PSIS Semarang Ajukan Banding atas Sanksi Komdis

PSIS Semarang berencana mengajukan banding atas sanksi denda yang dikeluarkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pada sidang, Senin (1/10/2018). Ada dua hukuman denda yang diterima tim Laskar Mahesa Jenar.

Pertama adalah denda Rp 100 juta atas tindakan pelemparan botol saat PSIS menghadapi Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, 18 September. Kedua, denda Rp 30 juta karena kasus serupa saat menjamu Perseru Serui di Stadion Moch Soebroto, Magelang, 23 September.

Namun, PSIS hanya akan mengajukan banding atas sanksi pertama ke Komisi Banding (Komding) PSSI. Hal tersebut ditegaskan CEO PSIS, Yoyok Sukawi saat dihubungi Bola.com, Selasa (2/10/2018).

“Untuk hukuman denda Rp 100 juta, kami akan ajukan banding. Kami sedang kumpulkan bukti dan fakta-fakta di lapangan untuk memohon keringanan. Nominal itu jelas memberatkan kami,” ungkap Yoyok.

Dia menyebut hukuman tersebut tak sebanding sengan denda yang diberikan kubu Persija yakni Rp 50 juta. Apalagi tim Macan Kemayoran bertindak sebagai tuan rumah. Meski demikian, pria yang juga anggota DPRD Jawa Tengah itu berharap kedewasaan suporter untuk tertib saat memberi dukungan.

“Kami juga mohon teman-teman suporter untuk segera menyadari bahwa emosi dan tingkah laku buruk akan merugikan klub. Sayangi klub kita dengan iuran ramai-ramai untuk bayar denda ini,” tegasnya.

Direktur Utama PSIS, Kairul Anwar, yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Pencari Fakta (TPF), membenarkan sedang mengumpulkan bukti berupa foto, video, maupun keterangan saksi. Mereka juga akan meminta data dari pengawas pertandingan (PP) yang jadi sumber utama laporan ke Komdis sebelum PSIS dijatuhi sanksi. Taruhan Online.

“Dasarnya kan pasti dari laporan PP. Nah itu akan kami cek seperti apa keterangannya, karena memang pelemparan botol bukan suporter PSIS Semarang yang memulai. Kami segera lengkapi berkas untuk banding dan secepatnya dikirim,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *