Arsip Tag: Liga 1 Indonesia

Hasil Liga 1: Arema Benamkan PS Tira di Dasar Klasemen

Misi PS Tira lolos dari degradasi bisa jadi gagal. Pasalnya, kekalahan 0-1 dari Arema FC membenamkan mereka di dasar klasemen Liga 1.

Pada laga pekan ke-33 yang dihelat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (2/12/2018) Arema dan PS Tira sama-sama bermain agresif demi mengincar kemenangan. Pasalnya posisi kedua tim belum aman betul dari degradasi, terutama tuan rumah.

PS Tira bikin total enam attempts tapi hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara Arema bikin tujuh attempts dengan empat on goal.

PS Tira punya peluang di menit ke-12 lewat Dimas Drajad tapi sepakannya bisa ditepis kiper Arema Utam Rusdi. Lima menit berselang sepakan keras Hamka Hamzah cuma menerpa mistar gawang PS Tira.

Arema terus menekan pertahanan PS Tira tapi hingga babak pertama berakhir tak ada gol tercipta. Satu peluang emas didapat Arema di menit ke-44 tapi sepak pojok Nasir mengenai tiang gawang.

Masuk di babak kedua, Arema makin meningkatkan intensitas serangan dan berusaha mencari gol. PS Tira dipaksa bermain bertahan.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang di menit ke-72 dan Arema yang merayakannya usai Makan Konate menjebol jala PS Tira. Kegagalan barisan belakang PS Tira mengantisipasi umpan silang Alfin Tuasalamony membuat Konate dengan mudah menyepak bola di depan gawang.

Skor 1-0 untuk keunggulan Arema bertahan hingga laga usai. Dengan kemenangan ini, Arema kokoh di posisi kedelapan klasemen dengan 47 poin dari 33 laga dan dipastikan aman dari jeratan degradasi. Sementara PS Tira terbenam di dasar klasemen dengan 36 poin dan peluangnya bertahan terancam meski masih menyisakan dua laga lagi.

Sebab PSMS yang berada setingkat di atasnya punya punya keunggulan satu poin dan akan memainkan duel hidup mati kontra PS Tira dalam laga tunda. Sementara Perseru di posisi ke-16 memiliki 39 poin.

Susunan pemain

PS Tira: Angga S; Manahati L, Abu Bakr R, Didik W, Abduh L; A. Nufiandani (Sansan F 78′), Izmy Y (Ryan W 74′), Jeon W, Wawan F (R. Sugeng 35′); A. Rakic, Dimas Drajad.

Arema FC: Utam R; Alfin T, Hamka H, Arthur Cunha, Alfarizi; Hendro S, Jayus H, Makan Konate; Dendi S, Dedik S (Sunarto 63′), Nasir (Rivaldy Bawuo 82).

Persib Bandung Juara, Tagar #MaungNgora Banjiri Dunia Maya

Capian impresif berhasil diraih skuat Persib Bandung U-19, dalam babak final kompetisi sepak bola Liga 1 U-19 2018 kontra Persija Jakarta U-19 pada Senin (26/11/18) sore WIB.

Di mana dalam laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali tersebut, Persib Bandung berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 melalui gol yang dicetak Ilham Qoba pada menit ke-26 babak pertama.

Skor tersebut bertahan hingga laga usai, dan membuat Maung Ngora (julukan Persib U-19) keluar sebagai juara dan berhasil menyabet predikat klub terbaik usia 19 tahun di Indonesia.

Keberhasilan Persib Bandung U-19 meraih juara Liga 1 U-19, mendapat apresiasi cukup tinggi dari pecinta sepak bola Tanah Air bahkan tagar #MaungNgora pun langsung menjadi trending topic di media sosial.

Keberhasilan Persib Bandung U-19 sedikit mengobati hati para bobotoh, setelah tim Persib Bandung senior hampir dipastikan gagal meraih juara Liga 1 musim 2018/2019.

Hal tersebut dipastikan setelah dalam laga terakhir pekan ke-32 kompetisi sepak bola kasta tertinggi Liga Indonesia-Liga 1 kontra Perseru Serui, tim maung Bandung hanya mampu bermain imbang 2-2.

Hasil tersebut pun membuat perolehan poin PSM Makassar yang berada di puncak klasemen, tak lagi mampu di kejar oleh Persib Bandung.

Saat ini Persib masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan jumlah poin 50, tertinggal tujuh angka dari PSM Makassar dan enam poin dari Persija Jakarta.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20181126/persib-bandung-juara-tagar-maungngora-banjiri-dunia-maya

Hasil Pertandingan dan Klasemen Sementara Liga 1 Pekan ke-32: Persebaya Melesat

Pekan ke-32 Liga 1 2018 telah berakhir. Berikut klasemen sementara Liga 1 2018 hingga pekan ke-32.

