Arsip Kategori: Dunia

Alex Ferguson, melatih Inggris adalah hal yang sangat mustahil

Pelatih Ex Manchester United, Sir Alex Ferguson tak diragukan lagi sebagai manajer tersukses di daratan Inggris, terutama sejak dekade 1990an hingga saat ini.

Raihan 38 trofi, 13 di antaranya trofi Liga Inggris selama 25 tahun bersama Manchester United bisa menjadi bukti kesuksesan manajer asal Skotlandia itu. Walaupun dikenal sebagai salah satu manajer tersukses di daratan Inggris bersama Manchester United, Sir Alex Ferguson mengungkapkan mustahil bagi dirinya melatih timnas Inggris.

Pria yang kini berusia 73 tahun itu sempat dua kali diberi tawaran itu, dua kali pula Alex Ferguson menolaknya. Hal itu ditolaknya karena Alex Ferguson merasa tekanan yang berada di pundak manajer Inggris terlalu besar.

Berdasarkan informasi dari BBC, Alex Ferguson mengatakan bahwa Sejujurnya untuk melatih Timnas Inggris adalah pekerjaan yang sangat mustahil. Tekanan di pundak manajer Inggris terlalu besar. Di setiap kompetisi media selalu menempatkan mereka sebagai tim favorit. Padahal menurut saya mereka tak pernah menjadi tim favorit.”

Prestasi Inggris di beberapa ajang internasional sejauh ini memang mengecewakan. Terakhir, Inggris harus pulang lebih awal dari Piala Dunia Brasil 2014, karena tak mampu lolos dari babak penyisihan grup.

Namun, fakta tersebut tak membuat media berhenti menjadikan Inggris sebagai favorit juara. Apalagi dalam ajang kualifikasi Piala Eropa 2016, Inggris telah lolos dengan rekor delapan kemenangan beruntun.

Alex Ferguson mengatakan bahwa mereka menawari saya dua kali untuk melatih Tim Nasional Inggris, tetapi saya tak pernah menerimanya. Saya berpikir tak akan mungkin saya pernah menangani timnas Inggris, apalagi mengingat saya adalah orang Skotlandia.

Pada Sabtu (10/10) dini hari WIB nanti Inggris akan melakoni laga kualifikasi Piala Eropa 2016 menjamu Estonia. Dalam laga kualifikasi itu Manajer timnas Inggris Roy Hodgson kehilangan beberapa penggawa utamanya. Mereka di antaranya adalah sang kapten Wayne Rooney yang diragukan karena cedera engkel dan bek masa depan Inggris John Stones yang telah dicoret dari tim kualifikasi karena cedera.

Apakah Inggris akan berpesta gol saat melawan Estonia ? Bagaimana cara pelatih Roy Hodgson untuk mengendalikan masalah ini ?

Casillas lebih rileks di FC Porto

Gelandang timnas Spanyol, Cesc Fabregas menyebutkan bahwa Kiper Ex Porto, Iker Casillas bahagia di FC Porto. Buktinya, kata Cesc Fabregas, rambut Casillas kini lebih panjang dan terlihat lebih rileks.

Iker Casillas meninggalkan Real Madrid pada bursa transfer musim panas lalu setelah menjadi bagian klub tersebut sejak usia belasan tahun. Kepergiannya dari Madrid diiringi oleh berbagai cerita yang tidak enak.

Dalam beberapa musim terakhirnya di Madrid, performa Iker Casillas sebagai kiper memang disorot. Tak jarang ia dinilai tampil buruk sehingga menyebabkan Real Madrid kehilangan poin atau gagal menang.

Berdasarkan informasi dari Media yang berbasis di Madrid, Marca, juga menyebut bahwa Iker Casillas pernah dicibir oleh fans Madrid sendiri. Namun, cerita itu sudah berlalu seiring pindahnya Iker Casillas ke FC Porto.

Cesc Fabregas, yang tidak pernah satu klub dengan Iker Casillas membela kiper yang berusia 34 tahun tersebut. Menurutnya, kepindahan Iker Casillas ke FC Porto telah membantu sang penjaga gawang menjadi lebih rileks dan lebih menikmati hidup. Disana tidak ada tekanan yang sangat besar.

