Semua artikel oleh Administator

Kejutan! Fellaini Potong Habis Rambut Kribonya

Marouane Fellaini membuat kejutan besar di tengah pekan ini. Tiba-tiba saja dia muncul tanpa rambut kribo-nya yang khas itu. Kenapa dipotong?

Fellaini memamerkan gaya baru potongan rambutnya melalui akun Instagram dan Twitter pribadinya, Rabu (14/11/2018) sore ini. Dia memposting foto dirinya sendiri sudah dalam kondisi rambut sangat pendek.

“Tahun baru, penampilan baru #birthdaytomorrow,” tulis Fellaini pada caption yang menyertai foto dirinya, yang sebenarnya terlihat fresh itu.

Meski menyebut-sebut ulang tahun, gelandang Manchester United itu sebenarnya baru akan merayakan hari jadinya pada 22 November. Itu baru pekan depan, bukan besok seperti yang dia tulis sendiri.

Sepanjang kariernya di Manchester United, dan bahkan saat masih membela Everton, Fellaini identik dengan rambut keriting yang bergumpal tebal itu.

Kenangan Pahit Bima Sakti-Kurniawan di Rajamangala

Saat masih bermain, Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto mempunyai kenangan buruk saat berlaga di Rajamangala. Timnas Indonesia kalah telak dari Thailand.

Momen itu terjadi di Piala AFF 2000. Thailand menjadi tuan rumahnya saat itu. Perjumpaan skuat Garuda dengan The War Elephants sudah terjadi sejak fase grup.

Selain Bima Sakti dan Kurniawan, di skuat Timnas masih ada pemain tenar lain seperti Hendro Kartiko, Gendut Doni Christiawan, Aji Santoso, juga Seto Nurdiantoro.

Indonesia kalah 1-4 dari Thailand di fase grup. Laga Grup A Piala AFF pada 20 November 2000 itu berlangsung di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai. Worrawoot Srimaka (dua gol), Kiatisuk Senamuang, dan Dusit Chalermsan merupakan deretan pencetak golnya.

Pada prosesnya, Indonesia lolos ke babak final setelah lolos sebagai runner-up grup, tim yang saat itu dilatih oleh Nandar Iskandar itu mengalahkan Vietnam dengan skor 3-2 saat berduel dalam semifinal di Rajamanggala.

Indonesia menutup turnamen Piala AFF ketiga dengan kekecewaan. Skuat Garuda kembali berhadapan dengan Thailand, juga kalah dengan skor telak 4-1.

Srimaka membukukan hat-trick di laga final yang berlangsung pada 18 November 2000. Penyerang Thailand itu akhirnya menjadi top skorer bersama dengan Gendut Doni dengan catatan sama-sama lima gol.

Piala AFF 2000 menjadi edisi terakhir Bima Sakti di kompetisi sepakbola antarnegara Asia Tenggara. Posisi runner-up menjadi pencapain terbaiknya.

Di Rajamangala, Sabtu (17/11/2018) malam WIB, Indonesia akan melawan Thailand lagi. Pertandingan itu bisa jadi terasa seperti final, karena Indonesia butuh tambahan poin untuk menjaga peluang lolos ke semifinal Piala AFF 2018.

Kurniawan, pencetak tiga gol untuk Indonesia di Piala AFF 2000, kini sudah menjadi asisten pelatih. Sementara itu, Bima Sakti, yang tak bermain di laga final, menjadi peracik strateginya. Bima-Kurniawan mempunyai kans untuk menghapus kenangan pahit di Rajamangala.

Indonesia Paling Mini di Antara Kandidat Juara Piala AFF

Timnas Indonesia mempunyai rata-rata tinggi pemain terendah di antara lima tim yang pernah menembus ke final Piala AFF. Thailand rata-ratanya paling tinggi.

Sebanyak lima tim sudah pernah menjadi finalis dalam 11 edisi Piala AFF yang pernah digelar. Selain Indonesia dan Thailand, ada Malaysia, Singapura, juga Vietnam.

Di skuat Piala AFF 2018, Indonesia mempunyai rata-rata tinggi pemain 173,34 sentimeter. Pemain paling pendek Riko Simanjutak, tingginya 158 sentimeter. Meski posturnya paling mini, kelincahan dan kecepatan menjadi senjata utamanya.

