Arsip Kategori: Liga Italia

Silvio Berlusconi harus merekrut pelatih yang handal

Mantan pemain AC Milan, Marco Simone menyalahkan pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi atas performa buruk yang didapatkan oleh Rossoneri dalam beberapa pekan ke belakang.

AC Milan kini tertahan di peringkat sebelas setelah mendapatkan tiga kemenangan dan empat kekalahan. Pada akhir pekan lalu mereka ditundukkan oleh Napoli 0-4 dan juga kalah di pertandingan derby melawan Internazionale dengan skor 0-1.

AC Milan juga gagal untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions Eropa selama dua musim berturut-turut.

Marco Simone mengatakan bahwa Masalah Milan sebenarnya adalah pada petinggi klub, dan saya bukan berbicara tentang uang. Berdasarkan informasi dari Football Italia mengatakan bahwa Saya cukup beruntung untuk mengenal seorang presiden yang memiliki anggaran penting dan juga ide. Sekarang saya memiliki kesan ide-idenya telah mengering.

Simone kemudian mengatakan bahwa kini AC Milan tidak memiliki visi lagi. Di matanya, pembelian-pembelian mahal yang dilakukan AC Milan pada bursa transfer musim panas ini adalah hanya untuk menaikkan citra klub di depan media dan penggemar. AC Milan di masa lalu selalu bekerja dengan ide spesifik dan juga memiliki anggaran yang penting.”

Suporter garis keras AC Milan telah beberapa kali melayangkan protes terhadap kehadiran CEO Milan, Adriano Galliani. Ia dianggap tidak lagi mampu untuk memimpin klub. Simone menyatakan bahwa ia tidak tahu apakah struktur di dalam klub harus berganti. Ia melihat bahwa Galliani dan Berlusconi telah kehilangan arah dalam upaya untuk membangkitkan kembali klub dari titik nol.

Marco Simone mengatakan bahwa Mereka lupa caranya untuk membangun AC Milan yang hebat dan kuat. Sekarang mereka hanya terburu-buru untuk melakukan sesuatu dengan hanya mengandalkan uang. Tetapi ini sia-sia, karena AC Milan tidak bisa bersaing dengan Real Madrid atau Manchester City dalam segi keuangan.

Semustinya AC Milan merekrut Pelatih yang handal dalam meracik formasi dan melatih pemain agar kemampuan meningkat. Pelatih yang harus direkrut adalah Marcelo Lippi, Pep Guardiola maupun Manuel Pellegrini. Pelatih inilah yang membawa AC Milan kembali ke puncak kejayaan.

Milan, Berilah kesempatan terakhir untuk Sinisa Mihajlovic

Pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic melalui start yang sangat berat sebagai pelatih AC Milan. Menurut Carlo Ancelotti, Sinisa Mihajlovic mebutuhkan waktu untuk memperbaiki keadaan.

Sinisa Mihajlovic, yang menggantikan Filippo Inzaghi pada musim panas ini, tak membuat start yang mengesankan di Milan. Dalam tujuh pertandingan pertama di Serie A musim ini, Rossoneri cuma menang tiga kali dan sudah kalah empat kali.

Salah satu kekalahan paling memalukan yang didapat Milan terjadi pada saat pertandingan melawan Napoli di San Siro, Minggu (4/10/2015). Di hadapan puluhan ribu tifosinya sendiri, AC Milan dipecundangi tim tamu dengan skor telak 0-4.

Problem utama Milan sekarang adalah lini belakang yang begitu keropos. Dalam tujuh pertandingan, mereka sudah kebobolan 13 gol. Mereka jadi tim dengan pertahanan terburuk kedua sejauh ini dan cuma lebih baik daripada tim debutan Carpi yang kebobolan 16 gol.

Berdasarkan informasi dari Corriere Sera, Carlo Ancelotti mengatakan bahwa Sinisa Mihajlovic adalah seseorang yang mempunyai karakter dan pengalaman bagus di Italia.

Carlo Ancelotti mengatak bahwa Apa yang salah di Milan? Gabungan dari berbagai hal. Namun, kita tak boleh kehilangan keyakinan. Kita harus terus berjuang. Apa yang terjadi di Milan seperti yang terjadi di Juve setelah mencapai final Liga Champions. Kita harus memberi waktu kepada para pelatih. Clarence Seedorf dan Filippo Inzaghi? Mereka hancur bukan karena Milan, tapi karena hasil.

