Buffon : Partai Saling Pukul, Seperti Pertandingan “Tinju”

TURIN, Indolucky7.com – Partai pertama semifinal Liga Champions telah gelar. Juventus akhirnya mampu mengnaklukkan tim tamu Real Madrid dengan skor 2-1 pada leg pertama semifinal Liga Champions, Selasa malam atau Rabu (6/5/2015) dini hari WIB.

Pasca kemenangan tersebut, penjaga gawang Juventus, Gianluigi Buffon turut berkomentar. Ia mengatakan bahwa Juventus telah membuktikan diri mampu meladeni klub sekelas El Real.

“Yang terpenting pada malam ini adalah kami telah membuktikan diri mampu meladeni permainan Real Madrid.” ucap Buffon.

“Pertandingan tadi seperti pertandingan tinju, kami saling bergantian memukul satu sama lain, dan saya berharap hal yang serupa terjadi pada leg kedua.” lanjut Buffon.

“Real Madrid adalah tim yang hebat. Meskipun diatas kertas mereka dinilai lebih kuat, namun kami mampu menyaingi mereka dari segi fisik, rasa lapar, dan antusiasme.” tutur penjaga gawang berusia 37 tahun itu.

Dengan kemenangan ini, Juventus hanya perlu bermain imbang pada leg kedua semifinal yang akan diselenggarakan di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.

CR7 Top Scorer Liga Champions

Indolucky7.com – Satu gol Cristiano Ronaldo ke gawang Juventus dalam leg pertama semifinal Liga Champions semalam tak bisa memberikan kemenangan buat timnya. Tapi, menjadikannya sebagai top scorer di Liga Champions.

Los Blancos harus mengakui keunggulan pasukan Juventus Stadium 1-2 dalam laga yang berlangsung Selasa, 5 Mei 2015 atau Rabu dini hari WIB.

Satu gol lewat sundulan Ronaldo menyambut umpan James Rodriguez, tak mampu mengimbangi gol Alvaro Morata dan penalti Carlos Tevez di babak kedua.

CR7 kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Champions dengan 76 buah gol. Namun, angka tersebut masih saja bisa disalip oleh Lionel Messi (75) yang akan memimpin Barcelona hadapi Bayern Munich malam nanti.

Rekor Ronaldo melawan klub Italia pun cukup menawan. Bintang asal Portugal itu selalu mencetak gol dalam enam pertandingan Liga Champions melawan klub “Negeri Spaghetti”.

Selain itu, tak ada pemain lain yang mencetak lebih banyak gol ke gawang Juventus daripada Ronaldo. Pemain terbaik dunia itu mencatatkan empat gol, sama dengan torehan Hakan Sukur dan Ryan Giggs.

Ada juga sebuah catatan positif lain yang dibuat Ronaldo, usai mencetak sebuah gol semalam, yaitu berhasil mencetak 15 gol lewat kepala di semua kompetisi musim ini.

Angka ini adalah yang terbanyak sepanjang karier profesionalnya. Sebelumnya, terbanyak hanya sembilan kali yaitu pada 2012-13 dan 2007-08 saat masih bersama Manchester United.

Alasan Moratta Tidak Lakukan Selebrasi Usai Cetak Gol Ke Gawang Madrid

TURIN, Indolucky7.com — Eks Pemain Real Madrid yang kini membela Juventus, Alvaro Morata, mengungkapkan alasan dibalik sikapnya yang dingin dan tidak melakukan selebrasi seusai membobol gawang mantan klubnya tersebut, pada pertandingan pertama semifinal Liga Champions, di Stadion Juventus, Selasa malam atau Rabu (6/5/2015) dini hari WIB.

I Bianconeri menang dengan skor 2-1 berkat gol Alvaro Morata (8′) dan penalti Carlos Tevez (58′). Adapun gol tunggal Madrid ditorehkan Cristiano Ronaldo (27′).

Pada menit kedelapan, Tevez menerima bola dari dalam kotak penalti lawan. Pemain asal Argentina tersebut melepaskan tembakan keras, tetapi Iker Casillas berhasil menepis bola. Beruntung bagi Juve, Morata yang berdiri tepat didekat tiang mampu memanfaatkan keadaan itu, dan berhasil meyarangkan bola liar kegawang El Real dan menyumbangkan gol pertama bagi klubnya. Setelah mencetak gol, nampak Morata tidak menunjukkan ekspresi berlebihan. Apakah hal itu seolah menjadi pembuktian dia atas kesalahan Madrid, yang memutuskan untuk melepasnya?

