Juan Carlos Osorio menjadi Pelatih Meksiko

Pelatih klub Sao Paulo, Juan Carlos Osorio, memberikan konfirmasi bahwa ia akan meninggalkan kesebelasan asal Brasil itu untuk melatih tim nasional Meksiko. Sao Paulo mengumumkan hal tersebut pada Selasa (6/10) melalui pernyataan resmi presiden klub, Carlos Miguel Aidar mengatakan bahwa saya sangat menyesalkan keputusan Osorio. Ia sedang melakukan tugasnya dengan baik.

Pada akhir Bulan Juli, Meksiko memecat pelatih yang membawa mereka memenangi Piala Emas 2015, Miguel Herrera, hanya dua hari setelah turnamen itu selesai. Herrera terbukti bersalah karena menyerang seorang wartawan TV Azteca, Christian Manrinoli, di bandara Philadelphia.

Dua pekan yang lalu, Miguel Herrera memberikan dukungan kepada Osorio untuk mengambil alih tugasnya. Ia bukan pilihan yang buruk, Ia pernah bekerja di Meksiko, tetapi seluruh keputusan berada di tangan direktur. Osorio adalah Pekerja keras dan juga lelaki luar biasa.

Meksiko kemudian menunjuk manajer interim Ricardo Ferreti untuk menangani Tim Nasional dalam empat pertandingan. Ferretti mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadi pelatih tetap El Tri karena hal itu berarti ia akan kehilangan posisinya sebagai pelatih klub Tigres di Liga Meksiko.

Osorio memenangi empat gelar Liga Kolombia dan tiga gelar domestik lainnya, namun hanya bertahan sebentar di Liga Meksiko ketika menangani klub Puebla. Ia membawa Sao Paulo ke tempat keenam di Liga Brasil dan juga ke final Piala Brasil.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengakui bahwa melatih timnas Meksiko adalah pekerjaan impian. Tapi ia juga berkeinginan tetap di Sao Paulo hingga final Piala Brasil.

Osario mengatakan bahwa ini keputusan yang sulit, yaitu antara tetap tinggal atau mengambil peran di timnas yang sangat bergengsi. Saya ingin berterima kasih kepada Brasil dan juga rakyat Brasil karena telah membuat kami merasa seperti di rumah, dan mengizinkan kami belajar tentang sepak bola dan budaya mereka. Saya berterima kasih kepada Sao Paulo karena kepercayaan mereka untuk saya dan untuk sekelompok orang Kolombia dengan mengizinkan kami berkontribusi kepada sepak bola Brasil.

Meksiko akan memulai perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia pada 13 November melawan El Savador di kandang sendiri, dan kemudian bertandang ke Honduras pada 17 November 2015.

Sepp Blatter terancam Skorsing 90 hari dari Dewan Komite Etik FIFA

Sepp Blatter terancam tidak bisa menjalani jabatannya sebagai Presiden FIFA sampai Bulan Januari 2016 setelah Komite Etik FIFA merekomendasikan agar pria 79 tahun itu dijatuhi skorsing selama 90 hari.

Hukuman skorsing selama 90 hari telah disepakati oleh Komite Etik FIFA dalam pertemuan di Swiss pekan ini. Keputusan itu tinggal diketuk palu oleh dewan keputusan komite etik yang dipimpin oleh hakim asal Jerman, Hans-Joachim Eckert.

Komite Etik FIFA memutuskan untuk menggelar pertemuan untuk membahas posisi Sepp Blatter menyusul keputusan Kejaksaan Agung Swiss yang menetapkan proses pidana terhadap presiden FIFA yang sudah menjabat sejak tahun 1998 tersebut.

Sepp Blatter diselidiki atas kasus dugaan penjualan hak siar Piala Dunia 2010 dan pembayaran ‘uang misterius’ kepada presiden UEFA saat ini, Michel Platini, sebesar 1,3 juta poundsterling.

