Semua artikel oleh Administator

Rooney: Depay Tersingkir dari MU Karena Angkuh

Wayne Rooney tahu betul mengapa Memphis Depay sampai gagal saat memperkuat Manchester United (MU). Menurut Rooney, kegagalan disebabkan oleh keangkuhan pemain muda asal Belanda itu yang tak mau mendengarkan Louis van Gaal yang kala itu masih menjabat sebagai manajer.

Memphis Depay bergabung dengan MU pada 7 Mei 2018 setelah dibeli dari klub asal Belanda, PSV Eindhoven. Saat didatangkan, dia merupakan top scorer sekaligus membawa PSV juara Liga Belanda musim 2014/15.

Sayangnya, pemain asal Belanda itu malah gagal bersama Setan Merah, julukan MU. Dia hanya mencatatkan dua gol dari 33 penampilan di Liga Inggris selama satu setengah musim bersama Setan Merah.

Dia meninggalkan MU pada 20 Januari 2017. Memphis bergabung dengan klub asal Prancis, Lyon dan kini performanya terus menanjak. Memasuki musim ketiga bersama PSV, Memphis telah mencetak 25 gol dari 54 pertandingan.

Teranyar, Memphis membawa Lyon menang 2-1 atas Manchester City di Stadion Etihad pada babak fase grup Liga Champions.

Rooney yang merupakan mantan kapten MU mengatakan, kegagalan Memphis di Old Trafford karena sikap dan respons Van Gaal tidak cermat dalam menilai pemainnya sendiri. Selain itu, Memphis sendiri terlihat seperti pemain sombong lantaran mengabaikan nasihatnya.

“Memphis bermain saat MU bertanding melawan Stoke, dan mengacaukan situasi (bikin gol bunuh diri). Louis van Gaal lalu memasukannya ke cadangan di pertandingan berikutnya. Itu aneh,” kata Rooney, dikutip dari Bleacher Report.

“Saya lalu berkata kepada Memphis: ‘Lihatlah, permainan kali ini sangat sulit. Jangan membawa semua barang mewah ke dalam bangku cadangan.’ Namun apa yang terjadi, dia justru muncul untuk bermain sebagai pemain cadangan dengan mengenakan jaket kulit dan topi koboi. Saya hanya berpikir, ‘Apa sih maunya?’,”

Kendati demikian, Rooney menyebut Memphis sebagai anak baik. Itu bisa ditunjukkan dengan performa Memphis bersama Lyon.

“Meskipun begitu, Memphis adalah anak yang baik, dan dia selalu melihat semua hal berjalan dengan baik. Maka dari itu dia lumayan sukses sekarang,” ucap pemain DC United tersebut.

‘MU Harusnya Bisa Habisi Watford Lebih Cepat’

Jose Mourinho senang dengan tiga poin yang dipetik Manchester United dari laga melawan Watford. Namun ia meyakini MU seharusnya bisa bikin gol lebih banyak.

MU menghentikan laju sempurna Watford di Liga Inggris. Bertanding di Vicarage Road, Sabtu (15/9/2018) malam WIB, Setan Merah menang dengan skor 2-1 atas tuan rumah.

MU sudah unggul dua gol di babak pertama. Gol-gol dari Romelu Lukaku dan Chris Smalling membuat MU memasuki pergantian babak dengan nyaman.

Namun permainan MU justru menurun di babak kedua. Sebaliknya, Watford semakin agresif. Watford pun mampu menipiskan ketertinggalan lewat gol Andre Grey di menit ke-65.

“Saya sangat senang dengan poin yang didapat. Saya sangat senang dengan sesuatu yang bagi saya mewakili semangat tim, tapi saya sedikit frustrasi karena kami punya segalanya di babak pertama untuk menghabisi mereka,” ujar Mourinho seperti dilansir Sky Sports.

“Saya pikir jika cara kami bermain di babak kedua sama dengan bagian akhir babak pertama, kami bisa dapat hasil yang sepenuhnya berbeda dan tanpa 10 menit terakhir.”

“Tapi tidak, di awal babak kedua, kami membiarkan intensitas permainan menurun, kami tidak lagi agresif dengan dan tanpa bola. Kami memberi mereka kesempatan untuk mencetak gol dan menyulitkan diri kami sendiri,” kata Mourinho menambahkan.

