Arsip Tag: Pochettino

Tangan Dingin Pochettino Setara Guardiola dan Simeone

Menjelang duel dengan Tottenham Hotspur, manajer Arsenal, Unai Emery, memuji Mauricio Pochettino. Dia bilang Pochettino di jajaran manajer top saat ini.

Teman lama, Emery dan Pochettino, berada pada kubu yang berseberangan dalam derby London Utara nanti malam. Arsenal menjamu Spurs di Emirates, Minggu (2/12) mulai pukul 21.05 WIB.

Emery akan mendampingi Arsenal (30 poin), yang berada dua trap di bawah Spurs (27 poin). Lag aitu pun diprediksi bakal bergulir sengit.

Menjelang duel, Emery melemparkan pujian kepada Pochettino. Emery bilang Pochettino sosok yang amat terstruktur dan bisa memoles potensi pemain muda.

“Kariernya sangat konsisten. Struktur yang dibentuk bersama tiap tim sangat jelas dan performa bagus,” kata Emery seperti dikutip Telegraph.

“Dia sempat bekerja di Spanyol, kemudian Southampton dan Tottenham bersama pemain-pemain muda. Para pemain muda ini biasanya berkembang di bawah arahannya dan staff yang ada,” ujar dia.

“Karena kariernya dia pantas disandingkan masuk ke deretan pelatih-pelatih terbaik bersama Pep Guardiola dan Diego Simeone,” tutur manajer asal Spanyol itu.

Pochettino Klaim Bale dan Alli Beruntung Bisa Gabung Tottenham

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, mengklaim bahwa Gareth Bale dan Dele Alli, beruntung bisa bergabung dengan The Lilywhites, karena tim tersebut mampu membuat kedua pemain itu berkembang dengan baik.

Alli bergabung dengan Spurs dari Milton Keynes Dons pada Januari 2016. Semenjak itu, bakat pemain berkelahiran Inggris tersebut mampu berkembang pesat dengan menjadi pemain kunci di level klub maupun negaranya.

Sementara itu, Bale adalah pemain yang didatangkan dari Southampton pada Mei 2007. Pemain asal Wales itu mengasah kemampuannya dengan baik dengan Spurs, yang kemudian Real Madrid tertarik mendatangkannya pada tahun 2013.

Mengenai Bale, Pochettino mengklaim bahwa pemain berusia 29 tahun itu beruntung di Tottenham, karena ia bisa sukses setelah 3 tahun di London Utara. “Saya ingat dengan Bale, setelah tiga tahun dia mulai menjadi sukses. Tapi klub percaya bahwa mereka menandatangani bek kiri, dan hari ini dia sebaliknya. Itu sedikit beruntung, jujur,” kata Pochettino.

“Karena setelah tiga tahun, ketika mereka mengatakan kepada saya semua yang terjadi, mereka ingin [memberi sinyal debu tangan]. Anda tahu lebih baik dari saya soal sejarah.

“Dalam sepak bola, terkadang seseorang ada di sini dan Anda mengatakan [Bale adalah sihir], tetapi sangat beruntung. Ya atau tidak? Itulah yang sebenarnya.”

Selain Bale, Pochettino juga menyebut Dele Alli beruntung bergabung dengan Tottenham, karena Spurs mampu membuat para pemain muda sepertinya berkembang dengan baik.

“Ada talenta di Championship, League One dan di bawah, tapi kemudian beruntung dengan pemain tipe ini,” lanjut pelatih Spurs itu.

“Dele adalah Dele karena Dele, tetapi pada akhirnya platform klub menawarkan pemain untuk mengembangkan kebutuhan bakat mereka untuk menjadi yang benar.

“Tentu saja, semua kredit untuk pemain, tetapi itu tidak sama jika Dele Alli tiba dari Milton Keynes ke klub lain. Hari ini, akan berbeda. Mungkin lebih baik, mungkin tidak, tetapi berbeda. Itulah mengapa sangat penting para pemain memiliki keberuntungan dengan minat dari beberapa klub.

“Minat dari Tottenham adalah hal besar karena Tottenham memiliki platform yang sangat bagus untuk membantu para pemain muda berkembang,” jelasnya. Sumber: sportsmole.co.uk

Son Heung Min membayar kepercayaan Pochettino

Penyerang asal Totenham, Harry Kane masih terus berjuang untuk bisa mendapatkan ketajamannya kembali. Dan ketika pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino memberikan tempat striker utama untuk Son Heung-min, pemain Korea Selatan itu sukses unjuk gigi lewat dua gol yang dicetaknya.

Mauricio Pochettino memutuskan untuk menurunkan Son Heung-min pada pertandingan perdana Liga Eropa menghadapi Qarabag di White Hart Lane dinihari tadi. Pertandingan baru berjalan tujuh menit, Totenham Spurs sudah harus tertinggal 0-1 lewat eksekusi penalti dari Richard Oliveira.

