Arsip Kategori: WAGs

Penerbang Drone di Pertandingan antara Serbia vs Albania Ditangkap Polisi

Seorang pria yang menerbangkan drone di atas Stadion Partizan, Serbia, pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Albania oada Oktober tahun lalu telah ditahan polisi.

Pria tersebut bernama Ismail Morinaj. Ia ditangkap setelah mengaku dalam sebuah wawancara bahwa ia memiliki pistol untuk memproteksi dirinya sendiri. Lelaki berusia 33 tahun tersebut ditangkap beserta tiga orang lainnya. Sebuah pistol, beberapa tempat peluru, serta 36 tiket untuk pertandingan Albania melawan Serbia disita dalam penahanan tersebut.

Albania akan menjamu Serbia dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2016 pada Kamis (8/10). Meski pertandingan akan diadakan di Elbasa, satu jam perjalanan dari ibu kota Albania, Tirana, polisi tetap memberikan perlindungan ketat kepada tim Serbia. Tim Serbia akan tetap mendapat perlindungan yang cukup ketat dalam menjaga pertandingan sampai selesai.

Berdasarkan informasi dari BBC News memberitakan bahwa jalanan di dalam kota Tirana juga ditutup karena ada khawatir akan terjadi insiden.

Albania dan Serbia memiliki riwayat permusuhan yang sangat panjang. Keputusan Kosovo mengatakan bahwa area dengan mayoritas penduduk etnis Albania, untuk memisahkan diri dari Serbia pada tahun 2008 lalu juga memperburuk hubungan kedua negara pecahan Yugoslavia tersebut.

Pertandingan antara Serbia dan Albania tahun lalu terhenti setelah sebuah drone membawa bendera Albania ke dalam lapangan. Aksi tersebut membuat para suporter Serbia rusuh dan menyerbu lapangan. Pada akhirnya pertandingan pun dihentikan dan timnas Serbia mengalami pengurangan poin tiga angka karena gagal untuk mengendalikan keamanan.

Ismail Morinaj mengaku menerbangkan drone tersebut dari gereja yang terletak di seberang stadion.

Sebagai langkah pengamanan untuk laga Kamis, hanya beberapa lusin penggemar Serbia yang akan diizinkan ke stadion.

Menteri Dalam Negeri, Saimir Tahiri mengatakan bahwa Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan dukungan kami kepada tim nasional dan juga menjamu tim tamu.

Serbia saat ini berada di peringkat terbawah Grup I kualifikasi Piala Eropa 2016, sementara Albania masih berjuang melawan Portugal atau Denmark untuk merebut satu tiket untuk lolos ke putaran final. Kami akan memenangkan Serbia atas Albania

David Beckham gagal membuat Alex Ferguson dan Roy Keane gagal berdamai

Mantan pemain Manchester United, David Beckham gagal untuk membuat akur kembali dua orang yang pernah bekerja sama dengannya di Manchester, yaitu Sir Alex Ferguson dan Roy Keane.

Roy Keane adalah mantan kapten Manchester United pada era Ferguson. Namun keduanya sempat berselisih pendapat yang berujung pada berakhirnya karier Roy Keane bersama The Red Devils. Alex Ferguson dan Roy Keane juga sempat saling serang melalui buku otobiografi masing-masing.

Alex Ferguson menuduh Keane sebagai perundung di ruang ganti dan juga tidak memiliki kualitas sebagai manajer. Sementara itu, Roy Keane berulang kali mengatakan bahwa Alex Ferguson adalah tukang atur yang tidak mau melepaskan kendalinya terhadap segala sesuatu.

Perselisihan tersebut membuat keduanya tak saling bicara. Roy Keane juga tidak pernah menginjakkan kaki ke dalam Stadion Old Trafford selama Alex Ferguson masih melatih. Aura permusuhaan sangat kental

Aura permusuhan inilah yang semula coba diredam oleh David Beckham melalui pertandingan amal UNICEF yang akan digelar pada 14 November di Stadion Old Trafford.

