3 Gol Dianulir, Inter Milan Menang Dramatis atas Sampdoria

Inter Milan menang tipis 1-0 atas Sampdoria pada pekan kelima Serie A 2018-2019, di Luigi Ferraris, Genoa, Minggu (23/9/2018) dini hari WIB. Laga ini turut diwarnai tiga gol yang dianulir wasit Marco Guida

Inter Milan yang mendapatkan perlawanan sengit dari Sampdoria sebenarnya berhasil unggul lebih dahulu 1-0 di laga ini. Namun, gol dari tembakan Radja Nainggolan pada masa injury time babak pertama dianulir sang pengadil.

Hal ini dikarenakan ada pemain Inter Milan yang berdiri dalam posisi off-side sebelum Nainggolan melakukan tembakan dari luar kotak penalti. Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Inter Milan terus memberikan tekanan. Beberapa peluang didapat Mauro Icardi hingga Antonio Candreva, namun belum berujung gol.

La Beneamata akhirnya bisa menggetarkan gawang tuan rumah melalui tembakan keras Kwadwo Asamoah pada menit ke-88. Hanya saja, gol itu kembali dianulir wasit setelah melihat Video Assistant Referee (VAR).

Dalam tayangan video, bola yang diumpan Danilo D’Ambrosio sudah lebih dulu meninggalkan lapangan permainan sebelum diumpan ke Asamoah.

Dua menit berselang, giliran gol Sampdoria yang dianulir wasit. Gol dari Gregorie Defrel dianulir wasit karena sang pemain sudah lebih dulu berada dalam posisi off-side.

Gol yang ditunggu-tunggu Inter Milan datang pada masa injury time babak kedua. Tembakan keras Marcelo Brozovic dari dalam kotak penalti merobek gawang Emilio Audero.

Skor 1-0 ini mengantarkan Inter Milan ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan tujuh poin. Sementara itu Sampdoria berada satu tingkat di atas Inter Milan dengan mengoleksi poin yang sama.

Susunan pemain

Sampdoria (4-3-1-2): 1-Emil Audero;24 Bartosz Bereszynski, 26-Lorenzo Tonelli, 3-Joachim Andersen, 29-Nicola Murru; 10-Dennis Praet, 6-Albin Ekdal, 16-Karol Linetty; 11-Gastón Ramírez; 92-Gregoire Defrel, 27 Fabio Quagliarella

Pelatih: Marco Giampaolo

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D`Ambrosio, 37-Milan Skriniar, 23-Miranda, 18-Kwadwo Asamoah; 77-Marcelo Brozovic, 8-Matías Vecino; 16-Matteo Politano, 14-Radja Nainggolan, 87-Antonio Candreva; 9-Mauro Icardi

Pelatih: Luciano Spalletti

Hasil Premier League: Duo Manchester Beda Nasib, Liverpool Perkasa

Delapan pertandingan Premier League 2018-2019 pekan keenam telah berlangsung, Sabtu (22/9/2018). Hasil berbeda pun diraih dua tim sekota, Manchester United dan Manchester City.

The Red Devils hanya mampu bermain 1-1 saat menjamu tim promosi Wolverhampton Wanderers, di Old Trafford. Kegagalan meraih kemenangan membuat skuat asuhan Jose Mourinho gagal melanjutkan tren dua kemenangan beruntun di Premier League.

Berbeda dengan rival sekota, Manchester City justru tampil perkasa di kandang tim promosi lainnya, Cardiff City. Sergio Aguero dan kawan-kawan menang lima gol tanpa balas atas tuan rumah di Cardiff City Stadium.

Kemenangan telak itu menjadi obat penawar luka bagi tim asuhan Pep Guardiola setelah takluk 1-2 dari Lyon pada fase grup Liga Champions, pertengahan pekan lalu. Tambahan tiga poin mengantarkan Manchester City ke peringkat kedua klasemen sementara dengan 16 poin.

Sementara itu, Liverpool berhasil melanjutkan tren kemenangan setelah mengalahkan Southampton 3-0, di Stadion Anfield. Tiga gol dari bunuh diri Wesley Hoedt, Joel Matip, dan Mohamed Salah, membuat The Reds meraih enam kemenangan beruntun sejak awal musim di Premier League.

