Arsip Kategori: Liga Inggris

Liverpool dan Everton bermain imbang

The Reds, Liverpool membawa pulang satu angka setelah bermain imbang 1-1 dengan Everton di Stadion Goodison Park pada lanjutan Liga Inggris, Minggu (4/10).

Kedua tim sama-sama mencetak gol menjelang babak pertama berakhir, Danny Ings membobol gawang lawan pada menit ke-42 sementara Romelu Lukaku menyamakan kedudukan pada menit terakhir jelang turun minum.

Derby yang semula terkenal sebagai salah satu derby terpanas di Inggris ini berjalan nyaris tanpa aksi bermakna, baik dari sisi serangan maupun benturan antar-pemain. Hanya Lucas Leiva yang sempat tiga kali melakukan pelanggaran yang terlihat akan diusir keluar oleh wasit. Namun Brendan Rodgers menyelamatkan Leiva dengan menariknya keluar di menit ke-79.

Lukaku dan Mamadou Sakho sebenarnya sempat bertikai. Namun karena terjadi di menit-menit akhir pertandingan, insiden tersebut tak bisa menjadi pemicu yang meningkatkan intensitas pertandingan.

The Reds tampil hidup pada 10 menit awal babak pertama dan beberapa kali mendapatkan peluang. Anak-anak asuhan Brendan Rodgers pun sering kali melakukan pressing ketika Everton membawa bola. Simon Mignolet melakukan penyelamatan gemilang beruntun pada menit ke-27. Pertama ketika ia menghalau tandukan Naismith dengan menggunakan satu tangan sementara yang kedua adalah menghalau tendangan keras James McCarthy.

Danny Ings membawa Liverpool unggul pada menit ke-42. Gol ini berawal dari tendangan pojok dari sisi kiri, Ings melakukan tandukan keras dan mengoyak gawang Everton. Gol tersebut dibalas oleh Lukaku yang memanfaatkan kesalahan Emre Can pada tambahaan waktu babak pertama. Gol ini tercipta berawal dari umpan silang Gerard Deulofeu dari sayap kanan, Can yang menghalau bola justru memberikan bola kepada Lukaku.

Penyerang muda Belgia itu pun melesakkan tendangan keras dan membawa Everton menyamakan kedudukan.

Liverpool tidak bisa mengalirkan bola dengan lancar pada babak kedua. Hingga 15 menit pertama di babak kedua, mereka lebih sering menyerang dengan mengandalkan umpan-umpan lambung ke depan gawang. Kedua tim pun sama-sama kesulitan untuk menciptakan peluang di babak kedua.

Lukaku gagal untuk menggandakan skor Everton di menit ke-70. Peluang ini tercipta berasal dari menerima umpan di sayap kanan, Lukaku yang sukses menggiring bola ke kotak penalti melakukan tembakan yang kemudian dimentahkan oleh Mignolet.

Tak ada peluang berarti yang diciptakan kedua tim sehingga pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1 di peluit panjang.

Arsenal menggasak MU dengan Skor 3-0

Arsenal melumat Manchester United 3-0 pada lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, Minggu (4/10). Ketiga gol The Gunners tercipta pada menit ke-20 babak pertama.

Arsenal tampil impresif pada awal babak pertama. Dengan mengandalkan trio Mesut Oezil, Alexis Sanchez, dan Theo Walcott, Arsenal terus menggempur pertahanan MU sejak menit pertama.

Pertandingan yang digelar di Stadion Emirates baru berjalan enam menit, Arsenal sudah mampu unggul melalui gol Alexis. Pemain asal Chile itu mencetak gol lewat tendangan keeping setelah menerima umpan tarik Oezil, yang sebelumnya lolos jebakan offside saat menerima umpan Aaron Ramsey.

Hanya butuh sekitar 75 detik bagi Arsenal untuk mencetak gol keduanya. Kali ini giliran Mezut Oezil yang mencetak gol, yang dengan mudah mengarahkan bola ke pojok kanan gawang setelah meneruskan umpan tarik Walcott.

