Arsip Kategori: Indonesia

Hasil Liga 1: Arema Benamkan PS Tira di Dasar Klasemen

Misi PS Tira lolos dari degradasi bisa jadi gagal. Pasalnya, kekalahan 0-1 dari Arema FC membenamkan mereka di dasar klasemen Liga 1.

Pada laga pekan ke-33 yang dihelat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (2/12/2018) Arema dan PS Tira sama-sama bermain agresif demi mengincar kemenangan. Pasalnya posisi kedua tim belum aman betul dari degradasi, terutama tuan rumah.

PS Tira bikin total enam attempts tapi hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara Arema bikin tujuh attempts dengan empat on goal.

PS Tira punya peluang di menit ke-12 lewat Dimas Drajad tapi sepakannya bisa ditepis kiper Arema Utam Rusdi. Lima menit berselang sepakan keras Hamka Hamzah cuma menerpa mistar gawang PS Tira.

Arema terus menekan pertahanan PS Tira tapi hingga babak pertama berakhir tak ada gol tercipta. Satu peluang emas didapat Arema di menit ke-44 tapi sepak pojok Nasir mengenai tiang gawang.

Masuk di babak kedua, Arema makin meningkatkan intensitas serangan dan berusaha mencari gol. PS Tira dipaksa bermain bertahan.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang di menit ke-72 dan Arema yang merayakannya usai Makan Konate menjebol jala PS Tira. Kegagalan barisan belakang PS Tira mengantisipasi umpan silang Alfin Tuasalamony membuat Konate dengan mudah menyepak bola di depan gawang.

Skor 1-0 untuk keunggulan Arema bertahan hingga laga usai. Dengan kemenangan ini, Arema kokoh di posisi kedelapan klasemen dengan 47 poin dari 33 laga dan dipastikan aman dari jeratan degradasi. Sementara PS Tira terbenam di dasar klasemen dengan 36 poin dan peluangnya bertahan terancam meski masih menyisakan dua laga lagi.

Sebab PSMS yang berada setingkat di atasnya punya punya keunggulan satu poin dan akan memainkan duel hidup mati kontra PS Tira dalam laga tunda. Sementara Perseru di posisi ke-16 memiliki 39 poin.

Susunan pemain

PS Tira: Angga S; Manahati L, Abu Bakr R, Didik W, Abduh L; A. Nufiandani (Sansan F 78′), Izmy Y (Ryan W 74′), Jeon W, Wawan F (R. Sugeng 35′); A. Rakic, Dimas Drajad.

Arema FC: Utam R; Alfin T, Hamka H, Arthur Cunha, Alfarizi; Hendro S, Jayus H, Makan Konate; Dendi S, Dedik S (Sunarto 63′), Nasir (Rivaldy Bawuo 82).

Hasil Pertandingan dan Klasemen Sementara Liga 1 Pekan ke-32: Persebaya Melesat

Pekan ke-32 Liga 1 2018 telah berakhir. Berikut klasemen sementara Liga 1 2018 hingga pekan ke-32.

Kompetisi sepak bola Liga 1 2018 telah menyelesaikan seluruh pertandingan di pekan ke-32. Sejumlah pertandingan yang menentukan perebutan gelar juara pun telah digelar.

Sempat terjadi perubahan pimpinan klasemen sementara di pekan ke-32 ini. Persija Jakarta sempat mengkudeta posisi PSM Makassar usai menang 3-2 atas Sriwijaya FC.

Namun berselang sehari kemudian, PSM Makassar kembali merebut puncak klasemen dari tangan Persija Jakarta usai meraih kemenangan telak 4-0 atas Bali United.

Bhayangkara FC yang berpeluang menggeser Persib Bandung di peringkat ketiga, gagal memenuhi target usai dikalahkan Persebaya Surabaya. Persebaya Surabaya sendiri mampu melesat ke peringkat ke-6 dari sebelumnya peringkat ke-10.