Tren buruk tengah menaungi AC Milan. Di saat yang sama pelatih Sinisa Mihajlovic terus mendapat sorotan. Terkait hal itu, mantan pelatih Rossoneri, Carlo Ancelotti, angkat bicara. Ia berharap agar pihak klub tetap memberikan dukungannya kepada Sinisa Mihajlovic.

Eks allenatore Sampdoria itu, menurut Don Carlo, memiliki hak untuk mendapat kesempatan lebih. “Mihajlovic seorang pelatih yang berkarakter. Dia memiliki banyak pengalaman di Italia, Milan harus memberikan waktu baginya. Ia menjelaskan apa yang terjadi di Milan merupakan gabungan dari semua kekurangan yang ada. Di antaranya dengan skuat yang baru, Il Diavolo butuh adaptasi. Tetapi ia berharap tim tersebut tidak kehilangan kepercayaan diri. Apa yang terjadi di Milan sama seperti Juve setelah mencapai final Liga Champions, kami harus tetap berjalan.

Pasukan merah hitam baru mengalami dua kekalahan beruntun di Serie A. Terakhir saat mengahadpi Napoli di San Siro, ACMilan dihajar empat gol tanpa balas.

Kekalahaan memalukkan di Kandang Sendiri, San Siro

Pada pekan ini, AC Milan menelan kekalahan telak saat menjamu Napoli di San Siro, Senin (5/10/2015) dinihari WIB. Di depan pendukungnya sendiri, Rossoneri tunduk dengan skor 0-4.

AC Milan menjamu Napoli dengan kondisi lini belakang yang buruk dan sangat rapuh. Gawang Team asuhan Sinisa Mihajlovic belum pernah mencatatkan clean sheet dan menjadi klub dengan pertahanan terburuk ketiga dari 20 tim.

AC Milan dan Napoli tampil seimbang pada menit-menit awal pertandingan. Namun sebuah kesalahan yang dilakukan barisan pertahanan tuan rumah AC Milan membuat Napoli berhasil membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan 13 menit.

Gol pertama napoli bermula dari tendangan Zapata ketika membuang bola di sepertiga pertahanannya sendiri justru jatuh ke kaki Lorenzo Insigne. Dari momen itu Insigne dengan jeli melihat Allan masuk ke kotak penalti dan melepaskan umpan terobosan padanya. Allan pun menjebol gawang AC Milan setelah tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Diego Lopez.

AC Milan mencoba bereaksi setelah gol tersebut. Luis Adriano mempunyai peluang untuk menyamakan kedudukan saat dia menerima umpan yang dilepas oleh Bertolacci di muka gawang, tapi bola datang setengah langkah di belakangnya sehingga membuat striker asal Brasil itu tak bisa melepaskan tendangan dengan akurat.

Napoli nyaris memperbesar keunggulan melalui Gonzalo Higuain. Tapi setelah melewati bek-bek Milan, upayanya dimentahkan oleh kiper Diego Lopez.

Di sisi lain, serangan yang dibangun AC Milan tak ada yang benar-benar membahayakan gawang Pepe Reina. Salah satunya adalah saat Antonelli mencoba melepaskan tendangan first time untuk menyambar umpan Kucka, namun bola yang dia tendang melayang tinggi jauh dari sasaran.

Lima menit sebelum turun minum Higuain nyaris menambah keunggulan, namun tembakannya di tiang dekat diblok Zapata.

Pada awal babak kedua, AC Milan mendapatkan pukulan lain setelah gol kedua lahir ke gawang mereka. Gol tersebut diawali melalui kerjasama satu-dua antara Insigne dengan Higuain. Insigne menuntaskan pergerakan itu dengan tendangan melengkung yang tak bisa digapai Lopez. Kedudkan berubah menjadi 2-0 untuk Napoli.

AC Milan gagal bangkit meski telah tertinggal dua gol. Penguasaan bola masih dikuasai Napoli sampai beberapa menit setelah gol yang dibuat Insigne. Tepat pada menit ke-60 AC Milan nyaris memperkecil ketinggalan saat tendangan bebas Bonaventura yang melayang ke kotak penalti disambar Ely dengan kepalanya. Bola mengarah ke sudut gawang, namun Reina bergerak cepat untuk menangkapnya.

