Arsip Kategori: Liga Inggris

Pro Kontra pemecatan Brendan Rodgers

Brendan Rodgers kini sedang memanaskan perbincangan di dunia maya dan medis sosial setelah ia dilepas oleh Pihak Manajemen Liverpool sebagai manajer Liverpool pada Minggu (4/10).

Penurunan performa dan prestasi The Reds, Liverpool menjadi penyebab dikeluarkannya manajer asal Irlandia Utara yang berusia 42 tahun tersebut setelah tiga tahun berada di Anfield. Para pendukung, penikmat, pelatih, pengurus maupun pengamat sepak bola pun heboh, tak terkecuali para mantan pemain Liverpool.

Mantan pemain Liverpool 2002-2006, Neil Mellor dalam akun twiternya mengatakan bahwa Liverpool kehilangan kecepatannya pada musim lalu dan mulai tampak seperti akan terjadi lagi musim ini. Tidak menyangka Brendan Rodgers dipecat hari ini, tetapi saya tidak terlalu kaget.

Rasa tak percaya sempat sontak diutarakan oleh Stan Collymore, mantan pemain Liverpool pada tahun 1995-1997. Mantan pesepak bola asal Inggris yang kini berusia 44 tahun itu mengatakan dalam akun twitternya bahwa ia berharap Brendan Rodgers beruntung di masa mendatang. Stan Collymore mengatakan bahwa Ia masih merupakan seorang manajer muda, dengan masa depan yang panjang

Mantan pemain lain, Jim Beglin, salah mengira bahwa Brendan Rodgers akan berada di Liverpool lebih lama usai musim panas.

Brendan Rodgers didatangkan Liverpool dari Swansea City pada bulan Juni 2012. Prestasi terbaik manajer 42 tahun itu adalah mengantarkan Liverpool menduduki peringkat dua klasemen Liga Primer Inggris pada musim 2013-2014. Keputusan memecat Liverpool diungkap manajemen klub melalui situs resmi. Manajemen Liverpool mengaku telah menghapus kontrak manajer Liga Primer Terbaik Maret 2014 tersebut.

Ada yang simpati, ada yang merasa pantas Rodgers dipecat. Legenda Liverpool, Jamie Carragher, mendukung langkah manajemen The Reds. Carragher malah berharap Liverpool seharusnya sudah memecat Brendan Rodgers sejak akhir musim lalu. Brendan Rodgers tidak bisa membantah lagi. Dia sudah di klub selama tiga tahun, dia tidak pernah meraih trofi, dan Liverpool hanya sekali tampil di Liga Champions. Itu tidak bagus untuk Liverpool.

Ray Houghton, pemain gelandang Liverpool 1987-1992, menyampaikan perasaannya dalam akun Twitter bahwa ia tidak pernah menyenangkan untuk melihat seorang manajer kehilangan pekerjaan. Saya yakin Brendan akan mendapatkan pekerjaan lain. Tapi siapa manajer berikutnya dari Liverpool FC ?.

Liverpool kini tengah menanti siapa manajer selanjutnya. Dua nama kuat yang muncul untuk menggantikan Rodgers adalah mantan manajer Real Madrid, Carlo Ancelotti, dan mantan manajer Borussia Dortmund, Jurgen Klopp.

Kedua manajer tersebut kini untuk sementara masih menganggur dalam dunia persepakbolaan. Kedua nama itu pula yang menurut Don Hutchison, mantan pemain gelandang Liverpool pada 1990-1994, pantas menjadi pengganti Brendan Rodgers.

Chelsea memberikan dukungan terbuka terhadap Jose Mourinho

Pihak Chelsea sudah mengeluarkan pernyataan resmi lewat situs resmi Chelsea menyatakan bahwa pihak Manajemen Chelsea dan pemilik klub berdiri sepenuhnya di belakang manajernya, Jose Mourinho. Bunyi dari pernyataan Chelsea menyatakan bahwa klub ingin menegaskan bahwa Jose Mourinho terus mendapatkan dukungan kami.

Pihak Manajemen Chelsea mengatakan bahwa Sebagaimana yang telah dikatakan Jose Mouringo, hasil Chelsea dalam beberapa pertandingan ke belakang tidak cukup baik dan performa tim harus meningkat. Meski demikian, kami percaya kami memiliki manajer yang tepat untuk membalikkan keadaan dan ia memiliki skuat untuk melakukannya.