Manchester United benar-benar terpuruk pada awal babak pertama. Tim asuhan Louis van Gaal itu untuk kali ketiga kebobolan pada menit ke-20. Alexis mencetak gol keduanya di pertandingan ini. Gol ini tercipta berawal dari setelah menerima umpan terobosan, Alexis berhasil melewati Matteo Darmian dan Chris Smalling, sebelum melepaskan tendangan ke pojok kiri atas gawang David de Gea tanpa mampu diantisipasi kiper asal Spanyol tersebut.

Manchester United baru mampu menciptakan shot on goal pertamanya melalui Anthony Martial pada menit ke-45. Peluang ini berawal dari umpan silang Matteo Darmian, penyerang muda asal Perancis itu berhasil lolos dari pengawalan Per Mertesacker dan melepaskan tendangan kaki kiri.

Namun, Kiper Arsenal, Petr Cech melakukan penyelamatan gemilang dengan memblok tendangan Martial menggunakan kaki kirinya. Skor 3-0 untuk Arsenal bertahan hingga jeda babak pertama.

Pada babak kedua Arsenal mengendurkan permainan dan lebih berusaha menjaga keunggulan 3-0. Beruntung Manchester United tidak mampu memanfaatkan kondisi tersebut.

Peluang terbaik Arsenal pada babak kedua tercipta pada saat injury time melalui Alex Oxlade-Chamberlain. Sayang, tendangan cungkil Oxlade-Chamberlain hanya membentur mistar gawang. Tidak ada gol yang tercipta di babak kedua.

Hasil ini membuat Arsenal naik ke peringkat dua klasemen sementara Liga Primer dengan torehan 16 poin, unggul selisih gol atas The Red Devils. Sementara Manchester United turun ke peringkat tiga.

Arsenal dan Manchester United sama-sama tertinggal dua poin dari Manchester City di puncak klasemen sementara Liga Primer.

Susunan pemain

Arsenal:
Petr Cech; Hector Bellerin, Per Mertesacker, Gabriel Paulista, Nacho Monreal; Santi Cazorla, Francis Coquelin, Aaron Ramsey, Mesut Oezil (Alex Oxlade-Chamberlain, 75′), Alexis Sanchez (Kieran Gibbs, 81′); Theo Walcott (Olivier Giroud, 75′).

Manchester United:
David de Gea; Ashley Young, Chris Smalling, Daley Blind, Matteo Darmian (Antonio Valencia, 46′); Michael Carrick, Bastian Schweinsteiger, Juan Mata (James Wilson, 82′); Wayne Rooney, Memphis Depay (Marouane Fellaini, 46′), Anthony Martial.

Dick Advocaat mengundurkan diri dari Jabatan Manajer Sunderland

Dick Advocaat melepaskan jabatannya sebagai manajer Sunderland setelah menukangi klub tersebut hanya dalam delapan pertandingan liga primer Inggris musim ini.

Pria Belanda yang sudah berusia 68 tahun memutuskan untuk mengundurkan diri setelah tidak mampu menghadirkan kemenangan untuk the Black Cats sehingga menempatkan Adam Johnson dan kawan-kawan pada posisi ke 19 klasemen Liga Inggris.

Berdasarkan informasi dari BBC, Advocaat mengatakan bahwa saya telah membuat keputusan untuk pergi setelah melalui delapan pertandingan. Hal itu penting untuk memberikan kesempatan perbaikan bagi semuanya.

Pertandingan kandang melawan West Ham United yang berakhir imbang 2-2, Sabtu (3/10) kemarin menjadi pertandingan terakhir Advocaat sebagai Manajer Sunderland. Menanggapi kepergian mantan pelatih tim nasional Belanda di Piala Dunia 2002 tersebut, bos Sunderland Ellis Short mengaku sedih dengan keputusan yang diambil oleh Advocaat.

Bos Sunderland, Ellis Short mengatakan bahwa kejujurannya patut dihormati. Hal tersebut sekaligus menjadi penanda karakternya, yang bekerja tidak hanya untuk mencari uang. Sesuatu hal yang tidak biasa dalam sepak bola.

Sunderland kini dipastikan mencari manajer baru untuk menggantikan Advocaat. Siapapun penggantinya nanti akan menjadi manajer ke lima yang bekerja untuk Sunderland dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Sebelumnya kursi manajer Sunderland diduduki oleh Gustavo Poyet, Paolo di Canio, Martin O’Neill, dan Steve Bruce.

