‘MU Harusnya Bisa Habisi Watford Lebih Cepat’

Jose Mourinho senang dengan tiga poin yang dipetik Manchester United dari laga melawan Watford. Namun ia meyakini MU seharusnya bisa bikin gol lebih banyak.

MU menghentikan laju sempurna Watford di Liga Inggris. Bertanding di Vicarage Road, Sabtu (15/9/2018) malam WIB, Setan Merah menang dengan skor 2-1 atas tuan rumah.

MU sudah unggul dua gol di babak pertama. Gol-gol dari Romelu Lukaku dan Chris Smalling membuat MU memasuki pergantian babak dengan nyaman.

Namun permainan MU justru menurun di babak kedua. Sebaliknya, Watford semakin agresif. Watford pun mampu menipiskan ketertinggalan lewat gol Andre Grey di menit ke-65.

“Saya sangat senang dengan poin yang didapat. Saya sangat senang dengan sesuatu yang bagi saya mewakili semangat tim, tapi saya sedikit frustrasi karena kami punya segalanya di babak pertama untuk menghabisi mereka,” ujar Mourinho seperti dilansir Sky Sports.

“Saya pikir jika cara kami bermain di babak kedua sama dengan bagian akhir babak pertama, kami bisa dapat hasil yang sepenuhnya berbeda dan tanpa 10 menit terakhir.”

“Tapi tidak, di awal babak kedua, kami membiarkan intensitas permainan menurun, kami tidak lagi agresif dengan dan tanpa bola. Kami memberi mereka kesempatan untuk mencetak gol dan menyulitkan diri kami sendiri,” kata Mourinho menambahkan.

Dengan kemenangan ini, MU naik ke peringkat kedelapan klasemen dengan sembilan poin dari lima pertandingan.

Sarri: Liverpool dan City Masih Lebih Baik dari Chelsea

Chelsea masih sempurna dengan meraih kemenangan kelima beruntun. Namun, Maurizio Sarri menilai bahwa Chelsea belum menjadi kompetitor utama gelar juara.

The Blues melanjutkan rentetan kemenangannya saat menggulung Cardiff City 4-1 di Stamford Bridge, Sabtu (15/9/2018). Sempat tertinggal lewat gol Souleymane Bamba, Chelsea membalas lewat trigol Eden Hazard dan Willian.

Tiga angka tambahan itu menaikkan Si Biru ke puncak klasemen sementara dengan 15 poin. Chelsea unggul selisih gol dari Liverpool [2] dan terpaut dua poin dari juara bertahan Manchester City [3], dua tim yang digadang-gadang akan bersaing dalam perburuan gelar di musim ini.

City masih memperlihatkan performa stabil seperti musim lalu ketika memenangi Premier League dengan rekor 100 poin. The Citizens masih menjadi team to beat setelah mengalahkan Chelsea 2-0 di Community Shield dan tim enam besar, Arsenal 2-0.

Sedangkan Liverpool telah membuat pernyataan dengan memenangi laga tandang melawan salah satu rival, Tottenham Hotspur, dengan skor 2-1. Selain itu Si Merah juga baru kebobolan tiga gol dalam lima pertandingan pertama liga. “Saya tidak bisa mengubah pemikiran saya untuk satu pertandingan saja,” pelatih Chelsea itu mengatakan dilansir ESPNFC. “Saya pikir bahwa saat ini Liverpool dan Manchester City selangkah di depan kami. Tapi saya rasa kami bisa berkembang lagi.”

“Target saya adalah menjadi tim terbaik di Inggris, tapi tidak untuk dalam satu bulan — mungkin satu musim, mungkin sedikit lebih lama lagi.”

“Tapi untuk saat ini, saya ulangi, menurut saya, Liverpool dan Manchester City masih lebih baik daripada kami,” Sarri menyimpulkan.