Hasil Premier League Pekan Keenam

Fulham 1-1 Watford

Aleksandar Mitrovic 78′; Andre Gray 2′

Burnley 4-0 Bournemouth

Matej Vydra 39′, Aaron Lennon 41′, Ashley Barnes 83′, 88′

Cardiff City 0-5 Manchester City

Sergio Aguero 32′, Bernardo Silva 35′, Ilkay Gundogan 44′, Riyad Mahrez 67′, 89′

Crystal Palace 0-0 Newcastle United

Leicester City 3-1 Huddersfield Town

Kelechi Iheanacho 19′, James Maddison 66′, Jamie Vardy 75′; Mathias Jorgensen 5′

Liverpool 3-0 Southampton

Wesley Hoedt 10′ (bd), Joel Matip 21′, Mohamed Salah 45′

Manchester United 1-1 Wolverhampton

Fred 18′; Joao Moutinho 53′

Brighton 1-2 Tottenham

Anthony Knockaert 90′; Harry Kane 42′ (pen), Erik Lamela 76′

Gol Asensio Bantu Real Madrid Gusur Barcelona

Real Madrid menang tipis 1-0 atas Espanyol pada pekan kelima La Liga 2018-2019, di Santiago Bernabeu, Minggu (23/9/2018). Gol penentu kemenangan Real Madrid dicetak Marco Asensio.

Los Merengues mendapatkan perlawanan sengit dari Espanyol pada babak pertama. Real Madrid mendapatkan beberapa peluang untuk mencetak gol melalui Casemiro dan Marco Asensio, namun tim tamu bereaksi dengan peluang Hernan Perez yang nyaris merobek gawang Thibaut Courtois.

Tim asuhan Julen Lopetegui baru bisa membobol gawang Espanyol pada menit ke-41. Tembakan kaki kiri Asensio ke pojok kiri gawang tidak bisa diantisipasi Diego Lopez.

Pada babak kedua, tempo permainan tidak lagi secepatnya babak pertama. Alhasil, tidak banyak ancaman yang bisa diberikan Real Madrid ke gawang Espanyol.

Asensio sempat memberikan dua kali ancaman namun belum menambah keunggulan Real Madrid. Sebaliknya, Espanyol punya peluang melalui Javi Lopez dan Leo Baptistao, namun masih bisa dihalau pertahanan tuan rumah.

Skor 1-0 untuk kemenangan Real Madrid tidak berubah hingga laga berakhir. Kemenangan ini membawa tim ibukota Spanyol ke puncak klasemen sementara La Liga dengan 13 poin sekaligus menggeser Barcelona yang sebelumnya berada di posisi tersebut. Sementara itu, kekalahan ini membuat Espanyol baru mengoleksi tujuh poin dan menempati posisi keenam.

Susunan pemain

Real Madrid (4-3-3): 25-Thibaut Courtois; 19-Álvaro Odriozola, 5-Raphaël Varane, 4-Sergio Ramos, 6-Nacho; 10-Luka Modric, 14-Casemiro, 24-Dani; Ceballos; 22-Isco, 9-Karim Benzema, 20-Marco Asensio

Pelatih: Julen Lopetegui

Espanyol (4-1-4-1): 13-Diego López; 16-Javi López, 5-Naldo, 22-Mario Hermoso, 12-Didac; 21-Marc Roca 26′; 17-Hernán Pérez, 10-Sergi Darder, 23-Esteban Granero, 19-Pablo Piatti; 7-Borja Iglesias Quintas

Pelatih: Rubi

Wasit: Antonio Mateu

Manchester City Menang Telak, Guardiola Sanjung Performa Mahrez

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memuji kontribusi signifikan Riyad Mahrez saat mengalahkan Cardiff City 5-0 pada pekan keenam Premier League 2018-2019, di Cardiff City Stadium, Sabtu (22/9/2018).

The Citizens berhasil unggul 3-0 atas Cardiff pada babak pertama. Tiga gol tim tamu dicetak Sergio Aguero pada menit ke-32, Bernardo Silva (35′), dan Ilkay Gundogan (44′).

Memasuki babak kedua, Manchester City berhasil menambah dua gol lagi. Dua gol itu diborong winger Riyad Mahrez yang baru masuk menggantikan Aguero pada menit ke-61.

Pemain asal Aljazair itu mencetak gol pertamanya hanya enam menit setelah masuk ke lapangan. Sedangkan gol kedua dilesakkan mantan pemain Leicester City hanya satu menit sebelum injury time babak kedua.