Berdasarkan informasi dari Macca, Cesc Fabregas mengatakan bahwa Kami selalu mendukung satu sama lain dan selalu kompak. Iker Casillas terlihat beda. Rambutnya lebih panjang. Mukanya lebih tersenyum. Dia telah kembali seperti Iker Cassilas yang waktu pertama kali debut di Timnas Spanyol.

Cesc Fabregas mengatakan bahwa Dia bahagia, lebih rileks di Porto. Orang-orang menyukainya di sana. Cerita kemarin hanyalah sebuah fase dalam kariernya.

Iker Casillas dan Cesc Fabregas kini tengah fokus untuk memperkuat Spanyol menghadapi dua laga internasional, yakni saat melawan Luksemburg (9/10) dan tandang ke markas Ukraina (12/10).

Spanyol saat ini tengah duduk di posisi pertama Grup C kualifikasi Piala Eropa 2016 dengan koleksi nilai 21. Mereka unggul dua poin atas penghuni posisi kedua, Slovakia.

Cesc Fabregas dan Iker Cassilas saling bahu membahu untuk mengantarkan Spanyol meraih Juara Piala Eropa 2016. Kami harus melewati Fase Group dengan sempurna. Spanyol akan menghadapi Luksemburg. Apakah Spanyol bisa melewati hadangan Luksembur dan Ukraina ?

Kenangan Belanda terburuk 30 tahun Silam

Belanda terancam gagal lolos ke Piala Eropa 2016 yang digelar di Perancis tahun depan. Hal ini mengingatkan bahwa kegagalan lolos ke Piala Eropa 30 tahun silam yang juga berlangsung di Perancis.

Belanda saat ini ada di posisi keempat grup A dengan nilai 10, tertinggal dua poin dari Turki yang ada di peringkat ketiga dengan dua pertandingan tersisa di tangan.

Belanda dan Turki saat ini memperebutkan satu tiket tersisa menuju babak play-off, jalan terakhir bagi para tim yang ingin lolos.

Dua tiket langsung menuju Perancis dari grup ini telah diraih oleh Islandia dan Republik Ceko yang mengumpulkan 19 poin.

Namun, melewati Turki juga bukan perkara mudah bagi tim asuhan Danny Blind tersebut. Apalagi Turki mengantongi keunggulan dua poin di tangan.

Kenyataan itu membuat Belanda berharap mampu meraih dua kemenangan di dua partai terakhir, yakni saat menghadapi Kazakhstan, akhir pekan ini, sebelum menghadapi Republik Ceko, Rabu (14/10).

Selain harus menyabet dua kemenangan di tangan, Belanda juga berharap Rep. Ceko dan Islandia tak bermain santai dan menjegal Turki di dua laga tersisa.

Bila gagal lolos ke Piala Eropa 2016, catatan sejarah kali ini jelas lebih buruk dibandingkan torehan 30 tahun silam.

Pasalnya pada Piala Eropa 1984, saat itu hanya ada delapan tim yang berhak tampil di babak utama, membuat kompetisi Eropa saat itu lebih ketat dibandingkan sekarang.

Saat itu Belanda gagal lolos ke putaran final dengan cara menyakitkan lantaran mereka memiliki poin dan agregat gol yang sama dengan Spanyol, namun akhirnya Spanyol yang berhak lolos karena mencetak gol lebih banyak dibandingkan Belanda.

Lebih dari tiga dekade berselang, Piala Eropa baru saja melakukan perubahan format kompetisi. Empat tahun lalu putaran final masih diikuti oleh 16 tim sedangkan untuk kali ini bakal diramaikan oleh 24 tim.

Karena itu akan sangat miris bagi Tim Oranye bila warna mereka tak mampu hadir saat gelaran Piala Eropa makin besar gaungnya tahun depan. Team Belanda akan merasa malu bila tidak mengikuti Piala Eropa 2016.

Tiga pemain Inggris absen saat menghadapi Estonia

Tiga pemain tim nasional Inggris yakni Wayne Rooney, Danny Ings, dan Jonjo Shelvey, absen dalam latihan Team Inggris jelang kualifikasi Piala Eropa 2016. Inggris yang telah lolos ke putaran final Piala Eropa 2016 akan melakoni pertandingan kualifikasi melawan Estonia pada Sabtu (10/10) dini hari WIB.