De Gea: MU Sudah Jauh Lebih Baik

Manchester United memetik kemenangan di markas Watford dalam lanjutan Liga Inggris. The Red Devils kini dinilai sudah bermain lebih baik.

Dalam pertandingan di Vicarage Road, Sabtu (15/9/2018), MU menang dengan skor akhir 2-1. Dua gol Setan Merah dibukukan pada babak pertama, atas nama Romelu Lukaku dan Chris Smalling. Watford membuat pertandingan berjalan seru hingga akhir, dengan membalas sekali via sepakan Andre Gray.

MU mampu menguasai jalannya pertandingan melawan Watford. Situs resmi Liga Inggris membukukan MU melakukan sebanyak 57,2 persen penguasaan bola.

Kiper MU, David De Gea, melakukan sebanyak empat kali penyelamatan. Gemilangnya performa penjaga gawang asal Spanyol itu menjadi salah satu kunci kemenangan MU.

De Gea pun bilang bahwa bahwa MU kini sudah lebih baik. MU tampil naik turun dalam lima laga awal Premier League dengan catatan tiga kali menang dan sudah dua kali menelan kekalahan.

“Penting untuk bisa meraup tiga poin, ini merupakan pertandingan yang sangat berat, kami benar-benar berusaha keras dan mereka menempatkan banyak pemain di kotak penalti jadi ini laga penting buat kami,” kata De Gea di situs resmi MU.

“Tim sudah bermain lebih baik, kami terus mengendalikan permainan. Kami cuma sedikit mengalami masalah di akhir pertandingan, tapi saya pikir tim sudah lebih kuat sekarang, kami merasa sangat percaya diri, jadi sekarang kami harus menatap ke depan dan terus berada di level ini,” dia menambahkan.

Karena Setan Merah Memang Mimpi Buruk Watford

Laju sempurna Watford di Liga Inggris akhirnya terhenti di tangan Manchester United. Watford memang tak punya rekor bagus melawan ‘Setan Merah’.

Watford mengawali Liga Inggris 2018/2019 dengan impresif. Mereka memenangi empat pertandingan pertamanya, termasuk dengan mengalahkan Tottenham Hotspur.

Namun laju sempurna itu terhenti Sabtu (15/9/2018) malam WIB. Menjamu MU di pekan kelima Liga Inggris di Vicarage Road, The Hornets harus mengakui keunggulan tamunya itu dengan skor 1-2.

Mengalahkan MU memang tak pernah jadi perkara mudah untuk Watford. Dalam 14 pertandingan terakhir melawan MU di liga, Watford tercatat kalah 13 kali.

Dalam laju tersebut, Watford cuma menang satu kali atas MU. Itu terjadi pada September 2016 saat Watford menang 3-1 di Vicarage Road.

Manajer Watford Javi Gracia mengakui MU memang lebih baik di babak pertama. Namun ia tetap memberi kredit kepada timnya atas performa yang lebih baik di paruh kedua.

“Kami jauh lebih baik di babak kedua. United bermain lebih baik di babak pertama, mereka menciptakan lebih banyak peluang dan lebih banyak menguasai bola,” kata Gracia kepada BBC Sport.

“Di babak kedua kami bisa lebih baik dengan lebih menguasai bola dan menciptakan lebih banyak peluang.”

“Di detik-detik terakhir kami punya dua peluang bagus untuk mencetak gol. Hari ini kami tidak dapat poin, tapi saya bangga dengan performa di babak kedua,” imbuhnya.

Akibat kekalahan ini, Watford masih menempati peringkat empat klasemen dengan 12 poin.

Seri Tak Pernah Bagus untuk Madrid

Real Madrid gagal melanjutkan rangkaian kemenangannya setelah berimbang 1-1 di kandang Athletic Bilbao. Hasil seri tidak pernah bagus untuk Madrid.

