Arsip Tag: Jose Mourinho

Jose Mourinho Bisa Lolos Hukuman FA Saat Laga Chelsea vs Manchester United

Begini cara Jose Mourinho bisa lolos dari hukuman pihak FA saat laga Manchester United di kandang Chelsea akhir pekan ini, simak terus …

Jose Mourinho tampaknya masih akan dapat menemani anak buahnya dalam laga antara Chelsea vs Manchester United akhir pekan ini di Stamford Bridge meski dirinya terancam hukuman dari pihak FA.

Mourinho terancam hukuman dari FA usai komentarnya usai pertandingan Manchester United melawan Newcastle United beberapa pekan lalu sebelum jeda internasional.

Saat itu Jose Mourinho melihat ke arah kamera TV yang mengikutinya usai peluit berakhirnya pertandingan, dan diduga gerak bibirnya menyebut kata-kata yang tak seharusnya diucapkan alias mengumpat.

Diyakini bahwa Mourinho mengatakan “fodas filhos de puta” di depan kamera TV yang jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris berarti “f*** off sons of b*****s” yang kalau di Indonesia-kan artinya … ‘Minggir dasar anak j***ng’ … pokoknya kasar deh hehehe.

Dia diberikan waktu hingga hari Jumat 19 Oktober 2018 pukul 6 sore untuk merespon tuntutan tersebut dan dikabarkan ia akan mendapatkan hukuman berada di lapangan akibat kata-katanya tersebut.

Sebuah komisi independen yang akan menentukan nasib Mourinho terkait apakah tindakannya tersebut layak untuk diberi hukuman.

Dan ini berarti jika ia merespon sebelum hari Jumat, maka dipastikan ia akan menerima hukuman dan tak dapat menemani anak buahnya ke Stamford Bridge melawan Chelsea.

Namun jika ia menjawab tuntutan FA sangat dekat dengan tenggat waktu, Mourinho bisa lolos dari hukuman karena prosedur komisi independen pasti akan dilakukan pada hari kerja berikutnya yaitu Senin pekan berikutnya.

Dan jikapun akhirnya ia dihukum setidaknya Mourinho akan absen saat laga Manchester United melawan Everton di Old Trafford. Lebih baik bukan 🙂

Media Inggris Sebut Manchester United Tidak Akan Memecat Jose Mourinho

Manchester United disebutkan tidak memiliki rencana untuk memecat Jose Mourinho.

Belakangan ini posisi Jose Mourinho di Manchester United disebut dalam situasi tidak aman.

Kondisi tersebut terkait dengan penampilan buruk Manchester United.

Manchester Merah baru saja mengalami rentetan hasil buruk. Salah satu yang mengejutkan adalah kekalahan 1-3 di kandang atas West Ham United. Namun, kabar tersebut dibantah oleh media asal inggris, seperti dilansir BolaSport.com dari The Guardian.

Menurut The Guardian, Jose Mourinho masih mendapat dukungan dari Manchester United.

Sempat beredar kabar, jika Jose Mourinho akan dipecat apapun hasi pertandingan melawan Newcastle United (6/10/2018). Hal tersebut juga mendapat bantahan karena Manchester United masih mendukung Jose Mourinho.

Kekalahan dari West Ham menjadikan musim ini sebagai salah satu musim terburuk dalam sejarah Manchester United.

Manchester United juga gagal menang dalam 4 pertandingan terakhir mereka.

Untuk pertama kali sejak musim 1989-1990 Setan Merah gagal menang dalam 5 laga kandang.

5 Calon Tim Jose Mourinho jika Dipecat Manchester United

Kabar bakal didepaknya Jose Mourinho dari kursi manajer Manchester United terus berembus. Andai pemecatan menjadi kenyataan, ke tim mana Mourinho bakal berlabuh?

Kabar bakal dipecatnya Jose Mourinho oleh manajemen Manchester United terus bergulir seiring dengan penampilan labil Setan Merah.

Alih-alih membuat timnya kompetitif, bersama Mourinho, Manchester Merah baru mengumpulkan 10 poin dari tujuh partai Liga Inggris. Teraktual, Mou gagal membawa timnya meraih tripoin di kandang dari Valencia di ajang Liga Champions. Belum lagi perselisihan Mourinho dengan beberapa pemain, termasuk Paul Pogba.