Alasan lain yang terungkap mengapa Advocaat mengundurkaan diri dari Sunderland ? Pasalnya pasangan hidup manajer berusia 67 tahun tersebut akan menceraikan Advocaat jika ia tetap bertahan di Sunderland.

Berdasarkan informasi darri Independet, Advocaat mengatakan bahwa Tidak, tidak, tidak, saya akan diceraikan (istrinya). Ini merupakan pekerjaan terakhir saya. Saya memiliki karier yang hebat dan telah memenangkan banyak hal. Saya juga menikmati apa yang saya lakukan saat ini dan kini berharap Sunderland bertahan di Liga Primer

Selain itu berkat Advocaat, Sunderland yang berada di dasar Liga Primer pada periode Natal lalu, kini mulai melepaskan diri dari ancaman degradasi. Namun meski tangan dinginnya untuk sementara ini berhasil membuat Sunderland lepas dari zona degradasi, Advocaat ternyata tidak menganggap masa-masa di Stadium of Light sebagai salah satu periode terbaik dalam kariernya. Tidak, masa terbaik saya bukan di sini. Karena selama ini saya telah memenangkan 15 trofi.

Wenger Pilih Ospina dibandingkan Petr Cech

Arsene Wenger dihantam kritikan setelah mencadangkan Petr Cech dan memainkan David Ospina dalam laga Liga Champions melawan Olimpiakos pada Rabu (30/9). Hasilnya Arsenal pun menelan kekalahan 2-3 meski bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Emirates.

Kiper Arsenal, Petr Cech membela keputusan Wenger tersebut dengan mengatakan bahwa memang hal itulah yang harus dilakukan seorang manajer.

Berdasarkan informasi dari Sky Sport, Petr Cech mengatakan bahwa Itulah kehidupan seorang manajer, yaitu keputusan yang Anda ambil terkadang tidak membawa kemenangan sehingga muncul tekanan. Tapi itu juga kehidupan seorang pemain.

Petr Cech mengatakan bahwa yang bisa dilakukan seorang pemain adalah menerima keputusan sang manajer. Dalam kasus Cech, hingga kini ia selalu diturunkan di Liga Primer Inggris namun belum pernah bermain di kompetisi Eropa. Apakah saya ingin bermain di semua pertandingan? Saya ingin bermain di setiap laga. Tapi saya paham hal itu tidak mungkin.

Petr Cech menambahkan bahwa Saya percaya bahwa sang manajer memiliki kepercayaan penuh pada tim yang ia pilih. Jika mengikuti pola tersebut, Petr Cech akan bermain ketika Arsenal menjamu Manchester United pada Minggu (4/10). Keputusan untuk menurunkan Petr Cech setidaknya akan membawa rasa aman bagi lini pertahanan Arsenal terutama karena Petr Cech memang sedang dalam performa baik.

Kiper asal Republik Ceko itu mampu mengatasi mimpi buruk kalah di laga debut dari West Ham United. Ia pindah klub dan mengalami hal-hal baru telah mengangkat performa dirinya. Sangat menyegarkan jika Anda tidak pergi ke tempat yang telah Anda kenal setiap jengkal, tapi Anda bisa menemukan cara baru untuk melakukan sesuatu.

Jika Arsene Wenger masih mempercayakan Ospina sebagai Kiper Utama saat melawan Manchester United, Kami perkirakan akan kalah besar.

Kami menyarankan kepada Pelatih Arsenal, Arsene Wenger untuk memasang Petr Cech sebagai Kiper Utama. Alasan, pertama, Nama Besar Petr Cech membuat penyerang Manchester United akan berpikir ulang. Alasan kedua, Jika gawang arsenal dijaga Petr Cech, pertahanan Arsenal akan semakin kokoh

Mourinho tidak ada niat permalukkan Nemanja Matic

Gelandang bertahaan, Nemanja Matic menjadi salah satu pemain yang paling disorot usai bertanding lawan Southampton di Stamford Bridge. Pasalnya, Nemanja Matic yang baru masuk pada babak kedua sudah harus ditarik keluar 27 menit kemudian. Nemanja Matic masuk pada babak kedua untuk menggantikan Ramires. Namun ternyata Nemanja Matic gagal mengembangkan permainan dan mengangkat performa ‘The Blues’ Chelsea secara keseluruhan.

Saat Chelsea kebobolan untuk ketiga kalinya, Jose Mourinho memutuskan untuK menambah daya gedor tim dengan memasukkan Loic Remy. Sial bagi Nemanja Matic, dirinyalah yang dipilih oleh Jose Mourinho untuk ditarik keluar.

Berdasarkan informasi dari Fourfour Two, Jose Mouringo mengatakan bahwa Saya tidak mempermalukan dirinya. Jelas apa yang saya lakukan bukanlah didasari oleh perasaan suka tidak suka secara personal terhadap seorang pemain.

Jose Mourinho menambahkan bahwa Saya tahu bahwa saya memiliki banyak pemain hebat namun terkadang mereka berada di situasi yang sulit dan Matic merupakan salah satu pemain yang sedang mengalami hal itu. Dalam pandangan Mourinho, Nemanja Matic tengah kehilangan sentuhan terbaiknya di lapangan. Dia tak bisa ikut menggalang pertahanan dengan baik. Penguasaan bolanya juga kurang bagus dan begitu pula dengan pengambilan keputusan yang ia lakukan di lapangan hari ini.”

Jose Mourinho mengatakan bahwa Saya memasukkan Matic ke lapangan karena saya khawatir dengan Ramires. Walau Ramires bermain baik, ia telah mendapatkan kartu kuning dan dengan penampilan wasit yang seperti itu saya patut waspada tentang kemungkinan kartu kuning kedua.

Karena itulah ketika Jose Mourinho menginginkan Remy masuk, maka ia memutuskan untuk menarik keluar Matic yang dianggap tidak bermain maksimal.

Mourinho menambahkan bahwa Saya pertahankan Oscar karena dia berhasil mengkreasi sejumlah peluang. Saya pun tetap menginginkan Cesc Fabregas di lapangan karena ia memiliki kontrol emosi yang bagus meskipun tidak bermain baik hari ini. Jadi pada akhirnya saya memutuskan untuk menarik keluar Matic. Saya memiliki hubungan yang akrab dengannya dan sama sekali tidak ada niatan dari saya untuk mempermalukan dirinya.

Sado Mane mempermalukan Chelsea

Chelsea tampil lesu saat menghadapi Southampton di Stamford Bridge. Lini belakang yang keropos serta minimnya kreasi dari tengah membuat Chelsea takluk 1-3 dari Soton.

Pada pertandingan yang berlangsung Sabtu (3/10) malam WIB, manajer Chelsea, Jose Mourinho, kembali memasukkan John Terry ke dalam starting XI. John Terry diduetkan dengan Gary Cahill sebagai palang pintu. Sementara, Branislav Ivanovic yang belakangan disorot lantaran performanya menurun tetap dipercaya sebagai bek kanan.

Chelsea langsung menekan pertahanan Soton sejak awal pertandingan. Namun, Chelsea belum bisa masuk ke kotak penalti Soton pada sekitar lima menit pertama. Soton sempat membalas lewat serangan balik. Namun, umpan panjang yang dilepaskan kepada Dusan Tadic gagal lantaran Tadic berada dalam posisi offside.

Pada menit ke-10, Chelsea mendapatkan tendangan bebas di sisi kiri setelah Eden Hazard dilanggar oleh Oriol Romeu. Willian pun maju menjadi eksekutornya.

Tendangan bebas Willian melengkung dan mengarah ke tiang jauh. Kendati kiper Soton, Maarten Stekelenburg, sudah melompat untuk menjangkau bola, ia tetap gagal menghalaunya. Chelsea unggul 1-0 dan buat Willian, ini adalah gol keduanya dalam dua pertandingan terakhir di Premier League. Pada pertandingan melawan Newcastle United pekan sebelumnya, ia juga sukses menciptakan gol lewat tendangan bebas.

Setelah gol tersebut, Chelsea mendominasi penguasaan bola. Namun, mereka kesulitan untuk masuk ke dalam kotak penalti Soton. Eden Hazard sempat mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Namun, tendangannya mengarah tepat ke tangkapan Stekelenburg.