“Ia adalah pemain yang bisa sangat membantu kami. Ia adalah talenta spesial dan punya kualitas luar biasa di depan gawang,” ujar Guardiola.

“Kami sangat puas dengannya. Kami menang 5-0 di Cardiff, sedikit kebobolan, jadi ya, saya sangat puas,” ia melanjutkan.

Dua gol yang dicetak ke gawang Cardiff sekaligus menjadi gol debut Mahrez di Manchester City. Saat ini, Mahrez sudah bermain dalam delapan laga bersama tim asal Manchester di semua ajang.

Liverpool Catatkan 7 Kemenangan Beruntun, Jurgen Klopp Enggan Jemawa

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku senang dengan hasil yang diraih timnya pada awal musim ini. Namun, ia tidak mau terlena dengan pencapaian Mohamed Salah dan kawan-kawan.

The Reds berhasil menyapu bersih kemenangan dalam enam laga beruntun di Premier League. Teranyar, skuat asuhannya menang telak 3-0 atas Southampton di Stadion Anfield, Sabtu (22/9/2018).

Sebelumnya, Liverpool juga berhasil mengalahkan Paris Saint-Germain 3-2 pada matchday pertama fase grup Liga Champion, pertengahan pekan lalu. Rangkaian hasil positif itu membuat Liverpool menyapu bersih kemenangan dalam tujuh laga berturut-turut di semua ajang.

“Memenangi tujuh laga beruntun itu keren namun tantangan akan semakin sulit. Kami punya empat hari untuk bersiap (tampil di Piala Liga) melawan Chelsea,” ujar Klopp.

Liverpool akan meladeni Chelsea pada babak ketiga Piala Liga 2018-2019. Tim kota pelabuhan akan bertindak sebagai tuan rumah menghadapi tim yang diarsiteki Maurizio Sarri, 26 September 2018.

Liverpool saat ini kukuh di puncak klasemen sementara Premier League dengan torehan 18 poin. The Reds unggul dua poin dari Manchester City yang menempati peringkat kedua.

David da Silva Persembahkan Hattrick untuk Keluarga

Striker Persebaya Surabaya, David da Silva, tampil menggila saat berjumpa Mitra Kukar pada lanjutan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Dia mencetak hattrick alias tiga gol dalam kemenangan 4-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (22/9/2018) malam.

Itu merupakan hattrick kedua yang dicetak David buat Persebaya pada musim ini. Sebelumnya, dia juga mencetak tiga gol saat berjumpa PS Tira pada putaran pertama, tepatnya 13 Aprik 2018.

Striker asal Brasil itu bahkan menjadi satu-satunya pemain yang mencetak dua kali hattrick di Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Kini, dia menjadi top scorer sementara dengan torehan 16 gol, menyalip Fernando Rodriguez (Mitra Kukar) yang mengoleksi 15 gol.

Lagi-lagi, David menolak kredit khusus diberikan kepadanya atas pencapaian itu. Dia selalu menyebut penampilan impresifnya lahir berkat rekan setimnya di Persebaya.

“Ini kerja sama tim, bagaimanapun teman saya lebih penting dibanding gol. Saya tidak pernah peduli dengan berapa gol yang saya cetak. Sekarang penting buat kami menang dan dapat tiga poin supaya bisa bersaing di Liga 1,” kata striker berusia 28 tahun itu saat ditemui Bola.com setelah pertandingan.

“Kami bisa melakukannya dan setiap pemain memang wajib mencetak gol jika punya peluang. Saya hanya memikirkan tim ini menang dan semua memang berkat kerja sama tim,” imbuh dia.

Secara khusus David mempersembahkan hattrick tersebut untuk keluargnya, yaitu sang istri Fanny Pacanaro, dan putranya, Davi da Silva, yang selalu hadir di pertandingan.

“Saya mempersembahkan hattrick saya secara spesial untuk keluarga, istri dan anak saya. Keluarga selalu memberikan dukungan kepada saya dalam situasi apapun,” imbuh pemain Persebaya Persebaya bernomor punggung 17 itu.

Performa Persela Belum Stabil, Aji Santoso Salahkan Faktor Eksternal

Persela Lamongan belum menunjukkan perfoma stabil karena masih kesulitan meraih hasil positif secara beruntun. Pelatih Persela, Aji Santoso, mengatakan kondisi itu dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Tim berjulukan Laskar Joko Tingkir itu sulit tampil konsisten. Dari tiga laga terakhir, tim besutan Aji Santoso itu menelan dua kekalahan dan sekali menang.

