Arsip Kategori: Liga Indonesia

Hasil Liga 1: Arema Benamkan PS Tira di Dasar Klasemen

Misi PS Tira lolos dari degradasi bisa jadi gagal. Pasalnya, kekalahan 0-1 dari Arema FC membenamkan mereka di dasar klasemen Liga 1.

Pada laga pekan ke-33 yang dihelat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (2/12/2018) Arema dan PS Tira sama-sama bermain agresif demi mengincar kemenangan. Pasalnya posisi kedua tim belum aman betul dari degradasi, terutama tuan rumah.

PS Tira bikin total enam attempts tapi hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara Arema bikin tujuh attempts dengan empat on goal.

PS Tira punya peluang di menit ke-12 lewat Dimas Drajad tapi sepakannya bisa ditepis kiper Arema Utam Rusdi. Lima menit berselang sepakan keras Hamka Hamzah cuma menerpa mistar gawang PS Tira.

Arema terus menekan pertahanan PS Tira tapi hingga babak pertama berakhir tak ada gol tercipta. Satu peluang emas didapat Arema di menit ke-44 tapi sepak pojok Nasir mengenai tiang gawang.

Masuk di babak kedua, Arema makin meningkatkan intensitas serangan dan berusaha mencari gol. PS Tira dipaksa bermain bertahan.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang di menit ke-72 dan Arema yang merayakannya usai Makan Konate menjebol jala PS Tira. Kegagalan barisan belakang PS Tira mengantisipasi umpan silang Alfin Tuasalamony membuat Konate dengan mudah menyepak bola di depan gawang.

Skor 1-0 untuk keunggulan Arema bertahan hingga laga usai. Dengan kemenangan ini, Arema kokoh di posisi kedelapan klasemen dengan 47 poin dari 33 laga dan dipastikan aman dari jeratan degradasi. Sementara PS Tira terbenam di dasar klasemen dengan 36 poin dan peluangnya bertahan terancam meski masih menyisakan dua laga lagi.

Sebab PSMS yang berada setingkat di atasnya punya punya keunggulan satu poin dan akan memainkan duel hidup mati kontra PS Tira dalam laga tunda. Sementara Perseru di posisi ke-16 memiliki 39 poin.

Susunan pemain

PS Tira: Angga S; Manahati L, Abu Bakr R, Didik W, Abduh L; A. Nufiandani (Sansan F 78′), Izmy Y (Ryan W 74′), Jeon W, Wawan F (R. Sugeng 35′); A. Rakic, Dimas Drajad.

Arema FC: Utam R; Alfin T, Hamka H, Arthur Cunha, Alfarizi; Hendro S, Jayus H, Makan Konate; Dendi S, Dedik S (Sunarto 63′), Nasir (Rivaldy Bawuo 82).

Hasil Pertandingan dan Klasemen Sementara Liga 1 Pekan ke-32: Persebaya Melesat

Pekan ke-32 Liga 1 2018 telah berakhir. Berikut klasemen sementara Liga 1 2018 hingga pekan ke-32.

Kompetisi sepak bola Liga 1 2018 telah menyelesaikan seluruh pertandingan di pekan ke-32. Sejumlah pertandingan yang menentukan perebutan gelar juara pun telah digelar.

Sempat terjadi perubahan pimpinan klasemen sementara di pekan ke-32 ini. Persija Jakarta sempat mengkudeta posisi PSM Makassar usai menang 3-2 atas Sriwijaya FC.

Namun berselang sehari kemudian, PSM Makassar kembali merebut puncak klasemen dari tangan Persija Jakarta usai meraih kemenangan telak 4-0 atas Bali United.

Bhayangkara FC yang berpeluang menggeser Persib Bandung di peringkat ketiga, gagal memenuhi target usai dikalahkan Persebaya Surabaya. Persebaya Surabaya sendiri mampu melesat ke peringkat ke-6 dari sebelumnya peringkat ke-10.

Hasil dan Klasemen

Berikut hasil pertandingan dan klasemen sementara Liga 1 2018 hingga Senin (26/11/18):

Hasil Pertandingan

Borneo FC 3-2 Persela Lamongan

Madura United 2-2 PSIS Semarang

Choriul Huda ” Kiper Persela ” yang sangat ditakutkan

Gelandang serang Arema Malang, Lancine Kone, menjadi pahlawan Arema Cronus. Gol Kone pada perpanjangan waktu babak kedua berhasil membawa Singo Edan menahan imbang Persela Lamongan dengan skor 1-1, dalam pertandingan perdana Grup B Piala Presiden 2015, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (1/9/2015) malam WIB.