Namun, ketiganya absen bukan karena mangkir. Berdasarkan informasi dari ESPN memberitakan bahwa ketiga pemain itu absen setelah mengalami cedera saat membela klub masing-masing. Saat ini mereka semua sedang berada dalam pengawasan tim medis Inggris.

Pada pertandingan Liga Primer pekan lalu, ketiga pemain itu memang tampil bersama klub mereka masing-masing.

Wayne Rooney tampil penuh di ajang Liga Primer saat Manchester United dipermalukan Arsenal 0-3, Minggu (4/10). Ings sempat bermain selama 76 menit bersama Liverpool, dan Shelvey juga tampil 86 menit bersama Swansea City.

Sebelumnya, Inggris juga baru saja kehilangan pemain bertahan asal Everton, John Stones, yang harus dipulangkan karena mengalami cedera lutut. Cedera tersebut membuat Stones absen di dua pertandingan terakhir Everton, termasuk saat menahan imbang Liverpool di Derby Merseyside, Minggu (4/10).

Hodgson semula yakin Stones akan pulih tepat waktu. Namun, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) melalui situs resmi menyatakan bahwa Stones telah menarik diri dari Team Inggris.

Berdasarkan informasu dari Eurosport, FA mengatakan bahwa Bek Everton John Stones yang absen di Derby Merseyside pada hari Minggu telah dipastikan absen karena cedera.

Team asuhan Roy Hodgson itu langsung bergerak cepat mencari pengganti Stones. Untuk mengganti Stones, Hodgson memanggil dua pemain Tottenham Hotspur yaitu Kyle Walker dan Andros Townsend.

Inggris sendiri telah memastikan tiket menuju Piala Eropa 2016 di Perancis, setelah berhasil meraih poin penuh di delapan pertandingan yang telah mereka lalui. Dengan total 24 poin, Inggris jauh menungguli Swiss di peringkat kedua yang baru mengoleksi 15 poin.

Hodgson mengatakan bahwa Kami akan menunggu kabar terbaik, dan kami percaya bahwa kondisi ketiga pemaain ini akan pulih pada waktunya.

Berdasarkan situs resmi dari FIFA memeritakan bahwa Kondisi ketiga pemain akan terus dipantau jelang pertemuan melawan Estonia pada hari Jumat.

Cruyff menjelaskan perbedaan Ronaldo dengan Messi

Perdebatan mengenai siapa yang terbaik di antara Lionel Messi dengan Cristiano Ronaldo tak kunjung menemukan titik temu. Namun, bagi legenda Barcelona dan tim nasional Belanda, Johan Cruyff, terdapat perbedaan yang jelas dalam diri dua pemain tersebut.

Berdasarkan informasi dari AS, Johan Cruyff mengatakan bahwa Cristiano merupakan seorang pemain hebat, tetapi dia adalah pencetak gol. Dia tidak akan pernah menjadi pemain yang mampu membangun sebuah tim atau membuat tim bermain bagus.

Saat menjadi pembicara dalam acara Aspire4Sports di Berlin, Johan Cruyff mengaku lebih menyukai pemain seperti Messi. Johan Cruyff menyatakann bahwa pemain seperti Lionell Messi itu tak hanya sekedar mampu mencetak gol, tetapi juga memberikan suplai pada rekan-rekannya di atas lapangan. Lionell Messi bekerja dalam satu team. Sedangkan Christano Ronaldo bertugas untuk menerima sambutan umpan agar dikonversi menjadi gol yang dahsyat.

Johan Cruyff mengatakan bahwa Peran Cristiano lebih fokus pada penyelesaian akhir, sedangkan Lionell Messi merupakan seorang team player. Dia membantu rekan-rekannya dengan banyak operan dan assist. Bagi saya itulah perbedaan antara menjadi pemain hebat dan pencetak gol hebat. Hanya sedikit orang yang mengerti perbedaan tersebut dan hal itu juga sulit dijelaskan karena tak akan ada yang mengerti.

Menurut Cruyff, Christiano Ronaldo mempunyai kelebihan dibanding Lionell Messi. Bintang Real Madrid dinilai lebih unggul secara fisik dibanding Lionell Messi. Perbedaan inilah yang dianggap Johan Cruyff menimbulkan berbagai polemik mengenai siapa yang pantas menjadi terbaik.

