruh foto ini di profil mereka selama seminggu dan menjadikannya pesan berantai untuknya..untuk Portugal, untuknya, bagi kami dan untuk persatuan rakyat kami, untuk keadilan. Dia pantas mendapatkannya,” tulisnya.

Foto itu juga diberi keterangan hastag dalam bahasa Portugis. Satu diterjemahkan sebagai “#Ronaldo, kami bersamamu sampai akhir” dan yang lainnya sebagai “Keadilan untuk CR7”.

Ronaldo, yang akhir pekan lalu bikin satu gol saat Juventus mengalahkan Udinese 2-0, sudah membantah tuduhan pemerkosaannya. Ia juga bersikap kooperatif dengan menunggu proses penyelidikan.

Ander Herrera Mudik ke Bilbao Musim Depan?

Masa depan Ander Herrera di Manchester United jadi tanda tanya karena jarang dimainkan. Muncul spekulasi, pemain 29 tahun itu akan pulang ke Athletic Bilbao musim depan.

Herrera, yang diboyong dengan mahar 37 juta euro pada musim 2014/2015, mulai kehilangan tempatnya musim ini. Padahal sebelumnya, dia setidaknya masih mendapat jatah bermain yang cukup setelah bermain cukup baik di musim pertamanya.

Dengan kedatangan Paul Pogba, Nemanja Matic, Fred, dan dipromosikannya Scott McTominay, peluang Herrera untuk jadi andalan di lini tengah semakin kecil. Apalagi, kontrak sang pemain asal Spanyol ini akan habis musim depan.

Meskipun Herrera masih ingin terus bermain untuk Manchester United, bukan berarti dia tak memikirkan masa depannya. Seperti dilansir Metro, Herrera bisa saja mencari klub baru jika tak kunjung dapat perpanjangan kontrak. Dengan status bebas transfer, banyak yang berspekulasi ia akan kembali ke Bilbao musim depan.

Pada musim pertamanya dalam seragam MU, Ander Herrera mampu mencetak enam gol untuk Setan Merah dari 26 penampilan di Premier League. Sejauh ini, torehan tersebut menjadi catatan gol paling banyak yang diukir oleh Herrera selama di United dalam satu musim.

Pada musim 2018/19, Herera tidak lagi jadi pilihan utama manajer Jose Mourinho. Pemain asal Spanyol baru mendapatkan 69 menit bermain dari delapan pekan Premier League berjalan.

Herrera sejauh ini juga telah mencatatkan 112 penampilan bersama Manchester United. Sosok yang juga pernah membela Real Zaragoza ini telah memberikan gelar juara Liga Europa, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.

Indolucky7 Group