Pada menit ke-67, Insigne mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini. Kedudukan berubah menjadi 3-0.

Kali ini dia mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan bebas. Tendangannya melayang melewati pagar betis pemain Milan, meski Diego Lopez berhasil meraihnya tapi dia tak kuasa menghadang bola dari masuk ke gawang.

Saat upaya mencetak gol tak kunjung membuahkan hasil, Pada menit ke-77, AC Milan justru kebobolan gol untuk kali keempat melalui bunuh diri Ely

Di sisa pertandingan, AC Milan gagal menciptakan peluang matang untuk setidaknya memperkecil ketinggalan. Justru Gabbiadini yang nyaris bikin gol kelima pada menit ke-85 saat tendangan kerasnya menyambar umpan Callejon tipis melebar dari sasaran.

Ini menjadi kekalahan keempat Milan, dari tujuh pertandingan yang sudah dijalani. Riccardo Montolivo dkk sementara duduk di posisi 11 klasemen dengan poin sembilan. Sementara Napoli naik ke posisi enam dengan telah mengoleksi 12 poin.

Susunan Pemain

AC Milan:
Diego Lopez; De Sciglio, Zapata, Ely, Antonelli; Kucka (Poli 83), Montolivo, Bertolacci (Cerci 56); Bonaventura; Luiz Adriano, Bacca

Napoli:
Reina; Hysaj, Albiol, Koulibaly, Ghoulam; Allan, Jorginho, Hamsik (David Lopez 73); Callejon, Higuain (Gabbiadini 80), Insigne (Mertens 73)

Mihajlovic membangkitkan semangat pemain AC Milan

Pelatih anyar AC Milan, Sinisa Mihajlovic terus berupaya memompa semangat para pemainnya. Sinisa Mihajlovic menyatakan bahwa AC Milan tak bisa sekadar mengandalkan nama besar mereka untuk bisa memenangkan pertandingan.

AC Milan menjalani enam pertandingan awal di Serie A musim ini dengan tiga kali menang dan tiga kali kalah. Hal itu membuat mereka saat ini masih terpaku di posisi ke-11 klasemen sementara Serie A.

Mihajlovic mengatakan bahwa Nama besar AC Milan saja tak cukup untuk memenangkan pertandingan. Kamu harus bekerja keras di atas lapangan.

Berdasarkan informasi dari Four Four Two, Sinisa Mihajlovic mengatakan bahwa bila kami tak mampu menandingi semangat juang tim lawan, maka kami tidak akan mendapatkan hasil bagus.

Pada pekan ketujuh, AC Milan bakal menghadapi Napoli, Minggu (4/10). Sama halnya dengan AC Milan, Napoli juga melakukan start yang kurang bagus musim ini. Gonzalo Higuain dan kawan-kawan juga baru memetik tiga kemenangan dari enam laga awal Serie A.

Higuain mengatakan bahwa ada beberapa pertandingan yang bakal berpengaruh besar terhadap perjalanan tim dalam sebuah musim dan laga lawan Napoli adalah salah satunya.

Sinisa Mihajlovic mengatakan bahwa saat ini Napoli berada dalam performa bagus dan saya harap hal itu bisa meningkatkan gairah dan motivasi tim kami. AC Milan harus bisa memperagakan apa yang telah mereka latih dengan keras pada sesi latihan. Kami sudah mempelajari hal-hal yang kami butuhkan, baik saat menyerang maupun bertahan. Para pemain mengerti apa yang harus mereka lakukan untuk memenangkan pertandingan ini.

Sinisa Mihajlovic mengatakan bahwa Napoli sangat terorganisir dan merupakan salah satu tim dengan serangan terbaik di Eropa. Namun mereka pun mempunyai kelemahan dan di situlah kami harus mengeksploitasi mereka. Kami akan berlatih lebih keras dan berlatih finishing terakhir agar kami bisa mengahasilkan gol yang banyak. Bukan peluang yang banyak.

Mihajlovic mengatakan bahwa nama Besar Milan harus bisa kami bangkitkan kembali. Jangan cuma tinggal nama saja. Kita harus bangkit dan buktikan pada seluruh dunia bahwa kami Milan yang dulu merajai Raja Eropa.

Allegri mengatakan bahwa Juventus harus merebut point saat melawan Bologna

Juventus belum sekali pun menang di kandangnya sendiri dalam ajang Serie A musim ini. La Vecchia Signora, Juventus berharap bisa mendapatkannya ketika menjamu Bologna di Juventus Stadium, Minggu (4/10/2015).

Dalam tiga pertandingan di Juventus Stadium, Juventus cuma meraih dua hasil seri dan sekali kalah. Tim asuhan Massimiliano Allegri itu dikalahkan Udinese dengan skor 0-1, lalu ditahan imbang Chievo 1-1 dan Frosinone 1-1.

Juventus menang dengan skor 2-0 saat menjamu Sevilla pada Rabu (30/9/2015) lalu. Namun, pertandingan tersebut adalah pertandingan Liga Champions, di mana Juventus memang menunjukkan performa yang jauh lebih baik daripada musim lalu Serie A.

Musim sekarang ini, Performa Juventus sangat turun drastis dibandingkan tahun lalu. Padahal pemain yang baru direkrut juga potensi kemampuan yang bagus. Tetapi masih belum nyetel dengan Skuad yang sekarang ini

Massimiliano Allegri mengatakan bahwa penting untuk menang besok (hari ini-red). Itu akan menjadi kemenangan kandang pertama kami di Serie A musim ini.

Berdasarkan informasi dari Football Italia, Massimiliano Aleggri mengatakan bahwa Lewat performa apik Anda akan mendapatkan hasil. Jika Anda main bagus, Anda lebih mungkin menang. Sejauh ini hasilnya memang tak berpihak pada kami, tapi sampai wasit meniup peluit panjang, semuanya masih mungkin.

Massimiliano Allegri mengatakan bahwa saya sangat senang dengan cara main kami pada hari Rabu karena Sevilla cuma punya satu tembakan ke gawang. Saya tak percaya dengan titik balik, tapi saya percaya konsistensi. Besok (hari ini-red) kami harus memperlakukan Bologna seolah-olah ini adalah pertandingan paling penting kami pada musim ini.

Massimiliano Allegri mengatakan bahwaa setelah ini akan ada jeda internasional dan saya meminta para pemain membantu saya rileks selama jeda itu.

Juventus kini terpuruk di posisi ke-15 pada klasemen sementara dengan raihan lima poin, sedangkan Bologna menjadi juru kunci dengan tiga poin. Jika Juventus kalah lagi, posisi Massimiliano Allegri akan terancam dari Kursi kepelatihaan Juventus.

Massimiliano Allegri harus menyiapkan strategi yang baik untuk menghadapi Bologna. Ini kesempata terakhirmu. Kami prediksikan jika Juventus kalah, Posisi pelatih Juventus akan terusik.

FIGC bisa menuntut Juventus atas ucapan Presiden Klub Juventus

Berdasarkan informasi dari Gazzetta World, Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Carlo Tavecchio menyatakan bahwa FIGC bisa menuntut Juventus atas ucapan Presiden klub Andrea Agnelli.

Pada awal pekan ini, Presiden Juventus, Agnelli mengeluarkan pernyataan bahwa perlu ada perbaikan total pada sistem persepakbolaan Italia, termasuk di antaranya merancang liga untuk tim cadangan dan juga memperbaiki keamanan saat pertandingan.

Agnelli juga mendesak FIGC untuk menghindari membuang-buang waktu antara sekarang dan 2022 untuk mencari pendapat tentang hal-hal yang harus dibenahi, tapi pada akhirnya tidak melakukan apapun. Pernyataan itu yang diduga menjadi pemantik pertikaian antara FIGC dan Si Nyonya Tua.

Pernyataan yang keras ini membuat para petinggi FIGC tersinggung dan menimbulkan pertikaian baru. Pada dahulu, Juventus dihukum oleh FIGC karena kasus perjudian di Seri A. Akhirnya Juventus tergredasi ke Seri B.

Berdasarkan informasi dari Gazzetta, saat ini Tavecchio telah berkonsultasi dengan pengacara untuk mengetahui jika ia memiliki landasan kuat untuk melakukan tuntutan hukum. Tavecchio juga dikabarkan sangat marah karena Agnelli membuat kontroversi lagi. Saya ingin membuat mulut Presiden Juventus ini diam untuk selamanya.

Kami akan analisasis dulu sebelum mengajukkan ke Pengadilan. Kami ingin tuntutan memiliki landasan yang kuat.

Perselisihan antara Juventus dan FIGC memang bukan yang pertama terjadi. Bianconeri, Juventus sebelumnya sempat menuntut penggantian kerugian sebesar €443 juta, atau setara Rp 7,3 triliun, karena hukuman atas keterlibatan Juventus dalam skandal Calciopoli 2006 tidak berdasarkan bukti-bukti lengkap. Saat itu pengadilan memutuskan Juventus terdegradasi ke Serie-B dan mencabut gelar juara Serie-A musim 2005-2006.

Inilah yang menjadi awal pertikaian antara Juventus dengan Federasi Seppak BBola Italy.

Sejak bulan Maret 2015 kedua belah pihak telah saling berkomunikasi namun belum mencapai kata sepakat untuk menyelesaikan kasus tersebut di luar pengadilan. Meski demikian, Pengadilan Kasasi menyatakan bahwa mantan Manajer Umum Juventus, Luciano Mogi, memang menjadi sosok penting dalam skandal Calciopoli, sehingga upaya banding akan berbuah kesia-siaan.

Semustinya FIGC dan Presiden Juventus sama-sama dua bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan saling mengumbar di Media Sosial. Hal itu akan menjadi runyam

Awal kebangkitan Giuseppe Rossi

Punggawa La Viola lainnya, Khouma Babacar menyatakan bahwa Penyerang Fiorentina, Giuseppe Rossi nyaris mengeluarkan air mata setelah mencetak gol ke gawang Belenenses di Liga Eropa pada Kamis (1/10).

La Viola, Fiorentina menang 4-0 di markas Belenenses dengan Federico Bernardeschi, Khouma Babacar, dan Rossi mencetak gol dan satu gol lainnya tercipta dari bunuh diri Tonel.

Gol Giuseppe Rossi adalah yang pertama untuk mantan penyerang tim nasional Italia tersebut setelah terakhir kalinya membobol gawang lawan pada 501 hari yang lalu. Ia sempat mengalami cedera panjang yang memaksanya tak bisa bermain sepanjang musim 2014-2015.

Giuseppe Rossi melakukannya gol pada menit ke-90 yang kemudian disambut oleh senyum dari sang pelatih yang bernama Paulo Sousa. Berdasarkan informasi dari Football Italia, Khouma Babacar mengatakan bahwa Giuseppe Rossi nyaris menangis setelah golnya. Ia sangat emosional, dan kami memberinya aplaus ketika ia masuk ke ruang ganti.

Gol tersebut akan menjadi awal dari sebuah jalan panjang Giuseppe Rossi untuk kembali bangkit. Sempat diprediksi menjadi striker masa depan Italia, cedera lutut yang berkepanjangan membuat Giuseppe Rossi lebih sering menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.

Berdasarkan informasi dari beberapa pekan yang lalu, situs resmi Fiorentina mengatakan bahwa Giuseppe Rossi telah menerima pengurangan gaji dalam perpanjangan kontraknya, dari semula €2,4 juta menjadi €1,7 juta.

Selain berjuang untuk mendapatkan tempat di tim Fiorentina, Giuseppe Rossi pun akan berupaya merebut kepercayaan pelatih tim nasional Italia, Antonio Conte. Ia memiliki waktu beberapa bulan untuk berjuang masuk ke dalam tim yang dibawa ke Piala Eropa Perancis 2016.

Gol ini adalah awal kebangkitan Giuseppe Rossi di kancah International maupun domestik. Giuseppe Rossi mengatakan bahwa saya harus bangkita dan harus bisa mengembalikkan kepercayaan Pelatih Italia untuk bisa ikut dalam kancah Piala Eropa 2016 di Prancis.

Sebagai proses awal kebangkitan, saya harus membuat banyak gol untuk Fiorentina dan harus mempunyai kontribusi untuk Fiorentina. Terima kasih kepada Paulo Sousa yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk bermain Full. Saya harus bisa membalas budi atas kepercayaan pelatih terhadap saya.