Pernyataan singkat itu dikeluarkan hanya dua hari setelah Chelsea menerima kekalahan 1-3 dari Southampton di Stamford Bridge pada Sabtu (3/10).

Kekalahan itu adalah yang keempat untuk Chelsea dari delapan pertandingan dan kini The Blues berada di peringkat 16 klasemen sementara. Seusai pertaandingan, Jose Mourinho menegaskan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri meski mendapatkan hasil yang buruk dan bahwa klub harus memecatnya jika ia ingin pergi.

Ia juga menyatakan bahwa dirinya hanya akan mundur jika tidak lagi mendapatkan kepercayaan dari anak buahnya.

Berdasarkan informasi dari Sky Sport mengatakan bahwa Orang-orang bisa mengatakan sesuka mereka. Saya kira Anda harus menanyakannya langsung kepada wartawan

Pihak Manajemen Chelsea memberitahukan bahwa makan semeja lah dengan mereka di Cobham (pusat latihan Chelsea) pekan depan. John Terry tidak dipanggil tim nasional dan Diego Costa juga tidak. Demikian pula Ramires. Tanya saja mereka.

Setelah pertandingan itu, Jose Mourinho telah bertemu dengan dewan direksi Chelsea untuk membicarakan hasil buruk yang mereka terima. Dan pihak Dewan Direksi masih mempercayakan kepemimpinan pelatih dibawah Jose Mourinho. Pihak Manajemen Chelsea dan Dewan Direksi, mukjizat itu ada dan bisa dibalikkan.

Kami menyarankan kepada Jose Mourinho agar merubah strategi lama. Berubah menjadi strategi yang taktis dan praktis. Pada saat bursa transfer Januari tahun depan kembali dibuka. Belilah bek yang tangguh dan satu gelandang yang kreatif. Jangan Striker yang tangguh. Diego Costa lebih dilatih lagi agar serangan jangan monoton

Arsenal merupakan Team yang tercepat mencetak Gol ke Gawang MU

Keberhasilan The Gunners, Arsenal mengalahkan Manchester United dengan skor 3-0 di Stadion Emirates, Minggu (4/10), membuat The Gunners menjadi tim tercepat yang mampu membobol gawang MU tiga kali di ajang Liga Primer Inggris.

Berdasarkan informasi dari Mister Chip memberitakan bahwa Arsenal mengalahkan rekor Aston Villa yang membobol gawang MU tiga kali saat pertandingan berjalan 37 menit pada tahun 1995.

Pada pertandingan malam tadi, Arsenal hanya butuh waktu 20 menit untuk tiga kali membobol gawang MU. Tiga gol Arsenal disumbang oleh Alexis Sanchez (dua gol) dan Mesut Oezil.

Skor 3-0 juga menjadi kemenangan terbesar pertama Arsenal atas MU di ajang Liga Primer sejak 20 September 1998. Ini juga menjadi kemenangan pertama Arsenal atas MU di Liga Primer setelah mengalami paceklik kemenangan dalam delapan pertemuan sebelumnya (5 kalah, 3 imbang).

Bagi Alexis Sanchez, gelandang asal Chile itu menjadi pemain yang mampu mencetak dua gol ke gawang MU di Liga Primer dengan waktu tercepat: 20 menit.

Alexis mengalahkan rekor sebelumnya, 25 menit, yang dipegang oleh Mark Noble pada 2 Aprl 2011. Di urutan ketiga terdapat Niall Quinn yang mencetak dua gol ke gawang MU saat pertandingan berjalan 32 menit pada 7 November 1993.

Manajer sekaligus Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengatakan bahwa saya menganggap keunggulan yang cepat dan umpan yang terarah menjadi kunci sukses timnya mengalahkan Manchester United. Arsene Wenger senang melihat para pemain Arsenal tidak memberi Manchester United kesempatan untuk mengembangkan permainan.

Permainan dan kekompakkan menjadi kunci keberhasilan Arsenal mengalahkan Manchester United. Apalagi ditambah Kiper yang sudah berpengalaman, Petr Cech menjadi tembok pertahanan yaang sangat solid

Berdasarkan informasi dari ESPN, Arsene Wenger mengatakan bahwa Saya sudah berada di klub ini selama 19 tahun dan saya tahu suporter menginginkan tim tampil bagus di pertandingan besar. Kami memulai laga dengan kuat. Kami tidak memberi kesempatan, dan itu penting.