Kekalahan pertama setelah libur Asian Games 2018 dialami Persela saat tandang ke markas Bali United. Di pertandingan itu, Wallace Costa Alves dkk tumbang 1-3.

Setelah itu, mereka menang 2-0 atas Bhayangkara FC. Pada laga pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, tim yang bermarkas di Stadion Surajaya, Lamongan itu kembali takluk 2-3 di tangan PSMS Medan.

“Dua kekalahan yang kami alami diawali dari aksi diving pemain lawan yang mengakibatkan kami dijatuhi hukuman penalti. Saya tidak membela diri, silahkan dilihat dari tayangan ulangnya baik lawan Bali United maupun PSMS Medan,” terang Aji, mengenai performa timnya, Sabtu (22/9/2018).

Aji biasanya jarang mengomentari kepemimpinan wasit. Namun, kali ini ia menganggap wasit yang memimpin laga Persela kontra Bali United dan PSMS sangat merugikan timnya.

“Sebenarnya untuk tiga laga terakhir anak-anak sudah bermain sesuai dengan instruksi saya. Mereka bermain bagus,” jabar Aji.

Aji yakin jika pertandingan berjalan dengan fair, prestasi Persela bisa lebih stabil dibanding saat ini. Menurut Aji, grafik penampilan pemain Persela Lamongan juga terus meningkat. Apalagi dengan masuknya Gian Zola dan Ahmet Atayef sejak awal putaran kedua.

Bek Persebaya Komentari Insiden dengan Kapten Mitra Kukar

Pertandingan Persebaya Surabaya kontra Mitra Kukar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/9/2018) malam, melahirkan satu kartu merah. Bek Persebaya, Fandry Imbiri, diusir wasit Oky Dwi Putra pada menit ke-53.

Penyebabnya, Fandry terlibat gesekan dengan kapten Mitra Kukar, Bayu Pradana, di depan gawang dalam situasi tendangan bebas. Secara tiba-tiba, Bayu menjatuhkan diri dan terguling-guling.

Kedua pemain sama-sama mendapatkan kartu hingga Persebaya harus bermain dengan 10 orang. Namun, Bayu hanya mendapat kartu kuning atas insiden tersebut.

Setelah pertandingan, Fandry berkomentar mengenai insiden yang dialaminya itu. Dia merasa tidak sengaja dan tidak ada niat menjatuhkan Bayu dengan ekpresi yang cukup berlebihan itu.

“Saya sebenarnya tidak ada niat (menjatuhkan Bayu), saya kerja untuk tim bawa dia keluar (dari area penalti). Tapi reaksi dia ke saya kurang bagus makanya saya balas. Saya punya harga diri. Tidak bisa orang tiba-tiba memukul saya dan tidak dibalas,” kata pemain berusia 27 tahun itu.

Berdasarkan tayangan ulang, keduanya terlihat saling memukul. Namun, Fandry membelakangi kamera dan menutup pergerakan Bayu sehingga tidak terlihat jelas apa yang sebenarnya terajadi.

“Prinsip saya sebenarnya harga diri saja. Saya datang ke sini untuk bantu tim yang sekarang butuh naik peringkat di klasemen. Kondisi ini membuat saya ingin tampil maksimal,” imbuhnya.

Sayangnya, Fandry mendapat akibat buruk dari kartu merah yang didapatnya. Dia terpaksa absen saat timnya melawat ke markas Arema FC pekan depan, yaitu pada 30 September.

“Saya juga sedih tidak bisa tampil nantinya karena saya ingin main. Saya minta maaf kepada Bonek atau semua yang menonton pertandingan ini. Saya tidak ada niat. Nanti ada video bisa dilihat sendiri,” imbuh bek Persebaya Surabaya tersebut.

Pedro Sebut Chelsea Mirip Barcelona

Winger Chelsea, Pedro Rodriguez merasa permainan The Blues sudah semakin mirip dengan Barcelona. Dia merasa Chelsea kini seperti Barcelona di era pelatih Pep Guardiola.

Menurut Pedro, sejak Maurizio Sarri datang sebagai arsitek anyar musim ini, Chelsea tampil lebih baik. Pedro menilai saat sebelumnya ditangani Antonio Conte, The Blues seperti dalam belenggu dengan pendekatan lebih bertahan.