Skors 90 hari ini merupakan hukuman terberat yang bisa dijatuhkan oleh Komite Etik FIFA jika sedang terjadi penyelidikan. Komite Etik FIFA berharap skorsing itu bisa membuat Kejaksaan Agung Swiss lancar dalam melakukan penyelidikan terhadap Organisasi FIFA.

Berdasarkan informasi dari Sky Sport memberitakan bahwa Hakim Eckert akan mengetuk palu sanksi rekomendasi Komite Etik FIFA untuk Sepp Blatter hari ini, Kamis (8/10). Sepp Blatter sendiri sudah mengetahui rekomendasi Komite Etik FIFA tersebut.

Berdasarkan informasi dari Reuters, Penasehat Sepp Blatter, Klauss Stohlker mengatakan bahwa Kabar itu sudah disampaikan ke presiden (Blatter) sore ini. Dia tenang. Belum ada keputusan final.

Jika sanksi tersebut telah disahkan, maka Sepp Blatter akan menjalani hukuman hingga Januari 2016. Sedangkan pemilihan presiden FIFA akan berlangsung pada 26 Februari 2016.

Ada dua kasus yang ditengarai melibatkan Blatter. Salah satunya, Blatter menandatangani kontrak dengan Asosiasi Sepak Bola Karibia pada 12 September 2015. Kontrak ini diduga tak menguntungkan bagi FIFA.

Pada kasus lainnya, Sepp Blatter diduga telah melakukan pembayaran disloyal untuk Presiden UEFA, Michel Platini. Dalam kasus ini, FIFA juga tidak diuntungkan. Hingga kini, Komite Etik belum mengambil tindakan terhadap Platini.

Hingga kini Komite Etik FIFA belum mengeluarkan rekomendasi sanksi terkait kasus Michel Platini.

Walcott incar posisi Penyeraang Tengah Tim Nasional Inggris

Theo Walcott menikmati posisi barunya sebagai penyerang tengah Arsenal musim ini. Pemain 26 tahun itu juga berharap memiliki peran yang sama di timnas Inggris.

Theo Walcott berhasil menggeser posisi Olivier Giroud sebagai penyerang Arsenal musim ini. Keputusan manajer The Gunners, Arsene Wenger, terbilang sukses sejauh ini dengan menempatkan Theo Walcott pada posisi penyerang tengah.

Theo Walcott memang baru mencetak empat gol dari sembilan laga, namun mantan pemain Southampton itu mampu menciptakan kolaborasi yang impresif bersama Alexis Sanchez dan Mesut Oezil di lini depan Arsenal.

Jelang pertandingan antara Inggris melawan Estonia di Stadion Wembley, Jumat (9/10), Theo Walcott berharap juga bisa menjadi penyerang tengah bersama The Three Lions untuk menggantikan posisi Wayne Rooney.

Keikutsertaan Wayne Rooney untuk pertandingan melawan Estonia diragukan setelah penyerang Manchester United itu mengalami cedera engkel.

Berdasarkan informasi dari Sky Sports, Theo Walcott mengatakan bahwa Manajer yang akan mengambil keputusan. Tapi, bermain sebagai penyerang tengah untuk Inggris, itulah yang ingin saya lakukan.

Namun, Theo Walcott tidak akan kecewa jika manajer Roy Hodgson memainkannya sebagai penyerang sayap. Terlebih Inggris masih memiliki sejumlah nama penyerang tengah seperti Harry Kane dan Jamie Vardy yang sedang memuncaki daftar top skorer Liga Primer dengan tujuh gol.

Theo Walcott mengatakan bahwa Anda ingin selalu memperkuat tim nasional, dan saya tahu semuanya ingin melihat saya bermain di lini depan, tapi entah itu di kiri atau kanan.

Musim ini pun Theo Walcott mulai lebih sering mendapatkan kepercayaan pelatih Arsene Wenger untuk mengisi posisi penyerang. Hal tersebut berbuah manis dengan torehan 18 gol dalam 29 pertandingan sepanjang musim ini. Karena itulah, Theo Walcott percaya diri bisa menjadi pilihan utama Hodgson di lini depan Inggris.