Soton sempat dua kali mengklaim bahwa mereka layak mendapatkan penalti. Yang pertama ketika kostum Virgil van Dijk ditarik oleh Ivanovic, sedangkan yang kedua ketika Sadio Mane ditekel oleh Ramires. Namun, wasit menilai bahwa Mane menjatuhkan diri, bukannya dilanggar.

Soton, di sisi lain, bermain sabar dengan banyak melepaskan umpan panjang. Menjelang akhir babak pertama, mereka sempat mendapatkan peluang lewat umpan silang Victor Wanyama yang nyaris berbelok ke gawang Chelsea. Beruntung bagi Chelsea, Asmir Begovic sigap dengan menepis bola ke luar lapangan.

Pada menit ke-43, Soton akhirnya menyamakan kedudukan. Gol ini tercipta bermula dari umpan panjang dari sisi kanan yang diarahkan kepada penyerang mereka Graziano Pelle. Tanpa buang waktu, Pelle langsung membelokkan bola ke arah Steven Davis yang masuk dari lini kedua. Davis lantas melepaskan tendangan first-time tanpa bisa dihalau Begovic.

Sebelum babak pertama berakhir, Chelsea mendapatkan tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti Soton. Lagi-lagi, Willian menjadi eksekutornya. Namun, tendangan Willian kali ini membentur pagar pemain. Skor 1-1 bertahan sampai babak pertama selesai.

Di awal-awal babak kedua, Soton sempat mengancam ketika Mane lolos dari jebakan offside. Namun, dua kali tembakannya dari dalam kotak penalti gagal. Tembakan pertamanya diblok oleh Begovic, sedangkan sepakan keduanya membentur bek lawan. Soton mulai percaya diri menekan pertahanan Chelsea.

Pada menit ke-56, Chelsea sempat mengancam lewat Radamel Falcao. Peluang ini tercipta berawal dari Menerima umpan terobosan, penyerang asal Kolombia itu berhadapan satu lawan satu dengan Stekelenburg. Falcao kemudian terjatuh, tetapi Stekelenburg mengklaim bahwa ia sama sekali tak menyentuh Falcao. Falcao pun mendapatkan kartu kuning lantaran dinilai menjatuhkan diri.

Pada menit ke-59, malah Soton yang mencetak gol kedua. Mane, yang menerima umpan terobosan Pelle dari tengah, langsung berhadapan dengan Begovic usai memenangi perebutan bola dengan John Terry. Tendangan Mane, meski sempat mengenai Begovic tetapi bola tersebut tetap masuk ke gawang, Kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk Soton.

Pertahanan Chelsea benar-benar rapuh, dan ini kembali terlihat pada gol ketiga Soton yang tercipta pada menit ke-73. Soton dengan cepat melakukan serangan balik ketika The Blues kekurangan jumlah pemain di lini pertahanan. Dengan sigap Mane memberikan umpan terobosan ke kanan, tempat di mana Graziano Pelle berada. Dengan tenang, Pelle kemudian menyelesaikannya dengan sepakan datar kaki kanan. 3-1.

Setelah ketertinggalan, Jose Mourinho sempat merespons dengan memasukkan Loic Remy dan Pedro Rodriguez. Nemanja Matic, yang baru masuk di awal babak kedua, ditarik ke bench. Kendati demikian, Chelsea tetap kesulitan mengkreasikan peluang bersih.

Pada akhirnya, skor 3-1 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Susunan Pemain

Chelsea:
Begovic, Ivanovic, Cahill, Terry, Azpilicueta, Fabregas, Ramires (Matic 46, Remy 73), Oscar, Willian (Pedro 64), Hazard, Falcao.

Southampton:
Stekelenburg, Soares, Fonte, van Dijk, Bertrand, Davis, Wanyama, Romeu (Ward-Prowse 46), Tadic (Rodriguez 78), Mane (Yoshida 89), Pelle.

Sergio Aguerro mengamuk di Lapangan dengan mencetak 5 Gol

Manchester City menang 6-1 saat menjamu Newcastle United walaupun sempat tertinggal lebih dulu. Sergio Aguero menjadi pahlawan kemenangan City dengan lima golnya. Pertandingan ini digelar Di Etihad, Sabtu (3/10/2015) malam WIB.

Manchester City memberikan ancaman pada menit ke-7 lewat tendangan bebas Kevin De Bruyne. Tendangan Bruyne masih bisa diblok oleh Tim Krul pada saat bola menuju tiang dekat.