Bermain di kandang sendiri, Arema Cronus yang turun dengan formasi 4-3-2-1, langsung menekan pertahanan Persela Lamongan. Akan tetapi, Persela yang turun dengan formasi 4-4-2 mampu mematikan skema penyerangan yang diterapkan pelatih Arema Cronus, Joko Susilo. Meski sering ditekan, Persela sesekali membangun serangan yang lebih efektif melalui sektor sayap pertahanan kiri Arema. Hasilnya pada menit ke-4, tandukan Diallo Mamadou mampu membobol gawang Arema Cronus yang dikawal I Made Wardhana. Gol ini berawa; dari memanfaatkan umpan matang Zaenal Arifin lalu diterima dengan baik oleh Diallo Mamadou. Kedudukan skor berubah menjadi 1-0, Laskar Joko Tingkir unggul atas Arema.

Tertinggal satu gol, Singo Edan langsung melancarkan serangan bertubi-tubi. Pada menit ke-12, kapten Arema, Ahmad Bustomi hampir saja membawa Singo Edan menyamakan kedudukan. Akan tetapi, tendangan bebas pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 tersebut masih membentur mistar gawang.

Lagi-lagi usaha Arema menemui jalan buntu. Kali ini pada menit ke-15, Lancine Kone yang berdiri bebas di depan gawang Persela berhasil membobol gawang Choirul Huda. Namun, gol tersebut tidak sah. Gol tersebut dianulir oleh wasit, lantaran pemain asal Pantai Gading tersebut berdiri dalam posisi offside. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 tidak berubah untuk keunggulan Persela.

Di babak kedua, jalannya pertandingan masih dikendalikan oleh Arema. Cristian Gonzales dkk. terus menggempur jantung pertahanan Persela Lamongan. Namun, usaha anak-anak asuhan Joko Susilo selalu gagal untuk menciptakan gol.

Pada menit ke-49, tendangan spekulasi gelandang Arema, Juan Revi, mampu diamankan oleh Choirul Huda. Begitu juga pada menit ke-63, usaha dari Winger Arema, Dendi Santoso mencoba tendangan spekulasi yang begitu keras, tetapi masih diamankan oleh Chairul Huda.

Kiper Persela Lamongan yang sarat pengalaman tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi para pemain depan Singo Edan. Tercatat, kiper yang sudah berusia 36 tahun tersebut sudah mengagalkan lima peluang emas Arema. Termasuk tendangan Lancine Kone dari dalam kotak penalti pada menit ke-67, berhasil diamankan dengan baik.

Setelah itu, Juan Revi dkk. terlihat merasa frustrasi membongkar kedisiplinan pertahanan para pemain belakang dan kiper Persela. Namun, para penggawa Singo Edan tetap bersabar untuk bisa menyamakan kedudukan.

Hasilnya pada menit ke-90 tambahaan 4 menit, Arema melakukan tusukan oleh Ferry Aman Saragih, Setelah lolos dari hadangan bek. Dia mengumpan ke kotak tengah. Tetapi boleh itu dibuang. Arema melalui tendangan pojok dari Dendi Santoso berhasil dimanfaatkan oleh Lancine Kone. Skor berubah menjadi 1-1 untuk kedua kesebelasan.

Susunan Pemain Arema vs Persela:

Arema:
I Made Wardhana; Hasim Kipuw, Fabiono Da Rosa Beltrame, Purwaka Yudi, Achmad Fauzi (Benny Wahyudi 62); I Gede Suka Dana (Juan Revi 30), Ahmad Bustomi (Dendi Santoso 30), Samsul Arif; Lancine Kone, Morimakah Koita (Ferry Aman Saragih 70); Cristian Gonzales.

