Arsip Kategori: Berita Bola

Meski Kesulitan di Juve, Perin Berhasrat Jadi Kiper Terbaik Serie A

Kiper Juventus, Mattia Perin, berhasrat sekali jadi kiper terbaik Serie A. Terlepas fakta bahwa Perrin saat ini masih sulit bersinar di Juve.

Perin bergabung dengan Bianconeri musim panas lalu setelah menghabiskan lima tahun sebagai andalan Genoa. Namun, tantangan kiper 26 tahun ini ternyata sangat besar di Turin.

Alih-alih bisa langsung mengisi posisi kiper utama yang ditinggalkan Gianluigi Buffon, Perin malah kalah bersaing dengan Wojciech Szczesny.

Bahkan Perin baru sekali tampil musim ini bersama Bianconeri, itu pun terjadi September lalu saat Juve menang 2-0 dari Bologna. Sisanya, ia hanya duduk di bangku cadangan.

Terlepas dari itu, Perin sama sekali tak mempermasalahkan posisinya sekarang. Dia sadar Juventus adalah klub besar yang mana tiap pemain punya tanggung jawab tersendiri serta level persaingan yang luar biasa antarpemain.

“Saya selalu kagum dengan klub ini, dan dalam dua tahun ke belakang hanya ada dua tim yang bersaing untuk scudetto,” ujar Perin pada acara Gran Gala del Calcio.

“Memakai kostum Juventus adalah tanggung jawab. Saya berharap bisa menjadi kiper terbaik di Serie A,” lanjut Perin seperti dikutip Football Italia.

Tak cuma di level klub, Perin juga setali tiga uang bersama timnas Italia. Meski selalu dipanggil, Perin juga kalah bersaing dengan Gianluigi Donnarumma dan Salvatore Sirigu yang masih jadi prioritas Roberto Mancini.

VAR Bakal Digunakan di Fase Knockout Liga Champions Musim Ini?

Penggunaan video assistant referees (VAR) di Liga Champions memang baru akan diterapkan pada musim depan. Namun ada kemungkinan VAR akan dipakai lebih cepat.

Sejumlah liga top Eropa seperti Liga Italia, Liga Spanyol, sampai Liga Jerman sudah mulai memakai VAR. Sedangkan Premier League sudah memastikan akan memakai teknologi tersebut mulai musim depan.

Liga Champions juga akan mulai penggunaan VAR mulai 2019/2020. UEFA baru mengumumkan keputusan tersebut pada akhir September lalu.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan bahwa jajaran wasit tengah berupaya menyiapkan diri untuk pemakaian VAR dan seluruh aspek teknik telah ditangani.

“Saya menunggu laporan kira-kira dalam satu minggu dan kemudian kita lihat saja kapan bisa menerapkannya, paling lambat musim depan,” ujar Ceferin dalam konferensi pers bersama antara UEFA dan Asosiasi Klub Eropa (ECA) seperti dilansir Sky Sports.

Hal senada juga diungkapkan oleh bos Juventus dan ECA, Andrea Agnelli. Ia bahkan memberi indikasi bahwa VAR bisa saja dipakai di Liga Champions mulai musim ini.

“Paling lambat musim depan juga berarti ada ruang untuk penerapan lebih awal dan kami sebagai klub senang untuk itu dan kami berterima kasih kepada UEFA atas kerja yang sudah mereka lakukan,” ucap Agnelli.

Laporan yang beredar menyebut bahwa UEFA kemungkinan akan mencoba penggunaan VAR di perempatfinal Liga Champions yang dimulai 9 April 2019. Namun klub-klub kabarnya ingin VAR dipakai lebih cepat yang kemungkinan berarti babak 16 besar mulai 12 Februari.

“Saya menunggu laporan kira-kira dalam satu minggu dan kemudian kita lihat saja kapan bisa menerapkannya, paling lambat musim depan,” ujar Ceferin dalam konferensi pers bersama antara UEFA dan Asosiasi Klub Eropa (ECA) seperti dilansir Sky Sports.

Hal senada juga diungkapkan oleh bos Juventus dan ECA, Andrea Agnelli. Ia bahkan memberi indikasi bahwa VAR bisa saja dipakai di Liga Champions mulai musim ini.

“Paling lambat musim depan juga berarti ada ruang untuk penerapan lebih awal dan kami sebagai klub senang untuk itu dan kami berterima kasih kepada UEFA atas kerja yang sudah mereka lakukan,” ucap Agnelli.