Theo Walcott mengataakan bahwa Impianku adalah bermain sebagai penyerang depan Inggris. Tetapi, tentu saja, manajer yang membuat keputusan.

Theo Walcott mengatakan bahwa Itu sebuah pilihan untuk manajer yang beberapa kali menontonku bertanding bersama Arsenal saat aku bermain sebagai striker. Aku hanya senang bermain di depan, karena bisa berlari ke sisi mana pun.

Pada era Hodgson, penyerang Inggris lebih sering ditempati duet Manchester United, Wayne Rooney dan Danny Welbeck. Selain mereka, Walcott juga harus bersaing dengan penyerang lain seperti Jermain Defoe dari Tottenham Hotspur.

Theo Walcott mengatakan bahwa jika saya

Inggris sendiri sudah memastikan langkah ke putaran final Piala Eropa 2016 di Perancis. Setelah menghadapi Estonia, Inggris akan melawan Lithuania di Vilnius pada 12 Oktober.

Milan, Berilah kesempatan terakhir untuk Sinisa Mihajlovic

Pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic melalui start yang sangat berat sebagai pelatih AC Milan. Menurut Carlo Ancelotti, Sinisa Mihajlovic mebutuhkan waktu untuk memperbaiki keadaan.

Sinisa Mihajlovic, yang menggantikan Filippo Inzaghi pada musim panas ini, tak membuat start yang mengesankan di Milan. Dalam tujuh pertandingan pertama di Serie A musim ini, Rossoneri cuma menang tiga kali dan sudah kalah empat kali.

Salah satu kekalahan paling memalukan yang didapat Milan terjadi pada saat pertandingan melawan Napoli di San Siro, Minggu (4/10/2015). Di hadapan puluhan ribu tifosinya sendiri, AC Milan dipecundangi tim tamu dengan skor telak 0-4.

Problem utama Milan sekarang adalah lini belakang yang begitu keropos. Dalam tujuh pertandingan, mereka sudah kebobolan 13 gol. Mereka jadi tim dengan pertahanan terburuk kedua sejauh ini dan cuma lebih baik daripada tim debutan Carpi yang kebobolan 16 gol.

Berdasarkan informasi dari Corriere Sera, Carlo Ancelotti mengatakan bahwa Sinisa Mihajlovic adalah seseorang yang mempunyai karakter dan pengalaman bagus di Italia.

Carlo Ancelotti mengatak bahwa Apa yang salah di Milan? Gabungan dari berbagai hal. Namun, kita tak boleh kehilangan keyakinan. Kita harus terus berjuang. Apa yang terjadi di Milan seperti yang terjadi di Juve setelah mencapai final Liga Champions. Kita harus memberi waktu kepada para pelatih. Clarence Seedorf dan Filippo Inzaghi? Mereka hancur bukan karena Milan, tapi karena hasil.

Tren buruk tengah menaungi AC Milan. Di saat yang sama pelatih Sinisa Mihajlovic terus mendapat sorotan. Terkait hal itu, mantan pelatih Rossoneri, Carlo Ancelotti, angkat bicara. Ia berharap agar pihak klub tetap memberikan dukungannya kepada Sinisa Mihajlovic.

Eks allenatore Sampdoria itu, menurut Don Carlo, memiliki hak untuk mendapat kesempatan lebih. “Mihajlovic seorang pelatih yang berkarakter. Dia memiliki banyak pengalaman di Italia, Milan harus memberikan waktu baginya. Ia menjelaskan apa yang terjadi di Milan merupakan gabungan dari semua kekurangan yang ada. Di antaranya dengan skuat yang baru, Il Diavolo butuh adaptasi. Tetapi ia berharap tim tersebut tidak kehilangan kepercayaan diri. Apa yang terjadi di Milan sama seperti Juve setelah mencapai final Liga Champions, kami harus tetap berjalan.

Pasukan merah hitam baru mengalami dua kekalahan beruntun di Serie A. Terakhir saat mengahadpi Napoli di San Siro, ACMilan dihajar empat gol tanpa balas.