Arsene Wenger menambahkan bahwa setelah mengalahkan Manchester United, kami ingin menjadi Juara Liga Inggris. Kami ingin konsisten dengan kemampuan hari ini. Kami ingin mengalahkan semua musuh dengan kecepatan yang tinggi dan kekompakkan yang solid.

Siapakah Pengganti Brendang Rodgers ?

Pihak Manajemen Liverpool memutuskan untuk melakukan pergantian manajer di saat Liga Inggris musim ini berjalan delapan pekan. Keputusan yang beresiko besar karena “The Reds” bakal menjalani suasana baru dan dituntut untuk bisa beradaptasi dalam waktu cepat.

Dua nama besar, seperti, Carlo Ancelotti dan Jurgen Klopp menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Rodgers. Berikut rincian pelatih yang akan menangani Liverpool menggantikan Brendan Rodgers, yaitu:

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti, Pelatih dengan jam terbang yang sangat tinggi. Salah satu pelatih kawakan yang sudah memiliki reputasi besar di Eropa. Pengalamannya menangani klub-klub besar bakal membuatnya mudah beradaptasi dimanapun dirinya berada.

Carlo Ancelotti pernah melatih di Italia, Inggris, Prancis, dan Spanyol. Hal itu yang membuatnya sudah tidak kaget dengan berbagai perbedaan iklim sepakbola, termasuk di tanah Inggris. Setelah pekerjaan debutnya sebagai pelatih Juventus yang berakhir tanpa gelar, kemanapun Ancelotti setelah itu, ia sukses menghadirkan gelar bagi timnya.

Carlo Ancelotti sukses membuat Milan berjaya pada era 2000-an dengan dua trofi Liga Champions. Ia mampu memberikan trofi Liga Primer Inggris kepada Chelsea. Ancelotti sukses mengantar Paris Saint-Germain menjadi yang terbaik di Ligue 1, dan ia pun tercatat dalam sejarah Real Madrid sebagai pelatih yang menghadirkan ‘La Decima’.

Namun semua sukses Ancelotti itu harus diingat tak lepas dari materi pemain-pemain hebat yang dimiliki oleh tim tempatnya bernaung. Milan, Chelsea, PSG, dan Madrid sama-sama memiliki materi tim yang berkualitas A sehingga logis dan sejalan dengan target meraih trofi juara.

Bila sepakat melatih Liverpool, Ancelotti harus ‘turun satu tingkat’. Materi pemain Liverpool bukanlah materi tim dalam jajaran terdepan di Liga Inggris saat ini, tak seperti yang ia dapat saat menerima pinangan PSG atau Real Madrid.

Namun di sisi lain melatih Liverpool bisa jadi pembuktian kapasitas Ancelotti sebagai pelatih. Bila sukses bersama Liverpool, itu berarti racikan Ancelotti memang terbukti luar biasa.

Juergen Klopp

Juergen Klopp adalah favorit lain yang diinginkan oleh banyak pendukung Liverpool untuk mengisi posisi manajer. Keberhasilan Klopp membangun Borussia Dortmund sampai akhirnya sempat menggusur dominasi Bayern Munich merupakan sebuah torehan prestasi yang luar biasa.

Keberhasilan itu pula yang sepertinya bisa klop dengan niat Liverpool mengembalikan era kejayaan mereka karena Klopp memang lebih mengutamakan kolektivitas tim dibandingkan nama besar.

Masalah yang ada bila menunjuk Klopp adalah Klopp belum berpengalaman terjun di Liga Inggris. Pengalaman pertama akan selalu menyenangkan namun pastinya pendukung Liverpool tak rela jika tim kesayangannya hanya dijadikan tempat untuk menuai pengalaman tanpa timbal balik berupa prestasi.

Perburuan dengan waktu inilah yang bakal jadi tantangan Klopp. Klopp butuh waktu untuk membangun Dortmund jadi tim besar dan ia belum tahu seberapa besar batas kesabaran yang dimiliki oleh pendukung Liverpool yang selama ini lapar gelar untuk mengerti butuh waktu yang tak sebentar untuk bisa membangun kembali Liverpool.