Persela:
Choirul Huda; Mahyadi Panggabean (Edy Gunawan 38), Asep Budi Santoso, Taufiq Kasrun, Eky Taufiq Febrrianto; Arif Ariyanto, Jusmadi, Radikal Idealis (Jules Basille 68), Zaenal Arif (Andik Rendika 82); Diallo Mamadou (Imam Budi 82), Bijahil Chalwa (Dendi Sulistyawan 68)

Wasit yang dikecam menjelaskan Kronologis Suap sebesar Rp.50 Juta

Mantan wasit yang dijatuhi hukuman seumur hidup oleh PSSI, Aris Munandar, memberi penjelasan mengenai tudingan PSSI yang mempertanyakan perannya dalam Piala Kemerdekaan.

Aris Munandar mengatakan bahwa yang jelas PSSI mengutarakan itu hanya untuk berutjuan untuk menggembosin Turnamen Kemerdekaan.

Sehari sebelumnya Ketua Komisi Disiplin ( Komdis ) PSSI, Ahmad Yulianto menuding bahwa ada sosok wasit fiktif yang bertugas di turnamen Piala Kemerdekaan atas nama Aris Munandar. Ahmad Yulianto mengatakan bahwa Aris Munandar menjadi inspektur wasit di dua lapangan pada saat yang bersamaan. Artinya, mana mungkin Aris Munandar itu bisa hadir di dua lapangan?.

Ahmad Yulianto mengatakan bahwa ini berarti ada satu yang fiktif tetapi diberi nama Aris Munandar. Saya mengingatkan kembali bahwa saat ini kita berupaya untuk membangun tata kelola sepak bola yang baik.

Menanggapi hal tersebut, Aris Munandar mengatakan bahwa hal itu adalah kesalahan dari panitia penyelenggara Piala Kemerdekaan. Aris mengatakan kepada wartawan bahwa Sebenarnya ada inspektur wasit dan pengawas pertandingan di sana. Cuma panitia pelaksana (panpel) menulis nama saya semua. Itulah kesalahan panpel.

Aris mengaku berbagi peran dalam Piala Kemerdekaan dengan wasit M. Odi Sodikin. Di Kemenpora, Aris Munandar juga bercerita tentang kasus yang menimpanya dua tahun lalu dan mengakibatkan sanksi seumur hidup dari PSSI.

Menurut Ahmad, Aris dan Bagong telah terbukti dan mengakui menerima uang sebesar 50 juta rupiah saat memimpin pertandingan pada tahun 2013 lalu. Atas pelanggaran yang mereka lakukan, Aris dihukum seumur hidup sedangkan Bagong mendapatkan sanksi empat tahun.

Ahmad mengatakan bahwa Ternyata oleh tim Piala Kemerdekaan mereka ditunjuk untuk bertugas di turnamen tersebut.

Aris Munandar menuturkan bahwa kronologis adalah waktu itu ia menerima sebesar Rp.50 Juta untuk meloloskan Maratapura FC. Uang sebesar Rp.50 Jutaa itu lalu dibagikan kepada 18 orang, termasuk untuk Komite Wasit PSSI, Jimmy Napitupulu.

Aris mengatakan bahwa Kami terima uang 50 juta, itu setelah hampir semua pertandingan selesai, diberikan oleh Frans Sinatra Huei (pelatih Martapura FC). Yang 10 juta untuk Jimmy, 5 Juta untuk Jaka Mul, dan 5 Juta lagi untuk Mansur Letaluhu. Yang 30 juta itu dibagi untuk 15 orang dari inspektur wasit 1 orang, pengawas pertandingan 2 orang, wasit 6 orang, dan asisten wasit 6 orang. Masing-masing wasit menerima dua juta rupiah.

Aris mengatakan bahwa Saya tidak habis pikir saya sendiri yang dihukum seumur hidup, yang lain 5 tahun pada waktu itu. Padahal yang saya dengar informasi dari salah satu wasit yang mendapat informasi dari ofisial Persikutim, bahwa pengurus PSSI menerima 400 juta sebelum pertandingan di event itu.

Untuk membuktikan, kami siap dipanggil ke Pengadilan.

PSSI tidak mengindahkan Larangan BOPI

PSSI memilih untuk tidak menanggapi permintaan BOPI yang meminta agar dalam Piala Presiden tidak menggunakan simbol PSSI lantaran status induk organisasi sepak bola tersebut masih dibekukan oleh Kemenpora.