David Beckham akan menjadi kapten tim Britania Raya yang akan bertanding melawan tim Zinedine Zidane dan Sisa Dunia. David Beckham secara sukses meminta Alex Ferguson untuk melatih tim Britania Raya.

Mantan gelandang Real Madrid, David Beckham itu kemudian meminta Roy Keane untuk bergabung dengannya, namun David Beckham mengalami penolakan. Pasalnya, Roy Keane saat ini sedang menjadi asisten pelatih tim nasional Republik Irlandia dan ia akan mempersiapkan timnasnya dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 pada tanggal 14 November.

David Beckham mengatakan bahwa kami telah meminta Roy Keane, tetapi tentu saja ia sedang bertugas dengan negaranya. Kami harus memilih waktu yang akan membuat kami ditonton banyak orang, dan Sabtu pukul tiga sore tidak terjadi setiap waktu.

Kami ingin pertandingan amal ini ditonton dan memenuhi stadion di Lapangan. Sehingga kami senang senang bermain.

David Beckham menambahkan bahwa Kami telah meminta Roy Keane tapi sayang sekali ia terikat pekerjaan lain. Mudah-mudahan pertandingan amal ini berlangsung seru dan menarik. Penonton harus banyak.

Jika kalah dari Meksiko, posisi Juergen Klinsman di Amerika Serikat akan terancam

Pemain legendaris tim nasional Amerika Serikat, Landon Donovan menyatakan bahwa Juergen Klinsmann harus dipecat sebagai pelatih Tim Nasional Amerika Serikat jika kalah dari Meksiko pada playoff Piala CONCACAF pada Sabtu (10/10).

Dua negara musuh bebuyutan di lapangan hijau ini akan berjumpa di Pasadena, California, untuk satu tiket bertanding di Piala Konfederasi di Rusia pada 2017. Turnamen yang mempertemukan juara masing-masing konfederasi benua dan dianggap sebagai kompetisi pemanasan jelang Piala Dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir, Timnas Amerika Serikat mengalami beberapa kali hasil buruk. Setelah kalah dari Jamaica di semifinal Piala Emas, Tim Howard dan kawan-kawan juga gagal mendapatkan peringkat tiga di turnamen itu karena kalah melalui drama adu penalti melawan Panama.

Setelahnya, Amerika Serikat juga dibantai Brasil 1-4 di Foxborough, Massachusetts dalam laga persahabatan. Hasil tersebut membuat AS hanya menang dua kali dalam enam pertandingan terakhir, sehingga Donovan berpendapat bahwa Klinsmann hanya memiliki satu kesempatan terakhir.

Berdasarkan informasi dari ESPN FC, Donovan mengatakan bahwa Di seluruh dunia, jika seorang pemain bermain buruk dan juga mendapatkan hasil buruk beruntun, mereka dicadangkan.

Juergen Klinsman mengatakan bahwa beberapa kali Juergen berkata bahwa ia ingin agar para pemain kami mendapatkan tekanan sehingga mereka tidak bebas untuk pergi berbelanja keesokan hari setelah mengalami kekalahan. Hal yang sama juga berlaku untuk sang pelatih.

Donovan kemudian menyatakan bahwa pertandingan melawan Brasil adalah permainan terburuk timnas AS di bawah Juerge Klinsman.

Donovan tidak memiliki hubungan yang baik dengan Juergen Klinsman setelah tidak dimasukkan ke dalam Team Piala Dunia 2014 oleh pelatih asal Jerman tersebut. Sementara itu, Juergen Klinsmann pernah berang kepada Donovan karena ia meminta waktu rehat dari timnas untuk memulihkan kondisi mentalnya.

Donovan, pemain yang mencetak 57 gol dari 157 pertandingan untuk timnas, pensiun hanya tiga bulan setelah Piala Dunia di Brasil tersebut.

Juergen Klinsman harus wajib memenangkan pertandingan melawan Meksiko. Jika posisi tidak mau terancam. Performa Team Amerika Serikat harus segera ditangani dengan baik.