Berdasarkan informasi dari Soccerway, Joan Cruyff mengatakan bahwa Lionell Messi dan Christiano Ronaldo, dua pemain paling hebat saat ini dan mempunyai gaya masing-masing. Satunya lebih memiliki teknik sedangkan satunya unggul secara fisik

Atas dasar itu Johan Cruyff pun merasa Lionell Messi lebih berhak atas penghargaan pemain terbaik dunia, Ballon d’Or, tahun ini. Johan Cruyff menambahkan bahwa tak ada perdebatan. (saat ini) tak ada pemain yang berada di level yang sama dengannya. Penghargaan Ballon d;Or akan kembali menjadi miliknya.

Skotlandia tidak takut sama Lewandoski

Penyerang Bayern Munich, Robert Lewandowski menjadi momok yang menakutkan buat pertahanan tim lawan dalam kurun waktu empat pertandingan terakhir tim yang dibelanya tersebut. Penyerang asal Polandia itu mencetak 12 gol, termasuk rekor lima gol dalam tempo sepuluh menit.

Kini di jeda internasional, Robert Lewandowski membela timnas Polandia untuk menghadapi Skotlandia dalam ajang Kualifikasi Piala Eropa 2016. Polandia yang saat ini berada di peringkat kedua kualifikasi Grup D bisa mengamankan tiket putaran final Piala Eropa jika mampu mengalahkan Skotlandia pada Kamis (8/10) waktu setempat.

Di sisi lain, Skotlandia yang tak pernah lagi merasakan putaran final Piala Eropa sejak 1998 silam akan tereliminasi lagi jika kalah dari Polandia tengah pekan ini. Hal itu terjadi jika dalam pertandingan lain Republik Irlandia berhasil mengalahkan tim tamu, Jerman tengah pekan ini dan tak mampu mengalahkan Polandia di akhir pekan.

Asisten Manajer Skotlandia Mark McGhee mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan perlakuan khusus untuk menjaga Lewandowski dalam pertandingan yang akan berlangsung di Hampden nanti.

Berdasarkan informasi dari Situs Resmi FIFA, Mcghee mengatakan bahwa Kami akan berkompetisi dengan mereka di setiap lini. Lewandowski adalah orang yang mereka harapkan dapat memberi banyak gol bagi mereka. Tetapi kami memiliki para pemain yang tampil baik, pemain yang juga mencetak gol di setiap pekan.”

McGhee menyoroti fakta bahwa para penyerang timnas Skotlandia saat ini yakni Leigh Griffiths, Steven Fletcher, Chris Martin, hingga Jordan Rhodes telah mencetak gol untuk klub masing-masing di pekan terakhir sebelum jeda internasional.

Mcghee mengatakan bahwa itu membuat semangat karena kami tahu mereka akan datang dengan penuh kepercayaan diri.

Di sisi lain Lewandowski mengatakan bahwa ia takut para pemain Skotlandia akan bermain lebih agresif, terutama untuk mencegahnya mencetak gol. Namun ia pun hendak memberi hasil maksimal bagi negaranya. Pada pertandingan paruh pertama di Warsawa, Polandia dan Skotlandia imbang 2-2.

Lewandoski mengatakan bahwa Kami harus memberi yang terbaik yang kabi bisa. Kami tidak boleh takut kepada mereka. Memang kami bermain tandang, tetapi penting bagi kami agar tetap memegang bola dan memenangkan penguasaan.

Sejauh ini Lewandowski telah mencetak 29 gol dari 70 pertandingan untuk negaranya. Ia pun tentu berharap menambah pundi-pundi gol dan membawa timnasnya lolos ke Perancis. Kami tahu Hampden akan menjadi tempat yang sulit

Sergio Ramos berpendapat Pique layak untuk dicemooh oleh Suporter

Jakarta, indolucky7.net, Hanya kurang dari 24 jam, Bek asal Real Madrid, Sergio Ramos berubah pikiran dari membela Gerard Pique ke menyerang bek Barcelona tersebut. Sergio Ramos menganggap Geraard Pique mendapat cemoohan suporter karena kesalahannya sendiri.