Hasil dan Klasemen

Berikut hasil pertandingan dan klasemen sementara Liga 1 2018 hingga Senin (26/11/18):

Hasil Pertandingan

Borneo FC 3-2 Persela Lamongan

Madura United 2-2 PSIS Semarang

Mitra Kukar menang tipis atas Persib Bandung

Mitra Kukar memanfaatkan dengan baik kesempatan bermain di kandang pada leg pertama babak semifinal Piala Presiden yang digelar Di Stadion Aji Imbut, Minggu (4/10/2015) malam WIB, Mitra Kukar menundukkan Persib Bandung dengan skor 1-0.

Menjalani pertandingan away, Persib Bandung membuka peluang lebih dulu lewat tendangan bebas Firman Utina di depan kotak penalti melayang tinggi di atas mistar gawang. Mitra Kukar balas melancarkan serangan saat tendangan Defri dari dalam kotak penalti terhadang oleh Supardi.

Padaa menit ke-16 giliran tuan rumah Mitra Kukar mempunyai peluang dari tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti. Namun eksekusi OK John membentur pagar betis pemain Persib. Tekanan Mitra Kukar berlanjut melalui Defri saat dia melakukan tusukan dari sisi kiri. Sempat berhasil melewati Supardi dia kemudian melepaskan tembakan yang masih bisa dihalau I Made. Pada menit ke-29 Persib Bandung dapat pukulan saat Tantan mengalami cedera. Dia ditarik keluar dan digantikan oleh Taufiq.

Sampai turun minum tidak ada gol berhasil dibuat kedua klub. Pada awal babak kedua, Persi Bandungb kembali lebih dulu menciptakan peluang saat tendangan jarak jauh Konate sama sekali tidak sampai membahayakan gawang Rivki. Selang beberapa menit, Mitra Kukar nyaris membuat keunggulan terlebih dahulu melalui Fajar. Fajar nyaris membuat tuan rumah membuka keunggulan saat tembakanya yang mengarah ke gawang membuat I Made kerepotan dan bola lepas dari tangannya. Namun I Made bisa kembali menangkap si kulit bundar untuk menghindarkan gawangnya dari kebobolan.

Firman kembali mempunyai peluang mengantarkan Persib Bandung membuka keunggulan melalui tendangan bebas pada menit ke-78, setelah Atep dilanggar di depan kotak penalti. Tetapi sama seperti kesempatan pertama yang dia punya, bola yang dia tendang melayang di atas mistar gawang.

Akhirnya Mitra Kukar akhirnya memecah kebuntuan. Gol ini berawal dari tendangan bebas Zulkifli, bola dibelokkan ke dalam gawang oleh Charles Raul. Tuan rumah Mitra Kukar memimpin 1-0.

Tidak ada gol tambahan tercipta di sisa pertandingan plus tambahan waktu dua menit. Mitra Kukar memenangi leg pertama ini dengan skor tipis 1-0.

Arema Cronus harus puas bermain imbang melawan Sriwijaya FC

Arema Cronus hanya meraih hasil imbang saat menjamu Sriwijaya FC pada leg pertama semifinal Piala Presiden. Sempat unggul lebih dulu, Arema akhirnya harus puas dengan skor akhir 1-1.

Dalam pertandingan leg pertama semifinal di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (3/10/2015) malam WIB, kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak pertama.

Pada babak pertama, Sriwijaya FC sempat mengancam lewat tendangan bebas Yoo Hyun Goo, tetapi tendangan bebasnya bisa digagalkan Made Wardhana. Hasil tendangan bebas menjadi Bola Liar. Bola lh coiarba dimanfaatkan oleh Patrich Wanggai, tetapi tendangan patrick wanggai masih belum tepat sasaran ke gawang Made Wardhana.

Sementara itu, Arema Cronus juga mendapat peluang bagus lewat Christian Gonzales. Tetapi tendangannya pada menit ke-35 yang meneruskan crossing Arif Suyono masih melebar di sisi kanan gawang Sriwijaya.