Laporan yang beredar menyebut bahwa UEFA kemungkinan akan mencoba penggunaan VAR di perempatfinal Liga Champions yang dimulai 9 April 2019. Namun klub-klub kabarnya ingin VAR dipakai lebih cepat yang kemungkinan berarti babak 16 besar mulai 12 Februari.

Cerita Van Dijk Jadi Penyerang Dadakan Belanda Lawan Jerman

Ada keputusan gila Ronald Koeman di balik kelolosan Belanda ke semifinal UEFA Nations League. Itu saat Koeman berjudi menjadikan Virgil van Dijk sebagai penyerang dadakan lawan Jerman.

Belanda mengawali laga tandang ke Veltins Arena, Selasa (20/11/2018) dinihari WIB kemarin dengan tidak mulus. Jerman berhasil unggul 2-0 sebelum 20 menit terlewati lewat Timo Werner dan Leroy Sane.

Kondisi ini mengancam peluang Belanda lolos dari fase grup mengingat mereka sebenarnya hanya butuh satu poin untuk menyingkirkan Prancis dari posisi puncak. Harapan itu akhirnya datang ketika Belanda mencetak gol pertamanya di menit ke-85 lewat Quincy Promes.

Hanya berselisih satu gol dan punya sisa lima menit waktu normal plus injury time membuat Belanda all-out dan menyerang habis-habisan pertahanan Jerman. Hingga Van Dijk mampu menjebol jala Manuel Neuer di menit ke-94 yang membuat skor jadi 2-2 dan Belanda pun akhirnya lolos ke semifinal.

Gol yang sejatinya membuktikan perjudian Koeman berhasil mengingat dia harus mengubah taktik dengan sengaja memainkan Van Dijk di lini depan bareng Luuk de Jong. Sementara, posisi Van Dijk di lini belakang diisi oleh Frenkie De Jong yang sejatinya adalah gelandang. Gol Van Dijk pun bisa diibaratkan sebagai finishing seorang penyerang di mana dia menyepak voli bola crossing dari sisi kanan.

Ini berkaitan dengan taktik buang bola sejauh-jauhnya ke lini depan dengan harapan Van Dijk bakal memenangi duel udara memang jadi jalan terakhir Belanda. Usai pertandingan, taktik itu beredar luas di media sosial usai laga di mana ada secarik kertas bertuliskan formasi dadakan De Oranje dalam posisi tertinggal.

“Saya mendapat masukan dari Dwight Lodeweges dan Kees van Wonderen. Ketika kami tertinggal 0-2, mereka bertanya kepada saya apakah kami harus membuat perubahan dan saya bilang ‘Ya’. Hal berikutnya yang saya tahu adalah saya memiliki catatan itu,” ujar Koeman seperti dikutip FourFourTwo.

“Jadi, saya berikan itu kepada Kenny (Tete) dan pada akhirnya itu fantastis, karena gol penyama kedudukan datang dari pemain yang saya minta untuk bermain jadi penyerang,” sambungnya.

Kante Bakal Jadi Pemain Chelsea Bergaji Tertinggi

N’Golo Kante punya peran sangat penting untuk Chelsea. Oleh karenanya, The Blues bakal memperpanjang kontrak si pemain dan menjadikannya pemain bergaji tertinggi.

Kesuksesan seakan menempel pada diri Kante. Setelah membawa Leicester City juara Premier League pada musim 2015-2016, ia langsung memberikan gelar yang sama untuk Chelsea semusim kemudian dan bahkan jadi pemain terbaik liga.

Musim lalu Kante memang cuma mendapat gelar Piala FA bersama Chelsea. Tapi, dia meraih sukses bersama saat membawa Prancis jadi juara Piala Dunia 2018.

Musim ini di tangan manajer baru Maurizio Sarri, Kante masih jadi andalan. Ia bahkan disulap menjadi gelandang box to box andal, tak lagi sekadar gelandang bertahan yang bertugas menjaga kedalaman dan memotong bola.

Puas dengan performa Kante sejauh ini dan tak ingin ada klub lain yang menggaetnya, Chelsea pun bergerak cepat. Mereka tahun meski kontrak Kante baru habis 2021, tapi gajinya “cuma” 150 ribu pound sterling per pekan. Kante bisa saja mendapat gaji lebih besar dari klub peminatnya sejauh ini seperti Barcelona dan Paris St-Germain.