Bertandang ke San Mames, Minggu (16/9/2018) dinihari WIB, Madrid dibuat Bilbao frustrasi. Madrid tertinggal lebih dahulu dari tim tuan rumah usai Iker Muniain mencetak gol dari jarak dekat di menit ke-32.

Madrid baru bisa membalas di babak kedua. Isco, yang masuk menggantikan Luka Modric, mencetak gol penyama lewat sundulan dari dalam kotak penalti.

El Real melepaskan 16 percobaan tapi hanya enam yang mengarah ke gawang. Madrid memiliki peluang lain untuk memenangi pertandingan, seperti ketika Marco Asensio dalam situasi satu lawan satu dengan kiper lawan namun bola sepakannya masih bisa ditepis.

Dengan hasil ini, Madrid menduduki posisi kedua klasemen usai mengantongi 10 poin hasil empat pertandingan. Los Blancos tertinggal dua poin dari rival abadinya, Barcelona, yang masih melaju sempurna.

“Ini adalah sebuah tempat yang sulit dikunjungi,” pelatih Madrid Julen Lopetegui mengatakan kepada Movistar, yang dikutip FourFourTwo. “Athletic adalah sebuah tim yang mengejar Anda, yang menekan Anda.”

“Madrid tidak pernah menganggap hasil seri sebagai hasil yang bagus. Kami tampil bagus di babak kedua dan kami harus terus bekerja.” Bilbao sukses menyandung Madrid untuk ketiga kalinya berturut-turut usai dua pertandingan sebelumnya juga berakhir sama kuat. Ini untuk kedua kali beruntun Los Merengues gagal menang di San Mames.

“Kami harus selalu memberi yang maksimal kepada klub ini. Kami tidak pernah menganggap sebuah hasil seri adalah hal yang bagus, memang tidak pernah bagus ketika Anda cuma seri,” sahut bek sekaligus kapten Madrid Sergio Ramos.

“Masih ada banyak hal untuk diperbaiki. Kami sudah tahu kalau San Mames adalah salah satu stadion yang paling sulit di luar kandang, orang-orang mendorong, tapi terlepas dari itu, Athletic adalah tim yang tahu betul apa yang mereka mainkan.”

David Beckham Yakin Real Madrid Rebut Tahta Barcelona

Setelah menjagokan Manchester United, Paris Saint Germain, dan AC Milan untuk menjuarai Liga Champions. kendati AC Milan tak lolos ke kompetisi elite Eropa tersebut. David Beckham kembali mengeluarkan prediksi.

Kali ini, David Beckham merasa sangat yakin bahwa mantan klubnya di La Liga Spanyol, Real Madrid, akan merebut gelar juara Liga Spanyol dari tangan Barcelona di akhir musim nanti.

Berdasarkan informasi dari Marca, David Beckham mengatakan bahwa Saya hanya akan mempertaruhkan uang saya untuk Real Madrid saja. Mereka berada dalam performa terbaik dengan pelatih yang bagus dan musim ini tampak sangat menjanjikan. Real Madrid akan selalu berada di hati saya.

Sempat empat musim merumput bersama Real Madrid, David Beckham mengaku menyediakan tempat tersendiri bagi klub ibukota Spanyol itu di hatinya. Dalam kariernya, David Beckham mampu mempersembahkan satu trofi La Liga (2006/07) dan satu trofi Piala Super Spanyol (2003), serta menjadi bagian dari proyek mega bintang Madrid yang bertajuk, “Los Galacticos”.

Kebersamaannya dengan Real Madrid berakhir setelah presiden klub tersebut, Florentino Perez mundur dari posisinya pada tahun 2006 silam. Saya memiliki kontrak berdurasi empat tahun dan telah berbicara dengan Florentino mengenai perpanjangan kontrak hingga empat tahun berikutnya. Tapi Florentino Perez pergi dan tak ada kesepakatan dengan presiden baru (Fernando Martin Alvarez). Saya ingin tetap bertahan, tetapi semuanya berubah sejak Florentino Perez pergi.