Manchester United kini hanya menempati posisi 10 klasemen hingga pekan ketujuh. Selain itu, manajer asal Portugal gagal meloloskan Manchester United di babak ketiga Piala Liga Inggris. Padahal mereka menghadapi tim kasta kedua, Derby County.

Andai kembali meraih hasil buruk, bukan tidak mungkin eks pelatih Inter Milan itu bakal dipecat. Oktober tahun lalu, Mou sudah menegaskan bahwa ia ogah pensiun di Manchester United. Lalu jika didepak, ke mana Jose Mourinho akan berlabuh?

Juventus
Saat ini posisi pelatih Juventus masih diduduki Massimiliano Allegri. Berkaca dengan rentetan hasil positif yang diraih Juventus, Allegri tak akan lengser setidaknya hingga akhir musim. Jika berhasil membawa Si Nyonya Tua kembali berjaya di Liga Italia, pelatih asal Italia ini bakal memenangi gelar Liga Italia keenam. Memenangi trofi Liga Champions bisa menjadi pelengkap capaian Allegri. Bukan tidak mungkin pelatih 51tahun itu mencari tantangan baru di luar Juventus. Posisi yang ditinggalkan Max Allegri bukan tidak mungkin diisi Jose Mourinho.

Paris Saint Germain
Peluang Jose Mourinho melatih Paris Saint-Germain sangat bergantung pencapaian mereka di Liga Champions musim ini. PSG sudah menaklukkan kompetisi domestik dan kini fokus mengejar predikat raja Eropa. Ambisi menjadi kekuatan anyar di Eropa memang sudah disampaikan sang pemiliki, Nasser Al-Khelaifi, sejak mendatangkan banyak pemain bintang. Jika Thomas Tuchel gagal musim ini, PSG tentu membutuhkan pelatih anyar dengan pengalaman memenangi gelar Liga Champions. Jose Mourinho adalah satu di antaranya, di mana ia memenangi dua kali, bersama FC Porto dan Inter Milan.

Inter Milan
Luciano Spalletti sudah membuat Inter Milan selalu menang dalam lima laga terakhir. Namun, sebelumnya I Nerazzurri menunjukkan performa naik-turun pada empat laga awal di semua ajang. Jika tak meraih prestasi mengesankan Spalletti bisa jadi bakal didepak karena sejumlah pemain bintang sudah didatangkan, seperti Radja Nainggolan dan Stefan de Vrij. Kembali bersatunya Inter Milan dan Jose Mourinho bisa menjadi pilihan menguntungkan bagi kedua pihak. Pasalnya, Mourinho pernah membawa klub yang dipimpin Presiden Klub Erick Thohir itu meraih treble winners pada 2009-2010. Bahkan di semifinal, mereka mampu menumbangkan juara bertahan Liga Champions kala itu, Barcelona yang dilatih Pep Guardiola.

Wolverhampton Wanderers
Peluang Mourinho bergabung Wolverhampton Wanderers terbuka. Mayoritas pemain Wolves adalah pemain yang berada di bawah naungan agensi Jorge Mendes, agen Mourinho. Bahkan pelatih Wolves saat ini, Nuno Esposito Santo, juga diageni Mendes. Meski tidak tercatat sebagai pengurus Wolves, Mendes dikabarkan memiliki kedekatan dengan pemilik klub, Fosun International. Jika dilatih Mourinho dengan beberapa bintang potensial Portugal yang diageni Mendes, bukan tidak mungkin Wolves menjelma menjadi kekuatan baru di Liga Inggris.

Portugal
Mourinho pernah mengakui bahwa dia ingin melatih negaranya sebelum pensiun. Timnas Portugal yang tengah diisi pemain-pemain muda potensial, tentu sulit menolak kesempatan untuk dilatih salah satu pelatih terbaik di Portugal bahkan di dunia.

Rekor Buruk Mourinho: Tak Menang di Empat Laga Kandang Beruntun

Untuk pertama kalinya manajer Jose Mourinho gagal meraih kemenangan dalam empat laga kandang beruntun. Capaian buruk itu usai Manchester United ditahan imbang Valencia.

MU menjamu Valencia dalam matchday kedua Grup H Liga Champions, Rabu (3/10/2018) dinihari WIB. Dalam laga ini The Red Devils melepas 18 tembakan dengan empat yang mengarah ke gawang.

Dari total tembakan itu, tak satupun yang berbuah gol. Penyelesaian akhir yang buruk jadi salah satu penyebab MU gagal meraih kemenangan setelah skor akhir 0-0 bertahan hingga laga usai.