Dalam kondisi tertinggal inilah, Son Heung-min membuktikan kualitasnya sebagai salah satu calon bintang Spurs. Pada menit ke-28, ia mampu membobol gawang Qarabag dengan memanfaatkan sepak pojok. Dua menit berselang, kerja samanya dengan pemain muda Spurs, Delle Alli membuatnya untuk mencetak gol kedua sekaligus membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk Spurs.

Empat menit jelang bubaran, Erik Lamela memastikan perolehaan nilai tiga poin untuk Totenham Spurs usai lepas dari jebakan offside dan menaklukkan kiper Qarabag, Ibrahim Sehic dengan mudah.

Dua gol dari Son Heung-min jelas membuat Pochettino tersenyum puas. Pelatih asal Argentina itu sendiri menarik keluar Son Heung-min dan menurunkan Harry Kane pada menit ke-68. Namun 22 menit tak cukup bagi Harry Kane untuk mencetak gol di pertandingan ini.

Mauricio Pochettino mengatakan bahwa kalian bisa melihat bahwa saya sangat puas dengan permainannya hari ini. Adaptasinya dengan Spurs memang sangat bagus sejak awal musim.

Son Heung-min dibeli oleh Totenham Spurs dari Bayer Leverkusen dengan harga yang cukup mahal, 30 juta euro. Namun bila pemain berusia 23 tahun itu terus mencetak gol demi gol, maka Totenham Spurs pastinya tak akan kecewa dengan nominal uang yang mereka keluarkan. Saya sudah pernah menjelaskan bahwa Son Heung-min bisa juga bermain sebagai striker murni dan juga bermain di posisi penyerang sayap.

Mauricio Pochettino mengatakan bahwa dia memang memiliki kualitas untuk bermain di beberapa posisi di lapangan dengan sama baiknya.

Dengan dua gol ke gawang Qarabag, Son Heung-min jelas memberikan godaan yang sangat kuat bagi Pochettino untuk kembali menurunkannya sebagai striker utama saat Spurs berjumpa Crystal Palace pada Minggu (20/9). Terlebih, Kane sejauh ini belum mampu mencetak gol.

Akankah Adebayor tamat karir Sepak Bola ?

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino menyatakan bahwa saya sangat bersikap tegas dan menyatakan dirinya tidak akan pernah memainkan Emmanuel Adebayor lagi. Pochettino tidak menganggap penyerang tim nasional Togo itu merupakan bagian dari rencananya, dan telah terang-terangan mengungkapkan hal tersebut pada Adebayor.

Berdasarkan informasi dari Mirror, Pochettino menyatakan bahwa Saya telah mengatakan dengan jelas padanya. Kami telah berbicara sebelum akhir musim lalu dan saya telah menjelaskan pikiran saya. Saya pikir semuanya jelas dia tidak berada dalam ide, pikiran, dan rencana saya untuk Tottenham.”

Selama bursa transfer musim panas ini, Totenham Spurs juga berusaha melego penyerang berusia 31 tahun itu ke klub lain. Sempat diminati Aston Villa dan West Ham United, Adebayor batal hengkang dari Stadion White Hart Lane karena kedua klub tersebut tidak mampu memenuhi syarat keuangan darinya.

Kini, Adebayor masih memiliki satu tahun sisa kontraknya bersama Tottenham. Kontrak tersebut membuat klub asal London itu menghabiskan 100 ribu poundsterling per pekan, untuk menggaji pemain yang lebih sering duduk di bangku cadangan tersebut.

Pochettino mengatakan bahwa Satu-satunya masalah saat ini adalah menemukan solusi untuknya dan juga klub. Sesuatu yang akan berdampak bagus bagi kedua belah pihak.

Penolakan Pochettino untuk memainkan Adebayor ini, hanya berselang satu pekan dari penolakan Togo untuk memainkan mantan penyerang Arsenal tersebut. Pelatih Togo, Tom Saintfiet, merasa kecewa dengan sikap Adebayor yang mengabaikan panggilan negara Afrika itu, untuk bermain di babak kualifikasi Piala Afrika.

Saintfiet mengataakan bahwa bagi saya, sudah jelas dia merupakan pemain yang tak ingin bermain untuk negaranya lagi.

Pochettino menegaskan bahwa saya tidak suka dengan pemain yang menolak bermain di Timnas. Panggilan Timnas sangatlah penting karena membela negara. Saya tidak bisa lihat kemampuan dia di negara asalnya. Alasan kedua adalah dia sering cedera membuat kemampuan terbaik dia sangat menurun dalam setiap pertandingan.

Hal itu membuat masa depan Adebayor di dunia sepakbola makin tidak jelas. Sebelumnya pemain 31 tahun tersebut juga tidak diikutsertakan dalam skuat klubnya, Tottenham Hotspur, di Premier League dan Liga Europa.