Setelah mengakhiri petualangannya di Madrid, David Beckham mengaku tetap mengikuti perkembangan klub tersebut dan turut memuji pencapaian Cristiano Ronaldo, yang mampu memecahkan rekor pencetak gol terbanyak Los Blancos.

David Beckham mengatakan bahwa Apa yang telah Christiano Ronaldo lakukan di kariernya sangatlah luar biasa. Bagi suporter Madrid, melihat apa yang ia lakukan sangatlah menyenangkan. Sangat luar biasa melihat ia melewati rekor Raul begitu cepat, karena bagi saya Raul layaknya seorang dewa, Dia bisa mencetak gol tetapi Christiano Ronaldo lebih cepat melewati Rekor Raul Gonzales.

Apakah prediksi David Beckham akan benar-benar menjadi kenyataan ? Apakah Real Madrid akan meraih Gelar Juara ?

Alex Ferguson, melatih Inggris adalah hal yang sangat mustahil

Pelatih Ex Manchester United, Sir Alex Ferguson tak diragukan lagi sebagai manajer tersukses di daratan Inggris, terutama sejak dekade 1990an hingga saat ini.

Raihan 38 trofi, 13 di antaranya trofi Liga Inggris selama 25 tahun bersama Manchester United bisa menjadi bukti kesuksesan manajer asal Skotlandia itu. Walaupun dikenal sebagai salah satu manajer tersukses di daratan Inggris bersama Manchester United, Sir Alex Ferguson mengungkapkan mustahil bagi dirinya melatih timnas Inggris.

Pria yang kini berusia 73 tahun itu sempat dua kali diberi tawaran itu, dua kali pula Alex Ferguson menolaknya. Hal itu ditolaknya karena Alex Ferguson merasa tekanan yang berada di pundak manajer Inggris terlalu besar.

Berdasarkan informasi dari BBC, Alex Ferguson mengatakan bahwa Sejujurnya untuk melatih Timnas Inggris adalah pekerjaan yang sangat mustahil. Tekanan di pundak manajer Inggris terlalu besar. Di setiap kompetisi media selalu menempatkan mereka sebagai tim favorit. Padahal menurut saya mereka tak pernah menjadi tim favorit.”

Prestasi Inggris di beberapa ajang internasional sejauh ini memang mengecewakan. Terakhir, Inggris harus pulang lebih awal dari Piala Dunia Brasil 2014, karena tak mampu lolos dari babak penyisihan grup.

Namun, fakta tersebut tak membuat media berhenti menjadikan Inggris sebagai favorit juara. Apalagi dalam ajang kualifikasi Piala Eropa 2016, Inggris telah lolos dengan rekor delapan kemenangan beruntun.

Alex Ferguson mengatakan bahwa mereka menawari saya dua kali untuk melatih Tim Nasional Inggris, tetapi saya tak pernah menerimanya. Saya berpikir tak akan mungkin saya pernah menangani timnas Inggris, apalagi mengingat saya adalah orang Skotlandia.

Pada Sabtu (10/10) dini hari WIB nanti Inggris akan melakoni laga kualifikasi Piala Eropa 2016 menjamu Estonia. Dalam laga kualifikasi itu Manajer timnas Inggris Roy Hodgson kehilangan beberapa penggawa utamanya. Mereka di antaranya adalah sang kapten Wayne Rooney yang diragukan karena cedera engkel dan bek masa depan Inggris John Stones yang telah dicoret dari tim kualifikasi karena cedera.

Apakah Inggris akan berpesta gol saat melawan Estonia ? Bagaimana cara pelatih Roy Hodgson untuk mengendalikan masalah ini ?

Silvio Berlusconi harus merekrut pelatih yang handal

Mantan pemain AC Milan, Marco Simone menyalahkan pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi atas performa buruk yang didapatkan oleh Rossoneri dalam beberapa pekan ke belakang.