Hasil imbang di kandang ini adalah yang keempat untuk MU arahan Mourinho secara beruntun. Itu sekaligus menandakan catatan buruk terbaru The Special One sepanjang karier manajernya.

MU mulai tak bisa menang di kandang saat tumbang 0-3 dari Tottenham Hotspur dan imbang 1-1 melawan Wolverhampton Wanderers di Premier League. Catatan buruk berlanjut di Piala Liga Inggris saat kalah adu penalti dengan Derby County di Piala Liga Inggirs.

Hasil imbang ini juga bikin MU gagal menang di empat laga terakhir dalam semua ajang, baik itu di laga kandang maupun tandang. Terkahir MU menang saat melumat Young Boys 3-0 di matchday pertama Liga Champions.

Eks Liverpool Sebut Pemain Manchester United Sudah Tak Hormati Jose Mourinho

Kondisi memrihatinkan Manchester United menyeret Jose Mourinho. Tak pelak, Jose Mourinho mendapat ‘serangan’ dari berbagai lapis, termasuk fans, pengamat sampai kalangan jurnalis di Inggris.

Legenda Liverpool, Jamie Carragher menilai situasi Setan Merah tergolong gawat setelah Jose Mourinho tidak mampu mengendalikan ruang ganti pemain. Pada awal 2018-2019, Manchester United tengah mengalami fase yang berat.

Manchester United hanya menang pada tiga pertandingan di ajang Premier League, sehingga ‘terpuruk’ di peringkat 10 klasemen kasta tertinggi sepak bola Negeri Ratu Elizabeth ini. Pada konferensi pers, Jose Mourinho mengeluhkan mengenai para pemainnya. Ia mengklaim beberapa pemain Manchester United tidak begitu peduli dengan situasi yang tengah menimpa tim mereka saat ini.

Carragher menilai pernyataan Mourinho itu merupakan pertanda ia sudah kehilangan kepercayaan para pemainnya. “Saya rasa Mourinho sudah kehilangan kendali di ruang ganti United,” ujar Carragher kepada Sky Sports. Carragher menilai pernyataan Mourinho itu sudah menjadi indikasi yang jelas bahwa para pemain MU sudah tidak begitu menghargai sang manajer.

“Saya sama sekali tidak ragu ketika ia berbicara di konferensi pers bahwa ‘Beberapa pemain bekerja lebih keras daripada pemain lain’ merupakan sebuah tanda yang jelas ia kehilangan kendali di ruang gantinya.”

“Saya rasa itu sudah jelas dan saya juga merasa bahwa perkataan itu bukanlah sesuatu yang kontroversional untuk ia ucapkan.”

Carragher menilai kemungkinan Mourinho kehilangan kontrol di ruang ganti MU cukup besar, mengingat ia pernah mengalami kejadian serupa di masa lalu.

“Masalahnya adalah ini kali ketiga ia kehilangan kontrol di ruang gantinya. Pertama kali ia mengalami masalah seperti ini saat di Real Madrid saat ia bertengkar dengan Casillas dan Ramos, lalu berlanjut di Chelsea dengan Eden Hazard dan semua pemain di sana.”

“Kali ini ia dikabarkan memiliki masalah dengan sejumlah pemain MU yang dipimpin olehj Paul Pogba. Jadi saya tidak ragu jika ada masalah besar yang tengah terjadi di tim mereka saat ini.” tandasnya.

Manchester United mencoba bangkit dari momentum buruk ini dengan membidik kemenangan saat menjamu Valencia di Old Trafford dini hari nanti WIB.

Jose Mourinho dan Perpisahan Musim Ketiga

Masa depan Jose Mourinho bersama Manchester United kembali hangat diperbincangkan. Selain ada masalah internal tim, Mourinho juga tidak mampu membawa timnya lebih kompetitif pada musim ini.

Manchester United belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir. Bahkan, The Red Devils sudah tersingkir pada ajang Piala Liga Inggris.

Bayang-bayang pemecatan berada di kepala Mourinho. Apalagi, Mourinho tidak pernah melatih sebuah klub lebih dari tiga musim.

Menurut catatan perjalanan karier, Mourinho hanya sukses melatih pada tahun ketiga di FC Porto. Setelah itu, Mourinho selalu gagal memberikan gelar berarti bagi timnya.