Kompetisi sepak bola Liga 1 2018 telah menyelesaikan seluruh pertandingan di pekan ke-32. Sejumlah pertandingan yang menentukan perebutan gelar juara pun telah digelar.

Sempat terjadi perubahan pimpinan klasemen sementara di pekan ke-32 ini. Persija Jakarta sempat mengkudeta posisi PSM Makassar usai menang 3-2 atas Sriwijaya FC.

Namun berselang sehari kemudian, PSM Makassar kembali merebut puncak klasemen dari tangan Persija Jakarta usai meraih kemenangan telak 4-0 atas Bali United.

Bhayangkara FC yang berpeluang menggeser Persib Bandung di peringkat ketiga, gagal memenuhi target usai dikalahkan Persebaya Surabaya. Persebaya Surabaya sendiri mampu melesat ke peringkat ke-6 dari sebelumnya peringkat ke-10.

Hasil dan Klasemen

Berikut hasil pertandingan dan klasemen sementara Liga 1 2018 hingga Senin (26/11/18):

Hasil Pertandingan

Borneo FC 3-2 Persela Lamongan

Madura United 2-2 PSIS Semarang

Tahan Imbang PSIS Semarang, Madura United Diuntungkan Wasit?

Pertandingan Liga 1 2018 antara Madura United vs PSIS Semarang sore tadi menimbulkan kontroversi. Khususnya bila melihat kualitas kepemimpinan wasit.

Ya, pada hari Senin (26/11/18) ini, jadwal laga Liga 1 2018 pekan ke-32 memainkan laga antara Madura United vs PSIS Semarang. Laga tersebut dilangsungkan di Stadion Bangkalan pada pukul 15.30 WIB sore tadi.

Bermain di depan publik sendiri, Madura United gagal meraup kemenangan. Pasalnya, laga sendiri diakhiri dengan skor imbang sama kuat 2-2.

Dua gol kemenangan Madura United dibukukan oleh sang kapten Fabiano Beltrame masing-masing pada menit ke-56 dan 90+2′. Sementara dua gol PSIS dicetak oleh Bruno Silva di menit ke-38, dan Bayu Nugroho menit ke-66.

Laga ini ternyata menimbulkan sebuah kontroversi tersendiri, terutama bila kita menilik soal kualitas wasit yang memimpin laga.

Ya, ada dua kejadian penting yang menunjukkan wasit tak bisa tegas menjalankan tugasnya dalam laga tadi. Dua kejadian penting itu pun melibatkan satu orang pemain saja sebagai pelaku utamanya, yakni gelandang Madura United, Asep Berlian.

Kejadian yang pertama terjadi pada menit ke-71. Berlian tertangkap telah melakukan sebuah pelanggaran keras terhadap pemain PSIS.

Anehnya, wasit menilai pelanggaran seperti itu hanya pantas dikenai kartu kuning, bukan kartu merah. Padahal bila dilihat dalam tayangan ulang, kaki Berlian nampak sengaja menendang paha dari pemain PSIS.

Kejadian yang kedua lagi-lagi melibatkan Berlian pada menit ke-87. Kala itu, Berlian terlibat kericuhan karena tertangkap menjambak rambut dari pemain PSIS.

Tindakan yang jelas-jelas melanggar sportifitas itu ternyata tak mendapat hukuman apa-apa dari wasit. Berlian terbebas dari hukuman kartu apapun karena tindakan tak terpujinya itu.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20181126/tahan-imbang-psis-semarang-madura-united-diuntungkan-wasit/ketegasan-wasit

PSIS Semarang Ajukan Banding atas Sanksi Komdis

PSIS Semarang berencana mengajukan banding atas sanksi denda yang dikeluarkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pada sidang, Senin (1/10/2018). Ada dua hukuman denda yang diterima tim Laskar Mahesa Jenar.

Pertama adalah denda Rp 100 juta atas tindakan pelemparan botol saat PSIS menghadapi Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, 18 September. Kedua, denda Rp 30 juta karena kasus serupa saat menjamu Perseru Serui di Stadion Moch Soebroto, Magelang, 23 September.

Namun, PSIS hanya akan mengajukan banding atas sanksi pertama ke Komisi Banding (Komding) PSSI. Hal tersebut ditegaskan CEO PSIS, Yoyok Sukawi saat dihubungi Bola.com, Selasa (2/10/2018).

“Untuk hukuman denda Rp 100 juta, kami akan ajukan banding. Kami sedang kumpulkan bukti dan fakta-fakta di lapangan untuk memohon keringanan. Nominal itu jelas memberatkan kami,” ungkap Yoyok.