Tak mendapatkan tempat di skuat inti Madrid, Morata memilih hijrah ke Juventus pada 19 Juli 2014. Pemain berusia 22 tahun tersebut terikat kontrak selama lima tahun, dan Madrid memiliki opsi membeli Morata kembali. Namun, Morata membantah jika dikatakan bahwa selebrasi itu untuk menyindir Madrid yang melepasnya.

“Mereka (Pemain Madrid) masih menjadi temanku diluar lapangan. Pernyataanku telah disalahartikan. Aku tidak pernah mengucapkan satu pun kata buruk soal Madrid,” kata Morata.

“Aku mengatakan bahwa aku tidak akan merayakan gol (saat melawan mereka). Aku berterima kasih kepada pelatih (Carlo Ancelotti) dan klub. Namun, aku bahagia di Juventus,” lanjutnya.

Terkait soal kemenangan Juve, Morata menilai hal tersebut bukan sebuah keberuntungan. Menurut dia, Juve harus tetap meraih kemenangan saat tampil di Santiago Bernabeu pada leg kedua, Rabu (13/5/2015).

“Aku bahagia Juventus menang. Namun, menyingkirkan Madrid adalah sesuatu yang sulit. Memenangi pertandingan pertama memang penting, tetapi kami tahu Madrid adalah tim yang lebih berbahaya di Stadion Santiago Bernabeu,” kata Morata.

“Kami tidak memegang keuntungan lebih dari Madrid. Mereka adalah tim besar, dan laga kedua bakal sangat sulit bagi kami,” sambungnya.

Alasan Allegri Ubah Formasi Di Tengah Laga

TURIN, Indolucky7.com – Allenatore Juventus, Massimiliano Allegri, mengubah formasi tim pada pertengahan laga melawan Real Madrid, Selasa (5/5/2015). Memulai pertandingan dengan formasi 4-3-1-2, Juventus bertransformasi menjadi 3-5-2 pada pertengahan babak kedua.

Juventus menang 2-1 atas Madrid berkat gol Alvaro Morata dan Carlos Tevez. Allegri kemudian memasukkan Andrea Barzagli pada pertengahan babak kedua menggantikan Stefano Sturaro.

“Malam ini kami bertahan dengan baik kala bermain dengan empat bek. Hal ini merupakan pilihan sulit karena mencadangkan Barzagli. Saya harus membuat putusan itu dan Barzagli pun tampil apik sebagai pemain pengganti,” ulas Allegri.

“Ketika Leonardo Bonucci mendapatkan kartu kuning, saya mengambil risiko. Karena itulah saya menambahkan bek lain untuk menemaninya,” tutur Allegri soal alasan memasukkan Barzagli.

Penampilan Sturaro dan barisan lini tengah Juventus juga mendapatkan pujian dari sang pelatih. “Para gelandang bermain baik saat membantu pertahanan. Mereka bisa menutup pergerakan Sergio Ramos,” puji Allegri.

“Saya senang dengan kemenangan ini. Sebab, tak mudah menembus semifinal Liga Champions dan bermain menghadapi Madrid,” lanjut dia.
“Kini kami punya persiapan selama sepekan dan akan berjuang pada pertemuan kedua di Madrid.” imbuhnya.

Bale Kurang Kreatifitas

TURIN, Indolucky7.com – Winger Real Madrid, Gareth Bale dinilai tampil kurang memuaskan pada laga Juventus vs Real Madrid di Juventus Stadium, Rabu (6/5) dinihari WIB. Pemain asal Wales itu bahkan dianggap hilang entah ke mana.

Bale, bersama dengan Ronaldo, dijadikan tumpuan lini serang Madrid. Tanpa adanya penyerang murni, pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, menempatkan keduanya sebagai pemain depan Madrid, yang pada laga dinihari tadi tampak bermain dengan formasi 4-4-2.

Untuk mengisi lini tengah, Ancelotti menurunkan Isco di sayap kiri dan James Rodriguez di sayap kanan. Sementara, Toni Kroos dan Sergio Ramos diplot sebagai gelandang tengah.

Dengan formasi tersebut, Madrid lebih banyak mengandalkan serangan dari pinggir lapangan. Tidak jarang Bale bergerak ke sisi kiri (pada babak pertama) dan ke sisi kanan (pada babak kedua) untuk kemudian melepaskan umpan silang.