Mourinho lebih sering terlibat perselisihan dengan pemain ataupun manajemen klub. Hal itu yang membuatnya terdepak dari klub-klub sebelumnya, seperti Chelsea dan Real Madrid.

Kontrak Mourinho bersama Manchester United masih akan bertahan hingga 30 Juni 2020. Akan tetapi, arsitek asal Portugal itu mungkin saja bisa pergi lebih cepat jika tidak kunjung meraih hasil positif di Old Trafford.

FC Porto (2002-2004)

Musim pertama: Membawa FC Porto menduduki peringkat ketiga Liga Portugal. Saat ditunjuk sebagai pelatih, FC Porto berada di posisi kelima.

Musim kedua: Juara Liga Portugal, Juara Piala UEFA, Juara Piala Portugal

Musim ketiga: Juara Liga Portugal, Juara Liga Champions, Juara Piala Super Portugal, pindah ke Chelsea

Chelsea (2004-2007)

Musim pertama: Juara Premier League, Juara Piala Liga Inggris, semifinalis Liga Champions

Musim kedua: Juara Premier League, juara Community Shield

Musim ketiga: Runner-up Premier League, Juara Piala FA, Juara Piala Liga Inggris, semifinalis Liga Champions

Musim keempat: Berpisah dengan Chelsea pada awal musim keempatnya (2007-2008)

Inter Milan (2008-2010)

Musim pertama: Juara Serie A, Juara Piala Super Italia

Musim kedua: Juara Serie A, Juara Liga Champions, juara Coppa Italia, pindah ke Real Madrid

Real Madrid (2010-2013)

Musim pertama: Juara Copa del Rey, Runner-up La Liga, semifinalis Liga Champions

Musim kedua: Juara La Liga, semifinalis Liga Champions

Musim ketiga: Juara Piala Super Spanyol, semifinalis Liga Champions, Runner-up Copa del Rey, berpisah dengan Real Madrid

Chelsea (2013-2015)

Musim pertama: Peringkat ketiga Premier League, semifinalis Liga Champions

Musim kedua: Juara Premier League, juara Piala Liga Inggris

Musim ketiga: Berpisah dengan Chelsea pada tengah musim (Desember 2015)

Manchester United (2016-sekarang)

Musim pertama: Juara Liga Europa, juara Piala Liga Inggris, juara Community Shield, peringkat keenam Premier League

Musim kedua: Runner-up Premier League, runner-up Piala FA

Musim ketiga (saat ini): Peringkat kesepuluh hingga pekan ketujuh Premier League, tersingkir dari Piala Liga Inggris

Kemenangan di Liga Champion, Jose Mourinho gembira

Serangkaian hasil buruk yang didapat oleh Chelsea membuat Pelatih Chelsea, Jose Mourinho lupa rasanya menang. Oleh karena itu, dia menyambut gembira kemenangan Chelsea atas Maccabi Tel Aviv di ajang Liga Champions.

Dalam pertandingan kali ini, Chelsea memetik kemenangan 4-0 atas Maccabi di matchday 1 Grup G di Stamford Bridge, Kamis (17/9/2015) dinihari WIB. Gol-gol tuan rumah diciptakan oleh Willian, Oscar, Diego Costa, dan Cesc Fabregas.

Pertandingan kali Ini adalah kemenangan kedua yang dihasilkan oleh Chelsea dari tujuh pertandingan kompetitifnya di semua kompetisi musim ini. Lima pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Sebelum menang atas Maccabi, The Blues Chelsea cuma menang satu kali. Itu dibukukan tiga pekan lalu atas West Bromwich Albion di Premier League. Setelahnya, Chelsea berturut-turut kalah dari Crystal Palace dan Everton.

Maka kemenangan atas Maccabi pun melegakan Jose Mourinho. Dia juga menilai Fabregas dkk. tampil bagus di pertandingan tersebut. Permainan anak asuhnya sangat bagus dan bermain sesuai strategi yang diinginkan oleh Jose Mourinho.

Berdasarkan informasi dari situs resmi UEFA, Pelatih Chelsea, Jose Mourinho mengatakan bahwa saya lupa rasanya (menang), ini sudah lama. Ini adalah perasaan yang bagus.

Jose Mourinho menambahkan bahwa Penalty yang gagal adalah ujian bagi kami, karena ketika segalanya berjalan tidak sesuai yang diharapkan dan Anda memulai pertandingan wajib menang dan setelah lima menit Anda gagal penalti. Jadi saya berpikir ini adalah ujian bagus untuk karakter tim. Saya senang dengan penampilan dan hasilnya.