Berlusconi, saya bukan seorang Diktator di Milan

Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi sering disebut sebagai Presiden yang terlalu ikut campur dalam urusan strategi dan teknik tim AC Milan. Namun dalam buku biografinya, Silvio Berlusconi menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang diktator di Milan.

Silvio Berlusconi merupakan salah satu sosok penting di Rossoneri. Usai membeli AC Milan pada tahun 1986, Silvio Berlusconi langsung mengubah AC Milan kembali menjadi salah satu kekuatan besar di Eropa, terutama pada era tahun 90-an.

Namun di balik kegemilangannya tersebut, Silvio Berlusconi sering disebut terlalu mengatur di Milan. Ia layaknya sebagai diktator yang permintaannya harus terus dituruti, termasuk soal formasi tim dan taktik permainan.

Berdasarkan informasi dari Buku iografi Silvio Berlusconi yang berjudul My Way, mengatakan bahwa pernahkah saya mendikte formasi? Pernahkah saya memberi saran tentang formasi? Tentu saja saya sering melakukannya,” ucap Berlusconi dalam buku biografi yang berjudul ‘My Way’. Saya selalu berbicara dengan pelatih, mendiskusikan formasi dan para pemain sebelum pertandingan berlangsung. Ketika saya tidak setuju dengan pelatih, maka pelatih lah yang tetap akan memenangkan keputusan itu.

Silvio Berlusconi menegaskan bahwa dirinya sadar benar batasan posisinya sebagai Presiden Milan. Saya tidak pernah menggunakan posisi saya sebagai Presiden dan pemilik Milan untuk menempatkan posisi saya di atas kewenangan pelatih (dalam hal strategi). Namun di balik itu, tentu saja pelatih harus bertanggung jawab penuh dengan hasil yang bakal dipetik Milan.

Berlusconi kemudian memberikan contoh saat dirinya dengan pelatih Milan terlibat diskusi dengan intens, yaitu saat ia sering duduk bersama berbincang-bincang dengan Arrigo Sacchi. Kami berdua membicarakn formula sebuah tim yang kiranya bisa benar-benar mengontrol pertandingan.

Silvio Berlusconi mengatakan bahwa pada akhirnya Milan benar-benar tampil sebagai sebuah tim yang sangat menikmati pertandingan, menghormati lawan, dan selalu mendapatkan tepuk tangan dari suporter. Sesaat sebelum dibeli Berlusconi, Milan merupakan tim yang sedang bolak-balik Serie A-Serie B di awal dekade 80-an. Namun begitu Berlusconi tiba, tak butuh waktu lama bagi Milan untuk jadi raja Italia dan raja Eropa.

Selama Silvio Berlusconi memimpin ACMilan, Rossoneri berhasil merebut titel juara Serie A delapan kali, lima trofi Liga Champions, dan tiga mahkota juara Piala Dunia Antar Klub (Piala Interkontinental).

Beckham yakin MU tidak akan Puasa Gelar

Sejak Sir Alex Ferguson pensiun, Manchester United belum lagi menapaki kesuksesan. Setelah musim buruk bersama pengganti Fergie, David Moyes, Louis van Gaal seolah memberi harapan bahwa Manchester United akan sukses lagi.

Saat ini adalah musim kedua Van Gaal di Old Trafford, dan tim Setan Merah itu pun sudah kembali berlaga di Liga Champions. Di satu sisi, mantan bintang Manchester United, David Beckham yakin bahwa Setan Merah tidak akan puasa gelar lebih lama dibandingkan rival mereka, Liverpool.

Terakhir kali Liverpool mampu keluar sebagai juara Liga Inggris terjadi pada musim 1989-1990 silam. Sejak saat itu, sudah lebih dari dua dekade tanpa gelar Liga Inggris.

Pencapaian terbaik Liverpool di era Liga Primer hanyalah peringkat kedua, yang mereka capai pada musim 2001-2002, 2008-2009, dan terakhir 2013-14.

Catatan tersebut tentunya memang lebih buruk dibanding Manchester United yang terakhir kali menjuarai Liga Inggris pada musim 2012/13 lalu.