Alvaro Morata berhasil menyamai Rekor Allesandro Del Piero

Sejarah baru tercipta di Stadion Juventus ketika tim tersebut menjamu Sevilla dalam ajang pertandingan Grup D Liga Champions, Kamis (1/10) dini hari WIB.

Penyerang sentral tim tersebut, Alvaro Morata menyamai rekor legenda tim tersebut Alessandro Del Piero. Alvaro Morata mencetak satu gol untuk kemenangan Juventus atas Sevilla 2-0.

Satu gol itu membuat Alvaro Morata dan Allesandro Del Piero sama-sama pernah mencetak gol untuk timnya di Liga Champions dalam lima pertandingan berturut-turut. Alllesandro Del Piero berhasil melakoni prestasi itu pada musim 1995-1996 silam.

Pada musim itu Juventus yang diarsiteki Marcello Lippi berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Ajax Amsterdam lewat adu penalti di partai puncak.

Kini, Alvaro Morata bahagia atas prestasinya menyamai rekor Del Piero, apalagi timnya berhasil menang tanpa kebobolan. Namun, usai pertandingan melawan Sevilla, penyerang asal Spanyol itu mengaku ada yang mengganggu dirinya yakni performa di Serie A Italia.

Kontras dengan penampilan di Liga Champions, performa Juventus di kompetisi domestik itu tak bagus. Juara bertahan Serie A itu terpuruk di peringkat ke-15 dengan torehan lima poin dari enam pekan berjalan. Juventus hanya dapat mencetak satu kemenangan dari enam laga yang telah berjalan tersebut.

Berdasarkan informasi dari Reuters, Alvaro Morata mengatakan bahwa Kami bahagia (menang atas Sevilla) tetapi sekarang saya harus bekerja keras untuk mencetak gol di Serie A.

Dalam pertandingan tersebut, Pelatih Juventus Massimiliano Allegri menempatkan Alvaro Morata sebagai penyerang utama dibantu oleh penyerang baru Paulo Dybala.

Alvaro Morata mengatakan bahwa pemahaman saya dengan Dybala? Ini harusnya lebih berkembang lagi, ini normal. Kami tidak bermain bersama untuk waktu yang lama, tetapi kami memiliki persahabatan yang erat.

Alvaro Morata bahkan mengatakan ia kerap makan bersama keluarga dengan keluarga Dybala. Kedekatan di luar lapangan hijau itu, kemudian bermanfaat di lapangan hijau.

Alvaro Morata mengatakan bahwa Kami harus bekerja lebih keras untuk lebih baik lagi di Liga. Dan, hal yang penting adalah sebuah kemenangan. Senada Morata, Allegri ingin kemenangan di Stadion Juventus akan terulang kembali akhir pekan ini saat Tim Nyonya Tua menjamu Bologna dalam lanjutan laga Serie A.

Fiorentina berhasil menurunkan Inter Milan dari Puncak Klasemen

Start impresif Inter Milan di musim ini pun terhenti. Lawan yang berhasil menghentikan adalah Fiorentina yang berhasil mengembalikan ‘Biru Hitam’ sementara dari langit ketujuh ke bumi.

Sebelum pertandingan melawan Fiorentina pada pekan keenam di Giuseppe Meazza, Senin (28/9/2015), Inter Milan menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Italia. Tak hanya itu, Nerazzurri juga selalu menuntaskan lima laga sebelumnya dengan kemenangan dan hanya kebobolan satu gol.

Namun, hasil bagus itu tak serta merta membuat Inter Milan terbuai dan Roberto Mancini selaku pelatih meminta tim untuk tetap membumi karena lawan-lawan kuat masih akan dihadapi, salah satunya Fiorentina, yang dianggap Mancini sebagai penentuan Scudetto.

Sayangnya duel tersebut tak berakhir manis untuk Inter karena mereka kalah telak 1-4 di kandang lewat hat-trick Nikola Kalinic. Tak cuma itu, Inter Milan juga harus kehilangan Joao Miranda yang dikartumerah.