Juan Carlos Osorio menjadi Pelatih Meksiko

Pelatih klub Sao Paulo, Juan Carlos Osorio, memberikan konfirmasi bahwa ia akan meninggalkan kesebelasan asal Brasil itu untuk melatih tim nasional Meksiko. Sao Paulo mengumumkan hal tersebut pada Selasa (6/10) melalui pernyataan resmi presiden klub, Carlos Miguel Aidar mengatakan bahwa saya sangat menyesalkan keputusan Osorio. Ia sedang melakukan tugasnya dengan baik.

Pada akhir Bulan Juli, Meksiko memecat pelatih yang membawa mereka memenangi Piala Emas 2015, Miguel Herrera, hanya dua hari setelah turnamen itu selesai. Herrera terbukti bersalah karena menyerang seorang wartawan TV Azteca, Christian Manrinoli, di bandara Philadelphia.

Dua pekan yang lalu, Miguel Herrera memberikan dukungan kepada Osorio untuk mengambil alih tugasnya. Ia bukan pilihan yang buruk, Ia pernah bekerja di Meksiko, tetapi seluruh keputusan berada di tangan direktur. Osorio adalah Pekerja keras dan juga lelaki luar biasa.

Meksiko kemudian menunjuk manajer interim Ricardo Ferreti untuk menangani Tim Nasional dalam empat pertandingan. Ferretti mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadi pelatih tetap El Tri karena hal itu berarti ia akan kehilangan posisinya sebagai pelatih klub Tigres di Liga Meksiko.

Osorio memenangi empat gelar Liga Kolombia dan tiga gelar domestik lainnya, namun hanya bertahan sebentar di Liga Meksiko ketika menangani klub Puebla. Ia membawa Sao Paulo ke tempat keenam di Liga Brasil dan juga ke final Piala Brasil.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengakui bahwa melatih timnas Meksiko adalah pekerjaan impian. Tapi ia juga berkeinginan tetap di Sao Paulo hingga final Piala Brasil.

Osario mengatakan bahwa ini keputusan yang sulit, yaitu antara tetap tinggal atau mengambil peran di timnas yang sangat bergengsi. Saya ingin berterima kasih kepada Brasil dan juga rakyat Brasil karena telah membuat kami merasa seperti di rumah, dan mengizinkan kami belajar tentang sepak bola dan budaya mereka. Saya berterima kasih kepada Sao Paulo karena kepercayaan mereka untuk saya dan untuk sekelompok orang Kolombia dengan mengizinkan kami berkontribusi kepada sepak bola Brasil.

Meksiko akan memulai perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia pada 13 November melawan El Savador di kandang sendiri, dan kemudian bertandang ke Honduras pada 17 November 2015.

Sepp Blatter terancam Skorsing 90 hari dari Dewan Komite Etik FIFA

Sepp Blatter terancam tidak bisa menjalani jabatannya sebagai Presiden FIFA sampai Bulan Januari 2016 setelah Komite Etik FIFA merekomendasikan agar pria 79 tahun itu dijatuhi skorsing selama 90 hari.

Hukuman skorsing selama 90 hari telah disepakati oleh Komite Etik FIFA dalam pertemuan di Swiss pekan ini. Keputusan itu tinggal diketuk palu oleh dewan keputusan komite etik yang dipimpin oleh hakim asal Jerman, Hans-Joachim Eckert.

Komite Etik FIFA memutuskan untuk menggelar pertemuan untuk membahas posisi Sepp Blatter menyusul keputusan Kejaksaan Agung Swiss yang menetapkan proses pidana terhadap presiden FIFA yang sudah menjabat sejak tahun 1998 tersebut.

Sepp Blatter diselidiki atas kasus dugaan penjualan hak siar Piala Dunia 2010 dan pembayaran ‘uang misterius’ kepada presiden UEFA saat ini, Michel Platini, sebesar 1,3 juta poundsterling.