Menurut Telegraph, Kante kabarnya siap menandatangani kontrak baru bersama Chelsea. Bahkan Si Biru beranimemberikan gaji dua kali lipat untuknya yakni di kisaran 290-300 ribu pound per pekan, yang menjadikan Kante pemain bergaji tertinggi di klub, mengalahkan Eden Hazard yang di kisaran 250 ribu pound per pekan.

Kante diklaim mengindikasikan rasa puasnya dengan tawaran yang diberikan dan kontraknya akan ditambah satu tahun menjadi 2022.

Hasil Laga Uji Coba: Gol di Injury Time Menangkan Italia atas AS

Italia meraih kemenangan tipis 1-0 atas Amerika Serikat dalam pertandingan uji coba. Gol tunggal Italia diciptakan Matteo Politano di injury time.

Dalam pertandingan di Luminus Arena, Genk, Belgia, Rabu (21/11/2018) dini hari WIB, Italia tanpa sejumlah pemain utamanya. Nama-nama seperti Lorenzo Insigne, Ciro Immobile, Alessandro Florenzi, Jorginho, sampai Giorgio Chiellini telah dipulangkan ke klub masing-masing.

Roberto Mancini menurunkan tim dengan kombinasi antara pemain senior dan wajah-wajah baru. Gelandang Stefano Sensi diberi kesempatan debut, sementara Kevin Lasagna untuk pertama kalinya jadi starter di timnas senior Italia.

Italia tampil begitu dominan atas AS. ESPN FC mencatat penguasaan bola Gli Azzurri mencapai 73% dengan 17 tembakan yang enam di antaranya mengarah ke gawang.

Meski demikian, buruknya penyelesaian akhir membuat Italia tak kunjung mencetak gol. Di menit-menit awal, Federico Chiesa sudah dapat dua peluang, tapi tak menghasilkan gol.

Bonucci juga menyia-nyiakan kans bagus usai Italia mendapat tendangan bebas pada menit ke-18. Sensi melambungkan bola dan diteruskan Bonucci dengan sepakan dari jarak dekat. Namun upaya Bonucci itu masih mengarah tepat ke kiper AS, Ethan Horvath.

Sepakan Domenico Berardi yang mengarah ke pojok atas gawang memaksa Horvath melakukan penyelamatan. Kiper berusia 23 tahun itu kemudian juga menepis tendangan bebas Marco Verratti.

Peluang untuk Italia kembali terbuang usai sepakan Lasagna mengarah tepat ke Horvath. Striker Udinese itu mendapat peluang usai menerima bola umpan panjang dari Bonucci.

Kalah dominan, AS justru nyaris mengejutkan Italia di menit ke-65. Berawal dari sebuah tendangan bebas, Walker Zimmerman melepaskan diri dari kawalan pemain Italia dan menanduk bola. Namun Salvatore Sirigu masih bisa menghalau bola.

Horvath kembali menggagalkan peluang Italia usai menghalau tendangan Grifo. Lasagna juga lagi-lagi menyia-nyiakan peluang dalam situasi satu lawan satu usai tendangannya mengarah tepat ke Horvath.

Italia akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-94 lewat kerja sama apik di depan kotak penalti AS. Politano mengawali dan menuntaskan kerja sama yang dibangun di depan kotak penalti AS.

Gol ini berawal dari Politano yang bergerak di depan kotak penalti dan kemudian mengoper kepada Verratti. Verratti menyodorkan bola kepada Gagliardini yang ada di kotak penalti. Gagliardini langsung mengoper kepada Politano yang bergerak masuk ke kotak penalti dan kemudian menuntaskannya dengan sepakan kaki kanan.

Susunan Pemain

Italia: Sirigu; De Sciglio, Bonucci, Acerbi, Emerson; Barella (Gagliardini 76), Sensi, Verratti; Chiesa (Grifo 46), Lasagna (Politano 87), Berardi (Kean 62)

AS: Horvath; Carter-Vickers, Zimmerman, Long; Cannon (Villafana 75), Delgado (Trapp 62), Adams, Acosta (Lletget 83), Moore; Pulisic (Gall 83), Sargent (Wood 62)

Hasil UEFA Nations League: Portugal Akhiri Fase Grup Tanpa Kekalahan

Tak ada pemenang pada partai UEFA Nations League antara Portugal kontra Polandia. Skor akhir adalah imbang 1-1.