Satu kesalahan Liverpool musim ini adalah tak segera mengganti Rodgers ketika musim panas lalu andai manajemen memang sudah memiliki keraguan atas kinerja Rodgers. Bila saja pergantian manajer dilakukan pada musim panas, maka manajer baru akan punya waktu lebih banyak untuk mengenal pemain dan tim.

Dengan kondisi saat ini, manajer baru terpilih nantinya, entah itu Ancelotti, Klopp, ataupun lainnya bakal menjalani start tidak dalam kondisi ideal. Ia dituntut harus bisa memperbaiki performa dan peringkat Liverpool di saat papan klasemen menunjukkan Liverpool sudah memiliki defisit angka dari tim-tim besar lainnya.

Kini target paling realistis bagi manajer baru tentu saja bukan trofi juara, melainkan cukup dengan sebuah tiket menuju Liga Champions musim depan

Liverpool dan Everton bermain imbang

The Reds, Liverpool membawa pulang satu angka setelah bermain imbang 1-1 dengan Everton di Stadion Goodison Park pada lanjutan Liga Inggris, Minggu (4/10).

Kedua tim sama-sama mencetak gol menjelang babak pertama berakhir, Danny Ings membobol gawang lawan pada menit ke-42 sementara Romelu Lukaku menyamakan kedudukan pada menit terakhir jelang turun minum.

Derby yang semula terkenal sebagai salah satu derby terpanas di Inggris ini berjalan nyaris tanpa aksi bermakna, baik dari sisi serangan maupun benturan antar-pemain. Hanya Lucas Leiva yang sempat tiga kali melakukan pelanggaran yang terlihat akan diusir keluar oleh wasit. Namun Brendan Rodgers menyelamatkan Leiva dengan menariknya keluar di menit ke-79.

Lukaku dan Mamadou Sakho sebenarnya sempat bertikai. Namun karena terjadi di menit-menit akhir pertandingan, insiden tersebut tak bisa menjadi pemicu yang meningkatkan intensitas pertandingan.

The Reds tampil hidup pada 10 menit awal babak pertama dan beberapa kali mendapatkan peluang. Anak-anak asuhan Brendan Rodgers pun sering kali melakukan pressing ketika Everton membawa bola. Simon Mignolet melakukan penyelamatan gemilang beruntun pada menit ke-27. Pertama ketika ia menghalau tandukan Naismith dengan menggunakan satu tangan sementara yang kedua adalah menghalau tendangan keras James McCarthy.

Danny Ings membawa Liverpool unggul pada menit ke-42. Gol ini berawal dari tendangan pojok dari sisi kiri, Ings melakukan tandukan keras dan mengoyak gawang Everton. Gol tersebut dibalas oleh Lukaku yang memanfaatkan kesalahan Emre Can pada tambahaan waktu babak pertama. Gol ini tercipta berawal dari umpan silang Gerard Deulofeu dari sayap kanan, Can yang menghalau bola justru memberikan bola kepada Lukaku.

Penyerang muda Belgia itu pun melesakkan tendangan keras dan membawa Everton menyamakan kedudukan.

Liverpool tidak bisa mengalirkan bola dengan lancar pada babak kedua. Hingga 15 menit pertama di babak kedua, mereka lebih sering menyerang dengan mengandalkan umpan-umpan lambung ke depan gawang. Kedua tim pun sama-sama kesulitan untuk menciptakan peluang di babak kedua.

Lukaku gagal untuk menggandakan skor Everton di menit ke-70. Peluang ini tercipta berasal dari menerima umpan di sayap kanan, Lukaku yang sukses menggiring bola ke kotak penalti melakukan tembakan yang kemudian dimentahkan oleh Mignolet.

Tak ada peluang berarti yang diciptakan kedua tim sehingga pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1 di peluit panjang.

Arsenal menggasak MU dengan Skor 3-0

Arsenal melumat Manchester United 3-0 pada lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, Minggu (4/10). Ketiga gol The Gunners tercipta pada menit ke-20 babak pertama.

Arsenal tampil impresif pada awal babak pertama. Dengan mengandalkan trio Mesut Oezil, Alexis Sanchez, dan Theo Walcott, Arsenal terus menggempur pertahanan MU sejak menit pertama.