Dalam konferensi pers jelang pertandingan melawan Macedonia di Skopje, Senin (7/9), Sergio Ramos memberikan dukungannya terhadap Pique yang mendapatkan cemoohan dari suporter ketika memperkuat timnas Spanyol.

Pemain yang bermain untuk Real Madrid, Sergio Ramos mengatakan bahwa Cemoohan tidak akan membantu siapapun, atau tim di atas lapangan. Pique memberi segalanya di atas lapangan. Lebih cepat cemoohan ini berhenti, maka itu bagus untuk tim. Pique adalah faktor penting di Timnas Spanyol

Namun, setelah Spanyol meraih kemenangan tipis 1-0 atas Macedonia, Selasa (8/9), kapten Real Madrid itu justru menyerang Pique. Sergio Ramos menganggap Pique pantas mendapat cemoohan dari suporter karena tidak mampu menjaga sikap.

Berdasarkan informasi dari Marca, Sergio Ramos mengatakan bahwa Kita semua pernah membuat kesalahan, saya juga. Tergantung orangnya apakah mereka mau tanggung jawab jika melakukan kesalahan. Mengingat rivalitas antara Barcelona dengan Real Madrid, aksi Pique belakangan ini memang tidak membantunya. Rivalitas Barcelona dan Spanyol sangat tajam. Sehingga banyak terjadi pergesekan diantara mereka.

Pique dan suporter Madrid memang tidak memiliki hubungan yang harmonis, terutama setelah bek 29 tahun itu menyindir Los Blancos pada perayaan treble Barcelona akhir musim lalu. Ditanya mengenai sindiran Pique terhadap Madrid, Ramos mengatakan, Saya tidak akan menghakimi perbuatan orang lain. Tetapi, ketika saya menang, saya tidak pernah membicarakan tim lain. Itu yang harus dirubah oleh Pique.

Kenapa Ramos berubah pikiran soal Pique? Bukannya minggu kemaren, Pique dibela oleh Ramos. Ini cuplikan dukungan Ramos terhadap Pique. Sergio Ramos, yang merupakan kapten Real Madrid, menganggap Pique tidak pantas mendapat cemoohan dari suporter klub asal Spanyol manapun saat memperkuat timnas.

Jika Pique mau meminta maaf kepada suporter, itu lebih baik demi Timnas Spanyol. Dan semustinya Bek Real madrid tidak menambah keruwetan ini. Harusnya mentralkan situasi ini.

Gerardo Martino tidak bisa menerapkan strategy yang cocok untuk Argentina

Amerika Serikat – indolucky7.net, Team Tango, Argentina hampir saja kalah dari Meksiko dalam pertandingan persahabatan melawan Meksiko di AT&T Stadion di Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu (9/9) siang WIB.

Sampai pertandingan berjalan tiga perempat waktu normal, finalis Copa America 2015 dan Piala Dunia 2014 itu ketinggalan 0-2 dari timnas Meksiko. Dua gol untuk keunggulan Meksiko dicetak oleh mantan penyerang Manchester United Javier Hernandez pada menit ke-19 dari titik penalti dan Hector Herrera pada menit ke-69.

Pada pertandingan kali ini Argentina beruntung karena sang kapten Argentina Lionel Messi dan penyerang Manchester City Sergio Aguero mengejar ketinggalan gol ke gawang Meksiko menjelang lima menit sebelum pertandingan berakhir.

Lionel Messi mencetak gol lebih dulu pada menit ke-85, kemudian disusul Sergio Aguero pada menit ke-88. Sampai peluit akhir pertandingan berbunyi tidak ada gol lagi yang dicetak oleh kedua tim sehingga pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Pada pertandingan tersebut baik pelatih timnas Argentina maupun timnas Meksiko, Gerardo Martino dan Ricardo Ferretti sama-sama menggunakan formasi awal 5-3-2. Martino menempatkan Fernando Gago di posisi bek sayap kiri, sementara itu Lionel Messi bermain di tengah ditemani Ever Banega dan Javier Mascherano. Sementara di depan, Martino menempatkan duet Carlos Tevez dan Angel Correa.