Bagi anggota Exco PSSI, Gusti Randa mengatakan bahwa penggunaan simbol PSSI adalah sebuah hal yang tidak bisa terelakkan karena peserta kompetisi ini adalah anggota PSSI. Alasan kedua adalah lantaran PSSI secara hukum bukanlah organisasi terlarang di Indonesia.

Jadi saya sebagai anggota Exco PSSI bahwa tidak ada aturan yang tidak memperbolehkan adanya lambang PSSI kecuali ada putusan dari pengadilan bahwa PSSI adalah sebuah organisasi terlarang. Karena itulah hal itu (permintaan BOPI) no point, tidak perlu kita perdebatkan dan hanya membuat gaduh-gaduh saja.

Togar Manahan Nero, Kuasa Hukum PSSI berharap agar BOPI berhenti mengeluarkan pernyataan negatif tentang sepakbola dan PSSI. Karena itu kita cukup berfokus pada pembicaraan sepakbola dan bukan pemberitaan mengenai pemikiran busuk seperti yang disampaikan BOPI.

Togar mengatakan bahwa Federasi Sepak Bola akan memberikan dukungan lebih dari 100 persen kepada PT Mahaka dan Turnamen Piala Presiden. Kami tidak ingin meladeni pihak yang masih berpikiran busuk pada sepak bola

Piala Presiden akan dibuka di Gianyar Bali pada 30 Agustus mendatang. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Menko PMK Puan Maharani, dan Menko Polhukam Luhut Panjaitan dikabarkan akan hadir dalam pembukaan kompetisi yang diusung oleh Mahaka Sports tersebut.

Gusti berharap agar dengan terselenggaranya Piala Presiden yang dirokemendasikan oleh PSSI, turnamen ini dapat menjadi titik awal yang baik untuk persepakbolaan nasional yang selama ini penuh dengan gonjang-ganjing.

Gusti mengatakan bahwa Untuk itu saya menginginkan kita tidak usah membanding-bandingkan dengan turnamen-turnamen yang sedang berlangsung atau sudah ada.

Piala Presiden akan menjadi ajang cikal bakal bangkitnya pesepak bolaan di Tanah Air yang menjunjung tinggi kejujuran, keterbukaan dan sportivitas. Kami menyarankan agar Pemerintah pusat (Kemenpora), BOPI dan PSSI bersatu membangun kembali sepak bola di tanah air. Jangan menjadi egois satu sama lain.

BOPI melarang pemakaian atribut PSSI

Sekretaris Jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Heru Nugroho mengatakan akan segera mengirimkan surat resmi kepada Mahaka Sports, selaku promotor Piala Presiden 2015 terkait larangan pemakaian atribut PSSI di turnamen tersebut.

Piala Presiden bakal diikuti 16 tim yang mayoritas diikuti oleh klub dari Indonesia Super League (ISL). Turnamen ini rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo di Bali pada tanggal 30 Agustus 2015.

BOPI adalah salah satu lembaga bentukan pemerintah sehingga memiliki satu perspektif sama, yaitu di mata pemerintah. PSSI belum beraktivitas karena masih dibekukan oleh FIFA

Sementara itu, terkait perangkat pertandingan, Heru mengatakan bahwa penugasannya haruslah bersifat profesional. Heru berpendaapat bahawa promotor akan dianggap melanggar kesepakatan jika perangkat pertandingan itu ditugaskan secara formal melalui PSSI. Jadi, mereka (perangkat pertandingan) ditugaskan melalui kontrak profesional saja dengan Mahaka. Jadi, hal tersebut tidak masalah dan sah-sah saja tidak melanggar kesepakatan.

Heru mengatakan bahwa larangan penggunaan atribut PSSI di ajang Piala Presiden 2015 sudah disepakati bersama Mahaka saat menggelar pertemuan pada hari Senin (24/8/2015). Ia pun mengaku bakal segara mensosialiasikan perihal kesepakatan tersebut secara resmi. Sekarang baru penyampaian lisan saja. Hari ini kami sedang rumuskan surat resmi dan mungkin besok akan kami edarkan.

Mengapa dilarang menggunakan atribut PSSI ? Karena pemerintah pusat melarang PSSI sebagai Induk Sepak Bola untuk menjalankan segala aktivitas.

Heru mengatakan bahwa larangan tersebut sudah menjadi komitmen penyelenggara turnamen dengan lembaganya dalam proses verifikasi. Heru berharap komitmen Mahaka tetap dijaga dengan baik, Jangan sampai kesepakatan dinodai karena kami bisa blacklist mereka.