Laga Indonesia melawan Timor Leste menjadi buktinya. Di Gelora Bung Karno, Selasa (13/11/2018) malam WIB, Indonesia menang 3-1. Riko mencetak satu assist pada gol yang tercatat atas nama Alberto Goncalves.

Di tim Merah-Putih, Fachruddin Ariyanto menjadi pemain paling jangkung dengan tinggi 183 sentimeter, disusul Hansamu Yama Pranata dengan tingi 180 sentimeter.

Sementara itu, Thailand mempunyai sekuat dengan rata-rata postur tubuh paling tinggi. Rata-ratanya 180,08 sentimeter.

Bek belakang The War Elephant, Pansa Hemviboon, merupakan pemain tertinggi, 191 sentimeter. Sementara itu, Nurul Sriyankem yang paling pendek dengan tinggi 165 sentimeter.

Sementara itu, Singapura mempunyai rata-rata tinggi 177,82 sentimeter, rata-ata Vietnam di angka 176,34 sentimeter, dan rata-rata Malaysia 175,39 sentimeter.

Lawan Thailand, Indonesia Fokus Perbaiki Organisasi Pertahanan

Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, telah melakukan evaluasi pasca mengalahkan Timor Leste. Organisasi pertahanan menjadi sisi yang harus ditingkatkan.

Skuat Garuda akan bertemu Thailand pada laga ketiganya di Grup B Piala AFF 2018. Laga tersebut digelar di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/11/2018) malam WIB.

Indonesia memiliki modal bagus setelah pada pertandingan sebelumnya mengalahkan Timor Leste 3-1. Skuat Merah Putih kini menempel Thailand di posisi kedua dengan poin sama.

Bima mengakui Thailand adalah lawan yang berbahaya. Butuh kerja lebih keras lagi untuk bisa mencuri poin di kandang tim Gajah Putih tersebut.

Oleh karena itu, dia sudah melakukan evaluasi terkait kekurangan di dalam timnya. Salah satunya adalah memperbaiki komunikasi organisasi, baik bertahan atau menyerang. Indonesia belum mencatatkan clean sheet dalam dua laga yang sudah dijalani.

“Yang pasti kami harus punya fokus lebih saat melawan Thailand karena mereka juga main di kandang dan mereka juga tim yang kuat di ASEAN, yang pasti kami perlu kerja keras, fokus dan yang perlu kami perbaiki organisasi bertahan bukan hanya pemain belakang tapi semuanya harus aktif menyerang atau bertahan secara kolektif,” ujar Bima di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

“Bagaimana komunikasi organisasi mereka karena kemarin memang pertandingan yang sangat berat buat kami. Bagaimana bisa bangkit dari kekalahan melawan Singapura kemudian psikis mental mereka harus bangkit memenangkan pertandingan, dan saya sangat menghargai dan salut ke pemain, walaupun kami sempat tertinggal tapi mereka bisa bangkit dan memenangkan pertandingan.”

“Semua harus kami perbaiki. Sirkulasi harus lebih cepat kemudian komunikasi jalan bola harus diperbaiki lagi. Yang pasti harus organisasi bertahan secara kolektif, komunikasi baik. Yang penting kami harus konsentrasi di semua lini. Kami akan main normal, kami harus semua harus fokus untuk mencuri poin di Thailand,” pungkasnya.

Callum Wilson, Supaya Inggris Tak Hanya Bergantung pada Harry Kane

Callum Wilson bisa menjadi alternatif lain di lini depan timnas Inggris yang selama ini sangat bergantung pada Harry Kane.

Musim ini, Callum Wilson tampil apik di Liga Primer Inggris bersama Bournemouth dengan mencetak enam gol dan lima assist dalam 12 laga. Torehan Wilson tersebut lebih baik daripada Harry Kane (6 gol dan 1 assist), Mohamed Salah (6 gol dan 4 assist).

Penampilan menawan Wilson ini membuat pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate kepincut untuk memanggilnya tersebut ke dalam skuat Tim Tiga Singa. Pada jeda internasional yang akan datang, Inggris akan menghadapi Amerika Serikat dan Kroasia.