Berdasarkan informasi dari Daily Mirror, David Beckham mengatakan bahwa Saya pikir itu (puasa gelar seperti Liverpool) tak akan terjadi pada Manchester United. Saya tak pernah berpikir kami tidak berada dalam persaingan dalam perebutan gelar liga. Terlalu banyak sejarah di klub ini. Tentunya mereka harus tetap fokus untuk mencapainya, tetapi saya yakin klub ini tak akan membiarkan trofi begitu saja berlalu dari genggaman mereka.”

Trofi liga Inggris terakhir yang diberikan Alex Ferguson di akhir kariernya pada tahun 2013 silam membuat Manchester United menjadi raja di Negara Ratu Victoria tersebut.

Dengan 20 trofi yang telah dimiliki Manchester United, Setan Merah merupakan klub yang paling sering menjuarai trofi Liga Inggris. Sedangkan, The Reds yang perkasa di era 1970-1980an menyusul di bawah mereka dengan 18 trofi.

Mudah-mudahaan Manchester United akan meraih gelar bersama Louis Van Gaal. Jangan sampai gagal lagi merebut Gelar karena posisi Pelatih akan terancam. Para pemain MU harus bangkit dan focus pada tangga juara. Jangan selalu membuat kesalahaan. Karena kesalahaan akan menjadi peluang bagi team lain untuk mencetak Gol. Bangkitkan Team yang dulu berjaya.

Juan Mata mengatakan bahwa Chelsea tidak pantas duduk di Posisi ke-16

Chelsea membuat banyak pihak terkejut di awal musim ini lantaran mereka terus terpuruk di papan bawah. Bintang Manchester United, Juan Mata pun yakin bahwa Chelsea tidak akan selamanya terjerambat di posisi tersebut.

Juan Mata yang pernah berkostum Chelsea ini mengaku dirinya pun terkejut dengan pencapaian Chelsea di awal musim ini. Dengan Team yang tak banyak berubah dari musim lalu, Chelsea justru mengalami kesulitan di pertandingan awal yang mereka mainkan. Tentu situasi yang ada saat ini di Chelsea sangatlah sulit untuk disebut nyata dan saya yakin hal ini pun tak akan bertahan selamanya.”

Team Chelsea yang ada saat ini bukanlah tipe team yang akan membiarkan timnya duduk di posisi 16 Liga Inggris pada akhir musim. Juan Mata pun yakin bahwa Chelsea akan segera kembali ke posisi seharusnya mereka berada. Juan Mata menambahkan bahwa Segala sesuatu bisa berubah dengan cepat di liga ini. Sebuah tim bisa saja dengan cepat mengejar selisih 15 poin dalam beberapa bulan ke depan.”

Juan Mata mengatakan bahwa Saya rasa Chelsea pun akan keluar dari kesulitan ini. Dengan pemain macam Eden Hazard, Oscar, dan Cesc Fabregas, mereka akan kembali jadi tim yang kompetitif musim ini.

Dalam kesempatan yang sama, Juan Mata juga tak lupa memberikan pujian pada Louis van Gaal. Juan Mata menyatakan bahwa Louis Van Gaal adalah tipe pelatih yang tak akan pernah menyembunyikan apapun dari pemainnya. Van Gaal adalah orang yang jujur dan lurus. Bila ada sesuatu hal buruk tentang dirimu, maka dia akan mengatakannya langsung di hadapanmu. Namun tentu saja dia juga tak akan sungkan memberikan pujian bila dirimu melakukan sesuatu hal yang bagus. Saya menyukai Van Gaal sebagai pelatih.

Juan Mata pun tak lagi memusingkan kekalahan 0-3 yang baru saja diderita oleh United di markas Arsenal pekan lalu. Setiap tim pasti akan tergelincir pada sebuah momen dalam perjalanan kami musim ini. Pada dasarnya, tujuan kami saat ini adalah menjaga target di posisi empat besar tetap dalam dekapan namun tentu saja akan sangat fantastis bila kami mampu mengangkat trofi juara di akhir musim.