Empat menit kemudian sebuah umpan silang dari Aleksandar Kolarov di sektor kiri, bola mengarah ke kotak penalti Newcastle. Sergio Aguero lalu menyundul bola itu ke gawang, walaupun di tengah jalan si kulit bundar sudah terhadang oleh bek pemain lawan.

Newcastle mencoba mencuri kesempatan walaupun usaha Mitrovic meregangkan kaki untuk menembakkan bola di kotak penalti City masih tak berbuah sesuai harapannya. Joe Hart pun belum dibuat terlalu kesulitan dari kejadian pada menit ke-14 tersebut.

Memasuki menit ke-18, Newcastle memimpin. Serangan pertama Newcastle dari sisi kiri tampaknya sudah akan ditangkal oleh lini belakang Manchester City, tetapi rupanya ancaman masih hidup dan umpan silang Georginio Wijnaldum mengarah ke depan gawang langsung ditanduk oleh Mitrovic.

Serangan dari Newcastle pada menit ke-25 membuat bola berakhir di dalam gawang Manchester City. Tetapi tak ada gol karena sebelum itu hakim garis sudah mengangkat bendera tanda offside.

Semenit kemudian Newcastle mengancam lagi. Sebuah bola sodoran dari Moussa Sissoko di kanan tak kuasa dijangkau Ayoze Perez, tetapi masih ada Mitrovic yang lantas menembak walaupun Hart sudah lebih dulu maju mengantisipasi dan melakukan hadangan krusial.

Sergio Aguero menguasai bola di luar kotak penalti pada menit ke-34 dan meneruskan dengan tendangan kerasnya. Bola melesat walaupun masih sedikit melebar dari sasaran gawang. Empat menit kemudian Newcastle menebar ancaman dan operan Sissoko mengarah tepat ke Wijnaldum yang kemudian melanjutkan dengan tembakan keras. Bola masih tepat mengarah ke Joe Hart yang mengamankan gawangnya tanpa kesulitan.

Memasuki menit ke-42, kedudukan kembali imbang. Gol ini tercipta berawal dari umpan silang David Silva ke arah kanan, bola lalu ditanduk Fernandinho ke depan gawang tempat Aguero kemudian membuat gol sundulan dari jarak dekat.

Manchester City membuka gol pada babak kedua dengan impresif. Tendangan Sergio Aguero, usai menerima operan Silva, pada menit ke-49 mengenai tubuh Yoan Gouffran dan membuat Krul tak berkutik. Setelah kick-off untuk Newcastle atas gol tersebut, Manchester City langsung bisa merebut bola dan pada akhirnya Sergio Aguero menerima operan De Bruyne, mencetak gol lagi usai melambungkan bola ke atas tubuh Krul yang datang menerjang untuk menutup ruang.

Pada menit ke-53 De Bruyne yang berada di tiang dekat melanjutkan sebuah operan dari Jesus Navas dengan tembakan voli first time yang tak kuasa dihadang Krul. City kini unggul 4-1.

Aguero membuat gol keempatnya ke gawang Newcastle pada menit ke-60. Gol ini tercipta berawal dari Menerima bola di tepi kotak penalti, ia kemudian mendapatkan ruang tembak usai bergerak sedikit ke kanan. Bola lalu dikirimnya ke ke tiang jauh Newcastle tanpa bisa dihalau Krul.

Dan Sergio Aguero lantas benar-benar menjadi momok bagiNewcastle di pertandingana ini usai membuat gol kelima dua menit berselang. Silva menggiring bola dari kanan ke tengah lalu mengoper ke De Bruyne di kiri. Bola lalu disodorkan De Bruyne ke tiang jauh dengan Aguero menjadi penuntas serangan.

Wilfried Bony melepaskan tembakan dari posisi cukup baik di menit ke-74 walaupun arah bola masih melebar dari bidang sasaran. Dua menit kemudian pemain pengganti lain, Kelechi Iheanacho, juga melepaskan tembakan yang kali ini tepat sasaran tapi masih diblok Krul.

Susunan Pemain

City:
Hart, Zabaleta, Otamendi, Mangala, Kolarov, Fernando, Fernandinho, Silva (Iheanacho 75′), Sterling (Navas 46′), De Bruyne, Aguero (Bony 65′).