Dia menyebut hukuman tersebut tak sebanding sengan denda yang diberikan kubu Persija yakni Rp 50 juta. Apalagi tim Macan Kemayoran bertindak sebagai tuan rumah. Meski demikian, pria yang juga anggota DPRD Jawa Tengah itu berharap kedewasaan suporter untuk tertib saat memberi dukungan.

“Kami juga mohon teman-teman suporter untuk segera menyadari bahwa emosi dan tingkah laku buruk akan merugikan klub. Sayangi klub kita dengan iuran ramai-ramai untuk bayar denda ini,” tegasnya.

Direktur Utama PSIS, Kairul Anwar, yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Pencari Fakta (TPF), membenarkan sedang mengumpulkan bukti berupa foto, video, maupun keterangan saksi. Mereka juga akan meminta data dari pengawas pertandingan (PP) yang jadi sumber utama laporan ke Komdis sebelum PSIS dijatuhi sanksi.

“Dasarnya kan pasti dari laporan PP. Nah itu akan kami cek seperti apa keterangannya, karena memang pelemparan botol bukan suporter PSIS Semarang yang memulai. Kami segera lengkapi berkas untuk banding dan secepatnya dikirim,” kata dia.

Komentar Bomber Persib soal Sanksi untuk Maung Bandung

Komunitas suporter fanatik Persib Bandung, Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber), menilai sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI untuk Maung Bandung tidak adil.

Ketua Umum Bomber, Asep Abdul, mengatakan ketidakadilan Komdis PSSI terlihat dari jenis hukuman yang diberikan. Salah satu sanksi yang disoroti adalah Persib harus menggelar pertandingan kandang di Kalimantan tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018. Maung Bandung juga menjalani laga kandang di Bandung sampai setengah musim kompetisi 2019.

Asep mengatakan banyak suporter dari tim lain pernah terlibat pengeroyokan berujung kematian. Namun, insiden itu luput dari sanksi Komdis PSSI.

“Ini terlalu berat dan tidak adil. Ini bukan efek jera. Kalau seperti ini, kenapa kejadian sebelum-sebelumnya tidak mendapatkan sanksi,” ujar Asep, Selasa (2/10/2018).

Selain itu, lanjut Asep, dalam sanksi tersebut Komdis PSSI tidak memberikan aturan untuk menghindari kejadian serupa pada laga-laga yang akan datang.

“Harusnya saat ini diberlakukan sanksi untuk ke depan agar tidak ada lagi kejadian serupa di sepak bola Indonesia,” katanya.

Asep berharap manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) melakukan banding dengan sanksi yang dikeluarkan Komdis PSSI.

“Mungkin kami juga akan melakukan komunikasi antar elemen bobotoh Persib Bandung menyikapi sanksi ini,” imbuh dia.

Hukuman Berat ke Persib Tidak Akan Memberi Efek Jera buat Suporter

Sanksi berat yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI ke Persib Bandung berkaitan dengan kasus kematian suporter Persija Jakarta, Halingga Sirla, dalam ajang Gojek Liga 1 bersama Bukalapak dinilai bintang film serta presenter olahraga kondang, Darius Sinathrya, tak akan memberi efek jera. Darius melihat persoalan kekerasan suporter di pentas sepak bola nasional bukan masalah sepak bola semata.

“Kasus-kasus kekerasan di sepak bola Tanah Air bukan murni karena sepak bolanya tapi merupakan bagian kecil dari masalah sosial yang terjadi di negara kita. Apa yang terjadi cerminan persoalan di masyarakat. Mulai dari pendidikan, kemiskinan, ekonomi dan banyak hal lainnya,” ujar Darius saat ditemui Bola.com di sela-sela kunjungan ke KLY Office Selasa, (2/10/2018) untuk mempromosikan film horor terbarunya Asih.

Pemerintah disebut Darius harus terlibat aktif dalam penyelesaian konflik suporter sepak bola, karena memang sejatinya luapan emosi berlebihan dalam bentuk fanatisme bukan masalah olahraga semata.

“Banyak di antara suporter meluapkan amarah dalam kehidupan nyata mereka yang keras. Hal ini yang perlu diurai. Seluruh elemen harus terlibat. Menghukum Persib dengan hukuman berat tidak lantas membuat konflik antar bobotoh dengan The Jakmania akan selesai. Setelah hukuman harus ada langkah lanjutan,” ujar Darius.

Menurut Darius sejatinya susah mendamaikan konflik antarfan sepak bola. Karena perbedaan pilihan dalam sepak bola merupakan sesuatu yang lumrah terjadi.