Bila Mahaka Sport menggunakan wasit dari PSSI. Mahaka harus membuat kontrak secara pribadi dengan wasitnya. Jangan buat kontrak dengan PSSI.

Piala Presiden bakal diikuti 16 tim yang mayoritas diikuti oleh klub dari Indonesia Super League (ISL). Turnamen ini rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo di Bali, 30 Agustus 2015. Piala Presiden dicetuskan oleh Mahaka yang tidak lain anak usaha Erick Thohir, Presiden Inter Milan. Turnamen ini mendapat rekomendasi izin bermain dari BOPI setelah alot akibat status dualisme Persebaya dan Arema.

Mahaka Sports siap menyelenggarakan Piala Presiden 2015

CEO Mahaka Sports, Hasani Abdul Gani mengatakan bahwa pihaknya sudah siap menggelar Piala Presiden pada akhir pekan ini, 30 Agustus 2015.

Berdasarkan informasi dari CNN Indonesia melalui telepon, Hasani Abdul Gani mengatakan ia sudah memperoleh ijin dari BOPI dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk menyelenggarakan Tournamen ini.

Hasani mengatakan bahwa Izin BOPI sudah didapat dari pekan lalu (20/8) dan waktu itu kami langsung ke Mabes Polri. Kabarnya dari Mabes sudah menyampaikan ke Kepolisian Daerah (Polda) setempat. Mudah-mudahan saja lancar nanti akhir pekan ini.

Enam belas klub yang sebagian besar dari klub Indonesia Super League (ISL) akan mengikuti Piala Presiden tersebut. Pertandingan tersebut akan digelar di empat tempat yakni Malang, Bali, Bandung, dan Makassar.

Hasani mengatakan bahwa untuk memiliki rekomendasi dari BOPI tersebut memerlukan proses yang tidak pendek akibat beberapa persoalan seperti dualisme Persebaya. Terkait hal tersebut, Hasani punya solusinya. Setelah didiskusikan, di Piala Presiden nanti Persebaya akan memakai nama Persebaya United. Dari suporter Persebaya 1927 sudah tidak ada masalah.

Hasani mengabarkan bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan besar akan membuka turnamen untuk memperebutkan Piala Presiden tersebut. Kami sudah jadwalkan semua dan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Hasani juga menjamin transparansi dalam perhelatan Turnaamen tersebut melalui kerjasama dengan salah satu perusahaan konsulyan audit terbesar di dunia, yaitu Pricewaterhouse Coopers. Perusahaan ini ditugaskan untuk mengawasi dan membuat Laporan keuangan yang masuk ke Turnament ini dan akan dilaporkan kepada masyarakat pencinta tanah air secara terbuka.

Hasani mengatakan bahwa Biar semuanya jelas, supaya tidak ada fitnah. Jadi uang dari sponsor berapa, berapa yang harus kita keluarkan ke pamain, klub, dan segala macamnya, dapat tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jika benar turnamen ini berjalan dan sukses. Turnamen ini akan menjadi turnmaen yang berhasil diadakan oleh pemerintah secara transparan dan terbuka. Tidak ada Laporan keuangan yang disembunyikan. Inilah langkah awal Sepak Bola Indonesia dibangun dari awal untuk sepak bola menjadi lebih baik dan bermartabat.

Komdis PSSI akan memeriksa masalah pengaturan Skor di Liga Indonesia

Mantan pelatih Persipur Purwodadi, Gunawan memberikan keterangan terkait keterlibatannya dalam praktek pengaturan skor pertandingan di Divisi Utama Liga Indonesia pada tahun 2013 dalam sidang yang digelar Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Senin (24/8/2015).

Gunawan mengatakan bahwa saya ditanyai seputar pengalaman saya dan apa yang saya tahu tentang pengaturan skor. Keterangannya sama seperti yang pernah saya sampaikan di salah satu stasiun televisi dan beberapa media massa

Gunawan mengutarakan bahwa praktek pengaturan skor timbul karena pada tahun 2013 tidak ada sistem degradasi dalam klub Divisi Utama. Menurut gunawan bahwa hal tersebut memungkinkan para klub yang berada di peringkat bawah menggunakan kesempatan pengaturan skor untuk memperoleh pemasukan lebih banyak.