Pertandingan yang digelar di Stadion Emirates baru berjalan enam menit, Arsenal sudah mampu unggul melalui gol Alexis. Pemain asal Chile itu mencetak gol lewat tendangan keeping setelah menerima umpan tarik Oezil, yang sebelumnya lolos jebakan offside saat menerima umpan Aaron Ramsey.

Hanya butuh sekitar 75 detik bagi Arsenal untuk mencetak gol keduanya. Kali ini giliran Mezut Oezil yang mencetak gol, yang dengan mudah mengarahkan bola ke pojok kanan gawang setelah meneruskan umpan tarik Walcott.

Manchester United benar-benar terpuruk pada awal babak pertama. Tim asuhan Louis van Gaal itu untuk kali ketiga kebobolan pada menit ke-20. Alexis mencetak gol keduanya di pertandingan ini. Gol ini tercipta berawal dari setelah menerima umpan terobosan, Alexis berhasil melewati Matteo Darmian dan Chris Smalling, sebelum melepaskan tendangan ke pojok kiri atas gawang David de Gea tanpa mampu diantisipasi kiper asal Spanyol tersebut.

Manchester United baru mampu menciptakan shot on goal pertamanya melalui Anthony Martial pada menit ke-45. Peluang ini berawal dari umpan silang Matteo Darmian, penyerang muda asal Perancis itu berhasil lolos dari pengawalan Per Mertesacker dan melepaskan tendangan kaki kiri.

Namun, Kiper Arsenal, Petr Cech melakukan penyelamatan gemilang dengan memblok tendangan Martial menggunakan kaki kirinya. Skor 3-0 untuk Arsenal bertahan hingga jeda babak pertama.

Pada babak kedua Arsenal mengendurkan permainan dan lebih berusaha menjaga keunggulan 3-0. Beruntung Manchester United tidak mampu memanfaatkan kondisi tersebut.

Peluang terbaik Arsenal pada babak kedua tercipta pada saat injury time melalui Alex Oxlade-Chamberlain. Sayang, tendangan cungkil Oxlade-Chamberlain hanya membentur mistar gawang. Tidak ada gol yang tercipta di babak kedua.

Hasil ini membuat Arsenal naik ke peringkat dua klasemen sementara Liga Primer dengan torehan 16 poin, unggul selisih gol atas The Red Devils. Sementara Manchester United turun ke peringkat tiga.

Arsenal dan Manchester United sama-sama tertinggal dua poin dari Manchester City di puncak klasemen sementara Liga Primer.

Susunan pemain

Arsenal:
Petr Cech; Hector Bellerin, Per Mertesacker, Gabriel Paulista, Nacho Monreal; Santi Cazorla, Francis Coquelin, Aaron Ramsey, Mesut Oezil (Alex Oxlade-Chamberlain, 75′), Alexis Sanchez (Kieran Gibbs, 81′); Theo Walcott (Olivier Giroud, 75′).

Manchester United:
David de Gea; Ashley Young, Chris Smalling, Daley Blind, Matteo Darmian (Antonio Valencia, 46′); Michael Carrick, Bastian Schweinsteiger, Juan Mata (James Wilson, 82′); Wayne Rooney, Memphis Depay (Marouane Fellaini, 46′), Anthony Martial.

Dick Advocaat mengundurkan diri dari Jabatan Manajer Sunderland

Dick Advocaat melepaskan jabatannya sebagai manajer Sunderland setelah menukangi klub tersebut hanya dalam delapan pertandingan liga primer Inggris musim ini.

Pria Belanda yang sudah berusia 68 tahun memutuskan untuk mengundurkan diri setelah tidak mampu menghadirkan kemenangan untuk the Black Cats sehingga menempatkan Adam Johnson dan kawan-kawan pada posisi ke 19 klasemen Liga Inggris.

Berdasarkan informasi dari BBC, Advocaat mengatakan bahwa saya telah membuat keputusan untuk pergi setelah melalui delapan pertandingan. Hal itu penting untuk memberikan kesempatan perbaikan bagi semuanya.

Pertandingan kandang melawan West Ham United yang berakhir imbang 2-2, Sabtu (3/10) kemarin menjadi pertandingan terakhir Advocaat sebagai Manajer Sunderland. Menanggapi kepergian mantan pelatih tim nasional Belanda di Piala Dunia 2002 tersebut, bos Sunderland Ellis Short mengaku sedih dengan keputusan yang diambil oleh Advocaat.