Usai jeda, Arema Cronus membuka keunggulan pada menit ke-58 melalui sundulan Christian Gonzales. Gol ini sempat mendapat protes dari para pemain Sriwijaya karena menilai Gonzales lebih dulu melanggar kiper Dian Agus. Tetapi wasit tidak melihat adanya pelanggaran. Gol ini sah.

Sriwijaya FC baru membalas pada menit ke-71. Sepak pojok Titus Bonai disambut sundulan oleh Wildansyah yang relatif tak terkawal di dalam kotak penalti Arema. Bola itu masuk begitu saja tanpa diantisipasi oleh Kiper Arema Cronus.

Hingga pertandingan selesai, tidak ada tambahan gol yang tercipta. pertandingan leg kedua akan digelar pada 11 Oktober mendatang di kandang Sriwijaya.

Berdasarkan dari skema permainan, Kedua kesebelasan saling imbang dan saling tuker serangan. Semustinya Arema Cronus tidak lengah pada menit-menit mau terakhir. Kipernya jangan bengong. Pada leg kedua, Kiper dan semua team Arema Cronus harus Focus dan agresif dalam serangan.

Susunan Pemain

Arema: Made Wardana;
Fabiano Beltrame, Purwaka Yudi, Alfarizi, Hasyim Kipuw; I Gede Sukadana, Morimakan Koita, Lancine Kone, Arif Suyono; Dendi Santoso, Cristian Gonzales

Sriwijaya:
Dian Agus; Syaiful Indra, Abdoulaye Maiga, Wildansyah, Fachrudin; Asri Akbar, Yoo Hyun Goo, Syakir Sulaiman, T.A. Mushafry; Titus Bonai, Patrich Wanggai

Pada Leg pertama, Persib Bandung Tanpa pemain Inti saat melawan Mitra Kukar

Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman tinggal melewati satu anak tangga lagi untuk membawa tim asuhannya ke partai puncak Piala Presiden.

Tim asal Bandung itu akan melewati dua pertandingan partai semifinal melawan Mitra Kukar. Dalam Leg pertama akan dilakoni Mitra Kukar dan Persib akan digelar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (4/10) malam WIB.

Djanur, sapaan akrab bagi Djadjang, mengatakan bahwa para pemainnya sudah cukup menjalani latihan. Ia pun siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Namanya tanding away, kami harus siap bermain seimbang dari segi serangan maupun bertahan.

Pada pertandingan pertama semifinal itu, Persib tak dapat diperkuat enam pemain intinya. Seperti, Hariono, Ilija Spasojevic, Zulham Zamrun, Achmad Jufriyanto dan Vladimir Vujovic mendapat sanksi karena kartu yang mereka terima pada pertandingan sebelumnya. Lima pemain itu baru bisa bergabung pada leg kedua semifinal.

Sementara itu Muhammad Ridwan tak ikut ke Tenggarong karena masih proses pemulihan cedera.

Tentang hal itu, Djanur menyatakan tak khawatir lantaran berpikir masih banyak pilihan pemain Persib yang lain.

Djanur menambahkan bahwa Di belakang masih ada Dias, Abdul Rahman, Jajang Sukmara. Di tengah masih ada Dedi Kusnandar, dan Taufiq yang selama ini tidak turun. Di depan masih ada Yandi Sofyan Munawar. Saya pikir secara materi kemampuannya tidak terlalu berbeda, saya optimis mereka dapat bermain dengan baik.

Tanpa Vujovic dan Jufriyanto, Djanur mungkin akan memasang Tony Sucipto dan Abdul Rahman di posisi bek sentral.

Berdasarkan informasi dari situs Resmi Persib, Abdul Rahman meminta semua suporter tidak pesimis dengan kondisi tim yang tak diperkuat setengah pemain intinya. Salah satu keunggulan Persib untuk menjadi juara, kata Rahman, adalah kekompakan dan kerja sama tim yang menjadi unggulan itu.