Dengan kemenangan ini, MU naik ke peringkat kedelapan klasemen dengan sembilan poin dari lima pertandingan.

Sarri: Liverpool dan City Masih Lebih Baik dari Chelsea

Chelsea masih sempurna dengan meraih kemenangan kelima beruntun. Namun, Maurizio Sarri menilai bahwa Chelsea belum menjadi kompetitor utama gelar juara.

The Blues melanjutkan rentetan kemenangannya saat menggulung Cardiff City 4-1 di Stamford Bridge, Sabtu (15/9/2018). Sempat tertinggal lewat gol Souleymane Bamba, Chelsea membalas lewat trigol Eden Hazard dan Willian.

Tiga angka tambahan itu menaikkan Si Biru ke puncak klasemen sementara dengan 15 poin. Chelsea unggul selisih gol dari Liverpool [2] dan terpaut dua poin dari juara bertahan Manchester City [3], dua tim yang digadang-gadang akan bersaing dalam perburuan gelar di musim ini.

City masih memperlihatkan performa stabil seperti musim lalu ketika memenangi Premier League dengan rekor 100 poin. The Citizens masih menjadi team to beat setelah mengalahkan Chelsea 2-0 di Community Shield dan tim enam besar, Arsenal 2-0.

Sedangkan Liverpool telah membuat pernyataan dengan memenangi laga tandang melawan salah satu rival, Tottenham Hotspur, dengan skor 2-1. Selain itu Si Merah juga baru kebobolan tiga gol dalam lima pertandingan pertama liga. “Saya tidak bisa mengubah pemikiran saya untuk satu pertandingan saja,” pelatih Chelsea itu mengatakan dilansir ESPNFC. “Saya pikir bahwa saat ini Liverpool dan Manchester City selangkah di depan kami. Tapi saya rasa kami bisa berkembang lagi.”

“Target saya adalah menjadi tim terbaik di Inggris, tapi tidak untuk dalam satu bulan — mungkin satu musim, mungkin sedikit lebih lama lagi.”

“Tapi untuk saat ini, saya ulangi, menurut saya, Liverpool dan Manchester City masih lebih baik daripada kami,” Sarri menyimpulkan.

De Gea: MU Sudah Jauh Lebih Baik

Manchester United memetik kemenangan di markas Watford dalam lanjutan Liga Inggris. The Red Devils kini dinilai sudah bermain lebih baik.

Dalam pertandingan di Vicarage Road, Sabtu (15/9/2018), MU menang dengan skor akhir 2-1. Dua gol Setan Merah dibukukan pada babak pertama, atas nama Romelu Lukaku dan Chris Smalling. Watford membuat pertandingan berjalan seru hingga akhir, dengan membalas sekali via sepakan Andre Gray.

MU mampu menguasai jalannya pertandingan melawan Watford. Situs resmi Liga Inggris membukukan MU melakukan sebanyak 57,2 persen penguasaan bola.

Kiper MU, David De Gea, melakukan sebanyak empat kali penyelamatan. Gemilangnya performa penjaga gawang asal Spanyol itu menjadi salah satu kunci kemenangan MU.

De Gea pun bilang bahwa bahwa MU kini sudah lebih baik. MU tampil naik turun dalam lima laga awal Premier League dengan catatan tiga kali menang dan sudah dua kali menelan kekalahan.

“Penting untuk bisa meraup tiga poin, ini merupakan pertandingan yang sangat berat, kami benar-benar berusaha keras dan mereka menempatkan banyak pemain di kotak penalti jadi ini laga penting buat kami,” kata De Gea di situs resmi MU.

“Tim sudah bermain lebih baik, kami terus mengendalikan permainan. Kami cuma sedikit mengalami masalah di akhir pertandingan, tapi saya pikir tim sudah lebih kuat sekarang, kami merasa sangat percaya diri, jadi sekarang kami harus menatap ke depan dan terus berada di level ini,” dia menambahkan.