Bos Sunderland, Ellis Short mengatakan bahwa kejujurannya patut dihormati. Hal tersebut sekaligus menjadi penanda karakternya, yang bekerja tidak hanya untuk mencari uang. Sesuatu hal yang tidak biasa dalam sepak bola.

Sunderland kini dipastikan mencari manajer baru untuk menggantikan Advocaat. Siapapun penggantinya nanti akan menjadi manajer ke lima yang bekerja untuk Sunderland dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Sebelumnya kursi manajer Sunderland diduduki oleh Gustavo Poyet, Paolo di Canio, Martin O’Neill, dan Steve Bruce.

Alasan lain yang terungkap mengapa Advocaat mengundurkaan diri dari Sunderland ? Pasalnya pasangan hidup manajer berusia 67 tahun tersebut akan menceraikan Advocaat jika ia tetap bertahan di Sunderland.

Berdasarkan informasi darri Independet, Advocaat mengatakan bahwa Tidak, tidak, tidak, saya akan diceraikan (istrinya). Ini merupakan pekerjaan terakhir saya. Saya memiliki karier yang hebat dan telah memenangkan banyak hal. Saya juga menikmati apa yang saya lakukan saat ini dan kini berharap Sunderland bertahan di Liga Primer

Selain itu berkat Advocaat, Sunderland yang berada di dasar Liga Primer pada periode Natal lalu, kini mulai melepaskan diri dari ancaman degradasi. Namun meski tangan dinginnya untuk sementara ini berhasil membuat Sunderland lepas dari zona degradasi, Advocaat ternyata tidak menganggap masa-masa di Stadium of Light sebagai salah satu periode terbaik dalam kariernya. Tidak, masa terbaik saya bukan di sini. Karena selama ini saya telah memenangkan 15 trofi.

Wenger Pilih Ospina dibandingkan Petr Cech

Arsene Wenger dihantam kritikan setelah mencadangkan Petr Cech dan memainkan David Ospina dalam laga Liga Champions melawan Olimpiakos pada Rabu (30/9). Hasilnya Arsenal pun menelan kekalahan 2-3 meski bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Emirates.

Kiper Arsenal, Petr Cech membela keputusan Wenger tersebut dengan mengatakan bahwa memang hal itulah yang harus dilakukan seorang manajer.

Berdasarkan informasi dari Sky Sport, Petr Cech mengatakan bahwa Itulah kehidupan seorang manajer, yaitu keputusan yang Anda ambil terkadang tidak membawa kemenangan sehingga muncul tekanan. Tapi itu juga kehidupan seorang pemain.

Petr Cech mengatakan bahwa yang bisa dilakukan seorang pemain adalah menerima keputusan sang manajer. Dalam kasus Cech, hingga kini ia selalu diturunkan di Liga Primer Inggris namun belum pernah bermain di kompetisi Eropa. Apakah saya ingin bermain di semua pertandingan? Saya ingin bermain di setiap laga. Tapi saya paham hal itu tidak mungkin.

Petr Cech menambahkan bahwa Saya percaya bahwa sang manajer memiliki kepercayaan penuh pada tim yang ia pilih. Jika mengikuti pola tersebut, Petr Cech akan bermain ketika Arsenal menjamu Manchester United pada Minggu (4/10). Keputusan untuk menurunkan Petr Cech setidaknya akan membawa rasa aman bagi lini pertahanan Arsenal terutama karena Petr Cech memang sedang dalam performa baik.

Kiper asal Republik Ceko itu mampu mengatasi mimpi buruk kalah di laga debut dari West Ham United. Ia pindah klub dan mengalami hal-hal baru telah mengangkat performa dirinya. Sangat menyegarkan jika Anda tidak pergi ke tempat yang telah Anda kenal setiap jengkal, tapi Anda bisa menemukan cara baru untuk melakukan sesuatu.

Jika Arsene Wenger masih mempercayakan Ospina sebagai Kiper Utama saat melawan Manchester United, Kami perkirakan akan kalah besar.