Sayang untuk Madrid, gaya main ini seakan mematikan Bale. Ditambah lagi, barisan pertahanan Juventus bermain rapat. Eks pemain Tottenham Hotspur itu memang beberapa kali sukses melepaskan umpan silang, namun jarang ada yang menemui rekan sendiri.

Minimnya kontribusi Bale terlihat pada catatan statistik. Selama 86 menit bermain, Bale hanya melepaskan satu tembakan, menyentuh bola sebanyak 32 kali, hanya melepaskan 18 operan, dan nihil mengkreasikan peluang.

Bale akhirnya digantikan oleh Jese pada menit ke-86. Ancelotti sempat berusaha mengubah bentuk timnya dengan memasukkan penyerang murni Javier ‘Chicharito’ Hernandez pada menit ke-65.

Namun, hal itu tidak banyak membantu. Chicharito malah kerap terlihat bermain melebar ke sisi kiri dan Madrid pun tetap mengandalkan umpan-umpan silang untuk menciptakan peluang.

Madrid takluk 1-2 pada pertandingan tersebut. Juventus unggul lebih dulu lewat gol Alvaro Morata di menit kesembilan, sebelum Ronaldo menyamakan kedudukan untuk Madrid di menit ke-27.

Kemenangan Juventus ditentukan oleh penalti Carlos Tevez di menit ke-58. Penalti tersebut diberikan akibat pelanggaran yang dilakukan Dani Carvajal terhadap Tevez sendiri.

Ancelotti Ungkap Terpelesetnya Madrid Di Turin

TURIN, Indolucky7.com — Carlo Ancelotti, mengaku sangat kecewa setelah timnya kalah melalui serangan balik yang diperagakan Juventus pada pertandingan pertama semifinal Liga Champions di Stadion Juventus, Selasa malam atau Rabu (6/5/2015) dini hari WIB. Namun, Ancelotti pun mengaku optimistis El Real bisa membalikkan keadaan saat menjamu Juventus pada pertandingan leg kedua di Santiago Bernabeu, Rabu (13/5/2015).

Madrid takluk 1-2 dari Juve melalui gol yang diciptakan Alvaro Morata (menit ke-9) dan penalti Carlos Tevez (58′). Adapun satu-satunya gol Madrid diciptakan oleh Cristiano Ronaldo (27′). Sepasang gol tim tuan rumah memang merupakan hasil dari skema serangan baik.

Pada menit kedelapan, Tevez menerima bola dari dalam kotak penalti lawan. Pemain asal Argentina tersebut melepaskan tembakan keras, tetapi Iker Casillas berhasil menepis bola. Beruntung bagi Juve, Morata berdiri tepat didekat tiang gawang yang memungkinkannya untuk menceploskan bola tanpa kawalan para pemain Madrid.

Namun beberapa menit berselang, Cristiano Ronaldo berhasil memberikan hasil imbang untuk El Real, setelah memanfaatkan umpan lambung didalam kotak pinalti dari James melalui tandukan kepalanya pada menit ke-27. Pertandinganpun berlangsung semakin menarik, tapi hingga jeda tak ada gol tercipta.

Setelah kedudukan imbang 1-1 pada babak pertama, Juve mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-56. Melalui serangan balik cepat, Tevez yang merangsek ke dalam kotak penalti dijatuhkan oleh Dani Carvajal. Tevez sebagai eksekutor sukses menyarangkan bola ke tengah gawang sehingga Casillas terkecoh.

“Kami ingin mengontrol pertandingan, tetapi kami tidak beruntung. Kami kemasukan dari serangan balik, dan kecewa karena itu. Namun, dengan kepercayaan diri, kami bisa membalikkan keadaan,” kata Ancelotti.

“Menurut saya, kami kehilangan sedikit kesabaran. Kami tidak mengawali laga dengan baik, dan itu membuat kami kebobolan. Kami berkembang, tetapi kami tidak cukup berkembang,” imbuhnya..

Dengan hasil ini, Madrid wajib meraih kemenangan pada pertandingan kedua dengan minimal skor 1-0 untuk melangkah ke final. Adapun Juve hanya butuh hasil imbang tanpa gol untuk meraih tiket final.

“Jika bermain baik (pada leg kedua), kami memiliki peluang. Kami harus waspada. Sebab, jika kami kehilangan bola, maka Juve berbahaya melalui serangan balik,” kata Ancelotti.