Sementara tentang peluangnya berduet bersama Tony, Abdul Rahman mengatakan bahwa Duet sama Tony pernah saat lawan Mitra Kukar di Solo. Kita sama-sama jadi stopper, mungkin sisa waktu ini kita pergunakan buat meningkatkan komunikasi. Sebab, melihat lawan (Mitra Kukar). Mereka punya kecepatan di sayap.

Sementara itu secara terpisah, Manajer Mitra Kukar, Suwanto, menyatakan bahwa para absennya lima pemain inti Persib itu akan menambah motivasi dari para pemainnya. Saya pikir tidak ada kesulitan, tim pelatih akan meracik bagaimana strategi menghentikan serangan persib. Apapun siap.

Adapun Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra mengaku senang bertemu Persib dan dinilai sebagai tim kuda hitam. Mengenai absennya sebagian besar pilar Persib, Jafri menilai Persib tak hanya ditentukan satu atau dua pemain. Oleh karena itu ia menegaskan pada skuat Naga Mekes untuk tetap fokus. Persib-nya yang kita lihat, bukan individunya. Yang jadi fokus kita adalah bagaimana bisa bermain lebih baik dan memenangkan laga, khususnya leg pertama di kandang sendiri.

Setelah partai pertama itu, Persib dan Mitra Kukar lalu akan berjibaku di leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu

FIFA akan datang menemui PSSI dan Pemerintah Indonesia

Sekjen PSSI, Azwan Karim memberikan konfirmasi bahwa sekitar satu bulan lagi PSSI akan bertemu dengan perwakilan FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk membicarakan kondisi sepak bola di Indonesia.

Pada tanggal 25 September 2015, FIFA merespons surat laporan perkembangan kondisi sepak bola Indonesia yang dikirim oleh PSSI pada tanggal 21 September 2015.

Dalam surat balasan yang ditujukan untuk La Nyalla Mattalitti sebagai presiden PSSI tersebut, FIFA memutuskan untuk menunjuk Kohzo Tashima (Anggota Komite Eksekutif FIFA dan Wakil Presiden Asosiasi Sepak-bola Jepang) untuk memimpin sebuah delegasi gabungan FIFA dan AFC ke Indonesia.

Pangeran Abdullah ibni Sultan Ahmad Shah (Anggota Komite Eksekutif FIFA dan Presiden Asosiasi Sepak-bola Malaysia) juga ditunjuk untuk mewakili FIFA sementara Mariano Araneta (Komite Eksekutif AFC dan Presiden Federasi Sepak-bola Filipina) menjadi perwakilan AFC.

Terkait kedatangan FIFA itu, Azwan berharap dapat mengatur agenda untuk mempertemukan FIFA, PSSI, dan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden Joko Widodo serta Kemenpora, sebelum Komite Eksekutif FIFA menggelar pertemuan berikutnya pada Desember mendatang.

Azwan mengatakan bahwa kemungkinan akhir Oktober atau awal November, pokoknya sebelum rapat Komite Eksekutif FIFA. Secepatnya, mudah-mudahan ada perkembangan terus untuk menggelar pertemuan ini.

Azwan mengaku belum tahu pokok pembicaraan jika pihak-pihak tersebut dapat dipertemukan. Namun ia menduga FIFA akan menyampaikan mengenai Rules Regulations dari masing-masing badan terkait.

Azwaan mengatakan bahwa Kami (PSSI) akan menjelaskan soal pembekuan, kompetisi, dan sebagainya. Tapi kalau tidak jadi bertemu, saya tidak tahu lagi deh. Kami (PSSI) bukan tidak ada gerakannya selama ini. Kita selalu laporan ke FIFA atau AFC, ini pula komunikasi yang kami coba bangun dengan pemerintah.

Azwan mengatakan bahwa FIFA dan AFC diperkirakan akan mengunjungi Indonesia selama tiga hari.

Dihubungi secara terpisah, juru bicara Kemenpora Gatot S. Dewa Broto menyampaikan belum ada perkembangan lebih lanjut soal pertemuan tersebut. Ia pun tak mempermasalahkan jika agenda kunjungan singkat FIFA dan AFC akan dirancang nanti.