Namun, formasi awal itu tidak terbukti efektif pada babak pertama hingga pertengahan babak kedua. Meksiko justru mencuri gol di masa-masa tersebut. Meksiko membuka keunggulan setelah bek baru Manchester City Nicolas Otamendi melanggar Raul Jimenez di dalam kotak terlarang. Hernandez yang berharap kariernya kembali pulih dengan pindah ke Bundesliga, berhasil mengeksekusi penalti.

Hernandez alias Chicharito pun hampir saja menambah gol sebelum jeda babak pertama. Setelah memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Gago, mantan penyerang Manchester United itu berakselerasi. Sayang penyelesaiannya melambung di atas mistar gawang Argentina yang dikawal kiper klub Meksiko, Tigres UANL, Nahuel Guzman.

Memasuki babak kedua, Martino mencoba mengubah formasi dan Messi dimainkan lebih ke depan lagi. Tetapi, pada menit ke-69 Argentina kembali kebobolan. Gol ini berawal terjadi dari umpan Miguel Layun dari sektor sayap tim Tango yang kosong, tapi pergerakan berhasil dihantam Herrera dari pinggir kotak penalti.

Setelah itu, Martino mencoba mengubah komposisi pemain dan formasi. Pada menit ke-70, Martino mengganti empat pemain.

Marcos Rojo diganti bek sayap San Lorenzo, Emmanuel Mas (70′), kemudian Gago diganti gelandang serang Juventus Roberto Pereyra (76′), terakhir duet penyerang Tevez dan Correa diganti Sergio Aguero (76′) serta Ezequiel Lavezzi (77′).

Formasi pun kembali ke pola 4-3-3, di mana Messi kembali menempati posisi yang biasa ia nikmati di Barcelona dan timnas Argentina sebelumnya. Formula itu berhasil. Pasalnya, ibarat pahlawan kesiangan, Messi dan Aguero berhasil menyumbang gol untuk menghindarkan tim itu dari kekalahan.

Ini bukan pahlawan kesiangan. Tetapi Pelatih Argentina tidak bisa menerapkan strategi yang baik. Jangan pernah menyalahkan suatu pemain. Yang menjadi komando semua adalah pelatih. Jika pelatih salah menempatkan strategi yang tepat, maka akan fatal

Susunan Pemain:

Argentina:
Nahuel Guzman; Facundo Roncaglia, Martín Demichelis, Nicolás Otamendi, Marcos Rojo (70′: Emmanuel Mas), Fernando Gago (76′: Roberto Pereyra), Javier Mascherano, Lionel Messi, Ever Banega, Carlos Tévez (76′: Sergio Agüero), Ángel Correa (77′: Ezequiel Lavezzi)

Meksiko:
Moisés Muñoz; Miguel Layún, Rafael Márquez, (85′: Oswaldo Alanís), Héctor Moreno, Israel Jiménez, Diego Reyes, Héctor Herrera (81′: Jesús Dueñas), José Vázquez (66′: Jorge Torres), Andrés Guardado, Raúl Jiménez, Javier Hernández (76′: Carlos Vela)

Del Bosque kecewa terhadap permainan anak asuhnya

Tim Nasional Spanyol berhasil meraih kemenangan tipis atas Macedonia dalam lanjutan kualifikasi Grup C Piala Eropa 2016 pada Selasa (8/9) waktu setempat. Kemenangan tipis tim matador itu terjadi berkat gol tunggal gelandang serang Manchester United Juan Mata pada menit ke delapan.

Namun, kemenangan tersebut tak disambut dengan antusias oleh Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque.

Pelatih berusia 64 tahun itu justru mengklaim dan kecewa terhadap anak asuhannya seolah ‘berhenti bermain’ setelah spanyol mencetak satu gol.

Berdasarkan informasi dari Football Espana, Del Bosque mengayakan bahwa Kami mengalahkan Macedonia hanya karena ada kesempatan dan dibangun atas dasar yang salah. Kami tidak bermain dengan baik. Gol yang dicetak oleh Juan Mata itu sendiri sebetulnya berawal dari sebuah umpan silang yang berbelok mengarah ke dalam gawang setelah tersundul sang kiper Macedonia, Tome Pacovski.

Nama Mata tidak tertulis di papan skor, melainkan hasil bunuh diri atas nama Pacovski. Del Bosque sendiri tak habis pikir mengapa Mata dkk bermain seperti tak ada hasrat. Terutama pada babak kedua. Kami mencetak gol kami karena beruntung. Sekali kami telah mencetak gol, kami seperti berhenti bermain. Kami bermain lebih lambat, tanpa substansi apapun.