Skors 90 hari ini merupakan hukuman terberat yang bisa dijatuhkan oleh Komite Etik FIFA jika sedang terjadi penyelidikan. Komite Etik FIFA berharap skorsing itu bisa membuat Kejaksaan Agung Swiss lancar dalam melakukan penyelidikan terhadap Organisasi FIFA.

Berdasarkan informasi dari Sky Sport memberitakan bahwa Hakim Eckert akan mengetuk palu sanksi rekomendasi Komite Etik FIFA untuk Sepp Blatter hari ini, Kamis (8/10). Sepp Blatter sendiri sudah mengetahui rekomendasi Komite Etik FIFA tersebut.

Berdasarkan informasi dari Reuters, Penasehat Sepp Blatter, Klauss Stohlker mengatakan bahwa Kabar itu sudah disampaikan ke presiden (Blatter) sore ini. Dia tenang. Belum ada keputusan final.

Jika sanksi tersebut telah disahkan, maka Sepp Blatter akan menjalani hukuman hingga Januari 2016. Sedangkan pemilihan presiden FIFA akan berlangsung pada 26 Februari 2016.

Ada dua kasus yang ditengarai melibatkan Blatter. Salah satunya, Blatter menandatangani kontrak dengan Asosiasi Sepak Bola Karibia pada 12 September 2015. Kontrak ini diduga tak menguntungkan bagi FIFA.

Pada kasus lainnya, Sepp Blatter diduga telah melakukan pembayaran disloyal untuk Presiden UEFA, Michel Platini. Dalam kasus ini, FIFA juga tidak diuntungkan. Hingga kini, Komite Etik belum mengambil tindakan terhadap Platini.

Hingga kini Komite Etik FIFA belum mengeluarkan rekomendasi sanksi terkait kasus Michel Platini.

Berlusconi, saya bukan seorang Diktator di Milan

Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi sering disebut sebagai Presiden yang terlalu ikut campur dalam urusan strategi dan teknik tim AC Milan. Namun dalam buku biografinya, Silvio Berlusconi menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang diktator di Milan.

Silvio Berlusconi merupakan salah satu sosok penting di Rossoneri. Usai membeli AC Milan pada tahun 1986, Silvio Berlusconi langsung mengubah AC Milan kembali menjadi salah satu kekuatan besar di Eropa, terutama pada era tahun 90-an.

Namun di balik kegemilangannya tersebut, Silvio Berlusconi sering disebut terlalu mengatur di Milan. Ia layaknya sebagai diktator yang permintaannya harus terus dituruti, termasuk soal formasi tim dan taktik permainan.

Berdasarkan informasi dari Buku iografi Silvio Berlusconi yang berjudul My Way, mengatakan bahwa pernahkah saya mendikte formasi? Pernahkah saya memberi saran tentang formasi? Tentu saja saya sering melakukannya,” ucap Berlusconi dalam buku biografi yang berjudul ‘My Way’. Saya selalu berbicara dengan pelatih, mendiskusikan formasi dan para pemain sebelum pertandingan berlangsung. Ketika saya tidak setuju dengan pelatih, maka pelatih lah yang tetap akan memenangkan keputusan itu.

Silvio Berlusconi menegaskan bahwa dirinya sadar benar batasan posisinya sebagai Presiden Milan. Saya tidak pernah menggunakan posisi saya sebagai Presiden dan pemilik Milan untuk menempatkan posisi saya di atas kewenangan pelatih (dalam hal strategi). Namun di balik itu, tentu saja pelatih harus bertanggung jawab penuh dengan hasil yang bakal dipetik Milan.

Berlusconi kemudian memberikan contoh saat dirinya dengan pelatih Milan terlibat diskusi dengan intens, yaitu saat ia sering duduk bersama berbincang-bincang dengan Arrigo Sacchi. Kami berdua membicarakn formula sebuah tim yang kiranya bisa benar-benar mengontrol pertandingan.