Menanggapi pemanggilan dirinya ke timnas Inggris untuk pertama kalinya, Wilson dengan percaya diri mengatakan bahwa dirinya memang layak mendapatkan hal tersebut.

“Ketika saya berjalan di latihan Inggris, saya merasa saya memang harus berada di sini. Saya merasa penampilan saya musim membuat saya layak mendapatkan pemanggilan ini,” ujar Wilson dilansir dari SkySports.

“Saya bermain melawan pemain yang berbeda dari tim ini setiap minggunya, sehingga saya bisa melihat mereka dan kami saling menghormati, saya selalu merasa nyaman di sini.”

Pemanggilan Wilson membuat Inggris kini memiliki alternatif lain untuk mengisi posisi penyerang Tim Tiga Singa, yang sebelumnya sangat bergantung pada Harry Kane.

Apalagi kini Harry Kane sedang mengalami puasa gol di timnas Inggris. Dia belum pernah lagi mencetak sejak menghadapi Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Penyerang Tottenham Hotspur ini gagal mencetak gol dalam tujuh laga terakhir timnas Inggris.

Patut kita nantikan apakah Southgate akan memberi kesempatan kepada Wilson untuk mengisi lini depan Tim Tiga Singa.

Olivier Giroud Bantah Segera Keluar Dari Chelsea

Olivier Giroud buru-buru membantah kabar yang sebutkan jika ia segera keluar dari Chelsea. Alih-alih tertarik ke klub lain, Giroud malah merasa sudah kerasa tinggal di klub Liga Inggris tersebut.

Olivier Giroud akui bisa kerasa sejak memperkuat Chelsea pada bukan Januari 2018 silam dari Arsenal. Sky Sports mengklaim Chelsea membayar biaya transfer sebesar 15,3 juta pound dan bonus 2,2 juta pound untuk datangkan sang pemain.

Olivier Giroud sendiri tidak punya ikatan kontrak tahunan. Tak seperti yang lain, dalam perjanjian kontraknya Giroud bersama Chelsea selama 18 bulan. Hal itu bukan masalah bagi sang pemain.

Dia bahkan bisa cepat menjalankan peran sebagai pelapis Alvaro Morata tanpa harus lama adaptasi. Giroud lantas menjadi pilihan tetap sepanjang musim ini dan bisa membalas kepercayaan itu dengan membuat empat assist memikat.

Giroud lantas beberapa hari belakangan sempat dikabarkan akan segera meninggalkan Chelsea ke klub lain. Pemberitaan Giroud mendapatkan tawaran dari Marseille pada musim panas 2018 semakin memanaskan kabar tersebut hingga memuat fans cemas.

“Hal itu tidak berjalan sejauh yang diberitakan sebenarnya. Oke betul memang ada kontak dari pihak Marseille tahun lalu. Meski mereka sudah mengontak saya, namun tidak ada yang betul-betul nyata pada musim panas itu juga,” jelas Giroud melalui Metro.

“Saya sendiri baru saja bergabung dengan Chelsea, jadi jelas tidak ada waktu untuk segera berkemas lagi tiga bulan kemudian. Chelsea adalah tim Inggris terbaik menurut saya. Satu klub dengan titel juara terbanyak dalam sepuluh tahun terakhir ini. Artinya saya sudah berada di tempat yang saya inginkan. Jadi, kenapa juga saya harus pergi?” pungkasnya.

Bos Chelsea Bidik 2 Pemain Gantikan Alvaro Morata

Maurizio Sarri diberitakan hanya kantongi dua nama yang dibidiknya untuk gantikan penyerang Chelsea, Alvaro Morata, pada jendela transfer Januari. Keduanya, bintang Inter Milan, Mauro Icardi, dan Patrick Cutrone dari AC Milan.

Alvaro Morata lakoni awal karir yang menakjubkan di Chelsea, saat mereka masih diasuh Antonio Conte musim lalu. Eks Real Madrid itu sukses mencetak delapan gol dalam sembilan pertandingan pembuka, tapi penampilan pemain asal Spanyol itu kemudian menurun drastis. Manajer baru Chelsea, Maurizio Sarri, tampaknya telah kehilangan kesabaran melihat penampilan Morata.