Kemenangan ini untuk sementara menempatkan Chelsea di puncak klasemen Grup G dengan tiga poin. Kemenangan Chelsea ini semakin membuat motivasi bagi Pelatih Chelsea, Jose Mourinho dan anak buahnya. Kemenangan di Liga Champions merupakan modal Chelsea untuk menghadapi lawan-lawan di Liga Inggris.

Kemenangan ini membuat posisi Jabatan Pelatih di Chelsea merasa terancam.

Jose Mourinho kepada Team Chelsea, jangan terlalu berpuas diri. Jika terlalu berlarut-larut, maka sewaktu-waktu menghadapi lawan yang kuat di Inggris akan mengalami kesulitan. Tetaplah berlatih dan berlatih.

Mourinho, saya akan membalikkan keadaan demi Chelsea dan karier saya

Dengan semua awal yang buruk musim ini, Manajer Chelsea, Jose Mourinho tetap berkeras dirinya merupakan orang yang tepat untuk kembali membawa The Blues meraih kesuksesan seperti musim

Berdasarkan informasi dari The Leadership, Jose Mourinho mengatakan bahwa saya yakin tidak ada pelatih yang lebih baik dari saya untuk menangani Chelsea. Jose Mourinho mengklaim bahwa telah melakukan banyak hal baik untuk Chelsea. Terbukti dengan prestasi mereka musim lalu yang berhasil keluar sebagai jawara di Liga Primer Inggris.

Meski demikian, Jose Mourinho juga mengakui pada awal musim ini belum meraih pencapaian yang baik, bahkan terbilang buruk. Pelatih Chelsea, Jose Mourinho mengatakan bahwa saya diberikan waktu, saya akan bertanggung jawab dan membalikkan semua hasil buruk ini menjadi sesuai harapan.

Klaim Jose Mourinho itu memang masih sejalan dengan dukungan yang diperolehnya dari para pendukung Chelsea. Berdasarkan informasi dari The Leadership memberitakan bahwa suporter Chelsea masih menaruh kepercayaan tinggi kepada pelatih asal portugal itu dan membantah adanya kekisruhan di ruang ganti The Blues.

Hasil awal musim ini merupakan yang terburuk selama 29 tahun terakhir. Seorang kolumnis olahraga, Martin Samuel menuliskan bahwa proses rekrutmen pada bursa musim panas lalu memiliki pengaruh sangat besar terhadap hasil awal yang buruk ini.

Juara Liga Inggris musim lalu ini baru saja kembali menelan kekalahan telak. Mereka tersungkur 1-3 di tangan Everton, Sabtu (12/9).

Kekalahan tersebut membuat mereka tertahan di posisi ke-17 klasemen sementara. Sejauh ini, Chelsea memang baru mengantongi empat poin, tertinggal 11 poin dari Manchester City yang menjadi pemuncak klasemen.

Jose Mourinho mengatakan bahwa saya akan membalikkan keadaan semua. Kami pasti bangkit dan akan memenangkan semua pertandingan.

Berdasarkan informasi dari Jose Mourinho, Chelsea pada akhirnya akan bangkit dan keluar dari keterpurukan ini, dan hanya dirinya yang bisa membawa klub London tersebut mentas dari krisis awal musim ini. Berdasarkan informasi dari SkySports, Mourinho mengatakan bahwa Saya tak menyalahkan pemain dan diri saya sendiri. Ada hasil yang buruk dalam karir saya, tapi saya tetap nyaman dengan situasi yang ada.

Chelsea kalah lagi, posisi Jose Mourinho terancam

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho makin mendapatkan tekanan berat selesai Chelsea kalah 1-3 dari Everton. Namun Pelatih Chelsea, Jose Mourinho tetap yakin bahwa ia masihlah pilihan terbaik Chelsea di posisi pelatih dan tidak ada yang sanggup menggantikan tempatnya.

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho belum kehabisan kata-kata meskipun Chelsea sudah menelan kekalahan ketiga mereka musim ini. Padahal Liga Inggris baru berjalan lima pekan. Jose Mourinho mengatakan bahwa Saya tidak berpikir bahwa ada pelatih yang lebih baik dari saya datang ke Chelsea dan menggantikan saya melakukan pekerjaan ini.