Silvio Berlusconi mengatakan bahwa pada akhirnya Milan benar-benar tampil sebagai sebuah tim yang sangat menikmati pertandingan, menghormati lawan, dan selalu mendapatkan tepuk tangan dari suporter. Sesaat sebelum dibeli Berlusconi, Milan merupakan tim yang sedang bolak-balik Serie A-Serie B di awal dekade 80-an. Namun begitu Berlusconi tiba, tak butuh waktu lama bagi Milan untuk jadi raja Italia dan raja Eropa.

Selama Silvio Berlusconi memimpin ACMilan, Rossoneri berhasil merebut titel juara Serie A delapan kali, lima trofi Liga Champions, dan tiga mahkota juara Piala Dunia Antar Klub (Piala Interkontinental).

Rafael Benitez malas meladenin Jose Mourinho

Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez mengaku tidak tertarik berbicara dengan manajer Chelsea, Jose Mourinho. Rafael Benitez lebih senang membicarakan soal Carlo Ancelotti.

Rafael Benitez dan Jose Mourinho memiliki hubungan yang kurang harmonis. Terlebih setelah kedua pelatih perang pernyataan lewat media di awal musim. Dimana terjadi perang kata antara istri Rafael Benitez dengan Jose Mourinho. Tetapi Rafael Beniitez tidak menanggapi pernyataan yang sangat bodoh

Dalam wawancara dengan El Larguero di radio Cadena SER, Rafael Benitez mengaku sudah jarang melakukan komunikasi dengan JOse Mourinho. Bahkan sama sekali tidak berkomunikasi

Berdasarkan informasi dari AS, Rafael Benitez mengatakan bahwa saya sudah tidak berbicara dengan Mourinho cukup lama, atau saya tidak tertarik melakukannya lagi. Karena saya sudah sangat marah dan kecewa.

Rafael Benitez mengaku lebih tertarik membicarakan hubungannya dengan Carlo Ancelotti, sosok pelatih yang digantikannya di Real Madrid. Carlo Ancelotti adalah teman baik saya, dan saya lebih memilih untuk tidak berbicara mengenai Mourinho.

Rafael Benitez kembali melatih di La Liga musim ini setelah meninggalkan Spanyol pada 2004. Setelah meninggalkan Valencia, Benitez melanjutkan kariernya di Inggris dan Italia bersama Liverpool, Inter Milan, Chelsea, dan Napoli. Rafael Benitez coba membandingkan liga di ketiga negara tersebut.

Rafael Benited mengatakan bahwa Di Inggris, permainan sebuah lebih mengandalkan kekuatan fisik, sedangkan di Italia lebih berdasarkan pada taktik. Sepak bola Spanyol pada dasarnya sangat teknis dan fokus pada taktik. Taktik permainan yang dikembangkan

Terakhir Rafael Benitez mengungkapkan keinginannya untuk melatih timnas Spanyol di masa depan. Itu ada dalam rencana saya. Tidak dalam waktu dekat, tapi saya selalu ingin melatih La Roja. Tim Nasional Spanyol merupakan Team impian yang mau dilatih oleh Rafaeel Benitez.

Yang terpenting, saya ingin mempersembahkan Gelar sebanyak-banyaknya untuk Real Madrid. Focus utama saya adalah ingin membawa Real Madrid ke puncak kejayaan dan ditakuti oleh Team-team lain. Selama ini Real Madrid hanya mengandalkan ketajaman di Lini depan tetapi tidak mementingkan lini pertahaanan. Saya mempunyai konsep pertahanan yang solid dan menyerang ala Brazil.

Robbie Fowler ingin menjadi Staf Pelatih dibawah Juergen Kloop

Kehadiran Mantan Pelatih Borrusia Dortmund, Juergen Klopp sebagai manajer baru Liverpool mendapatkan tanggapan antusias dari berbagai pihak, termasuk legenda The Reds.