Pada penilaian Del Bosque, malam itu Team Spanyol tidak menerapkan seluruh dari tiga hal dasar dalam sepak bola yaitu bertahan, menciptakan peluang, dan mengakhiri peluang ke dalam gawang lawan. Itu semua tidak ada hasrat. Mungkin bahwa Spanyol sudah lolos Piala Eropa. Jadi tidak mempunyai hasrat untuk menciptakan pesta gol.

Jika terus bermaain seperti ini, kami memperkirakan Spanyol akan gugur di Perempat Final. Apalagi ketemu lawan yang cukup tangguh. Ini merupakan catatan untuk Del Bosque agar memperbaiki kelemahaan yang ada di anak didiknya. Jika ingin meraih Juara Piala Eropa lagi, gembleng pemain-pemainnya agar lebih semangat dan mempunyai hasrat untuk bermain.

Percuma mempunyai skill yang bagus, Jika tidak mempunyai hasrat bermain. hasiilnya tidak akan memuaskan. Pada kemaren malam, Spanyol tidak memainkan permainan yang cepat. Yang merupakan ciri khas Tim Nasional Spanyol.

Neymar mencetak dua gol dalam laga persahabatan melawan AS

Amerika Serikat – indolucky7.net, Meski sempat dicadangkan dan baru masuk ke lapangan pada babak kedua, Neymar mampu mencetak dua gol dan membantu Brasil menang dengan skor 4-1 dalam pertandingan persahabatan melawan Amerika Serikat di Foxborough, Massachusetts.

Brasil membuka pundi-pundi gol pada menit ke-9 lewat Hulk. Gol ini tercipta berawal dari menerima umpan silang dari Willian yang sukses melewati Aljandro Bedoya, Hulk sukses mengoyak gawang Meksiko dengan tendangan kerasnya.

Dalam posisi unggul 1-0, Neymar masuk ke lapangan pada babak kedua dan langsung memberikan pengaruh yang sangat besar. Ia mendapatkan penalti untuk Brasil setelah dilanggar oleh Brad Guzan di kotak terlarang. Eksekusi penyerang Barcelona tersebut sukses dan menambah keunggulan Brazil menjadi 2-0.

Gol ketiga Brasil tercipta pada menit ke-63. Serangan ini berawal dari penyerang sayap Paris Saint Germain, Lucas Moura, ia menyisir di sisi kiri permainan Brasil. Umpan terobosan Moura kemudian dimanfaatkan oleh Rafinha yang beraksi di dalam kotak penalti.

Tiga menit kemudian, Neymar merubah kedudukan menjadi 4-0. Walaupun berhadapan dengan rapatnya barisan pertahanan Amerika Serikat, Neymar mampu mencari celah dan mengoyak gawang Guzan dari jarak 10 meter di depan gawang. Pada menit terakhir, Amerika Serikat mampu memperkecil ketinggalan lewat Danny Williams.

Kemenangan ini adalah yang ke-15 bagi Brasil dalam 16 perjumpaan dengan Amerika Serikat.

Ini adalah pertandingan persahabatan terakhir sebelum Brazil menjalani sesi kualifikasi Piala Dunia pada 8 Oktober nanti melawan Chile dan kemudian bertemu dengan Venezuela empat hari kemudian.

Brasil sendiri harus bermain tanpa Neymar dalam kedua pertandingan tersebut. Pemain berusia 23 tahun itu masih menjalani sanksi larangan bertanding empat pertandingan menyusul kartu merah yang didapatnya pada babak grup Copa America 2015.

Hal inilah yang membuat Dunga mencadangkan Neymar ketika bertemu dengan Kosta Rika dan Amerika Serikat, yaitu agar timnya terbiasa bermain tanpa Neymar. Sang penyerang sendiri sempat mengungkapkan kekesalannya karena disimpan di bangku cadangan.

Berdasarkan informasi dari Sport.es, Neymar mengatakan bahwa berada di bangku cadangan sesuatu yang tidak biasa saya lakukan, dan saya tidak akan menerimanya. Saya ingin bermain dan bekerja keras untuk masuk tim utama.