Rafael Benitez malas meladenin Jose Mourinho

Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez mengaku tidak tertarik berbicara dengan manajer Chelsea, Jose Mourinho. Rafael Benitez lebih senang membicarakan soal Carlo Ancelotti.

Rafael Benitez dan Jose Mourinho memiliki hubungan yang kurang harmonis. Terlebih setelah kedua pelatih perang pernyataan lewat media di awal musim. Dimana terjadi perang kata antara istri Rafael Benitez dengan Jose Mourinho. Tetapi Rafael Beniitez tidak menanggapi pernyataan yang sangat bodoh

Dalam wawancara dengan El Larguero di radio Cadena SER, Rafael Benitez mengaku sudah jarang melakukan komunikasi dengan JOse Mourinho. Bahkan sama sekali tidak berkomunikasi

Berdasarkan informasi dari AS, Rafael Benitez mengatakan bahwa saya sudah tidak berbicara dengan Mourinho cukup lama, atau saya tidak tertarik melakukannya lagi. Karena saya sudah sangat marah dan kecewa.

Rafael Benitez mengaku lebih tertarik membicarakan hubungannya dengan Carlo Ancelotti, sosok pelatih yang digantikannya di Real Madrid. Carlo Ancelotti adalah teman baik saya, dan saya lebih memilih untuk tidak berbicara mengenai Mourinho.

Rafael Benitez kembali melatih di La Liga musim ini setelah meninggalkan Spanyol pada 2004. Setelah meninggalkan Valencia, Benitez melanjutkan kariernya di Inggris dan Italia bersama Liverpool, Inter Milan, Chelsea, dan Napoli. Rafael Benitez coba membandingkan liga di ketiga negara tersebut.

Rafael Benited mengatakan bahwa Di Inggris, permainan sebuah lebih mengandalkan kekuatan fisik, sedangkan di Italia lebih berdasarkan pada taktik. Sepak bola Spanyol pada dasarnya sangat teknis dan fokus pada taktik. Taktik permainan yang dikembangkan

Terakhir Rafael Benitez mengungkapkan keinginannya untuk melatih timnas Spanyol di masa depan. Itu ada dalam rencana saya. Tidak dalam waktu dekat, tapi saya selalu ingin melatih La Roja. Tim Nasional Spanyol merupakan Team impian yang mau dilatih oleh Rafaeel Benitez.

Yang terpenting, saya ingin mempersembahkan Gelar sebanyak-banyaknya untuk Real Madrid. Focus utama saya adalah ingin membawa Real Madrid ke puncak kejayaan dan ditakuti oleh Team-team lain. Selama ini Real Madrid hanya mengandalkan ketajaman di Lini depan tetapi tidak mementingkan lini pertahaanan. Saya mempunyai konsep pertahanan yang solid dan menyerang ala Brazil.

Robbie Fowler ingin menjadi Staf Pelatih dibawah Juergen Kloop

Kehadiran Mantan Pelatih Borrusia Dortmund, Juergen Klopp sebagai manajer baru Liverpool mendapatkan tanggapan antusias dari berbagai pihak, termasuk legenda The Reds.

Berdasarkan informasi dari Liverpool Echo, mantan penyerang Liverpool Robbie Fowler pun demikian. Tidak hanya antusias menyambut peluang Juergen Klopp akan hadir di Anfield, Robbie Fowler pun mengajukan tawaran. Robbie Fowler dengan terbuka menyatakan dirinya dengan senang hati ingin menjadi bagian dari staf pelatih andai Juergen Klopp menjadi manajer Liverpool.

Berdasarkan informasi dari Liverpool Echo, Robbie Fowler mengatakan bahwa saya akan berbohong jika saya mengatakan tidak tertarik. Dalam opini saya, Juergen Klopp adalah seorang manajer yang sangat bagus. Fowler mengakui dirinya belum pernah bertemu langsung dengan dan mengenal Klopp secara pribadi.

Namun, lanjutnya, sebagai orang asing ia mengaku takjub dengan apa yang telah jJuergen Klopp lakukan saat melatih klub Bundesliga, Borussia Dortmund. Saya suka dengan apa yang saya lihat dan ini secara tepat sama dengan Carlo Ancelotti. Saya suka perilakunya, saya suka tingkah Juergen dan cara dia membawa tim bermain sepak bola.