Silahkan saja mereka bertemu dengan siapapun. Yang terpenting, Pemerintah Indonesia, Federasi PSSI atau FIFA.

Persib Bandung kena denda sebesar Rp.15 Juta

Team Maung Bandung, Persib Bandung harus menanggung denda akibat aksi yang diperbuat oleh para suporternya saat menyalakan flare saat pertandingan berlangsung pada pertandingan leg kedua perempatfinal Piala Presiden. Mahaka Sports and Entertaiment menjatuhkan denda uang sebesar Rp 15 juta.

Persib Bandung sukses melaju ke babak semifinal Piala Presiden, setelah mengalahkan Pusamania Borneo FC di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Sabtu (26/9) dengan skor 2-1. Keunggulan tersebut membuat Maung Bandung unggul dalam agresivitas gol tandang dengan agregat sama kuat 4-4.

Namun pada saat bertandingan masih berlangsung separuh babak kedua para Bobotoh sudah terlihat menyalakan flare. CEO Mahaka Sports and Entertaiment Hasani Abdul Gani mengatakan bahwa sesuai dengan regulasi setiap tim akan dikenakan denda jika terdapat flare ketika pertandingan masih berlangsung. Dendanya sebesar Rp 15 juta. Oleh sebab itu Persib Bandung disebutnya wajib membayar denda tersebut.

Hasani Abdul Gani mengatakan bahwa Sesuai regulasi mereka kena denda Rp 15 juta karena ada flare saat pertandingan. Namun Persib Bandung tidak perlu membayar denda tersebut dengan uang cash, karena Hasani Abdul Gani menjelaskan akan memotong denda itu melalui uang deposit Persib selama turnamen. Mekanismenya kami potong dari deposit.

Tak hanya dipotong denda sebesar Rp 15 juta, Persib Bandung juga harus membayar denda kartu merah yang diterima Ilija Spasojevic Rp 5 juta dan kartu kuning Rp 2 juta. Sementara itu Pelatih Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengaku bahwa tak ingin terlalu pusing dengan denda yang harus ditanggung timnya. Yang penting sekarang, Persib Bandung bisa meraih hasil positif dan Bobotoh terus memberikan dukungannya.

Pelatih Persib Bandung, Umuh mengatakan bahwa Bobotoh menyalakan flare karena mereka saking senangnya kemarin kami menang. Soal denda, tak masalah lah yang penting tidak rusuh. Kami berharap Bobotoh, Viking semua suporter selalu mendukung Persib.

Kekuatan Suporter sangat dibutuhkan dalam suatu team. Itulah menjadi kekuatan pemain ke-13. Biarkan denda itu akan kami bayar melalui potongan Deposit. Yang terpenting Bobotoh selalu mendukung kami. Dan kami himbau jangan rusuh dan menyalakan Flare lagi di dalam Stadion.

Wasit tidak boleh diganti pada saat pertengahaan pertandingan

Aksi walkout Bonek FC dari pertandingan melawan Sriwijaya FC lantaran menilai wasit bersikap tak adil. Wasit memunculkan sebuah pertanyaan, apakah wasit dapat diganti saat pertandingan masih berlangsung?

Mantan wasit Liga Super Indonesia (ISL), Viator Ambarita mengatakan bahwa penggantian wasit tidak bisa dilakukan begitu saja di tengah laga yang ia pimpin masih berlangsung. Kecuali wasit itu cedera dan menyatakan tidak mampu melanjutkan memimpin pertandingan.

Viator menambahkan bahwa apapun masalahnya di lapangan, kedua tim yang bertanding seharusnya bersikap sportif dan menerima. Jika ada yang tidak berkenan, tim tersebut bisa mengajukan keberatan.

Viator menambahkan bahwa ada baiknya berkaca pada Liga Primer Inggris yang sudah mendunia. Semua tim yang bertanding selalu menerima keputusan wasit. Mereka bersikap sportif.