Gunawan mengatakan bahwa tujuan saya untuk menggugah pemerintah supaya menyiapkan anggaran di APBD sehingga sepak bola bisa sehat kembali.

Untuk mendalami keterangan Gunawan, komisi displin PSSI menyatakan bakal akan memanggil pihak PT Liga dan anggota Komite Eksekutif PSSI Djamal Aziz dalam sidang lanjutan pada hari Kamis (3/9). PSSI akan menanyakan kepada PT Liga, mengapa di klub Divisi Utama tidak ada sistem degradasi?.

Komdis PSSI, Ahmad Yulianto mengatakan bahwa Hampir semua klub Divisi Utama yang di (peringkat bawah) itu melakukan match fixing karena tidak ada yang menggaji, tidak ada anggaran di APBD.

Komdis PSSI akan meminta konfirmasi kepada Bapak Djamal Aziz, apakah benar dirinya tidak melakukan apa-apa pada saat Gunawan berkali-kali melaporkan tentang praktek pengaturan skor tersebut ?.

Achmad Yulianto mengatakan bahwa Coach Gunawan katanya beberapa kali melaporkan ke Pak Djamal, tetapi tidak ada tanggapan.

Sebelumnya, Gunawan mengakui bahwa klub Persipur Purwodadi yang diasuhanya pada tahun 2013 melakukanpraktek pengaturan skor yang melibatkan seluruh manajemen, pemain, pelatih, dan ofisial klub.

Gunawan menjelaskan bahwa setiap melakukan pengaturan skor, klub Persipur Purwodadi mendapatkan uang sebesar Rp.400 juta tiap sekali pertandingan. ia mengatakan bahwa para pemain memperoleh Rp.10 juta hingga Rp15 juta setiap terlibat dalam pengaturan skor per laga.

Untuk itulah kami memohon kepada Komdis PSSI agar pihak-pihak yang terlibat dapat diselesaikan.

Imam Nahrawi, FIFA dan AFC akan investigasi Kisruh PSSI dengan Pemerintah

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengkonfirmasi bahwa akan ada Team investigasi dari Konfederasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang akan mendatangi Indonesia. Imam Nahrawi bahwa semoga dalam waktu dekat FIFA dan AFC datang ke Indonesia dan melakukan investigasi. FIFA dan AFC akan datang ke Indonesia pada Bulan oktober 2015.

Indonesia telah menjalani sanksi FIFA sejak tanggal 30 Mei 2015 lalu menyusul keputusan Kemenpora yang membekukan PSSI. Imam Nahrawi berharap agar FIFA dan AFC bisa melihat permasalahan sepak bola Indonesia secara menyeluruh. Imam mengharapkan agar ke depan FIFA tidak mengharamkan campur tangan pemerintah. Kami ingin komuniasi antara Pemerintah, Federasi dan FIFA tidak terputus

FIFA dan AFC harus melihat dekat kisruh yang terjadi. Masalah dimana. Dan banyak terjadi Mafia-mafia Sepak Bola yang bermain di dalamnya. Dengan datangnya FIFA dan AFC ke Indonesia membuat terbuka secerca harapan baru Agar sanksi FIFA dihapus.

Kisruh antara Kemenpora dan PSSI, ditambah dengan sanksi dari FIFA, membuat sepak bola Indonesia berhenti total. Tidak ada kegiatan sepak bola yang berlangsung, baik domestik dan internasional. Team Nasional Indonesia tidak bisa tampil di Level kompetisi internasional manapun. Kompetisi domestik berhenti. Keputusan Kemenpora menggelar Piala Kemerdekaan 2015 juga tidak membuat sepak bola Indonesia kembali bergairah. Dengan berhenti kompetisi ini, berhenti juga pemasukan klub-klub.

Imam Nahrawi mengatakan bahwa saya memohon maaf yang sebesar-besarnya karena aktivitas Sepak Bola tergaanggu. Tetapi, tidak ada niatan sedikit pun. Ini semua adalah kerangka untuk membangun Sepak Bola Indonesia yang lebih baik di masa mendatang.