Robbie Fowler yang gantung sepatu pada 2012 silam hanya semusim memiliki pengalaman di bangku kepelatihan. Ia melakoninya saat bermain sekaligus melatih klub Thailand, Muangthong United pada tahun 2011-2012.

Dalam sejarah hidupnya Fowler meniti karier sepak bola profesional bersama Liverpool. Scouser–sebutan untuk penduduk lokal Liverpool–kelahiran 9 April 1975 itu memulai bermain untuk Liverpool sejak 1993. Debutnya terjadi pada 22 September 1993 saat timnya melawan Fulham di babak empat Piala Liga. Ia mencetak gol di laga debutnya tersebut.

Sepanjang kariernya bermain sebanyak delapan musim dalam dua periode. Periode pertama dari awal karier hingga musim 2000/2001 dan periode berikutnya pada musim 2006/2007. Pada periode pertamanya Fowler mencatat rekor 236 kali bermain untuk Liverpool dan mencetak 120 gol. Ia lalu sempat bermain untuk Leeds United dan Manchester City.

Pada musim 2006, Robbie Fowler kembali ke Anfield dan mencetak delapan gol dari 30 penampilan. Saya ingin menjadi staff pelatih dibawah kepemimpinan Juergen Kloop. Dan akan membawa Liverpool ke Tangga Juara.

Kenangan Belanda terburuk 30 tahun Silam

Belanda terancam gagal lolos ke Piala Eropa 2016 yang digelar di Perancis tahun depan. Hal ini mengingatkan bahwa kegagalan lolos ke Piala Eropa 30 tahun silam yang juga berlangsung di Perancis.

Belanda saat ini ada di posisi keempat grup A dengan nilai 10, tertinggal dua poin dari Turki yang ada di peringkat ketiga dengan dua pertandingan tersisa di tangan.

Belanda dan Turki saat ini memperebutkan satu tiket tersisa menuju babak play-off, jalan terakhir bagi para tim yang ingin lolos.

Dua tiket langsung menuju Perancis dari grup ini telah diraih oleh Islandia dan Republik Ceko yang mengumpulkan 19 poin.

Namun, melewati Turki juga bukan perkara mudah bagi tim asuhan Danny Blind tersebut. Apalagi Turki mengantongi keunggulan dua poin di tangan.

Kenyataan itu membuat Belanda berharap mampu meraih dua kemenangan di dua partai terakhir, yakni saat menghadapi Kazakhstan, akhir pekan ini, sebelum menghadapi Republik Ceko, Rabu (14/10).

Selain harus menyabet dua kemenangan di tangan, Belanda juga berharap Rep. Ceko dan Islandia tak bermain santai dan menjegal Turki di dua laga tersisa.

Bila gagal lolos ke Piala Eropa 2016, catatan sejarah kali ini jelas lebih buruk dibandingkan torehan 30 tahun silam.

Pasalnya pada Piala Eropa 1984, saat itu hanya ada delapan tim yang berhak tampil di babak utama, membuat kompetisi Eropa saat itu lebih ketat dibandingkan sekarang.

Saat itu Belanda gagal lolos ke putaran final dengan cara menyakitkan lantaran mereka memiliki poin dan agregat gol yang sama dengan Spanyol, namun akhirnya Spanyol yang berhak lolos karena mencetak gol lebih banyak dibandingkan Belanda.

Lebih dari tiga dekade berselang, Piala Eropa baru saja melakukan perubahan format kompetisi. Empat tahun lalu putaran final masih diikuti oleh 16 tim sedangkan untuk kali ini bakal diramaikan oleh 24 tim.

Karena itu akan sangat miris bagi Tim Oranye bila warna mereka tak mampu hadir saat gelaran Piala Eropa makin besar gaungnya tahun depan. Team Belanda akan merasa malu bila tidak mengikuti Piala Eropa 2016.

Indolucky7 Group