AC Milan kini tertahan di peringkat sebelas setelah mendapatkan tiga kemenangan dan empat kekalahan. Pada akhir pekan lalu mereka ditundukkan oleh Napoli 0-4 dan juga kalah di pertandingan derby melawan Internazionale dengan skor 0-1.

AC Milan juga gagal untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions Eropa selama dua musim berturut-turut.

Marco Simone mengatakan bahwa Masalah Milan sebenarnya adalah pada petinggi klub, dan saya bukan berbicara tentang uang. Berdasarkan informasi dari Football Italia mengatakan bahwa Saya cukup beruntung untuk mengenal seorang presiden yang memiliki anggaran penting dan juga ide. Sekarang saya memiliki kesan ide-idenya telah mengering.

Simone kemudian mengatakan bahwa kini AC Milan tidak memiliki visi lagi. Di matanya, pembelian-pembelian mahal yang dilakukan AC Milan pada bursa transfer musim panas ini adalah hanya untuk menaikkan citra klub di depan media dan penggemar. AC Milan di masa lalu selalu bekerja dengan ide spesifik dan juga memiliki anggaran yang penting.”

Suporter garis keras AC Milan telah beberapa kali melayangkan protes terhadap kehadiran CEO Milan, Adriano Galliani. Ia dianggap tidak lagi mampu untuk memimpin klub. Simone menyatakan bahwa ia tidak tahu apakah struktur di dalam klub harus berganti. Ia melihat bahwa Galliani dan Berlusconi telah kehilangan arah dalam upaya untuk membangkitkan kembali klub dari titik nol.

Marco Simone mengatakan bahwa Mereka lupa caranya untuk membangun AC Milan yang hebat dan kuat. Sekarang mereka hanya terburu-buru untuk melakukan sesuatu dengan hanya mengandalkan uang. Tetapi ini sia-sia, karena AC Milan tidak bisa bersaing dengan Real Madrid atau Manchester City dalam segi keuangan.

Semustinya AC Milan merekrut Pelatih yang handal dalam meracik formasi dan melatih pemain agar kemampuan meningkat. Pelatih yang harus direkrut adalah Marcelo Lippi, Pep Guardiola maupun Manuel Pellegrini. Pelatih inilah yang membawa AC Milan kembali ke puncak kejayaan.

Casillas lebih rileks di FC Porto

Gelandang timnas Spanyol, Cesc Fabregas menyebutkan bahwa Kiper Ex Porto, Iker Casillas bahagia di FC Porto. Buktinya, kata Cesc Fabregas, rambut Casillas kini lebih panjang dan terlihat lebih rileks.

Iker Casillas meninggalkan Real Madrid pada bursa transfer musim panas lalu setelah menjadi bagian klub tersebut sejak usia belasan tahun. Kepergiannya dari Madrid diiringi oleh berbagai cerita yang tidak enak.

Dalam beberapa musim terakhirnya di Madrid, performa Iker Casillas sebagai kiper memang disorot. Tak jarang ia dinilai tampil buruk sehingga menyebabkan Real Madrid kehilangan poin atau gagal menang.

Berdasarkan informasi dari Media yang berbasis di Madrid, Marca, juga menyebut bahwa Iker Casillas pernah dicibir oleh fans Madrid sendiri. Namun, cerita itu sudah berlalu seiring pindahnya Iker Casillas ke FC Porto.

Cesc Fabregas, yang tidak pernah satu klub dengan Iker Casillas membela kiper yang berusia 34 tahun tersebut. Menurutnya, kepindahan Iker Casillas ke FC Porto telah membantu sang penjaga gawang menjadi lebih rileks dan lebih menikmati hidup. Disana tidak ada tekanan yang sangat besar.