Newcastle:
Krul, Janmaat, Mbemba, Coloccini, Mbabu (Lascelles 53′), Sissoko (Tiote 66′), Anita, Gouffran (Thauvin 66′), Wijnaldum, Perez, Mitrovic.

Chelsea harus menjaga konsisten permainannya

Sebagai juara bertahan, Chelsea justru tampil inkonsisten dan terperosok ke papan bawah Premier League. Jika ingin mendaki klasemen, Chelsea diminta untuk mengurangi kesalahan di atas lapangan. Chelsea melangkah dengan tertatih-tatih di Premier League musim ini. Juara musim lalu itu baru menang dua kali menang dan sudah kalah tiga kali dari tujuh pertandingan di liga. Cuma mengumpulkan delapan poin, Chelsea pun terpaku di posisi ke-14 klasemen.

Dalam dua pertandingan terakhir di semua kompetisi, Chelsea gagal memetik kemenangan. Setelah diimbangi Newcastle United di Premier League, The Blues kemudian takluk 1-2 di tangan Porto di Liga Champions.

Kekalahan yang didapat dari FC Porto tak lepas dari kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pemain Chelsea. Jose Mourinho menyebutkn bahwa timnya membuat dua kesalahan dalam pertandingan tersebut yang berujung pada gol Porto.

Bek Chelsea, Cesar Azpilicueta, sadar betul kalau kesalahan-kesalahan yang dibuat sudah sangat merugikan timnya. Sudah waktunya bagi Chelsea untuk tampil lebih ‘bersih’ dan teliti di atas lapangan.

Berdasarkan informasi dari Sky Sport, Azpilicueta mengatakan bahwa Kami bisa lihat sulitnya Premier League. Tahun lalu apa yang kami lakukan luar biasa, tapi sekarang adalah musim baru dan kami bisa merasakan bahwa di setiap laga, tim-tim berjuang keras untuk poin.

Azpilicuet menambahkan bahwa kami senang dan kami harus fokus pada tugas kami. Kami harus terus melakukan hal-hal yang kami lakukan dengan baik dan menghindari kesalahan. Ketika Anda kebobolan gol kadang tim lain melakukan tugas dengan baik, tapi ada kalanya kami membuat kesalahan. Kami harus menghindarinya karena setiap kali kami membuat kesalahan kecil, kami dihukum dengan kekalahaan menyakitkan. Tahun lalu mungkin bola mengenai tiang. Ini bukan waktunya bersembunyi. Kami harus tahu apa keunggulan kami dan apa yang salah. Kami melakukan hal-hal dengan baik jadi kami harus menjaga fokus.

Upaya Chelsea untuk memperbaiki posisinya di klasemen akan diuji oleh Southampton. Eden Hazard dkk. akan menjamu Southampton di Stamford Bridge, Sabtu (3/10/2015) malam WIB.

Crsytal Palace menang atas West Browmich Albion

Manajer sekaligus Crystal Palace, Alan Pardew membawa timnya menduduki peringkat tiga klasemen sementara Liga Inggris dengan mencatatkan kemenangan 2-0 atas West Bromwich Albion yang digelar di Stadion Selhurst Park, London, pada Sabtu (3/10).

Pemain yang pertama mencetak gol adalah Yannick Bolasie membawa Crystal Palace unggul lebih dahulu pada menit ke-68 melalui umpan terarah dari gelandang Crystal Palace. Dia tidak tinggal diam. Setelah mendapatkan umpan terarah, dengan dinginnya menendang bola tanpa ampun. Bola diaarahkan pojok kiri yang tidak bisa dijangkau oleh Kiper West Brown.

Pada menit ke 89, Yohan Cabaye menambah keunggulan Crystal Palace menjadi 2-0 melalui titik putih setelah Christ Brunt menjatuhkan Wilfried Zaha di Kotak Teralang. Crystal Palace menugaskan Yohan Cabaye untuk mengeksekusi tendangan penalti. Ia menugaskan dengan baik.

Tiga angka yang didapatkan Crsyatl Palace di hadapan pendukungnya sendiri itu membuat Crsyatl Palace mendapatkan total 15 angka dari lima kali menang dan tiga kali kalah.