Karena Setan Merah Memang Mimpi Buruk Watford

Laju sempurna Watford di Liga Inggris akhirnya terhenti di tangan Manchester United. Watford memang tak punya rekor bagus melawan ‘Setan Merah’.

Watford mengawali Liga Inggris 2018/2019 dengan impresif. Mereka memenangi empat pertandingan pertamanya, termasuk dengan mengalahkan Tottenham Hotspur.

Namun laju sempurna itu terhenti Sabtu (15/9/2018) malam WIB. Menjamu MU di pekan kelima Liga Inggris di Vicarage Road, The Hornets harus mengakui keunggulan tamunya itu dengan skor 1-2.

Mengalahkan MU memang tak pernah jadi perkara mudah untuk Watford. Dalam 14 pertandingan terakhir melawan MU di liga, Watford tercatat kalah 13 kali.

Dalam laju tersebut, Watford cuma menang satu kali atas MU. Itu terjadi pada September 2016 saat Watford menang 3-1 di Vicarage Road.

Manajer Watford Javi Gracia mengakui MU memang lebih baik di babak pertama. Namun ia tetap memberi kredit kepada timnya atas performa yang lebih baik di paruh kedua.

“Kami jauh lebih baik di babak kedua. United bermain lebih baik di babak pertama, mereka menciptakan lebih banyak peluang dan lebih banyak menguasai bola,” kata Gracia kepada BBC Sport.

“Di babak kedua kami bisa lebih baik dengan lebih menguasai bola dan menciptakan lebih banyak peluang.”

“Di detik-detik terakhir kami punya dua peluang bagus untuk mencetak gol. Hari ini kami tidak dapat poin, tapi saya bangga dengan performa di babak kedua,” imbuhnya.

Akibat kekalahan ini, Watford masih menempati peringkat empat klasemen dengan 12 poin.

Seri Tak Pernah Bagus untuk Madrid

Real Madrid gagal melanjutkan rangkaian kemenangannya setelah berimbang 1-1 di kandang Athletic Bilbao. Hasil seri tidak pernah bagus untuk Madrid.

Bertandang ke San Mames, Minggu (16/9/2018) dinihari WIB, Madrid dibuat Bilbao frustrasi. Madrid tertinggal lebih dahulu dari tim tuan rumah usai Iker Muniain mencetak gol dari jarak dekat di menit ke-32.

Madrid baru bisa membalas di babak kedua. Isco, yang masuk menggantikan Luka Modric, mencetak gol penyama lewat sundulan dari dalam kotak penalti.

El Real melepaskan 16 percobaan tapi hanya enam yang mengarah ke gawang. Madrid memiliki peluang lain untuk memenangi pertandingan, seperti ketika Marco Asensio dalam situasi satu lawan satu dengan kiper lawan namun bola sepakannya masih bisa ditepis.

Dengan hasil ini, Madrid menduduki posisi kedua klasemen usai mengantongi 10 poin hasil empat pertandingan. Los Blancos tertinggal dua poin dari rival abadinya, Barcelona, yang masih melaju sempurna.

“Ini adalah sebuah tempat yang sulit dikunjungi,” pelatih Madrid Julen Lopetegui mengatakan kepada Movistar, yang dikutip FourFourTwo. “Athletic adalah sebuah tim yang mengejar Anda, yang menekan Anda.”

“Madrid tidak pernah menganggap hasil seri sebagai hasil yang bagus. Kami tampil bagus di babak kedua dan kami harus terus bekerja.” Bilbao sukses menyandung Madrid untuk ketiga kalinya berturut-turut usai dua pertandingan sebelumnya juga berakhir sama kuat. Ini untuk kedua kali beruntun Los Merengues gagal menang di San Mames.

“Kami harus selalu memberi yang maksimal kepada klub ini. Kami tidak pernah menganggap sebuah hasil seri adalah hal yang bagus, memang tidak pernah bagus ketika Anda cuma seri,” sahut bek sekaligus kapten Madrid Sergio Ramos.

“Masih ada banyak hal untuk diperbaiki. Kami sudah tahu kalau San Mames adalah salah satu stadion yang paling sulit di luar kandang, orang-orang mendorong, tapi terlepas dari itu, Athletic adalah tim yang tahu betul apa yang mereka mainkan.”