Gol Tevez Menjadi Penentu Kemenangan Juventus Atas Real Madrid

TURIN, Indolucky7.com – Penyerang Juventus, Carlos Tevez, mencetak gol yang menentukan bagi kemenangan timnya atas Real Madrid dengan skor 2-1, pada pertandingan pertama semifinal Liga Champions, di Stadion Juventus, Selasa malam atau Rabu (6/5/2015) dini hari WIB.

Berlaku sebagai tuan rumah, Juve unggul terlebih dulu berkat gol Alvaro Morata pada menit kedelapan. Gol berawal dari tembakan Tevez yang ditepis Iker Casillas. Namun Morata yang berdiri di dekat tiang langsung menyambut bola liar tersebut dengan sepakan keras meskipun ia dikawal Pepe. Morata terlihat tidak merayakan golnya tersebut karena pemain muda Spanyol pernah bergabung dengan El Real.

Real Madrid baru bisa menyamakan kedudukan berkat gol Cristiano Ronaldo pada menit ke-27. James memberikan umpan ke depan mulut gawang Madrid. Ronaldo yang berada dalam posisi tak terkawal, dengan mudah menanduk bola masuk ke gawang Juve.

Pada menit ke-40 James Rodriguez nyaris mencetak gol saat bintang asal Kolombia tersebut menanduk bola yang dikirimkan Isco. Namun sayang bola dari tandukan James masih membentur mistar gawang Buffon.

Setelah itu, tak ada peluang emas tercipta dari kedua tim hingga jeda skor imbang 1-1.

Juve mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-56. Skema bermula melalui serangan balik cepat, Tevez yang menusuk kedalam kotak penalti lawan, dijatuhkan oleh Dani Carvajal. Tevez yang maju sendiri sebagai eksekutor sukses mengecoh Casillas yang bergerak ke kiri dan menyarangkan bola ke tengah gawang.

Tertinggal 2-1, Carlo Ancelotti mengubah strategi Madrid. Pelatih asal Italia itu memasukkan Javier Hernandez untuk menggantikan Isco pada menit ke-63. Di kubu Juve, Allegri memperkuat pertahanan timnya dengan Andrea Barzagli.

Taktik Allegri cukup membuat Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan cukup frustrasi. Madrid terlihat kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan Juve dan kesigapan pemain Juve dalam memutus alur sarangan Madrid.

Belum sempat memberikan ancaman berarti, Madrid nyaris kebobolan saat Marchisio memberikan umpan terobosan kepada Llorente pada menit ke-86. Pemain asal Spanyol tersebut membawa masuk bola ke dalam kotak penalti dan mengecoh Casillas.

Tak mendapatkan ruang tembak, Llorente memilih melepaskan umpan. Namun, bola berhasil dibuang oleh para pemain Madrid.

Llorente kembali melepaskan ancaman saat menanduk bola dari umpan Pirlo pada menit ke-90. Beruntung bagi Madrid, Casillas berhasil menangkap bola dari tandukan Llorente. Itu menjadi peluang terakhir bagi Juve. Hingga akhir babak kedua selesai tak ada gol tambahan tercipta.

Hasil ini membuat I bianconeri diuntungkan dan hanya membutuhkan hasil imbang di Santiago Bernabeu, untuk lolok ke babak Final Liga Champions.

Luis Enrique Ingin Meraih Treble Bersama Barcelona

Barcelona – Luis Enrique tidak menyangkal jika meraih treble diakhir musim adalah hal yang dia inginkan. Tapi Barcelona kini disebutnya belum mendapatkan apa-apa, dan kalau tidak waspada justru mereka tidak akan dapat gelar sama sekali.

Di tiga kompetisi yang diikuti sejak awal musim, Barcelona hingga kini masih menjaga peluang untuk jadi juara. Bukan hanya berpeluang, Lionel Messi dkk dijagokan bisa memenangi seluruh titel tersebut.

Barca masih bertahan di puncak klasemen La Liga Primera saat liga tinggal menyisakan empat pertandingan. Mereka juga sudah dipastikan berada di final Copa del Rey, dan akan berhadapan dengan Bayern Munich di semifinal Liga Champions.

“Saya suka kata itu (treble), tapi kita tahu dari tiga bisa saja menjadi nol (gelar). Kami bisa meraih semuanya tapi untuk bisa sampai di sana masih ada empat tim yang harus kami kalahkan,” sahut Enrique dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Keberhasilan meraih treble akan mengulang sukses yang pernah diraih Barca pada musim 2008/2009 lalu. Ketika itu bersama Guardiola, Barca meraih semua trofi yang bisa mereka menangkan. Dan untuk kali pertama sejak pergi di tahun 2012 lalu, Pep akan kembali ke Camp Nou.