Inter pun harus rela kehilangan tampuk klasemen karena Fiorentina melewati mereka dengan unggul produktivitas. Ada yang salah memang dengan Inter di pertandingan ini karena mereka membiarkan lawan melepaskan 12 tembakan dengan delapan tepat sasaran.

Padahal di lima pertandingan sebelumnya, total hanya 11 tendangan on goal lawan yang mampu merepotkan Samir Handanovic di bawah mistar. Bahkan Handanovic pun mendapat kecaman karena gagal mengantisipasi tiga dari empat tembakan on goal pertama Fiorentina di laga ini menjadi gol.

Berdasarkan informasi dari Football Italia, Roberto Mancini mengatakan bahwa pertandingan ini berawal sangat buruk untuk kami. Kami kebobolan gol hanya setelah empat menit berjalan, lemah menghadapi serangan balik, dan kartu merah. Mustahil untuk bisa bangkit dari sana.

Roberto Mancini menambahkan bahwa Saya memakai cara saya sendiri dan orang lain punya caranya masing-masing juga. Hasil ini tidak mengubah apapun, ini adalah sebuah ganjalan dan saya turut senang dengan kemenangan Fiorentina ini. Sebelumnya pun kami tetap membumi dan kami tidak butuh kekalahan ini untuk melakukan itu. Tidak ada yang berubah sama sekali.

Setelah kekalahaan pertama ini, kami akan lebih banyak berlatih lagi agar jangan menyebabkan kealahaan beruntun. Kami harus focus dan harus lebih serius dalam semua pertandingan. Perjalanan di Seri A masih panjang.

Roberto Mancini membela Handanovic

Kekalahan Inter Milan dari Fiorentina tidak lepas dari kesalahan-kesalahan Samir Handanovic. Meski demikian, Roberto Mancini tidak mau menyalahkan kipernya itu. Inter Milan menelan kekalahan dengan skor 1-4 saat melawan Fiorentina pada giornata keenam Serie A, Senin (28/9/2015) dinihari WIB. Nikola Kalinic menjadi mimpi buruk untuk tuan rumah lewat hat-trick yang dia ciptakan.

Ini adalah kekalahan pertama bagi Nerazzurri Inter Milan pada musim ini setelah sebelumnya mencatat hasil sempurna di lima pertandingan awal. Hasil ini juga memutuskan catatan bagus pertahanan Inter Milan yang sebelumnya cuma kebobolan satu gol dari lima pertandingan.

Kekalahan telak Inter Milan dimulai setelah Handanovic melakukan pelanggaran terhadap Kalinic yang berbuah penalti untuk Fiorentina pada menit keempat. Josip Ilicic yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Handanovic juga bertanggung jawab atas gol kedua Fiorentina. Dia awalnya mampu menepis tendangan jarak jauh Ilicic. Tetapi kelengahannya membuat Kalinic dengan mudah memaksimalkan bola muntah.

Atas kekalahan ini, Handanovic mengaku bertanggung jawab. Kiper asal Slovenia itu tak menampik kalau dirinya tampil buruk. Kendati demikian, Roberto Mancini menolak untuk menyalahkan kipernya itu. Roberto Mancini mengatakan bahwa kekalahan Inter Milan adalah tanggung jawab semua pemain.

Berdasarkan informasi dari Football Italia, Roberto Mancini mengatakan bahwa Sayangnya hari ini ada kesalahan-kesalahan, tapi Handanovic melakukan beberapa penyelamatan bagus musim ini. Hal-hal seperti ini terjadi.

Roberto Mancini mengatakan bahwa dalam malam seperti ini, segalanya berjalan salah. Tidak ada yang perlu ditambahkan karena kami mungkin bisa saja mencoba comeback dengan 11 pemain, tapi dengan 10 orang segalanya jadi lebih sulit.

Kekalahan ini membuat Inter Milan turun ke posisi kedua klasemen dengan 15 poin, kalah selisih gol dari Fiorentina ada di urutan teratas.

Roberto Mancini mengatakan bahwa semua ini adalah kesalahaan semua team. Bukan kiper yang disalahkan. Jika saya menyalahkan kiper, itu tidak adil. Lebih baik kita memperbaiki kesalahaan kami daripada menyalahkan pemain. Harus memotivasi para pemain untuk bangkit dan melupakan kekalahaan telak atas Fiorentina.