Sementara itu bagi Bolasie, pertandingan tersebut menjadi penghapus puasa gol di kandang sendiri setelah dua setengah tahun lebih. Terakhir kalinya pemain asal Kongo itu mencetak gol di Selhurst Park adalah pada Januari 2013. Gol ini mudah-mudahan menjadi pelecut buat Bolasie.

Moment ini menjadi moment terindah buat Bolasie.

Ia membobol gawang Albion dengan menggunakan tandukan kerasnya. WBA yang kini ditangani oleh mantan pelatih Crsyatal Palace, Tony Pulis, belum pernah kebobolan atau kalah di pertandingan tandang musim ini sebelum bertemu Crsyatl Palace. Pada babak pertama mereka terlihat dengan mudah bisa menangkal serangan-serangan Crystaal Palace.

Peringkat tiga milik Crsytal Palace bisa diambil alih oleh dua klub London, West Ham United atau Arsenal. WHU akan bertandang ke markas Sunderland pada Sabtu (3/10), sementara Arsenal menjamu Manchester United pada Minggu (4/10).

Susunan Pemain

Crystal Palace:
Hennessey, Kelly, Hangeland, Dann, Souare, McArthur, Cabaye, Bolasie, Puncheon, Zaha, Gayle.
Subs: Mariappa, Bamford, Campbell, Alex McCarthy, Sako, Ledley, Gray.

West Bromwich Albion:
Myhill, McAuley, Evans, Dawson, Brunt, Morrison, Yacob, Fletcher, McClean, Rondon, Berahino.
Subs: Chester, Gardner, Anichebe, Gamboa, Lambert, McManaman, Lindegaard

Pellegrini tidak berani meremehkan kekuatan Newcastle

Meski dalam laju perjalanan start yang buruk, Newcastle beberapa kali mampu menyulitkan tim besar Liga Inggris. Ketangguhan dari Team Tamu tersebut yang harus diwaspadai oleh manajer Manchester City, Manuel Pellegrini.

Newcastle sedang terpuruk di papan bawah Premier League musim ini. The Magpies, Newcastle sama sekali belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan. Mereka cuma meraih tiga hasil imbang dan empat kali kalah. Meski demikian, dalam laju tersebut, Newcastle mampu mengimbangi Manchester United dan Chelsea. Di Old Trafford, Newcastle mampu mengimbangi MU dengan skor 0-0.

Melawan Chelsea pada pekan lalu, Newcastle justru mampu unggul 2-0 lebih dulu atas sang juara bertahan. Tapi pada akhirnya mereka harus puas dengan hasil imbang 2-2. Hasil tersebut sedikit banyak mendongkrak kepercayaan diri anak-anak didik Steve McClaren.

Pada akhir pekan ini, giliran Manchester City yang akan menjamu Newcastle di Etihad Stadium, Sabtu (3/10/2015) malam WIB. Melihat hasil-hasil tersebut, Manuel Pellegrini memprediksi laga melawan Newcastle tidak akan mudah untuk timnya. Manchester City harus lebih bekerja keras.

Berdasarkan situs Resmi Manchester Cit, Manuel Pellegrini mengatakan bahwa kami selalu berharap menang di kandang tapi juga tandang. Kami ingin menang di manapun. Kami harus bermain dengan cara yang sama, dalam gaya yang sama. Kami mempunyai ujian berat melawan Newcastle. Newcastle sangat baik saat melawan Newcastle dan Manchester United di Kandang Manchester United. Mereka bermain sangat baik saat melawan Chelsea dan di sini di Manchester melawan United.

Kekalahan dari Tottenham Hotspur pekan lalu membuat Manchster City harus rela digusur Manchester United dari posisi puncak klasemen. Tapi hal tersebut tak membuat Manuel Pellegrini risau.

Pelatih Manchester City, Manuel Pellegrini mengatakan bahwa Kami tidak berpikir soal puncak klasemen saat ini, cuma harus tampil bagus. Penting ada di puncak di bulan Mei.

Manuel Pellegrini mengatakan bahwa kami harus bermain lebih baik. Karena musuh yang kami hadapi sangat susah dikalahkan apalagi pada pertandingan awal, Rekam jejak saat melawan Manchester United dan Chelse sangat baik.