Kami menyarankan kepada Pelatih Arsenal, Arsene Wenger untuk memasang Petr Cech sebagai Kiper Utama. Alasan, pertama, Nama Besar Petr Cech membuat penyerang Manchester United akan berpikir ulang. Alasan kedua, Jika gawang arsenal dijaga Petr Cech, pertahanan Arsenal akan semakin kokoh

Mourinho tidak ada niat permalukkan Nemanja Matic

Gelandang bertahaan, Nemanja Matic menjadi salah satu pemain yang paling disorot usai bertanding lawan Southampton di Stamford Bridge. Pasalnya, Nemanja Matic yang baru masuk pada babak kedua sudah harus ditarik keluar 27 menit kemudian. Nemanja Matic masuk pada babak kedua untuk menggantikan Ramires. Namun ternyata Nemanja Matic gagal mengembangkan permainan dan mengangkat performa ‘The Blues’ Chelsea secara keseluruhan.

Saat Chelsea kebobolan untuk ketiga kalinya, Jose Mourinho memutuskan untuK menambah daya gedor tim dengan memasukkan Loic Remy. Sial bagi Nemanja Matic, dirinyalah yang dipilih oleh Jose Mourinho untuk ditarik keluar.

Berdasarkan informasi dari Fourfour Two, Jose Mouringo mengatakan bahwa Saya tidak mempermalukan dirinya. Jelas apa yang saya lakukan bukanlah didasari oleh perasaan suka tidak suka secara personal terhadap seorang pemain.

Jose Mourinho menambahkan bahwa Saya tahu bahwa saya memiliki banyak pemain hebat namun terkadang mereka berada di situasi yang sulit dan Matic merupakan salah satu pemain yang sedang mengalami hal itu. Dalam pandangan Mourinho, Nemanja Matic tengah kehilangan sentuhan terbaiknya di lapangan. Dia tak bisa ikut menggalang pertahanan dengan baik. Penguasaan bolanya juga kurang bagus dan begitu pula dengan pengambilan keputusan yang ia lakukan di lapangan hari ini.”

Jose Mourinho mengatakan bahwa Saya memasukkan Matic ke lapangan karena saya khawatir dengan Ramires. Walau Ramires bermain baik, ia telah mendapatkan kartu kuning dan dengan penampilan wasit yang seperti itu saya patut waspada tentang kemungkinan kartu kuning kedua.

Karena itulah ketika Jose Mourinho menginginkan Remy masuk, maka ia memutuskan untuk menarik keluar Matic yang dianggap tidak bermain maksimal.

Mourinho menambahkan bahwa Saya pertahankan Oscar karena dia berhasil mengkreasi sejumlah peluang. Saya pun tetap menginginkan Cesc Fabregas di lapangan karena ia memiliki kontrol emosi yang bagus meskipun tidak bermain baik hari ini. Jadi pada akhirnya saya memutuskan untuk menarik keluar Matic. Saya memiliki hubungan yang akrab dengannya dan sama sekali tidak ada niatan dari saya untuk mempermalukan dirinya.

Sado Mane mempermalukan Chelsea

Chelsea tampil lesu saat menghadapi Southampton di Stamford Bridge. Lini belakang yang keropos serta minimnya kreasi dari tengah membuat Chelsea takluk 1-3 dari Soton.

Pada pertandingan yang berlangsung Sabtu (3/10) malam WIB, manajer Chelsea, Jose Mourinho, kembali memasukkan John Terry ke dalam starting XI. John Terry diduetkan dengan Gary Cahill sebagai palang pintu. Sementara, Branislav Ivanovic yang belakangan disorot lantaran performanya menurun tetap dipercaya sebagai bek kanan.

Chelsea langsung menekan pertahanan Soton sejak awal pertandingan. Namun, Chelsea belum bisa masuk ke kotak penalti Soton pada sekitar lima menit pertama. Soton sempat membalas lewat serangan balik. Namun, umpan panjang yang dilepaskan kepada Dusan Tadic gagal lantaran Tadic berada dalam posisi offside.

Pada menit ke-10, Chelsea mendapatkan tendangan bebas di sisi kiri setelah Eden Hazard dilanggar oleh Oriol Romeu. Willian pun maju menjadi eksekutornya.

Tendangan bebas Willian melengkung dan mengarah ke tiang jauh. Kendati kiper Soton, Maarten Stekelenburg, sudah melompat untuk menjangkau bola, ia tetap gagal menghalaunya. Chelsea unggul 1-0 dan buat Willian, ini adalah gol keduanya dalam dua pertandingan terakhir di Premier League. Pada pertandingan melawan Newcastle United pekan sebelumnya, ia juga sukses menciptakan gol lewat tendangan bebas.