Ketika Pep Kembali Ke Camp Nou

Indolucky7.com – Tak bisa dipungkiri, Pengalaman Josep Guardiola menjadi Pelatih Barcelona dianggap akan menjadi kunci utama bagi Bayern Munich untuk meraih kemenangan di Camp Nou. Tapi karena Barca juga tahu apa yang ada dibenak Pep, Lionel Messi menyebut tidak ada yang akan diuntungkan.

Tiga tahun setelah meninggalkan kursi kepelatihan Barcelona, Josep Guardiola akan kembali ke Camp Nou, Kamis (7/5/2015) dinihari WIB. Dia datang bersama Bayern Munich untuk laga semifinal Liga Champions.

Ini akan menjadi duel pertama Guardiola menghadapi mantan klubnya tersebut. Dengan pengalaman empat tahun melatih The Catalans dan meraih sukses besar disana, Guardiola tahu benar kekuatan calon lawannya.

Soal pengetahuan Guardiola yang sangat dalam terhadap skuat Barcelona, Messi tidak terlalu khawatir. Dia menyebut kalau penggawa Barcelona juga tahu benar soal pola pikir sang pelatih. Karenanya dia memprediksikan duel bakal tetap sengit.

“Guardiola tahu dengan baik tim ini dan kami tahu bagaimana dia suka bermain. Dengan begitu tidak ada keuntungan yang didapat kedua tim,” sahut Messi dalam sesi konferensi pers jelang laga.

“Saya pikir itu hal yang normal jika suporter menyambut Guardiola mengingat besarnya arti dia (buat klub), tapi setelah pertandingan dimulai, berakhirlah sudah,” lanjutnya.

Kalau ada perbedaan besar di Barca kini dibanding tiga tahun lalu adalah soal gaya main mereka. Barca tidak lagi terpaku pada ball possession dan mendewakan ‘tiki taka’ yang jadi senjata andalan Guardiola meraih sukses besar, Barca versi Luis Enrique memainkan direct football dan punya serangan balik maut.

Bermain di Camp Nou juga disebut Messi tidak akan menjadi tekanan untuk Barca. Kedua tim disebutnya sama-sama membidik poin penuh, yang membuat tekanan sama besar dirasakan keduanya.

“Keduanya, Barcelona dan Bayern, punya kewajiban menang karena siapa kami. Kami berdua menghadapi tekanan yang sama,” lanjut Messi.

Neuer Percaya Diri Hadapi Trio MSN Barcelona

BARCELONA, Indolucky7.com – Kiper Bayern Munich, Manuel Neuer, akan menghadapi ujian berat saat timnya bertemu Barcelona di semifinal Liga Champions. Neuer akan mendapatkan ancaman dari tiga penyerang ganas Barca: Lionel Messi-Luis Suarez-Neymar.

Messi, Suarez, dan Neymar adalah mesin gol yang sangat produktif untuk Barca. Tiga penyerang dari Amerika Latin itu telah menyumbangkan total 108 gol untuk Blaugrana pada musim ini. Rinciannya adalah Messi 51 gol, Suarez 24 gol, dan Neymar 33 gol.

Dengan ketajaman yang dimiliki Messi, Suarez, dan Neymar, gawang yang dikawal Neuer akan mendapatkan ancaman serius pada laga leg pertama semifinal Liga Champions di Camp Nou, Kamis (7/5/2015) dinihari WIB. Bisakah Neuer membendung tiga pemain itu?

“Kami sangat percaya diri menyambut laga besok,” ucap Neuer yang dikutip Soccerway.

“Kami telah bermain sangat baik pada musim ini. Kami menghormati Barcelona, tapi mereka juga menghormati kami. Saya yakin tim akan bermain di level terbaik,” imbuh kiper nomor satu Jerman itu.

“Besok kita akan melihat beberapa pemain terbaik di dunia (di atas lapangan). Ketika Anda menghadapi Luis Suarez, Messi, dan Neymar, Anda tak perlu mengubah pendekatan Anda,” tuturnya.

“Saya tahu siapa yang saya hadapi. Saya tahu siapa mereka dan saya tahu apa kekuatan mereka,” kata Neuer.

Indolucky7 Group