Selama proses ini berjalan. Kami akan menyelenggarakan Turnamen Piala Kemerdekaan dengan tata kelola sepak bola nasional yang lebih baik, Imam Nahrawi ini berharap agar semua operator penyelenggara turnamen sepak bola bisa bekerjasama secara terbuka dan jujur dan transparan dalam pengelolaan keuangan. Semua dilakukan tahap demi tahap agar Sepak Bola ini dengan

Untuk menghindari kevakuman, Menpora akan menyelenggarakan banyak sekali Turnamen di Indonesia sebelum Liga Super Indonesia bergulir kembali.

PSSI beserta anggotanya, PSSI bukan milik organisasi tetapi milik Rakyat Indonesia yang dipimpin oleh Lembaga Tertinggi Negara, Presiden beserta menterinya. Segera Keuangan yang dikeluarkan harus jelas. Pemerintah ikut campur tangan karena ada tidak beres dalam Laporan Keuangan secara transparan. Sudah puluhan tahun, Indonesia tidak berprestasi di kancah dunia. Dan kita hampir disaingi oleh Timor Leste.

Jika kita tidak benari dari sekarang, Sepak Bola Indonesia tidak akan maju. Selamanya akan dipermaalukan oleh negara lain maupun klub Eropa yang datang ke Indonesia.

Pelatih Arema Malang, Suharno meninggal dunia

Dunia Sepak bola nasional dirundung duka yang datangnya dari Arema Malang. Pelatih Arema Cronus FC, Suharno, tutup usia akibat mengalami serangan jantung.

Berdasarkan informasi dari Juru Bicara Arema Malang, Sudarmaji bahwa benar, pelatih tutup usia pada pukul 8 malam tadi. Saya meminta maaf tidak bisa memberikan keterangan yang lebih lanjut. Kami lagi mengurusi semuanya terlebih dahulu.

Awalnya belum diketahui penyebab pasti meninggalnya Suharno. Kabar awal menyebutkan Suharno tiba-tiba dilarikan ke Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang. Beliau masih sempat memimpin latihan rutin pada sore hari sebelum dilarikan ke puskemas Pakisaji.

Berdasarkan informasi dari CEO Arema Malang, Iwan Budianto bahwa Suharno meninggal dunia akibat serangan jantung yang diperolehnya. Beliau meninggal saat menjalani perawatan di puskesmas. Iwan mengatakan bahwa Suharno awalnya tampak sehat namun mendadak seketika ambruk dan tidak sadarkan diri. Pada akhirnya dilarikaan ke puskesmas.
Iwan belum dapat memberikan keterangan panjang lebar lantaran sibuk mengurusi prosesi kematian Suharno.

Iwan mengatakan saya mewakili Arema Malangmeminta maaf kepada semua pihak atas segala kesalahan almarhum selama melatih Arema Malam. Rencananya, malam ini jenazah akan diberangkat ke rumah istrinya di Blitar, Jawa Timur.

Meninggalnya Pelatih Arema Malang Cronus, Suharno meninggalkan duka yang mendalam bagi pemain, termasuk Victor Igbonefo. Meski berada jauh di Thailand, dia mengaku sangat kehilangan pelatih kesayangannya.

Meninggalnya pelatih Arema Cronus, Suharno, meninggalkan duka mendalam bagi pemain, termasuk Victor Igbonefo. Meski berada jauh di Thailand, dia mengaku sangat kehilangan pelatih kesayangannya itu.

Victor Igbonefo yang mengetahui kabar tersebut mengaku sangat kaget. Ia merasa kehilangan mengingat dirinya cukup dekat dengan Suharno. Dia pun tak bisa menahan air matanya. Saya sangat sedih, sampai-sampai saya menangis ini.

Pemain yang saat ini memperkuat Osotspa Saraburi di Liga Thailand itu tidak hanya menganggap Suharno sebagai pelatih, tetapi juga seorang ayah. Dia bagi saya seperti ayah. Dia baik sekali.

Suharno telah malang melintang sebagai pelatih. Dia pernah menangani Gelora Dewata, Persikab Bandung, Persema Malang, PSS Sleman, Deltras Sidoarjo, Persis Solo, Persiwa Wamena, Gresik United, Persibo Bojonegoro, hingga Arema.

Sebagai pemain, dia juga pernah memperkuat berbagai klub dari akhir 1970-an hingga awal 1990-an. Tercatat, Suharno pernah bermain untuk PS Banteng, Perkesa 78, hingga Niac Mitra.