“Bentrokan pasti akan terjadi, tidak bisa dihindari. Terpenting, bagaimana PSSI dan pihak kepolisian bereaksi. Perlu dibuat standar pengamanan ketat sebagai pagar untuk menekan terjadinya anarkisme antardua kelompok berbeda,” ujar pria kelahiran 21 Mei 1985 tersebut.

Darius mencontohkan pengalamannya menyaksikan pertandingan final Liga Champions antara Juventus Vs Barcelona. Darius yang merupakan fan Barcelona bersama istrinya duduk di area tribune suporter Juventus.

Mitra Kukar Manfaatkan Penundaan Liga 1 untuk Membenahi Lini Pertahanan

Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan, menyebut lini pertahanan yang rapuh masih menjadi masalah yang dialami timnya musim ini. Hal itulah yang ingin dibenahinya selagi kompetisi Liga 1 2018 mengalami penundaan.

Mitra Kukar sejatinya memiliki lini depan yang tajam. Penyerang klub berjuluk Naga Mekes itu, Fernando Rodriguez, berhasil mencetak 15 gol dari 22 penampilannya di Liga 1.

Namun, ketajaman Fernando Rodriguez tak sejalan dengan posisi Mitra Kukar di tabel klasemen. Mitra Kukar saat ini masih tercecer di posisi 12 klasemen dengan raihan 29 poin berkat sembilan kemenangan, dua kali imbang, dan 12 kekalahan.

“Saya pikir Fernando Rodriguez adalah penyerang yang bagus dan punya visi bermain yang baik. Akan tetapi, saya juga tidak bisa menyalahkan siapa pun mengapa kami berada di posisi yang kurang menguntungkan,” kata Rahmad Darmawan ketika dihubungi Bola.com.

“Saya pikir kami harus lebih jeli di organisasi pertahanan. Kalau di lini depan, sebetulnya kami cukup produktif dan tak ada masalah,” ujar pria asal Lampung ini.

Mitra Kukar kini memiliki waktu untuk melakukan pembenahan lini belakang. Sebab, kompetisi Liga 1 2018 belum bisa dipastikan kapan kembali bergulir sejak disetop pada Selasa (25/9/2018).

Keuntungan dan Kerugian Penghentian Sementara Liga 1 2018

Tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, akibat dikeroyok suporter Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018), berdampak panjang pada Liga 1 2018. PSSI resmi menghentikan sementara kompetisi elite Indonesia itu sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“PSSI menghentikan sementara Liga 1 senior di 18 klub sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Edy saat konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).

Penghentian sementara Liga 1 2018 dilakukan PSSI untuk fokus pada penyelidikan kematian Haringga Sirla. PSSI juga ingin duduk bersama pemerintah, klub, dan kelompok suporter untuk membahas sanksi tegas demi mencegah hal serupa terulang di kemudian hari.

Namun, penghentian sementara Liga 1 2018 ini menimbulkan pro dan kontra. Pihak yang mendukung menyebut penghentian ini sebagai momen yang tepat untuk mengevaluasi penyelenggaraan Liga 1.

Situasi seperti ini tidak boleh terulang di dunia sepak bola. Hal tersebut sangat tragis karena terjadi di saat seseorang ingin memberikan dukungan kepada klub kebanggaannya.

Lantas, apa saja untung rugi penghentian sementara Liga 1 2018? Kami mencoba merangkum keuntungan dan kerugian penghentian sementara Liga 1 2018 jelang pekan ke-24.

Keuntungan
1. Momentum buat PSSI, PT Liga Indonesia Baru sebagai operator Liga 1 2018, klub-klub peserta, dan kelompok-kelompok suporter, dan juga pihak kepolisian untuk duduk bersama. Sudah saatnya dibuat aturan yang jelas untuk mengatur Standar Operasional Prosedur (SOP) pertandingan terutama soal pengamanan.

2. PSSI harus membuat aturan yang jelas dan tegas terkait pencegahan dan kejadian seperti ini terulang di dunia sepak bola Indonesia. Sanksi tak boleh tebang pilih agar semua pihak bersedia bahu membahu melakukan pencegahan.

3. Momentum tepat buat suporter sepak bola di seluruh Indonesia agar bisa lebih dewasa. Berikan dukungan dengan positif melalui adu kreatif nyanyian dukungan dan koreografi.

Kerugian
1. Penghentian sementara Liga 1 2018 membuat jadwal menjadi mundur. Liga 1 2018 dijadwalkan berakhir pada 2 Desember. Adanya penghentian ini memunculkan potensi jadwal pertandingan mengganggu agenda Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

2. Pihak klub harus mengeluarkan finansial lebih besar karena mundurnya akhir musim Liga 1 2018.

3. Kredibilitas klub di mata sponsor berpotensi rusak. Penghentian sementara Liga 1 2018 berpeluang merusak kerja sama yang sudah dibangun klub dan sponsor.