Matchday keempat Liga A Grup 3 dihelat di Estadio D. Afonso Henriques, Rabu (21/11/2018) dini hari WIB. Laga ini tak berpengaruh apapun karena kedua tim sudah memastikan nasibnya masing-masing.

Portugal sudah lolos ke semifinal sebagai juara grup usai berimbang 0-0 kontra Italia beberapa hari lalu dan Polandia turun ke Liga B karena cuma meraih satu poin.

Portugal tidak memainkan susunan tim terbaiknya dengan menurunkan Beto di bawah mistar lalu Ruben Dias dan Kevin Rodrigues di lini pertahanan. Danilo Pereira masuk menggantikan Bernardo Silva yang cedera dan Rafa Silva berduet dengan Andre Silva di depan.

Meski bertindak sebagai tim tamu, Polandia justru tampil lebih trengginas dengan membuat total sembilan attempts, tiga di antaranya on goal. Sementara itu, Portugal cuma bikin tiga dengan satu on target.

Satu-satunya peluang tepat sasaran Portugal berbuah gol pada menit ke-34. Korner Renato Sanches yang mengarah ke tiang dekat ditanduk Silva ke gawang Polandia yang dikawal Wojciech Szczesny.

Portugal harus bermain dengan 10 orang setelah Danilo dikartumerah karena melanggar Arkadiusz Milik yang berada dalam situasi satu lawan satu dengan kiper. Milik sendiri maju sebagai eksekutor untuk menaklukkan Beto dan mengubah skor jadi 1-1.

Skor tersebut bertahan hingga akhir pertandingan. Portugal pun jadi satu-satunya tim yang lolos ke semifinal tanpa kekalahan dengan koleksi delapan poin, sementara Polandia dengan dua poin di posisi terbawah.

Susunan pemain

Portugal: Beto; Ruben Dias, Joao Cancelo, Pepe, Kevin Rodrigues; Danilo Pereira, Raphael Guerreiro (Joao Mario 61;), Rafa Silva (Bruma 70′); William Carvalho, Renato Sanches, Andre Silva (Eder 87′).

Polandia: Wojciech Szczesny; Bartosz Bereszynski, Tomasz Kedziora, Thiago Cionek, Jan Bednarek; Mateusz Klich (J. Goralski 75′), Przemyslaw Frankowski, Kamil Grosicki (D. Kadzior), Piotr Zielinski (D Szymanski 95′); Grzegorz Krychowiak, Arkadiusz Milik.

Hasil Laga Uji Coba: Penalti Giroud Menangkan Prancis Atas Uruguay

Prancis menang tipis 1-0 ketika menghadapi Uruguay pada laga uji coba. Olivier Giroud jadi pencetak gol satu-satunya.

Pada laga yang dihelat di Stade De France, Rabu (21/11/2018) dini hari WIB tersebut, Prancis terlihat lebih agresif. Serangan mereka lebih tajam, walau Uruguay unggul sedikit penguasaan bola 55-45.

Namun, dari 10 tembakan yang dibuat Les Bleus, satu-satunya gol malah datang lewat titik putih. Giroud mampu mengeksekusinya dengan sempurna pada menit ke-52.

Jalannya Pertandingan

Saat laga baru dimulai, Prancis langsung melakukan start cepat dan mengurung Uruguay di daerah sendiri.

Kylian Mbappe dan Giroud menjadi tumpuan lini depan utama Prancis. Ketika laga baru empat menit, Mbappe mengirim umpan matang tapi Giroud gagal memanfaatkannya.

Pada menit ke-15, kesempatan emas kembali didapati Mbappe. Sudah satu lawan satu dengan kiper, tembakannya malah meleset dari target.

Selang 15 menit kemudian, situasi yang sama lagi-lagi didapati Mbappe. Tapi, kali ini Martin Campana mampu menyelamatkannya dengan gemilang.

Uruguay beberapa kali mencoba melakukan serangan, tapi tak ada satu pun peluang nyata dibuat mereka di babak pertama. Babak pertama berakhir 0-0.

Di babak kedua, Uruguay tampil lebih pede, tapi tetap sulit membuat peluang. Hingga akhirnya di menit ke-51, Les Bleus mendapat penalti karena handsball Bruno Mendes. Giroud mampu mengeksekusinya dengan sempurna.