Dewan pengurus Chelsea dan juga Maurizio Sarri, akhirnya sepakat bahwa Alvaro Morata tidak konsisten sebagai pencetak gol yang mereka butuhkan – dan tidak akan pernah, hingga the Blues siap gelontorkan dana untuk mencari penggantinya di musim dingin mendatang.

Menurut laporan the Sun, target prioritas Sarri saat ini adalah bintang Inter Milan, Mauro Icardi, 25 tahun, dan Patrick Cutrone dari AC Milan dan baru berusia 20 tahun. Icardi sangat terkait dengan kabar kepindahan ke Stamford Bridge pada musim panas lalu. Tapi klub London itu telah diberitahu, mereka harus membayar 90 juta poundsterling untuk pemain internasional Argentina itu.

Sementara Patrick Cutrone, lakoni musim yang penuh terobosan di AC Milan musim lalu, dan tersedia sekitar 25 juta pounds. Pemain internasional Italia ini dianggap sebagai salah satu talenta penyerang paling menjanjikan di Serie A, setelah mencetak 18 gol di semua kompetisi musim lalu.

Luke Shaw Kaget Saat Ditawari Manchester United Kontrak Baru

Luke Shaw ternyata dibuat kaget saat benar-benar ditawari Manchester United kontrak baru. Meski sempat lalui tahun-tahun yang ia rasa aneh, namun raksasa Liga Inggris itu masih percaya pada dirinya.

Luke Shaw memang akhirnya bisa juga menandatangani perpanjangan kontrak di Manchester United durasi lima tahun sampai 2023. Musim lalu Shaw alami tahun yang berat karena kesulitan kembali ke performa terbaiknya setelah menderita cedera patah tulang parah. Shaw terus main di bawah standar hingga dicap kegendutan.

Wajar jika akhirnya Shaw jadi langganan sasaran tembak kritik Jose Mourinho. Sang pelatih terus-terusan konsisten mengkritik Shaw bahkan di depan publik. Meski dinilai kejam oleh sebagian orang, namun dorongan Mourinho punya hasil yang baik.

Terbukti jika dalam musim ini Luke Shaw jadi yang bagus saat bertanding. Hal itu jadi sedikit kontras di antara performa parah tim dalam beberapa pekan terakhir hingga mengancam posisi kepelatihan Jose Mourinho.

Dailymail kabarkan jika Shaw kaget saat dapat perpanjangan kontrak melihat musim sebelumnya yang terasa berat bagi dirinya. “Kalau kalian semua melihat bagaimana situasi saya tahun lalu, kalian semua pasti bilang kalau saya tak mungkin dapat perpanjangan kontrak,” ujar Shaw di dailymail.

“Tetapi untungnya saya terus bekerja keras dan saya ingin terus memastikan masa depan saya masih ada di sini dan untuk membantu klub ini. Jadi jelas saya merasa sangat bahagia bisa dapat juga.”

Luke Shaw akui jika beberapa tahun yang dia lewati selama ini terasa sangat ganjil. Sempat dipuji-puji atau diangkat-angkat, ia kemudian dikritik atau dijatuhkan, dan sekarang balik dipuji lagi. Ingin move on, Shaw kini hanya mau terus optimis saja.

“Lima tahun belakangan ini kok terasa aneh sekalai bagi saya pribadi. Ada beberapa waktu saya di atas dan di bawah. Aneh. Meski begitu, sekarang semuanya hanya soal terus menatap ke depan saja buat saya. Hanya masalah waktu sampai saya sukses lagi. Tim kami masih menakutkan kok,” pungkas Shaw.

Nicolo Barella Antusias Dilirik Enam Klub Papan Atas

Nicolo Barella jadi antusias setelah tahu jika dirinya dilirik enam klub papan atas. Bintang klub Liga Italia Cagliari itu memang lagi diminati oleh klub-klub Italia dan Inggris sekaligus.

Nama Nicolo Barella (21 tahun) memang semakin kencang berkibar di berbagai media Italia dan Inggris. Barella disebut-sebut mulai menarik perhatian enam klub besar sekaligus atas performanya selama ini.