Berdasarkan informaasi dari BT Sport, Jose Mourinho mengatakan bahwa Saya adalah orang yang telah memberikan banyak hal bagus untuk Chelsea dan saya masihlah layak akan tugas ini. hasil buruk yang diterima Chelsea tidaklah menggambarkan penampilan mereka di lapangan. Tetapi mengapa kalah ?

Para pemain layak mendapatkan hasil yang lebih bagus dari yang mereka dapatkan saat ini. Saya tahu bahwa saat ini mudah bagi semua orang untuk mengkritik saya dan para pemain bahwa semua yang ada di Chelsea saat ini salah. Jelas saya tak setuju dengan hal itu.

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho pun kemudian balik menyerang para pengkritik Chelsea dengan menyebut mereka sebagai orang-orang dengan ingatan pendek.

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho mengatakan bahwa semua memiliki hak untuk memberikan kritik, terutama mereka yang memiliki daya ingat pendek yang telah lupa bahwa tiga bulan lalu kami baru saja memenangkan titel juara.

Ingatlah Jose Mourinho. Anda janganlah takabur. Masih banyak pelatih yang bagus darimu. Kritikan itu untuk membantu kita lebih maju selangkah kedepan. Kritikan itu bukan sebagi penghancur tetapi membangun kita dari kelemahaan kita yang selama dilakukan.

Ingat Jose Mourinho, kamu sudah kalah 3 kali di Liga Inggris. Semustinya kamu harus sadar. Ini warning buat kamu. Pada musim yang lalu, Chelsea berhasil meraih angka sempurna pada pekan ke-5. Sekarang ini Chelsea hanyalah Team papan bawah. Jika Chelsea kalah lagi, kamu harus menerima konsekuensi

Mourinho melakukan Blunder, Terry diganti oleh Zouma

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho tidak mau mengakui kekalahan telak timnya atas tuan rumah Manchester City, 0-3, Minggu (16/8) malam WIB.

Selain tampak menolak mengakui kekalahan timnya, Jose Mourinho juga membela keputusannya menarik pemain bertahan sekaligus kapten timnya, John Terry. Mourinho memasukkan Kurt Zouma untuk mengisi posisi Terry saat jeda babak pertama.

Penggantian itu membuat John Terry untuk kali pertama sejak Mei 2013 lalu harus menyaksikan jalannya pertandingan babak kedua dari bangku cadangan. John Terry melihat teamnya dibantai oleh Manchester City. Hatinya menjadi sedih.

Berdasarkan informasi dari BBC Sport, Jose Mourinho mengatakan bahwa Itu merupakan keputusan secara taktis. Zouma merupakan pemain bertahan tercepat yang kami miliki. Saya tahu mereka akan memainkan serangan balik dan Zouma adalah pemain yang berbeda dengan John Terry. Selain itu keputusan itu juga terbukti tepat karena Zouma bermain bagus.

Tidak hanya itu, Jose Mourinho juga menepis anggapan bahwa penggantian itu merupakan petanda bahwa John Terry sudah memasuki ujung kariernya di Chelsea. Jose Mourinho mengatakan bahwa John Terry merupakan pemain yang memiliki kepercayaan penuh dari saya. Bersama saya ia tidak pernah tergantikan, bersama manajer lain dia bahkan tak terpilih masuk tim dan orang-orang pikir kariernya di Chelsea telah berakhir. Saya memberikannya kesempatan untuk menjadikannya seperti sekarang, seorang pemain dan kapten yang fantastis. Saya terbukti benar,” ujar Mouriho tentang John Terry.

Tetapi buktinya Chelsea harus kebobolan di Babak kedua dengan dua gol sekaligus. Terry keluar, semua pertahanan Chelsea menjadi rapuh. Beberapa kali gawang Chelsea di babak kedua sering kelolosan. Semustinya Mourinho tidak mengeluarkan Terry dan menggantikan dengan Zouma. Biarpun Zouma mempunyai kecepatan dan masih muda. Tapi John Terry lebih berpengalaman.

Ini merupakan Blunder Jose Mourinho, Pelatih yang sudah membawa Chelsea Juara Liga Inggris. Percobaan inilah yang menghukum Chelsea kalah menyakitkan di tangan Manchester City. Dengan kekalahaan ini, ini merupakan perinatan buat Chelsea. Jika ingin bersaing di Team papan atas, Chelsea harus berbenah diri. Jangan sampai terulang kekalahaan kedua kali.