Uruguay benar-benar kesulitan karena Edinson Cavani dan Luis Suarez mati kutu di laga ini. Tak ada gol tambahan lagi dan duel berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Prancis.

Pelukan Van Dijk untuk Wasit yang Baru Ditinggal Ibundanya

Ada momen menarik kala Jerman berimbang 2-2 dengan Belanda. Kapten De Oranje Virgil van Dijk memeluk wasit usai pertandingan. Ada apa?

Wasit Rumania, Ovidiu Hategan, memimpin pertandingan UEFA Nations League 2018 di Veltins Arena, Selasa (20/11/2018) dini hari WIB kemarin. Setelah laga Van Dijk terlihat memeluk wasit berusia 38 tahun yang juga terlihat menangis dalam momen itu.

Usut punya usut, ibu dari Hategan ternyata meninggal sesaat sebelum pertandingan dimulai. Tapi, ia memilih untuk tetap melanjutkan memimpin laga ini.

Van Dijk, yang mencetak gol penyama kedudukan di menit akhir sekaligus membuat Belanda lolos ke semifinal UEFA Nations League itu, mengungkapkan dia melihat Hategan begitu emosional usai laga. Alhasil, dia memeluk untuk tanda dukacita sekaligus menenangkan sang wasit.

“Dia benar-benar hancur, dia berlinang air mata karena baru saja kehilangan ibunya,” tutur Van Dijk dikutip BBC.

“Saya berharap dia tetap kuat sekaligus memuji kepemimpinannya yang sangat baik di laga ini. Itu mungkin hanya hal kecil, tapi mudah-mudahan bisa sedikit menolongnya,” sambung bek 27 tahun tersebut.

Hategan bisa dibilang sebagai salah satu wasit Rumania terbaik saat ini. Pria 38 tahun itu sempat memimpin laga Liga Champions antara Barcelona vs Inter Milan musim ini. Ia juga pernah mewasiti leg kedua semifinal Liga Europa 2017 antara Manchester United dan Celta Vigo.

Dokter Timnas Brasil: Cedera Neymar Tak Serius

Neymar mengalami cedera saat Brasil menjalani laga persahabatan melawan Kamerun. Meski demikian, dokter timnas Brasil menyatakan bahwa cedera Neymar tak serius.

Brasil menghadapi Kamerun dalam pertandingan uji coba di Stadium MK, Rabu (21/11/2018) dini hari WIB. Selecao menang 1-0 berkat gol tunggal Richarlison.

Pada pertandingan tersebut, Neymar tampil sebagai starter. Namun bintang Paris Saint-Germain itu sudah harus meninggalkan lapangan di menit kedelapan karena cedera.

Neymar mengalami masalah pada kunci paha usai melepaskan sebuah tembakan. Ia kemudian ditarik keluar dan digantikan oleh Richarlison.

Dokter timnas Brasil Rodrigo Lasmar menyebut bahwa Neymar masih butuh pemeriksaan untuk memastikan seberapa parah cederanya. Namun ia yakin cedera mantan pemain Barcelona itu tidak serius.

“Dia keluar dengan mengeluhkan rasa sakit,” ujar Rodrigo Lasmar seperti dikutip Reuters.

“Ada rasa sakit, dia akan butuh waktu lebih untuk memeriksanya dan dipindai, tapi pada prinsipnya itu bukan cedera serius,” imbuhnya.

Kejutan! Fellaini Potong Habis Rambut Kribonya

Marouane Fellaini membuat kejutan besar di tengah pekan ini. Tiba-tiba saja dia muncul tanpa rambut kribo-nya yang khas itu. Kenapa dipotong?

Fellaini memamerkan gaya baru potongan rambutnya melalui akun Instagram dan Twitter pribadinya, Rabu (14/11/2018) sore ini. Dia memposting foto dirinya sendiri sudah dalam kondisi rambut sangat pendek.

“Tahun baru, penampilan baru #birthdaytomorrow,” tulis Fellaini pada caption yang menyertai foto dirinya, yang sebenarnya terlihat fresh itu.

Meski menyebut-sebut ulang tahun, gelandang Manchester United itu sebenarnya baru akan merayakan hari jadinya pada 22 November. Itu baru pekan depan, bukan besok seperti yang dia tulis sendiri.

Sepanjang kariernya di Manchester United, dan bahkan saat masih membela Everton, Fellaini identik dengan rambut keriting yang bergumpal tebal itu.