Berdasarkan informasi dari Liverpool Echo, mantan penyerang Liverpool Robbie Fowler pun demikian. Tidak hanya antusias menyambut peluang Juergen Klopp akan hadir di Anfield, Robbie Fowler pun mengajukan tawaran. Robbie Fowler dengan terbuka menyatakan dirinya dengan senang hati ingin menjadi bagian dari staf pelatih andai Juergen Klopp menjadi manajer Liverpool.

Berdasarkan informasi dari Liverpool Echo, Robbie Fowler mengatakan bahwa saya akan berbohong jika saya mengatakan tidak tertarik. Dalam opini saya, Juergen Klopp adalah seorang manajer yang sangat bagus. Fowler mengakui dirinya belum pernah bertemu langsung dengan dan mengenal Klopp secara pribadi.

Namun, lanjutnya, sebagai orang asing ia mengaku takjub dengan apa yang telah jJuergen Klopp lakukan saat melatih klub Bundesliga, Borussia Dortmund. Saya suka dengan apa yang saya lihat dan ini secara tepat sama dengan Carlo Ancelotti. Saya suka perilakunya, saya suka tingkah Juergen dan cara dia membawa tim bermain sepak bola.

Robbie Fowler yang gantung sepatu pada 2012 silam hanya semusim memiliki pengalaman di bangku kepelatihan. Ia melakoninya saat bermain sekaligus melatih klub Thailand, Muangthong United pada tahun 2011-2012.

Dalam sejarah hidupnya Fowler meniti karier sepak bola profesional bersama Liverpool. Scouser–sebutan untuk penduduk lokal Liverpool–kelahiran 9 April 1975 itu memulai bermain untuk Liverpool sejak 1993. Debutnya terjadi pada 22 September 1993 saat timnya melawan Fulham di babak empat Piala Liga. Ia mencetak gol di laga debutnya tersebut.

Sepanjang kariernya bermain sebanyak delapan musim dalam dua periode. Periode pertama dari awal karier hingga musim 2000/2001 dan periode berikutnya pada musim 2006/2007. Pada periode pertamanya Fowler mencatat rekor 236 kali bermain untuk Liverpool dan mencetak 120 gol. Ia lalu sempat bermain untuk Leeds United dan Manchester City.

Pada musim 2006, Robbie Fowler kembali ke Anfield dan mencetak delapan gol dari 30 penampilan. Saya ingin menjadi staff pelatih dibawah kepemimpinan Juergen Kloop. Dan akan membawa Liverpool ke Tangga Juara.

Legenda Liverpool Klaim Pengganti Rodgers Sudah Ada

Mantan pemain belakang Liverpool selama 13 musim, Phil Thompson, mengklaim bahwa mantan klubnya sudah mengantongi nama pengganti Brendan Rodgers. Pria yang akrab dipanggil Thomo itu juga mengatakan bahwa keputusan untuk memecat Rodgers diambil setelah Liverpool percaya diri bisa mendapatkan sang calon pengganti.

Kabar pemecatan Brendan Rodgers dirilis Liverpool hanya beberapa jam setelah pertandingan kontra Everton di Stadion Goodison Park yang berakhir dengan skor 1-1 pada Minggu (4/10).

Hasil imbang itu membuat Liverpool tertahan di peringkat 10 klasemen sementara Liga Primer Inggris, dengan tiga kemenangan tiga imbang dan dua kekalahan dari delapan laga pertama.

Menurut pernyataan Liverpool, mereka kini berburu pengganti Rodgers agar pelatih baru telah berada di klub sebelum laga Liga Inggris selanjutnya melawan Tottenham Hotspur, 17 Oktober mendatang.

Thompson menyatakan bahwa Liverpool telah memiliki perjanjian, entah itu dengan eks manajer Borussia Dortmund, Juergen Klopp, atau mantan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti.

Ia juga menyatakan bahwa hasil buruk Chelsea mendorong keputusan pemecatan Rodgers, terutama karena Liverpool khawatir Ancelotti atau Klopp akan didekati The Blues untuk menggantikan Jose Mourinho. Kedua pelatih siap-siap akan didekati oleh Chelsea. Karena Chelsea dibawa Jose Mourinho sangat menurun.