Setelah gol tersebut, Chelsea mendominasi penguasaan bola. Namun, mereka kesulitan untuk masuk ke dalam kotak penalti Soton. Eden Hazard sempat mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Namun, tendangannya mengarah tepat ke tangkapan Stekelenburg.

Soton sempat dua kali mengklaim bahwa mereka layak mendapatkan penalti. Yang pertama ketika kostum Virgil van Dijk ditarik oleh Ivanovic, sedangkan yang kedua ketika Sadio Mane ditekel oleh Ramires. Namun, wasit menilai bahwa Mane menjatuhkan diri, bukannya dilanggar.

Soton, di sisi lain, bermain sabar dengan banyak melepaskan umpan panjang. Menjelang akhir babak pertama, mereka sempat mendapatkan peluang lewat umpan silang Victor Wanyama yang nyaris berbelok ke gawang Chelsea. Beruntung bagi Chelsea, Asmir Begovic sigap dengan menepis bola ke luar lapangan.

Pada menit ke-43, Soton akhirnya menyamakan kedudukan. Gol ini tercipta bermula dari umpan panjang dari sisi kanan yang diarahkan kepada penyerang mereka Graziano Pelle. Tanpa buang waktu, Pelle langsung membelokkan bola ke arah Steven Davis yang masuk dari lini kedua. Davis lantas melepaskan tendangan first-time tanpa bisa dihalau Begovic.

Sebelum babak pertama berakhir, Chelsea mendapatkan tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti Soton. Lagi-lagi, Willian menjadi eksekutornya. Namun, tendangan Willian kali ini membentur pagar pemain. Skor 1-1 bertahan sampai babak pertama selesai.

Di awal-awal babak kedua, Soton sempat mengancam ketika Mane lolos dari jebakan offside. Namun, dua kali tembakannya dari dalam kotak penalti gagal. Tembakan pertamanya diblok oleh Begovic, sedangkan sepakan keduanya membentur bek lawan. Soton mulai percaya diri menekan pertahanan Chelsea.

Pada menit ke-56, Chelsea sempat mengancam lewat Radamel Falcao. Peluang ini tercipta berawal dari Menerima umpan terobosan, penyerang asal Kolombia itu berhadapan satu lawan satu dengan Stekelenburg. Falcao kemudian terjatuh, tetapi Stekelenburg mengklaim bahwa ia sama sekali tak menyentuh Falcao. Falcao pun mendapatkan kartu kuning lantaran dinilai menjatuhkan diri.

Pada menit ke-59, malah Soton yang mencetak gol kedua. Mane, yang menerima umpan terobosan Pelle dari tengah, langsung berhadapan dengan Begovic usai memenangi perebutan bola dengan John Terry. Tendangan Mane, meski sempat mengenai Begovic tetapi bola tersebut tetap masuk ke gawang, Kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk Soton.

Pertahanan Chelsea benar-benar rapuh, dan ini kembali terlihat pada gol ketiga Soton yang tercipta pada menit ke-73. Soton dengan cepat melakukan serangan balik ketika The Blues kekurangan jumlah pemain di lini pertahanan. Dengan sigap Mane memberikan umpan terobosan ke kanan, tempat di mana Graziano Pelle berada. Dengan tenang, Pelle kemudian menyelesaikannya dengan sepakan datar kaki kanan. 3-1.

Setelah ketertinggalan, Jose Mourinho sempat merespons dengan memasukkan Loic Remy dan Pedro Rodriguez. Nemanja Matic, yang baru masuk di awal babak kedua, ditarik ke bench. Kendati demikian, Chelsea tetap kesulitan mengkreasikan peluang bersih.

Pada akhirnya, skor 3-1 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Susunan Pemain

Chelsea:
Begovic, Ivanovic, Cahill, Terry, Azpilicueta, Fabregas, Ramires (Matic 46, Remy 73), Oscar, Willian (Pedro 64), Hazard, Falcao.

Southampton:
Stekelenburg, Soares, Fonte, van Dijk, Bertrand, Davis, Wanyama, Romeu (Ward-Prowse 46), Tadic (Rodriguez 78), Mane (Yoshida 89), Pelle.