“Tim ini lebih baik dari musim lalu. Pelatih sekarang memiliki ide sangat bagus untuk menekan, menyerang, memainkan bola,” kata Pedro soal permainan yang diusung Sarri, seperti dilansir Mirror.

“Kami memiliki lebih banyak pemain di antara lini, menciptakan peluang, dan bermain dengan penguasaan bola yang dominan, ini sangat bagus,” tambahnya.

Pedro menyatakan, sejak Sarri datang ke Stamford Bridge, Chelsea menjalankan banyak hal yang berbeda. Sebab, Sarri ingin memberikan tekanan sangat tinggi kepada lawan.

“Dengan Antonio, kami mungkin lebih kompak tetapi setengah dari kami sendiri diminta selalu bertahan,” beber Pedro.

“Itu berarti ketika Anda memulihkan bola untuk menyerang, Anda memiliki jalan yang sangat panjang ke gawang lawan. Dengan Sarri, ketika Anda memulihkan bola Anda berada dalam posisi yang sangat baik untuk menyerang. Anda mendekati gol untuk mencetak gol, untuk menciptakan peluang,” terang pemain asal Spanyol ini.

Pedro berpendapat, perubahan itu sangat bagus untuk klub asal London Barat ini. Dia memastikan hal itu terlihat jelas dari hasil yang diperoleh Chelsea sejauh ini.

“Ini benar-benar ide yang sama seperti Barcelona di bawah Pep Guardiola. Mereka (Sarri dan Guardiola) sangat mirip dalam ide mereka, ide penyerangan mereka sama,” jelasnya.

Rooney: Depay Tersingkir dari MU Karena Angkuh

Wayne Rooney tahu betul mengapa Memphis Depay sampai gagal saat memperkuat Manchester United (MU). Menurut Rooney, kegagalan disebabkan oleh keangkuhan pemain muda asal Belanda itu yang tak mau mendengarkan Louis van Gaal yang kala itu masih menjabat sebagai manajer.

Memphis Depay bergabung dengan MU pada 7 Mei 2018 setelah dibeli dari klub asal Belanda, PSV Eindhoven. Saat didatangkan, dia merupakan top scorer sekaligus membawa PSV juara Liga Belanda musim 2014/15.

Sayangnya, pemain asal Belanda itu malah gagal bersama Setan Merah, julukan MU. Dia hanya mencatatkan dua gol dari 33 penampilan di Liga Inggris selama satu setengah musim bersama Setan Merah.

Dia meninggalkan MU pada 20 Januari 2017. Memphis bergabung dengan klub asal Prancis, Lyon dan kini performanya terus menanjak. Memasuki musim ketiga bersama PSV, Memphis telah mencetak 25 gol dari 54 pertandingan.

Teranyar, Memphis membawa Lyon menang 2-1 atas Manchester City di Stadion Etihad pada babak fase grup Liga Champions.

Rooney yang merupakan mantan kapten MU mengatakan, kegagalan Memphis di Old Trafford karena sikap dan respons Van Gaal tidak cermat dalam menilai pemainnya sendiri. Selain itu, Memphis sendiri terlihat seperti pemain sombong lantaran mengabaikan nasihatnya.

“Memphis bermain saat MU bertanding melawan Stoke, dan mengacaukan situasi (bikin gol bunuh diri). Louis van Gaal lalu memasukannya ke cadangan di pertandingan berikutnya. Itu aneh,” kata Rooney, dikutip dari Bleacher Report.

“Saya lalu berkata kepada Memphis: ‘Lihatlah, permainan kali ini sangat sulit. Jangan membawa semua barang mewah ke dalam bangku cadangan.’ Namun apa yang terjadi, dia justru muncul untuk bermain sebagai pemain cadangan dengan mengenakan jaket kulit dan topi koboi. Saya hanya berpikir, ‘Apa sih maunya?’,”

Kendati demikian, Rooney menyebut Memphis sebagai anak baik. Itu bisa ditunjukkan dengan performa Memphis bersama Lyon.

“Meskipun begitu, Memphis adalah anak yang baik, dan dia selalu melihat semua hal berjalan dengan baik. Maka dari itu dia lumayan sukses sekarang,” ucap pemain DC United tersebut.

Indolucky7 Group