Berdasarkan informasi dari Sky Sports, Thompson mengatakan bahwa Saya percaya mereka mempertimbangkan hal itu dan berpikir, ‘Ya ampun, kami harus bergerak sekarang. Apakah Klopp atau Ancelotti, saya kira klub sudah memiliki perjanjian, dan mereka kini tinggal memastikan semua berjalan mulus.

Media-media Inggris kini santer memberitakan bahwa Klopp dan Ancelotti menjadi favorit pengganti Brendan Rodgers, dan Thompson senang jika sosok keduanya bergabung ke Anfield.

Phil Thompson mengatakan bahwa Juergen Klopp memiliki kharisma dan karakter yang akan membuat penggemar Liverpool senang. Saya sendiri lebih memilih Klopp ketimbang Carlo Ancelotti. Carlo Ancelotti lebih senang pergi ke klub yang memiliki skuat lengkap.

Kita lihat nanti siapa yang akan menjadi Pelatih Liverpool selanjutnya. Kami prediksikan bahwa pekan ini Liverpool akan mengumumkan siapa Pelatih Liverpool yang pantas menggantikan Liverpool.

Clement menganggap bahwa Ancelotti lebih cocok untuk melatih Liverpool

Mantan asisten Carlo Ancelotti, Paul Clement menyebutkan bahwa pelatih asal Italia itu sebagai kandidat sempurna untuk menggantikan Brendan Rodgers di Liverpool.

Kursi manajer di Liverpool saat ini memang sedang kosong setelah Brendan Rodgers akhirnya dipecat pemiliknya, Fenway Sports Group (FSG). Rodgers dipecat usai derby Merseyside melawan Everton yang berakhir dengan kedudukan imbang 1-1, Minggu (4/10).

Berdasarkan informasi dari Sky Sports, Clements mengatakan bahwa Apakah Carlo Ancelotti akan cocok untuk posisi itu? 100 persen. Dia memiliki karier hebat sebagai pemain dan juga pelatih, yang dapat dilihat dari berbagai prestasi yang ia menangkan di klub yang ditanganinya.

Clement pernah menjadi asisten Ancelotti saat sang pelatih menjadi arsitek Paris Saint-Germain dan Real Madrid. Clement juga pernah menjadi bagian dari staf Ancelotti ketika ia menangani Chelsea. Atas dasar itu tak heran Clement kemudian mengklaim cukup mengenal Ancelotti dengan baik.

Clement mengatakan bahwa Dia memiliki semuanya, dia merupakan manajer yang fantastis dan akan menjadi perekrutan yang sempurna bagi Liverpool.

Carlo Ancelotti memang merupakan salah satu kandidat manajer yang paling dijagokan akan segera mengisi posisi kosong di Liverpool. Selain Carlo Ancelotti, mantan pelatih Borussia Dortmund, Juergen Klopp juga difavoritkan bakal mengisi kursi manajer Liverpool.

Rumor mengenai pendekatan yang dilakukan Liverpool kepada Ancelotti juga semakin merebak, setelah manajer berusia 56 tahun itu saat ini berada di London, Inggris.

Selain itu, mantan pemain Arsenal, Ian Wright, juga sempat menyuarakan dukungannya pada Carlo Ancelotti. Ian Wright juga merasa manajer asal Italia itu merupakan karakter yang lebih cocok untuk Liverpool dibandingkan Juergen Klopp.

Berdasarkan informasi dari BBC Radio 5 Livem Ia Wright mengatakan bahwa ketika memikirkan Klopp, saya memikirkan tentang musim buruk yang dijalani Dortmund setelah mereka berhasil mencapai final Liga Champions (2012/13). Saya pikir motivasi para pemain tak lagi tampak dan Liverpool tidak membutuhkan itu.

Ian Wright mengataka bahwa mereka membutuhkan manajer yang memiliki trek rekor jelas, yang mampu menstabilkan klub, serta mengembalikan Liverpool ke jalur yang tepat.