Berdasarkan informasi dari Macca, Cesc Fabregas mengatakan bahwa Kami selalu mendukung satu sama lain dan selalu kompak. Iker Casillas terlihat beda. Rambutnya lebih panjang. Mukanya lebih tersenyum. Dia telah kembali seperti Iker Cassilas yang waktu pertama kali debut di Timnas Spanyol.

Cesc Fabregas mengatakan bahwa Dia bahagia, lebih rileks di Porto. Orang-orang menyukainya di sana. Cerita kemarin hanyalah sebuah fase dalam kariernya.

Iker Casillas dan Cesc Fabregas kini tengah fokus untuk memperkuat Spanyol menghadapi dua laga internasional, yakni saat melawan Luksemburg (9/10) dan tandang ke markas Ukraina (12/10).

Spanyol saat ini tengah duduk di posisi pertama Grup C kualifikasi Piala Eropa 2016 dengan koleksi nilai 21. Mereka unggul dua poin atas penghuni posisi kedua, Slovakia.

Cesc Fabregas dan Iker Cassilas saling bahu membahu untuk mengantarkan Spanyol meraih Juara Piala Eropa 2016. Kami harus melewati Fase Group dengan sempurna. Spanyol akan menghadapi Luksemburg. Apakah Spanyol bisa melewati hadangan Luksembur dan Ukraina ?

Penerbang Drone di Pertandingan antara Serbia vs Albania Ditangkap Polisi

Seorang pria yang menerbangkan drone di atas Stadion Partizan, Serbia, pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Albania oada Oktober tahun lalu telah ditahan polisi.

Pria tersebut bernama Ismail Morinaj. Ia ditangkap setelah mengaku dalam sebuah wawancara bahwa ia memiliki pistol untuk memproteksi dirinya sendiri. Lelaki berusia 33 tahun tersebut ditangkap beserta tiga orang lainnya. Sebuah pistol, beberapa tempat peluru, serta 36 tiket untuk pertandingan Albania melawan Serbia disita dalam penahanan tersebut.

Albania akan menjamu Serbia dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2016 pada Kamis (8/10). Meski pertandingan akan diadakan di Elbasa, satu jam perjalanan dari ibu kota Albania, Tirana, polisi tetap memberikan perlindungan ketat kepada tim Serbia. Tim Serbia akan tetap mendapat perlindungan yang cukup ketat dalam menjaga pertandingan sampai selesai.

Berdasarkan informasi dari BBC News memberitakan bahwa jalanan di dalam kota Tirana juga ditutup karena ada khawatir akan terjadi insiden.

Albania dan Serbia memiliki riwayat permusuhan yang sangat panjang. Keputusan Kosovo mengatakan bahwa area dengan mayoritas penduduk etnis Albania, untuk memisahkan diri dari Serbia pada tahun 2008 lalu juga memperburuk hubungan kedua negara pecahan Yugoslavia tersebut.

Pertandingan antara Serbia dan Albania tahun lalu terhenti setelah sebuah drone membawa bendera Albania ke dalam lapangan. Aksi tersebut membuat para suporter Serbia rusuh dan menyerbu lapangan. Pada akhirnya pertandingan pun dihentikan dan timnas Serbia mengalami pengurangan poin tiga angka karena gagal untuk mengendalikan keamanan.

Ismail Morinaj mengaku menerbangkan drone tersebut dari gereja yang terletak di seberang stadion.

Sebagai langkah pengamanan untuk laga Kamis, hanya beberapa lusin penggemar Serbia yang akan diizinkan ke stadion.

Menteri Dalam Negeri, Saimir Tahiri mengatakan bahwa Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan dukungan kami kepada tim nasional dan juga menjamu tim tamu.

Serbia saat ini berada di peringkat terbawah Grup I kualifikasi Piala Eropa 2016, sementara Albania masih berjuang melawan Portugal atau Denmark untuk merebut satu tiket untuk lolos ke putaran final. Kami akan memenangkan Serbia atas Albania

Indolucky7 Group