Viator mengutarakan bahwa jika wasit bisa diganti seenaknya, maka akan banyak tim dan pemain yang bisa mengajukan penggantian kapanpun, karena wasit sangat mungkin melakukan kesalahan. Tim yang keberatan bisa mengajukan keberatan kepada pihak penyelenggara dan asosiasi sepak bola. Jika terbukti bersalah, wasit itu juga bisa terkena hukuman.

Viator mencontohkan kasus dia pas dihukum. Kejadian pada saat ia memimpin pertandingan Persija. Saat itu, dia mengatakan bahwa ia tak melihat langsung suatu kejadian karena merupakan serangan balik. Posisi saya jauh, jadi tidak melihat dengan jelas. Asisten saya yang kemudian mengambil keputusan itu, dan saya membenarkan.

Hal itu dilakukan lantaran di antara wasit memang sudah ada komitmen sebelum pertandingan. Mereka akan saling membantu untuk melihat dan memutuskan, terutama saat wasit utama tidak melihat dengan jelas sebuah kejadian.

Saat itu, Viator mengakui bahwa dalam tayangan ulang memperlihatkan keputusannya salah. Sayangnya ia tidak bisa berbuat banyak selain tetap menjalankan keputusan yang sudah dibuatnya. Tetapi setelah itu saya dihukum. Saya tidak memimpin pertandingan lagi setelah itu.

Pernyataan serupa juga dilontarkan salah satu wasit Piala Presiden 2015, Thoriq Alkatiri. Tidak boleh wasit diganti di tengah pertandingan. Saya tadi tidak melihat jalannya pertandingan, karena sedang di jalan. Tapi setelah itu saya lihat, wasit Jerry Elly kan sehat dan masih ingin memimpin pertandingan.

Thoriq menegaskan bahwa aturan penggantian wasit jelas tercantum dalam peraturan pertandingan. Jadi memang jelas tidak bisa diganti.

Christian Gonzales membawa Arema Cronus ke Semifinal Piala Presiden 2015

Arema Cronus berhasil melaju ke semifinal Piala Presiden 2015 setelah mengandaskan Bali United dengan skor 3-2 pada pertandingan perempat final leg kedua. Dua kali tertinggal, Arema Cronus mampu membalikkan kedudukan.

Dalam pertandingan yang diselenggarakan di stadion I Wayan Dipta, Minggu (27/9/2015) petang WIB, Arema Cronus tertinggal lebih dahulu melalui gol Bayu Gatra pada menit ke-32. Gol ini tercipta dari Tendangan first time Bayu bersarang di pojok kanan bawah gawang Arema. Kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Bali United.

Namun kedudukan ini tak bertahan lama. Arema Cronus menciptakan gol melalui Christian Gonzales. Gol ini tercipta dari Christian Gonzales sukses memanfaatkan bola pantulan di depan gawang Bali United dalam sebuah situasi kemelut.

Skor kembali berubah saat pertandingan memasuki pada menit ke-42. Hendra Sandi mendapatkan umpan di sisi kiri, lalu meneruskannya ke depan gawang. Lerby Eliandry berlari dari lini kedua untuk menyambar umpan dan menyarangkannya ke dalam gawang. Skor 2-1 untuk keunggulan Bali United bertahan sampai babak pertama selesai

Pada menit ke-51, Christian Gonzales sempat mencetak gol. Namun tak dianggap karena wasit menilai penyerang kelahiran Uruguay itu sudah dalam posisi offside.

Arema Cronous membalikkan keadaan pada menit ke-67 melalui Christian Gonzales. Gol ini berawal dari tendangan dari dalam kotak penalti berakhir di sisi kanan gawang Bali United. Pada menit ke-73, Christian Gonzales menambah pundi gol lagi. Gol tersebut berhasil membuahkan hasil. Gol ini berhasil membalikkan keadaan.