Awalnya hanya dikabarkan empat klub saja yang berminat; yaitu Liverpool, Juventus, Inter Milan dan AC Milan. Seakan masih kurang, belakangan sempat juga muncul kabar bahwa Arsenal dan Manchester United ikutan tertarik sekedar mengamati penampilannya dari jauh.

Ketertarikan itu ikut terpicu oleh performanya yang tak pernah mengecewakan bersama skuad Cagliari. Roberto Mancini sampai bersedia memberikannya kesempatan debut bersama Timnas Italia pada 10 Oktober silam meski di laga uji coba saja saat melawan Timnas Ukraina.

Nicolo Barella lantas mengaku antusias saat mendengar kabar jika dirinya lagi diperhatikan banyak klub top dunia. Meski bangga, namun kabar itu tak mau terlalu ia jadikan beban. Ia berniat membiarkan semua urusan transfer itu diatur oleh orang-orang yang ia percaya.
Nicolo Barella tak lupa jasa rekan satu tim

“Semua ketertarikan dari tim-tim besar jelas membuat saya jadi merasa bangga, karena itu berarti saya sejauh ini baik-baik saja permainannya,” sambut sang pemain jebolan akademi Cagliari itu pada Sky Sport Italia.

“Tapi tetap saja untuk sekarang saya tidak mau terlalu memikirkan pasar transfer saya. Masih ada agen, juga ada direktur, dan klub untuk mengatur semua itu,” lanjut Barella.

Tak mau jadi kacang lupa daratan, Barella lantas mengucapkan banyak terima kasih pada semua rekan-rekannya di skuad Cagliari hingga membantunya masuk Timnas Italia. “Jika saya bisa mencapai Nazionale, itu karena teman-teman setim saya yang memungkinkan saya berikan yang terbaik.”

“Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka semuanya, baik mereka di Cagliari dan yang bertugas di level internasional juga,” pungkasnya dengan terharu biru.

Harry Maguire Tertantang Coba Angkat Nasib Manchester United

Harry Maguire dikabarkan mulai tertantang ingin mencoba angkat nasib raksasa Liga Inggris, Manchester United. Kondisi klub ternama di Inggris tersebut bisa saja ia perbaiki dengan datang ke sana.

Bek incaran Manchester United, Harry Maguire memang mulai tertarik untuk bisa memperkuat skuad polesan Jose Mourinho tersebut di masa depan. Maguire sudah kadung sering disebut-sebut menjadi impian Manchester United hingga bursa transfer musim lalu tutup lapak.

Harry Maguire batal pindah ke Manchester United saat itu. Maguire lantas sukses memperpanjang kontrak di King Power Stadium bersama Leicester City. Sempat gagal, Maguire ternyata mulai tertantang untuk pindah ke Old Trafford suatu saat nanti.

“Saya memang tipe pemain yang sangat ambisius,” ujar Maguire kepada The Premier League Show saat bahas peluang perkuat Manchester United.
Harry Maguire ingin balas budi pada Leicester City

Harry Maguire lantas mengakui jika dirinya mau bermain di Liga Champions, dan kalau Manchester United sanggup berikan kesempatan itu maka Maguire oke-oke saja pindah ke Old Trafford. “Kalau saya ini bukan pesepakbola yang ambisius, maka saya pasti sudah pilih klub yang salah dalam karir saya.”

“Semua pemain harus selalu ingin bermain di level tertinggi dari sebelumnya. Harus ingin bermain di turnamen terbaik di dunia, yaitu Liga Champions. Saya juga ingin bisa bermain di sana jika mereka (Manchester United) mampu.”

Untuk saat ini, Maguire menegaskan masih ingin membawa Leicester City meraih prestasi terkini. Ia bahkan akui merasa berutang budi pada klubnya saat ini.

“Saya masih ingin berkonsentrasi penuh untuk Leicester saja saat ini. Saya ingin bisa membawa klub ini ke tempat terbaik di klasemen. Mereka toh sudah memberikan saya yang berharga sehingga saya bisa bermain di Piala Dunia. Saya ingin membalas budi atas apa yang mereka berikan pada saya.” pungkasnya.