Tidak ada gol lain di sisa waktu. Dengan hasil ini, Arema Cronus memastikan tiket ke semifinal dengan kemenangan agregat 5-3. Sebelumnya di leg pertama mereka juga memetik kemenangan, dengan skor 2-1.

Pertandingan antara Bali United melawan Arema Cronus bertarung secara sengit. Arema Cronus dan Bali United sama-sama seimbang. Dan terlihat Arema Cronus lebih sedikit berpengalaman dan sedikit keberuntungan.

Susunan pemain:

Bali United:
Komang, Ricky, Bobby, Adi Parwa, Indra, Fadil, Hendra, Loudry, Bayu, Sultan, Lerby.

Arema:
Kadek, Fabiano, Purwaka, Kipuw, Alfarizi, Ferry, Hendro, Revi, Samsul, Gonzales, Kone.

Sriwijaya FC lolos ke Semifinal berkat bantuan Wasit

Dalam ajang Perempat Final Piala Presiden, pertandingan antara Sriwijaya FC kontra Bonek FC cuma berjalan selama 11 menit. Sriwjaya FC dinyatakan menang, setelah Persebaya FC Walk Out dari Lapangan.

Dalam pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Jakabaring, Minggu (27/9/2015) sore WIB, Sriwijaya FC yang tampil sebagai tuan rumah memulai dalam posisi tertinggal 0-1. Persebaya FC sedikit di atas angin.

Namun baru lima menit berjalan, Perebaya FC sukses membuat posisi mereka kian aman setelah mencetak gol melalui Ilham Udin Armaiyn. Gol ini tercipta berawal dari pergerakan bola di sisi kanan. Ilham Udin kemudian melepaskan umpan silang dengan kaki kiri yang ternyata mengarah langsung ke arah gawang. Di saat bersamaan, kiper Sriwijaya Yogi Triana dalam posisi kurang ideal. Saat mencoba melakukan tangkapan, bola sedikit di luar jangkauan yang akhirnya gagal diamankan secara sempurna. Bola lantas bergulir masuk ke gawang. Kedudukan berubah menjadi 1-0.

Sriwijaya FC berusaha mengontrol permainan usai tertinggal. Sementara Persebaya FC mencoba melakukan tusukan-tusukan cepat. Sebuah tekanan Sriwijaya pada menit ke-11 kemudian berbuah kemelut. Tendangan Rizky Dwi Ramadhana dari depan kotak penalti membentur bek Bonek FC. Para pemain Sriwijaya mengklaim penalti dan diberikan oleh wasit.

Sebaliknya, para pemain Persebaya FC protes karena bola dinilai mengenai dada. Tayangan ulang televisi menunjukkan bola memang tak mengenai tangan. Namun begitu wasit sudah meniupkan peluit tanda pelanggaran.

Akibat keputusan ini, Persebaya FC melakukan protes keras. Para pemain dan pelatih Persebaya FC pada akhirnya memutuskan masuk ruang ganti dan tidak mau melanjutkan permainan. Sementara wasit dan para pemain Sriwijaya menunggu selama beberapa waktu.

Karena tak ada perubahan situasi, wasit pada akhirnya memutuskan pertandingan dengan Sriwijaya menang WO. Otomatis mereka berhak atas kemenangan 3-0 di pertandingan ini, yang artinya melaju ke semifinal dengan agregat 3-1.

Susunan pemain:

SRIWIJAYA FC:
1. Yogi Triana, 4. Syaiful Indra, 5. Abdoulaye Maiga, 8. Yu Hyun Koo, 14. Fathul Rahman, 17. TA Mushafry, 22. Wildansyah, 25. Titus Bonai, 26. Fachrudin, 37. Rizky Dwi Ramadhana, 92. Syakir Sulaiman.

Persebaya FC
1. Jendry Pitoy, 5. Otavio Dutra, 46. Firli Apriansyah, 2. Putu Gede21. Faturohman, 4. Asep Berliana, 8. Slamet Nurcahyo, 6. Evan Dimas, 7.Siswanto, 20. Ilham, 14. Pedro Javier.